home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Tahukah Anda jika sekitar 20% masalah kesuburan dipicu dari pihak pria? Maka dari itu, saat merencanakan kehamilan tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencari tahu mengenai masa subur termasuk pada pria. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan peluang agar cepat hamil.

Jadi, kapan dan bagaimana cara menghitung masa subur pada pria? Simak penjelasannya di bawah ini.

Masa subur pada pria

masa subur pria

Ketika Anda dan pasangan sedang melakukan program hamil, melakukan hubungan seksual yang teratur adalah kunci penting keberhasilan.

Tidak hanya itu saja, pastikan pula bahwa Anda melakukannya pada masa subur.

Masa subur pria berbeda dengan wanita yang mempunyai jendela kesuburan.

Dikutip dari Healthy Male, kesuburan pria umumnya dilihat dari bagaimana kuantitas dan kualitas dari sperma.

Apabila diketahui bahwa jumlah sperma rendah serta kualitasnya buruk, ada kemungkinan hal ini bisa menjadi penyebab wanita susah hamil.

Secara garis besar, kualitas terbaik bisa didapatkan pada rentang masa subur, yaitu antara 25-40 tahun.

Namun, perlu dilakukan tes kesuburan untuk mengetahui secara pasti masa subur pada laki-laki.

Cara menghitung masa subur pria

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa wanita mempunyai jendela waktu untuk mengetahui masa subur.

Apabila Anda mengetahui cara menghitung masa subur, maka akan mempercepat tejadinya kehamilan.

Akan tetapi, cara menghitung masa subur wanita dan pria tidak lah sama.

Salah satu cara menghitung masa subur pria bisa dilihat dari waktu.

Dalam jurnal Chronobiology International disebutkan bahwa kondisi air mani di pagi hari, tepatnya sebelum jam 7.30 pagi, merupakan kualitas sperma terbaik dibanding waktu lainnya.

Tidak hanya itu saja, cuaca juga memengaruhi kualitas dan ciri-ciri sperma yang sehat.

Di negara tropis seperti Indonesia, masa subur berlangsung saat subuh sampai pagi hari, ketika suhu udara belum terlalu panas.

Sperma hasil ejakulasi bisa bertahan di dinding rahim wanita sekitar dua sampai tiga hari.

Semakin banyak sperma yang dikeluarkan, kemungkinannya untuk bertahan di dinding rahim juga semakin besar.

Jika dilihat dari masa subur laki-laki, berhubungan seksual di pagi hari adalah waktu yang sangat tepat untuk mencapai pembuahan.

Sampai kapan masa subur pria?

Melansir dari Betterhealth, kesuburan pria umumnya menurun pada usia 40-45 tahun ketika kualitas sperma sudah menurun.

Artinya, pada usia tersebut bisa mengurangi kemungkinan wanita untuk hamil.

Jadi, dapat dikatakan bahwa usia juga memengaruhi masa subur pria.

Usia di atas 40 tahun mempunyai lebih sedikit kualitas sperma yang sehat. Lalu, jumlah produksi sperma di dalam air mani pun terus menurun.

Tanda-tanda pria sedang dalam masa subur

masa subur pada pria

Berbeda dengan wanita, pria tidak mempunyai tanda-tanda atau ciri ciri spesifik pada siklus masa subur .

Hal ini karena sperma terus terbentuk, disimpan dalam testis, dan siap digunakan kapan saja.

Namun, ada kondisi yang bisa diperhatikan seperti bagaimana air mani pria di pagi hari. Hal ini karena kualitas sperma terbaik adalah pada waktu tersebut.

Maka dari itu, yang harus diperhatikan oleh pria adalah menjaga gaya hidup sebaik mungkin.

Ha ini untuk menjaga kualitas sperma sehingga tidak menurun serta tetap mempunyai sperma yang sehat.

Apabila dalam jangka waktu tertentu belum mengalami perubahan, maka yang bisa dilakukan adalah mencoba tes kesuburan.

Hal-hal yang memengaruhi masa subur pria

Kesuburan biasanya tidak bisa ditakar secara fisik. Walaupun Anda terlihat sehat, bukan berarti kualitas sperma Anda baik.

Hal ini yang membuat Anda perlu melakukan tes kesuburan untuk mengetahui secara pasti.

Tidak hanya itu saja, coba perhatikan dengan lebiasaan yang Anda jalani.

Berikut beberapa hal yang memengaruhi masa subur pada laki-laki, seperti:

  • Rokok
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Terlalu banyak pikiran yang berujung pada stres
  • Aktif mengonsumsi alkohol
  • Penis terlalu sering terkena suhu panas sehingga memengaruhi produksi sperma
  • Duduk terlalu lama dengan aktivitas fisik yang melelahkan
  • Mengonsumsi obat yang membuat hormon jadi tidak seimbang
  • Sering terpapar kandungan kimia berbahaya, seperti benzene, pestisida, dan herbisida

Kualitas sperma yang rendah juga dapat memengaruhi kesuburan. Pria yang memiliki tekanan darah tinggi memiliki kualitas sperma yang rendah.

Alasannya, penggunaan obat-obatan untuk meredakan tekanan darah tinggi, mampu membuat kualitas sperma menurun.

Setidaknya 15 persen pria yang mengonsumsi dua obat memiliki jumlah sperma di bawah 39 juta. Padahal, jumlah sperma yang normal sekitar 40-300 juta.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan terkait masa subur pria

pemeriksaan masa subur

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Anda perlu melakukan tes kesuburan untuk mengetahui kondisi masa subur pada pria.

Berikut prosedur yang biasanya dilakukan:

Evaluasi yang dilakukan oleh dokter

Saat ingin mencari tahu dan menghitung masa subur pria, Anda akan bertemu dengan dokter subspesialis urologi.

Dalam evaluasi ini, Anda akan diberikan beberapa pertanyaan seputar gaya hidup dan catatan medis.

Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan oleh dokter mengenai masa subur laki-laki adalah:

  • Operasi yang pernah dilakukan
  • Obat-obatan yang digunakan
  • Kebiasaan olahraga
  • Merokok atau pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang

Dokter juga akan menanyakan tentang kehidupan seksual Anda dan pasangan, termasuk masalah yang pernah dialami sebelumnya.

Apabila diperlukan, ada juga dokter yang akan meminta sampel sperma untuk dianalisis terlebih dahulu.

Analisis sperma dan air mani

Pada tahap menganalisis masa subur pria, dokter akan memeriksa apakah ada kelainan sperma.

Pemeriksaan sperma termasuk jumlah, bentuk, pergerakan, dan karakteristiknya.

Secara umum, jika jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma tidak terdapat masalah maka Anda memiliki kesuburan yang baik.

Meski begitu, ada pengecualian dalam analisis sperma untuk menghitung masa subur pria.

Beberapa pria berada di kondisi subur, akan tetapi jumlah sperma yang rendah.

Sementara itu, ada pula kondisi pria tidak subur mungkin saja memiliki kualitas air mani yang normal.

Maka dari itu, tes kesuburan perlu dilakukan di dalam uji laboratorium khusus. Ini untuk menilai volume, pH, warna, bentuk spermatozoa, pergerakan, bahkan sampai aromanya.

Hasil tes sperma normal berdasarkan WHO 2010 yaitu:

  • Volume sperma 1,5 ml atau lebih.
  • Jumlah spermatozoa sekitar 15.000.000 per milimeter.
  • Gerakan sperma (mortilitas) gesit dan sempura >= 40%.
  • Bentuk (morfologi) sperma >=4%.
  • Tingkat keasaman sekitar 7,2 – 8.
  • Warnanya abu pucat dengan aroma khas.

Masalah pada masa subur pria

Ada beberapa alasan yang membuat pria mengalami masalah yang berkaitan dengan masa subur, seperti jumlah sperma rendah, pergerakan sperma dan bentuk sperma yang kurang sempurna.

Jumlah sperma yang rendah adalah kurang dari 15 juta per milimeter air mani, atau kurang dari 39 juta setiap ejakulasi.

Hal ini bisa memengaruhi masa subur yang berujung pada susah hamil.

Beberapa penyebab kualitas sperma rendah di dalam air mani:

  • Ejakulasi retrograde, kondisi sperma ketika ejakulasi bergerak mundur ke dalam kandung kemih.
  • Antisperma antibodi, kondisi tubuh menolak sperma bergerak menuju sel telur.
  • Penyumbatan, beberapa orang memiliki kondisi penyumbatan antara testis dan penis yang membuat pergerakan sperma terhambat.

Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter?

Waktu yang paling tepat berkonsultasi ke dokter setidaknya satu tahun setelah pernikahan.

Apalagi, ketika Anda sudah berhubungan seksual secara rutin tanpa menggunakan pengaman.

Berikut beberapa tanda lainnya yang membuat Anda perlu memeriksakan diri ke dokter, seperti:

  • Memiliki masalah saat ejakulasi atau ereksi dan masalah fungsi seksual lainnya.
  • Merasa sakit, tidak nyaman, dan terjadi pembengkakan di area testis.
  • Memiliki riwayat bermasalah dengan testis, prostat, atau seksual.
  • Pernah menjalani pembedahan di selangkangan, testis, penis, atau skrotum.

Jadi, tidak hanya wanita, sebaiknya pria juga langsung melakukan tes kesuburan agar program hamil bisa berjalan dengan baik.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What You Can Expect at a Male Fertility Evaluation. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://www.uhhospitals.org/Healthy-at-UH/articles/2019/07/what-you-can-expect-at-a-male-fertility-evaluation

Optimizing Male Fertility. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/optimizing-male-fertility/

Male infertility – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/symptoms-causes/syc-20374773

Male infertility. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://www.healthymale.org.au/mens-health/male-infertility

Timing for conception | National Women’s Health. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://nationalwomenshealth.adhb.govt.nz/womens-health-information/fertility/timing-for-conception/

Isiah D Harris, R. (2011). Fertility and the Aging Male. Reviews In Urology, 13(4), e184. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3253726/

How Age Matters For Your Fertility | Your Fertility. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/age

Age and fertility. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/age-and-fertility

Foto Penulis
Ditulis oleh Atifa Adlina pada 05/11/2019
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x