backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Sekitar 30% masalah kesuburan berasal dari pihak pria. Oleh sebab itu, pria juga perlu berperan aktif mencari tahu mengenai masa subur mereka saat merencanakan kehamilan.

Lantas, kapan dan bagaimana cara menghitung masa subur pada pria? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu masa subur pada pria?

masa subur pria

Saat Anda dan pasangan sedang melakukan program hamil alias promil, melakukan hubungan intim secara teratur merupakan kunci penting keberhasilan.

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, pastikan pula bahwa Anda dan pasangan melakukannya pada masa subur.

Perlu diketahui bahwa masa subur pria berbeda dengan wanita yang mempunyai jendela kesuburan. Kesuburan pria dilihat dari kuantitas dan kualitas sperma.

Jika diketahui bahwa jumlah sperma rendah dan kualitasnya buruk, hal ini bisa menjadi salah satu penyebab wanita susah hamil.

Kualitas sperma terbaik bisa didapatkan pada rentang masa subur, yakni antara 25–40 tahun. Namun, diperlukan tes kesuburan untuk mengetahui secara pasti masa subur pada laki-laki.

Bagaimana cara menghitung masa subur pria?

Apabila Anda mengetahui kapan masa subur berlangsung, ini bisa mempercepat terjadinya kehamilan. Namun, cara menghitung masa subur wanita dan pria tidaklah sama.

Masa subur pria bisa dilihat dari waktu ejakulasi. Studi dalam jurnal Chronobiology International (2018) menjelaskan bahwa ejakulasi pada pagi hari, tepatnya sebelum jam 7.30 pagi, memiliki kualitas sperma terbaik dibandingkan waktu lainnya.

Cuaca juga memengaruhi kualitas dan ciri-ciri sperma yang sehat. Di negara tropis seperti Indonesia, masa subur berlangsung saat subuh sampai pagi hari, saat suhu udara belum terlalu panas.

Sperma dapat bertahan pada dinding rahim wanita sekitar 2–3 hari. Makin banyak sperma yang dikeluarkan, kemungkinannya untuk bertahan juga akan makin besar.

Nah, bila dilihat dari masa subur laki-laki di atas, berhubungan pada pagi hari merupakan langkah yang sangat tepat untuk mencapai pembuahan.

Sampai kapan masa subur pria berlangsung?

Dikutip dari Better Health, kesuburan pria umumnya menurun pada usia 40–45 tahun ketika kualitas sperma sudah menurun. Artinya, peluang wanita untuk hamil akan mulai berkurang ketika Anda berhubungan pada usia tersebut.

Tanda-tanda pria sedang dalam masa subur

masa subur pada pria

Pria tidak mempunyai ciri-ciri spesifik pada masa subur. Hal ini karena sperma terus terbentuk, kemudian tersimpan dalam testis dan siap digunakan kapan saja.

Namun, ada kondisi yang bisa diperhatikan, misalnya bagaimana kondisi air mani pria pada pagi hari. Ini karena kualitas sperma paling baik pada waktu tersebut.

Oleh karena itu, hal yang harus diperhatikan oleh pria untuk mempertahankan kualitas spermanya adalah menjaga gaya hidup sebaik mungkin.

Jika pembuahan belum juga terjadi meski Anda sudah rutin berhubungan intim pada jangka waktu tersebut, Anda bisa coba melakukan tes kesuburan.

Hal-hal yang memengaruhi kesuburan pria

Meski terlihat sehat, bukan berarti kualitas sperma Anda baik. Hal ini yang membuat Anda perlu melakukan tes kesuburan untuk mengetahuinya secara pasti.

Selain itu, coba perhatikan kondisi tubuh Anda dan kebiasaan yang Anda jalani. Pasalnya, beberapa faktor berikut ini bisa berdampak buruk pada masa subur pria.

  • Merokok.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Terlalu banyak pikiran sehingga stres memengaruhi kesuburan.
  • Minum minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Penis terlalu sering terkena suhu panas sehingga memengaruhi produksi sperma.
  • Duduk terlalu lama dengan aktivitas fisik yang melelahkan.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang mengganggu keseimbangan hormon.
  • Sering terpapar bahan kimia berbahaya, seperti pestisida dan herbisida.

Pria yang mengidap masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), punya risiko lebih tinggi memiliki kualitas sperma yang lebih rendah.

Pasalnya, obat darah tinggi bisa menurunkan kualitas sperma dan mengurangi peluang Anda untuk mendapatkan kehamilan.

Pemeriksaan medis terkait masalah kesuburan pria

pemeriksaan masa subur

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter bila pasangan Anda belum hamil satu tahun setelah pernikahan. Terlebih bila Anda sudah berhubungan secara rutin tanpa memakai pengaman.

Untuk mengetahui kondisi yang memengaruhi hal ini, dokter akan menyarankan beberapa tes kesuburan pria seperti berikut ini.

1. Evaluasi dokter

Anda akan dirujuk ke dokter spesialis urologi. Pada tahap evaluasi ini, dokter akan memberikan beberapa pertanyaan seputar gaya hidup dan riwayat medis Anda.

Beberapa pertanyaan yang biasanya dokter tanyakan mengenai masa subur pria antara lain:

  • kebiasaan olahraga,
  • obat-obatan yang sedang atau pernah digunakan,
  • kebiasaan merokok atau pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang,
  • riwayat masalah saat ereksi atau ejakulasi,
  • apakah terdapat rasa sakit atau tidak nyaman pada sekitar organ genital, dan
  • riwayat pembedahan, terutama di sekitar selangkangan, penis, testis, atau skrotum,

Dokter juga akan bertanya tentang kehidupan seksual Anda dan pasangan. Jika diperlukan, mungkin dokter akan meminta sampel air mani untuk dianalisis terlebih dahulu.

2. Analisis sperma

Pada prosedur ini, dokter akan melihat apakah ada kelainan sel sperma. Analisis sperma yang dilakukan dalam uji laboratorium akan menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sel sperma.

Selain dari faktor gaya hidup, sejumlah kondisi berikut juga bisa menyebabkan kualitas sperma rendah.

  • Ejakulasi retrograde: air mani dan sperma bergerak mundur ke dalam kandung kemih ketika ejakulasi.
  • Antibodi antisperma: tubuh menolak sel sperma yang bergerak menuju sel telur.
  • Penyumbatan: munculnya sumbatan antara testis dan penis yang membuat pergerakan sel sperma terhambat.
  • Setelah mendiagnosis, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan terapi atau operasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sel sperma.

    Pada dasarnya, pria juga harus ikut terlibat dalam melakukan tes kesuburan agar program hamil bisa berjalan dengan baik.

    Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar masa subur pria, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan informasi terbaik.

    Kesimpulan

    • Setidaknya 30% masalah kesuburan disebabkan oleh pihak pria.
    • Masa subur pria dapat terlihat dari waktu ejakulasinya, yang paling optimal terjadi pada pagi hari sebelum pukul 7.30 pagi untuk memicu pembuahan.
    • Beberapa faktor, seperti gaya hidup, kondisi kesehatan, dan paparan lingkungan dapat memengaruhi kesuburan pria. 
    • Tes kesuburan pria, misalnya melalui analisis sperma, bisa membantu mengidentifikasi gangguan yang mungkin Anda alami.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan