Apakah Bayi Kembar Selalu Lahir Prematur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Hampir kebanyakan kasus anak kembar lahir prematur. Ya. Kehamilan kembar dapat sangat meningkatkan risiko ibu untuk melahirkan prematur. Namun, apakah semua anak kembar otomatis akan lahir prematur? Padahal, persalinan prematur itu sendiri sebenarnya sangat berisiko bagi keselamatan bayi. Cek faktanya di artikel ini.

Kenapa kebanyakan anak kembar lahir prematur

Kehamilan kembar adalah salah satu faktor risiko kelahiran prematurThe March of Dimes bahkan melaporkan bahwa semakin tinggi kelipatan jumlah bayi kembar dalam kandungan, semakin tinggi risiko ibu untuk melahirkan prematur (sebelum minggu ke-37 kehamilan). Pada umumnya, bayi kembar dua lahir pada minggu ke 34-36 minggu usia kehamilan, sementara kembar tiga umumnya lahir pada minggu ke 32-36.

Penyebab pasti mengapa hamil anak kembar rentan lahir prematur tidak bisa dipastikan. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat memicu persalinan terjadi lebih awal. 

Berikut beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan anak kembar lahir prematur:

1. Preeklampsia

Hamil anak kembar membuat Anda lebih berisiko memiliki tekanan darah tinggi hingga 2-3 kali lipat dibanding hamil dengan satu bayi. Akibatnya, Anda pun tiga kali lebih berisiko mengalami preeklampsia. Suatu survei menemukan bahwa 13% ibu yang hamil anak kembar mengalami preeklampsia. Pasalnya, peningkatan tekanan darah selama hamil ini membuat plasenta bekerja ekstra keras untuk menyuplai makanan secara merata untuk anak-anak Anda dalam kandungan.

Preeklampsia bisa menjadi masalah serius bagi ibu karena dapat menyebabkan kejang, stroke, dan kerusakan hati. Kasus preeklampsia pada umumnya harus segera diatasi dengan persalinan dini.

2. Adanya masalah pada plasenta

Tergantung apakah kehamilan tersebut identik atau fraternal, plasenta yang Anda miliki saat hamil anak kembar bisa hanya satu atau bahkan dua untuk masing-masing anak.

Plasenta akan melekat pada bagian dalam rahim ibu selama kehamilan dan terlepas dengan sendirinya saat kelahiran. Namun, plasenta pada kehamilan kembar lebih besar dari biasanya, sehingga dapat meningkatkan risiko komplikasi yang berbahaya bagi ibu dan bayi. Masalah plasenta yang paling umum terjadi pada kehamilan kembar adalah abruptio plasenta dan plasenta previaKedua kondisi ini dapat memicu anak kembar lahir prematur.

3. Kantung ketuban pecah dini

Pada umumnya, kantung ketuban akan pecah selama persalinan. Namun tak menutup kemungkinan bahwa ketuban bisa pecah lebih awal, terutama pada kehamilan kembar.

Air ketuban yang pecah sebelum waktunya berisiko terinfeksi jika persalinan tidak segera dilakukan. Kondisi inilah yang kemudian memicu persalinan bayi kembar terjadi lebih awal. Ketuban pecah dini terkait dengan hampir 40 persen kelahiran bayi prematur dan dapat mengakibatkan peningkatan risiko gangguan kesehatan pada bayi baru lahir — termasuk perdarahan otak, kelainan bentuk tulang, gangguan saraf, dan sindrom distres pernapasan (RDS).

4. Kehamilan kembar identik

Kembar identik terjadi ketika 1 sel telur yang dibuahi oleh 1 sel sperma berubah menjadi embrio dan mengalami pembelahan. Karena berasal dari 1 embrio yang sama, kembar identik berbagi genetik dan DNA yang sama, serta berbagi satu plasenta dan satu kantung ketuban yang sama. Hal ini dapat meningkatkan risiko salah satu bayi terlilit tali pusat selama kehamilan, yang bisa membahayakan nyawanya. Dalam beberapa kasus, pilihan terbaik untuk bayi kembar identik adalah persalinan prematur.

Selain itu, ada sat komplikasi serius yang mungkin terjadi pada kehamilan kembar identik — yaitu Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS). TTTS adalah kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan aliran darah pada kedua bayi kembar. Satu kembar mungkin menerima terlalu banyak darah dan mengalami penumpukan cairan ketuban, kemudian jadi menekan kembar lainnya pada dinding rahim. Di sisi lain, bayi kembar yang satunya menerima terlalu sedikit darah, sehingga ia jadi berukuran kecil dan tidak tumbuh dengan baik.

5. Janin tidak berkembang dalam kandungan (IUGR)

Janin tidak berkembang dalam kandungan (IUGR) merupakan kondisi di mana salah satu bayi yang terlalu kecil atau kedua bayi kembar tidak tumbuh dengan sempurna. Masalah pada plasenta, cairan ketuban sedikit, dan Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS) merupakan beberapa faktor risiko dari IUGR pada kehamilan kembar.

Anda akan disarankan untuk menjalani persalinan prematur jika salah satu anak kembar yang berukuran lebih kecil berhenti tumbuh, atau keduanya berhenti tumbuh.

Bisakah mencegah risiko kelahiran prematur pada kehamilan kembar?

Ingat, memiliki satu atau lebih dari faktor-faktor risiko ini tidak menjamin anak kembar lahir prematur. Sejumlah risiko di atas hanya meningkatkan peluang itu terjadi.

Anda memang tidak bisa mencegah kelahiran prematur. Tetapi, Anda bisa menekan risikonya dengan menjalani kehamilan yang sehat. Jaga pola makan dan berat badan Anda agar terhindar dari peningkatan tekanan darah, berhenti atau hindari merokok dan kebiasaan minum minuman keras, konsumsi vitamin prenatal, kelola stres dengan baik, dan rutin kontrol kehamilan Anda ke dokter untuk tanda-tanda bahaya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca