Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Masa subur pria mungkin tidak sering dibahas sebagaimana masa subur wanita, namun bukan berarti tidak penting. Mengetahui hal ini dapat meningkatkan keberhasilan proses pembuahan, hingga terjadinya kehamilan yang diinginkan. Jadi, kapan sebenarnya masa subur pria dan apakah ada cara menghitung masa subur pria?

Cara menghitung masa subur pria

Melansir dari Mayoclinic, setidaknya 15 persen pasangan tidak subur. Artinya, mereka kesulitan untuk memiliki anak meski frekuensi berhubungan seksualnya baik. Agar Anda dan pasangan bisa segera memiliki momongan, Anda bisa melakukan program hamil dengan menghitung masa subur pria.

 Waktu subur pria

Menghitung masa subur berbeda dengan masa subur wanita yang harus dihitung secara presisi. Salah satu cara menghitung masa subur pria bisa dilihat dari waktu. 

Dalam jurnal Chronobiology International disebutkan bahwa kondisi air mani di pagi hari, tepatnya sebelum jam 7.30 pagi, merupakan kualitas sperma terbaik dibanding waktu lainnya. Tidak hanya itu, cuaca juga memengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan. Di negara tropis seperti Indonesia, masa subur pria berlangsung saat subuh sampai pagi hari, ketika suhu udara belum terlalu panas.

Sperma hasil ejakulasi bisa bertahan di dinding rahim wanita sekitar dua sampai tiga hari. Maka, semakin banyak sperma yang dikeluarkan, kemungkinan bertahan di dinding rahim juga semakin besar.

Jika dilihat dari masa subur pria, berhubungan seksual di pagi hari adalah waktu yang sangat tepat untuk mencapai pembuahan. Hal ini akan membantu sperma bisa bertahan di dinding rahim lebih lama.

Usia masa subur pria

Melansir dari Betterhealth, kesuburan pria umumnya menurun pada usia 40-45 tahun ketika kualitas sperma menurun. Artinya, pada usia ini bisa mengurangi kemungkinan wanita untuk hamil, tapi meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin. 

Demikian juga, anak-anak dari pria yang berusia 40 tahun lebih memiliki kemungkinan mengidap autisme, jika dibandingkan dengan pria berusia 30 tahun. Mereka juga berisiko terkena skizofrenia dan gangguan kesehatan mental di kemudian hari. 

Hal-hal yang memengaruhi masa subur pria

Kehamilan tidak hanya tentang kesuburan wanita, tapi juga pria. Ada beberapa hal yang memengaruhi kesuburan pria, yaitu:

  • Rokok.
  • Berat badan berlebih atau overweight.
  • Banyak pikiran yang membuat stres.
  • Aktif mengonsumsi alkohol.
  • Terlalu sering berada di ruangan yang panas, seperti sauna atau kolam air panas, yang berpengaruh pada produksi sperma.
  • Duduk terlalu lama dengan aktivitas fisik yang melelahkan. Seperti bersepeda atau berkuda karena bantalan kursinya keras, sehingga menekan testis dan penis terlalu lama. 
  • Obat-obatan yang dikonsumsi yang membuat ketidakseimbangan hormon, saluran sperma yang tidak berfungsi dengan baik, sampai tumor
  • Sering terpapar beberapa kandungan kimia berbahaya, seperti benzene, pestisida, dan herbisida.

Kualitas sperma yang rendah juga dapat memengaruhi masa subur pria. Pria yang memiliki tekanan darah tinggi memiliki kualitas sperma yang rendah. Alasannya, penggunaan obat-obatan untuk meredakan tekanan darah tinggi, mampu membuat kualitas sperma menurun.

Setidaknya 15 persen pria yang mengonsumsi dua obat memiliki jumlah sperma di bawah 39 juta. Padahal, jumlah sperma yang normal sekitar 40-300 juta.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan terkait masa subur pria

Untuk memastikan kesuburan pria tidak menjadi penyebab sulit hamil, kemungkinan diperlukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter.

Evaluasi bersama pasangan dan dokter

Saat Anda konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu dan menghitung masa subur pria, Anda akan bertemu dengan dokter subspesialis urologi. Dalam evaluasi ini, Anda akan diberikan beberapa pertanyaan seputar gaya hidup dan catatan medis. Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan oleh dokter mengenai masa subur pria adalah:

  • Operasi yang pernah dilakukan.
  • Obat-obatan yang digunakan.
  • Kebiasaan olahraga.
  • Merokok atau pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Dokter juga akan menanyakan tentang kehidupan seksual Anda dan pasangan, termasuk masalah yang pernah dirasakan. Ada juga dokter yang akan meminta sampel sperma Anda untuk dianalisis. 

Analisis sperma dan air mani

Untuk menganalisis masa subur pria, pada tahap ini, dokter akan memeriksa spermaPemeriksaan sperma termasuk jumlah, bentuk, pergerakan, dan karakteristiknya.

Secara umum, kalau Anda memiliki angka tinggi untuk jumlah, bentuk dan pergerakan sperma yang normal, itu tandanya Anda memiliki kesuburan yang baik.

Meski begitu, ada pengecualian dalam analisis sperma untuk menghitung masa subur pria ini. Beberapa pria dengan jumlah sperma yang rendah, tetap dalam tahap subur atau fertil. Sementara itu, pria tidak subur mungkin saja memiliki kualitas air mani yang normal. 

Cara paling tepat menganalisis kualitas sperma adalah dengan melakukan tes atau uji laboratorium pada sperma. Uji laboratorium ini menilai volume sperma, pH, warna, bentuk spermatozoa, gerak sperma, bahkan sampai aromanya. Hasil tes sperma normal berdasarkan WHO 2010 yaitu:

  • Volume sperma 1,5 ml atau lebih.
  • Jumlah spermatozoa sekitar 15.000.000 per milimeter.
  • Gerakan sperma (mortilitas) gesit dan sempura >= 40%.
  • Bentuk (morfology) sperma >=4%.
  • Tingkat keasaman sekitar 7,2 – 8.
  • Warnanya abu pucat dengan aroma khas.

Tes fisik

Tes ini dilakukan dengan pemeriksaan testis secara fisik untuk memastikan kesuburan pria. Bila di testis Anda ditemukan varikokel, sebuah formasi vena yang tidak normal di atas testis, dokter akan menyarankan operasi untuk menyembuhkan kondisi tersebut.

Pemeriksaan Anti-Sperma Antibodi

Ada satu kondisi tidak normal, ketika antibodi tubuh melawan sperma yang sedang berenang menuju sel telur. Ini yang membuat masa subur pria terganggu dan membuat wanita kesulitan hamil. Pria dengan kondisi ini memiliki sperma normal di dalam testis, tapi sperma di air maninya tidak ada atau dalam jumlah yang sangat sedikit.

Jumlah sperma yang rendah adalah kurang dari 15 juta per milimeter air mani, atau kurang dari 39 juta setiap ejakulasi. Tentu angka ini tidak bisa didapatkan secara kasat mata, perlu perhitungan khusus dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jumlah pastinya.

Beberapa penyebab kualitas sperma rendah di dalam air mani:

  • Ejakulasi retrograde. Kondisi sperma ketika ejakulasi bergerak mundur ke dalam kandung kemih yang disebabkan operasi sebelumnya.
  • Antisperma antibodi. Kondisi tubuh menolak sperma bergerak menuju sel telur.
  • Penyumbatan. Beberapa orang memiliki kondisi penyumbatan antara testis dan penis yang membuat pergerakan sperma terhambat.

Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter?

Untuk mengetahui kesuburan pria, waktu yang paling tepat berkonsultasi ke dokter setidaknya satu tahun setelah pernikahan atau rutin berhubungan seksual. Beberapa tanda lain yang mewajibkan Anda ke dokter yaitu:

  • Memiliki masalah saat ejakulasi atau ereksi dan masalah fungsi seksual lain, seperti volume sperma yang sedikit saat ejakulasi, terlalu kental atau cair.
  • Merasa sakit, tidak nyaman, dan terjadi pembengkakan di area testis.
  • Memiliki riwayat bermasalah dengan testis, prostat, atau seksual.
  • Pernah menjalani pembedahan di selangkangan, testis, penis, atau skrotum.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 5, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca