Mandul Atau Tidak Subur? Memang, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda belum juga mempunyai anak setelah bertahun-tahun menikah? Apakah Anda mandul atau tidak subur? Selama ini mungkin Anda mengira bahwa mandul dan tidak subur mempunyai arti yang sama. Namun, ternyata ini berbeda. Apa bedanya?

Apa itu mandul?

Mandul artinya Anda tidak bisa memiliki anak. Laki-laki dikatakan mandul jika ia tidak bisa menghasilkan sperma, atau sperma yang dihasilkan buruk, sehingga tidak mampu membuahi sel telur dari perempuan. Hal ini disebabkan terjadinya kerusakan permanen pada testis untuk memproduksi sperma Anda. Sedangkan, wanita dikatakan mandul ketika indung telurnya tidak dapat melepaskan telur, sehingga perempuan tidak bisa melepaskan telur untuk dibuahi.

Walaupun begitu, fungsi seksual Anda tetap bekerja dengan normal. Namun, sayangnya Anda tidak bisa punya anak. Ya, kemandulan tidak bisa diatasi dengan cara apapun, berbeda dengan ketidaksuburan. Namun, banyak orang yang menyangka ia mandul padahal hanya tidak subur. Kondisi ini membuatnya putus asa sehingga ia lebih sulit lagi punya anak.

Oleh karena itu, jika Anda belum mempunyai anak walaupun sudah beberapa tahun menikah, sebaiknya jangan terburu-buru mengatakan bahwa diri Anda mandul. Pastikan dulu kondisi Anda dengan memeriksakannya ke dokter. Perlu Anda ketahui mandul tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi laki-laki juga bisa mengalami kemandulan.

BACA JUGA: Waspada TBC Pada Alat Kelamin yang Membuat Mandul

Apa penyebab seseorang menjadi mandul?

Kemandulan dapat terjadi ketika sperma pada laki-laki atau telur perempuan tidak dapat diproduksi, sehingga pembuahan tidak dapat terjadi. Salah satu penyebab kemandulan adalah karena pengobatan kanker atau kemoterapi. Selain itu, kemandulan pada perempuan juga dapat terjadi karena menopause dini, di mana indung telur sudah tidak melepaskan telur lagi sebelum usia 40 tahun. Kelainan genetik juga dapat menyebabkan kemandulan.

Kemoterapi pada laki-laki dapat menyebabkan kerusakan pada testis sehingga tidak bisa menghasilkan sperma. Kemoterapi dapat membuat jumlah produksi sperma laki-laki menjadi menurun (oligospermia), bahkan tidak ada sama sekali (azoospermia). Kondisi ini dapat terjadi dalam periode waktu yang panjang atau bahkan permanen.

BACA JUGA: 10 Hal Yang Terbukti Dapat Merusak Sperma

Apa itu tidak subur?

Banyak orang yang beranggapan bahwa tidak subur adalah mandul. Namun, kabar baiknya adalah, jika Anda tidak subur, Anda masih bisa memiliki anak. Dengan usaha yang lebih, tentunya. Tenang, ketidaksuburan pada laki-laki atau perempuan masih bisa diobati, salah satunya dengan obat atau operasi. Atau, Anda mungkin juga bisa mencoba inseminasi buatan atau program bayi tabung sebagai salah satu cara untuk mempunyai anak.

Tidur subur adalah ketika Anda sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi selama 1 tahun tetapi belum mampu hamil atau memiliki anak. Anda dikatakan tidak subur bila Anda lebih sulit melakukan pembuahan (sperma bertemu dengan sel telur) atau mencapai kehamilan. Juga, saat Anda sudah hamil tetapi Anda tidak mampu mempertahankan kehamilan Anda sampai bayi lahir, Anda juga bisa dikatakan tidak subur.

BACA JUGA: Bagaimana Mengecek Siapa yang Tidak Subur: Suami Atau Istri?

Ketidaksuburan bisa terjadi karena adanya gangguan pada produksi sperma laki-laki, atau adanya gangguan saat telur berjalan ke rahim. Perlu Anda ketahui bahwa terdapat empat hal yang harus Anda penuhi untuk mencapai kehamilan. Jika salah satu dari keempat hal tersebut tidak dapat Anda penuhi, maka bisa dikatakan Anda tidak subur. Keempat hal tersebut yaitu:

  • Adanya sperma
  • Indung telur harus melepaskan telur ke tuba falopi (saluran yang menghubungkan antara indung telur dan rahim)
  • Pembuahan (sperma bertemu sel telur) harus terjadi
  • Telur yang sudah dibuahi sperma harus sukses menempel di dinding rahim (implantasi)

Tanda-tanda seorang perempuan tidak subur bisa dilihat dari periode menstruasinya. Perempuan yang mempunyai siklus menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali biasanya tidak subur. Sedangkan, laki-laki menunjukkan tanda-tanda tidak subur dengan adanya masalah pada hormonnya, seperti perubahan pertumbuhan rambut atau fungsi seksual.

Apa yang menyebabkan seseorang tidak subur?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang tidak subur. Penyebab ketidaksuburan pada laki-laki dan perempuan pun berbeda-beda.

Penyebab perempuan tidak subur

  • Gangguan ovulasi (pelepasan telur). Hal ini bisa terjadi karena gangguan hormon, seperti pada sindrom ovarium polikistik (PCOS), hiperprolaktinemia, hipertiroid atau hipotiroid.
  • Kelainan pada uterus atau leher rahim, seperti kelainan dengan pembukaan leher rahim, adanya polip di rahim, adanya fibroid (tumor jinak) pada rahim, atau kelainan pada bentuk rahim.
  • Kerusakan pada tuba falopi, karena terjadi peradangan pada tuba falopi (salpingitis).
  • Endometriosis, terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Hal ini memengaruhi fungsi ovarium, rahim, dan tuba falopi.
  • Adhesi panggul, dapat terjadi setelah infeksi panggul, operasi pada usus buntu, perut, atau panggul.
  • Kanker dan pengobatan kanker, radiasi dan kemoterapi pada perempuan dapat memengaruhi kesuburannya.
  • Kondisi tertentu yang berhubungan dengan penundaan pubertas atau berhentinya menstruasi (amenorrhea), seperti penyakit celiac, diabetes yang tidak terkontrol, dan beberapa penyakit autoimun (seperti lupus).

Penyebab laki-laki tidak subur

  • Kelainan pada produksi atau fungsi sperma, bisa terjadi karena adanya masalah pada testis, cacat genetik, masalah kesehatan, atau infeksi. Varikokel atau pembesaran pembuluh darah di testis juga dapat memengaruhi kualitas sperma.
  • Masalah pengeluaran sperma karena masalah seksual, seperti ejakulasi dini, penyakit genetik tertentu (seperti cystic fibrosis), masalah struktural (misalnya, adanya penyumbatan di testis), atau kerusakan pada organ reproduksi.
  • Faktor lingkungan, seperti paparan pestisida dan bahan kimia lainnya, radiasi, merokok, alkohol, atau obat-obatan tertentu. Paparan panas dari lingkungan juga dapat menaikkan suhu tubuh, sehingga dapat memengaruhi produksi sperma.
  • Kanker dan pengobatan kanker, seperti radiasi atau kemoterapi yang dapat mengganggu produksi sperma.

BACA JUGA: Mengapa Berendam Air Panas Sebabkan Pria Tidak Subur

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Premarital check up adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
garis hitam di perut

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit