Daftar Obat-obatan yang Bisa Membuat Anda Susah Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Jika Anda sedang merencanakan puya momongan, sebaiknya lebih berhati-hati ketika harus mengonsumsi obat-obatan. Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang bisa jadi penyebab susah hamil. Oleh karena itu, pastikan untuk memberi tahu dokter yang menangani penyakit Anda bahwa Anda sedang berencana hamil. Dengan begitu, dokter akan mempertimbangkan dosis dan jenis obat yang akan diresepkan untuk Anda.

Bagaimana obat-obatan bisa menyebabkan Anda susah hamil?

Obat-obatan tertentu dapat mengganggu kerja hormon reproduksi sehingga memengaruhi produksi sel telur hingga mencegah dinding rahim menebal.

Meski memang efek samping ini bisa segera hilang begitu dosis dihentikan, tapi ada beberapa obat yang menghadirkan efek samping dalam waktu lama sehingga bisa memengaruhi kesuburan Anda hingga beberapa waktu ke depan. Maka dari itu, selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang atau akan mengonsumsi obat-obatan tertentu ketika berencana hamil dalam waktu dekat.

Akan tetapi, jangan menghentikan dosis obat atau mengganti jenisnya sendiri tanpa sepengetahuan dokter. Hal ini hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Cek dan ricek juga dengan dokter Anda tentang keamanan penggunaan obat bebas (nonresep) dari warung atau apotek.

Apa saja jenis obat-obatan yang bisa menjadi penyebab susah hamil?

Hanya dokter Anda yang dapat menjelaskan pengobatan yang mana yang aman untuk Anda sebelum dan selama masa kehamilan. Bicarakanlah dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi suatu obat tertentu, baik yang dengan resep dokter atau yang dijual bebas, termasuk obat-obatan di bawah ini:

  • Obat mual/morning sickness
  • Obat flu dan batuk
  • Obat antibiotik
  • Obat pereda nyeri seperti, aspirin, ibuprofen, acetaminophen
  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), seperti Motrin dan Aleve.
  • Obat antidepresan
  • Obat tidur
  • Obat jerawat
  • Antikolvusan untuk mengontrol epilepsi
  • Antagonis reseptor angiotensin untuk mengobati tekanan darah tinggi
  • Talidomid
  • Penstabil mood seperti lithium
  • Kontrasepsi hormon
  • Steroid,  seperti prednisolone yang biasanya digunakan untuk mengatasi asma, rheumatoid arthritis, atau lupus
  • Kemoterapi atau radioterapi untuk kanker

Jika Anda sedang menggunakan obat-obatan tersebut dan berencana untuk hamil, maka segera diskusikan hal ini pada dokter. Dokter akan menentukan jenis serta dosis yang tepat untuk kondisi Anda.

Obat dan suplemen herbal juga harus diwaspadai

Banyak orang menggunakan produk herbal dengan asumsi bahwa produk tersebut lebih aman dibandingkan obat kimia. Padahal, banyak produk herbal dan alami yang belum diuji secara klinis untuk mengetahui keamanan dan cara kerjanya di dalam tubuh. Apalagi dampaknya bagi kehamilan, masih banyak obat herbal yang belum terbukti aman untuk dikonsumsi ibu hamil.

Walaupun dianggap sebagai produk alami, bisa saja produk tersebut mengandung bahan yang dapat membahayakan Anda dan bayi Anda saat Anda mengonsumsinya selama kehamilan, atau bahkan sebelum Anda sadar bahwa Anda hamil. Selalu tanyakan dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat apapun, termasuk suplemen dan obat herbal.

Hal-hal lain yang bisa jadi penyebab susah hamil

Banyak yang bilang kalau kafein buruk dikonsumsi jika Anda yang berencana hamil maupun sedang hamil. Namun, faktanya kafein dengan takaran sedang (satu atau dua cangkir kopi perhari), aman untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Namun, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat membuat Anda sulit hamil.

Jika Anda sedang berusaha hamil, menghindari alkohol merupakan pilihan yang paling aman. Penelitian menunjukkan tingginya tingkat konsumsi alkohol dapat memberikan dampak yang serius pada bayi Anda, termasuk pada awal kehamilan. Tidak ada namanya jumlah alkohol yang aman selama kehamilan. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda memerlukan bantuan untuk mengendalikan konsumsi alkohol Anda.

Ada hubungan yang jelas antara merokok selama kehamilan, berat badan bayi terlalu ringan, bayi prematur, dan efek negatif lainnya. Hal ini juga berlaku untuk perokok pasif. Penelitian menunjukkan bahwa Anda masih bisa mengurangi risiko ini jika Anda berhenti merokok selambatnya di usia kehamilan 32 minggu, meskipun yang terbaik adalah berhenti sebelum Anda hamil.

Obat-obatan di jalanan, terutama yang ilegal, tidak pernah aman untuk dikonsumsi, terutama saat kehamilan. Diskusikanlah dengan penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda membutuhkan bantuan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca