Apa yang Terjadi Pada Tubuh Ibu Selama Masa Nifas?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Setelah berhasil melalui masa kehamilan dan melahirkan bayi, artinya sekarang ibu sudah berada di masa nifas. Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan atau sudah pernah melahirkan sebelumnya, masa nifas adalah waktu untuk memulihkan tubuh pasca persalinan.

Penasaran sebenarnya apa itu arti masa nifas? Apa saja yang terjadi selama waktu nifas ini? Berapa lama waktu masa nifas berlangsung? Mari simak ulasannya di sini.

Apa itu masa nifas?

VBAC adalah, melahirkan normal setelah caesar

Arti nifas adalah masa yang dihitung sejak seorang ibu melahirkan hingga enam minggu setelah selesai melahirkan.

Dengan kata lain, lama waktu masa nifas berlangsung berlangsung biasanya kurang lebih 40-42 hari setelah ibu melahirkan bayi.

Lama masa nifas tersebut sama bagi ibu yang baru saja melahirkan normal maupun operasi caesar.

Dalam lama kurun waktu 6 minggu atau 40-42 hari setelah melahirkan normal maupun operasi caesar ini, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan.

Perubahan tersebut khususnya dialmi organ-organ tubuh yang berperan dalam masa kehamilan dan melahirkan, seperti rahim, leher rahim (serviks), serta vagina.

Pada masa nifas ini, semua organ tersebut akan berangsur-angsur kembali seperti semula saat Anda belum hamil.

Tubuh masih mengeluarkan darah selama masa nifas

menstruasi sedikit

Mulai sejak awal masa nifas, tubuh ibu mengeluarkan darah melalui vagina yang disebut dengan lochia atau lokia.

Ya, segera setelah proses kelahiran selesai, lokia berupa cairan berwarna merah gelap dan mayoritas terdiri dari darah akan keluar dari vagina.

Cairan ini disebut lochia rubra dan biasanya berlangsung selama 1-3 hari.

Setelah itu, cairan tersebut akan menjadi lebih encer dan berwarna merah muda disebut lochia serosa yang terjadi selama 3-10 hari sesudah proses kelahiran.

Masuk hari ke 10 sampai 14 pasca melahirkan, cairan yang keluar menjadi berwarna agak kekuningan hingga kecokelatan.

Cairan ini dinamakan lochia alba. Lokia di masa nifas ini terjadi karena rahim menyusut ke ukuran semula setelah melahirkan normal maupun operasi caesar.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya perdarahan dari dalam tubuh dalam kurun waktu tertentu.

Secara keseluruhan, jumlah dan lama waktu terjadinya perdarahan selama masa nifas bisa lebih banyak dan lama daripada saat menstruasi.

Akan tetapi, volume atau banyak darah yang keluar tersebut mungkin berbeda antara satu wanita dan lainnya.

Ada yang tidak terlalu banyak dan wajar-wajar saja, tapi ada juga yang cukup banyak.

Lokia biasanya tidak memiliki bau menyengat dan keluar nyaris setiap hari selama 2-3 minggu pertama.

Urutannya perubahan warnanya biasanya berkembang dari cairan berwarna merah tua, merah muda, lalu kecokelatan, menurut American Pregnancy Association.

Beberapa wanita bisa mengeluarkan lokia dalam jumlah stabil selama 6 minggu setelah melahirkan.

Namun, beberapa lainnya bisa mengalami peningkatan volume darah lokia di hari ke 7 hingga hari ke 14 masa nifas.

Perbedaan masa nifas setelah melahirkan normal dan caesar

masa nifas

Sebenarnya, tidak ada perbedaan khusus antara perawatan masa nifas pada ibu yang melahirkan normal dan operasi caesar.

Sedikit perbedaannya yakni terletak pada perawatan luka SC (caesar) yang tidak dimiliki bila Anda melahirkan normal melalui vagina.

Bagi Anda yang melahirkan dengan operasi caesar, diperlukan perhatian khusus pada luka yang dihasilkan setelah operasi.

Setelah melahirkan caesar, biasanya Anda akan merasakan sakit bahkan gatal-gatal pada bagian luka bekas operasi.

Menjaga luka tersebut agar tidak infeksi merupakan salah satu tindakan perawatan yang harus dilakukan selama masa nifas.

Selebihnya, perubahan organ-organ ke bentuk semula hingga keluarnya lokia kurang lebih sama pada melahirkan normal dan operasi caesar.

Selain itu, vagina juga biasanya membutuhkan waktu untuk pulih kembali setelah melahirkan normal, seperti dijelaskan dalam Mayo Clinic.

Pasalnya, saat melahirkan, bagian antara vagina mengalami peregangan guna memudahkan bayi saat keluar.

Bahkan, bagian perineum yakni area antara vagina dan dubur bisa ikut meregang dan robek.

Hal ini yang sebaiknya dipulihkan selama masa nifas bagi Anda yang melahirkan dengan cara normal.

Tak lupa, Anda dianjurkan untuk mendapatkan istirahat yang cukup selama masa nifas.

Memang, mungkin waktu Anda akan banyak tersita untuk merawat, menyusui, dan menjaga si kecil.

Namun, Anda bisa mencuri-curi waktu istirahat selama bayi tidur.

Apa yang terjadi pada tubuh ibu selama masa nifas?

ibu menyusui makan banyak

Sama halnya seperti saat pertama kehamilan, ada banyak perubahan juga yang terjadi pada tubuh selama masa nifas.

Berbagai perubahan yang mungkin ibu alami saat masa nifas adalah sebagai berikut:

1. Rasa sakit pada payudara dan keluarnya ASI

Beberapa hari setelah melahirkan dan selama masa nifas, payudara ibu mungkin terasa kencang dan bengkak.

Jangan khawatir, Anda tetap bisa menyusui bayi atau menggunakan pompa ASI untuk menghilangkan rasa tidak nyaman pada payudara.

Gunakan kompres hangat saat hendak menyusui dan ketika tidak menyusui.

Anda juga bisa mengompres payudara dengan lap dingin.

Jika rasa sakit tidak tertahankan, Anda bisa meminta saran dokter terkait penggunaan obat pereda rasa sakit yang aman dikonsumsi ibu menyusui di masa nifas.

2. Rasa tidak nyaman pada vagina

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ibu yang melahirkan normal rentan mengalami robekan di bagian perineum atau antara vagina dan anus.

Sebenarnya luka ini dapat sembuh, tapi lama waktu penyembuhannya tergantung pada tingkat keparahan robekan vagina tersebut.

Jika vagina masih terasa sakit dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat duduk selama masa nifas, Anda dapat menggunakan bantal agar lebih nyaman.

3. Kontraksi

Selama beberapa hari setelah melahirkan, Anda mungkin mengalami kontraksi.

Tak perlu cemas, karena kondisi ini normal terjadi di masa nifas.

Rasa kontraksi ini umumnya menyerupai kram atau nyeri perut saat menstruasi.

Kontraksi berfungsi untuk mencegah perdarahan berlebih selama masa nifas dengan cara menekan pembuluh-pembuluh darah yang terdapat di rahim.

Selain itu, kontraksi juga berperan dalam proses penyusutan rahim yang membesar selama kehamilan.

4. Kesulitan buang air kecil

Pembengkakan dan luka pada jaringan di sekitar kandung kemih dan uretra dapat membuat Anda susah saat buang air kecil selama masa nifas.

Kerusakan pada saraf dan otot yang terhubung pada kandung kemih atau uretra juga bisa menyebabkan Anda mengeluarkan urine tanpa sadar.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika sedang tertawa, batuk, atau bersin. Kesulitan buang air kecil ini biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Anda bisa berlatih senam nifas dan senam Kegel untuk membantu menguatkan otot-otot pelvis dan membantu mengontrol refleks buang air kecil.

5. Keputihan

Selain perdarahan berupa lokia, biasanya tubuh juga akan mengeluarkan cairan keputihan selama masa nifas.

Kondisi ini dapat berlangsung selama sekitar 2-4 minggu setelah melahirkan atau selama masa nifas.

Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menghilangkan darah dan jaringan yang masih tersisa di dalam rahim.

6. Rambut rontok dan perubahan pada kulit

Selama masa kehamilan, peningkatan beberapa jenis hormon dapat menyebabkan rambut mudah sekali rontok ketimbang biasanya.

Namun terkadang, masalah rambut rontok ini juga bisa terus terjadi sampai Anda telah melahirkan dan berada di masa nifas.

Umumnya, rambut rontok ini akan berhenti dalam jangka waktu 6 bulan.

Selain rambut, kehamilan juga memengaruhi kondisi kulit Anda di masa nifas.

Stretch mark yang muncul saat masa kehamilan tidak akan sepenuhnya hilang ketika masa nifas.

Hanya saja, warna stretch mark biasanya akan semakin memudar dari merah keunguan hingga akhirnya menjadi putih.

7. Perubahan emosi

Perubahan mood yang tiba-tiba, perasaan sedih, gugup, dan mudah marah mungkin Anda alami setelah melahirkan atau selama masa nifas.

Tidak sedikit juga ibu yang baru melahirkan mengalami depresi, baik itu yang tergolong ringan hingga parah.

8. Penurunan berat badan

Melahirkan biasanya membuat Anda kehilangan berat badan hingga kurang lebih 5 kilogram (kg).

Hal ini termasuk berkurangnya berat badan bayi, air ketuban, dan plasenta.

Selama masa nifas, ibu bisa kehilangan beberapa kilogram lagi yang terdiri dari cairan-cairan atau jaringan lain yang ikut keluar bersama lokia.

Namun, ukuran tubuh setelah melahirkan mungkin tidak sepenuhnya kembali seperti sedia kala sebelum melahirkan.

Untuk menjaga berat badan tetap ideal setelah melahirkan dan selama masa nifas, Anda disarankan rutin menjaga pola makan yang sehat dan rajin berolahraga.

Apa saja yang harus diperhatikan selama masa nifas?

agar asi lancar

Berbagai hal yang penting untuk diperhatikan selama masa nifas adalah sebagai berikut:

1. Jaga kondisi kesehatan tubuh

Di samping memerhatikan kondisi dan perkembangan si kecil, penting juga untuk menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri di masa nifas.

Ibu yang baru melahirkan biasanya juga disibukkan dengan kegiatan mengurus bayi.

Akan tetapi, usahakan jangan lupa untuk senantiasa menjaga kesehatan diri Anda sendiri.

Jam tidur bayi yang tidak teratur akan menyebabkan jam tidur ibu juga menjadi tidak teratur.

Jadi, cobalah ikut tidur ketika bayi sedang tidur agar Anda tidak lemas karena kurang beristirahat.

Nah, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kondisi tubuh ibu di masa nifas adalah berikut ini:

  • Mintalah bantuan keluarga untuk mengurus bayi di beberapa minggu pertama setelah melahirkan karena pada saat ini kesehatan ibu belum pulih sepenuhnya.
  • Makan makanan setelah melahirkan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan juga bayi.
  • Penuhi kebutuhan cairan karena Anda harus menyusui bayi di masa nifas.
  • Mintalah nasihat dokter terkait obat-obatan yang boleh dan tidak boleh diminum. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu setelah melahirkan dan di masa menyusui ini.

Jika ada komplikasi persalinan yang terjadi di masa nifas, segera memeriksakan diri ke dokter.

Komplikasi persalinan misalnya tiba-tiba demam, perdarahan postpartum tidak berhenti, rasa sakit pada perut, dan sulit mengontrol pergerakan otot untuk buang air.

Komplikasi kesehatan masih mungkin terjadi selama masa nifas.

Pemberian penanganan dan perawatan segera dapat membantu menyelamatkan nyawa ibu jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

2. Makan banyak protein selama masa nifas

Makan ikan, telur, dan aneka daging dipercaya bisa membuat jahitan sehabis melahirkan dengan operasi caesar maupun normal jadi basah terus.

Jahitan yang katanya akan susah kering ini katanya bisa membuat ibu jadi susah beraktivitas.

Faktanya, makan makanan yang kaya protein seperti ikan, telur dan daging boleh dimakan seusai melahirkan.

Ketiga makanan tersebut justru merupakan sumber makanan kaya protein yang baik untuk tubuh.

Protein berperan penting untuk membentuk sel baru di dalam tubuh.

Sel baru inilah yang akan mempercepat proses penyembuhan luka jahit ibu sehabis melahirkan atau selama masa nifas.

Jadi, hal tersebut hanyalah mitos atau larangan setelah melahirkan.

Ibu boleh saja makan makanan kaya protein di masa nifas untuk mempercepat proses penyembuhan.

Terlebih karena di masa ini ibu perlu melakukan perawatan setelah melahirkan normal maupun pasca operasi caesar.

Perawatan usai persalinan normal misalnya perawatan luka perineum pada vagina.

Sementara perawatan luka caesar bertujuan untuk mengobati luka bekas operasi caesar.

Aktif bergerak

Masa nifas biasanya berlangsung kurang lebih selama 40-42 hari.

Nah, selama itu pula ibu diharapkan bisa menggerakkan atau beraktivitas normal lagi secara bertahap.

Pasalnya, kemungkinan ada beberapa aktivitas yang beberapa ibu tinggalkan saat hamil.

Jadi, silakan beraktivitas kembali, baik di dalam ataupun di luar rumah.

Mulai dari hal kecil seperti berjalan-jalan pagi sambil menjemur bayi, berbincang dengan tetangga, dan lain hal yang membuat tubuh bergerak aktif dan terpapar sinar matahari.

Mungkinkah ibu mengalami depresi di masa nifas?

depresi postpartum nifas

Depresi tidak hanya berisiko mengintai ibu yang sedang hamil, tapi juga ibu yang telah melahirkan dan ada di masa nifas.

Ini biasa disebut baby blues yang muncul pada minggu pertama hingga minggu kedua.

Jika baby blues berlangsung lebih lama dan parah, ibu mungkin sudah mengalami postpartum depression.

Depresi pasca melahirkan di masa nifas ini memang tidak dialami oleh setiap ibu.

Namun, ketika depresi di masa nifas ini terjadi, gejala yang muncul bisa berbeda-beda antara ibu yang satu dan lainnya.

Gejala baby blues dan depresi postpartum

Berbagai gejala bila ibu mengalami baby blues dan depresi pasca melahirkan di masa nifas adalah:

  • Sering menangis tanpa sebab.
  • Mudah marah.
  • Susah tidur atau insomnia.
  • Sedih berlarut-larut.
  • Perubahan pada suasana hati.
  • Merasa gelisah.

Intinya, baby blues biasanya terjadi setelah ibu melahirkan, bahkan di masa ini.

Perasaan sedih pasca melahirkan ini tidak membuat Anda sulit merawat bayi

Biasanya, ibu juga mengalami gejala tambahan berupa rasa bersalah dan tidak berharga pada diri sendiri, hingga kehilangan minat untuk beraktivitas.

Meski begitu, depresi pasca melahirkan sebenarnya bisa terjadi kapan saja dan tidak harus segera setelah melahirkan bayi.

Bukan hanya di masa nifas, ibu masih memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi ini walaupun sudah satu tahun melahirkan.

Depresi pasca melahirkan di masa ini tidak bisa diremehkan.

Pastikan Anda selalu mengonsultasikan apa pun kondisi yang Anda alami di masa setelah melahirkan ini dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit