Efektifkah Menyusui untuk Mencegah Kehamilan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/03/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Menyusui sebagai metode kontrasepsi awalnya hanya sebuah mitos nenek moyang. Berangkat dari mitos ini, sejak 1970, banyak studi yang khusus mempelajari keterkaitan antara menyusui dengan kesuburan. Hasilnya, para pakar dan ahli sepakat bahwa wanita menyusui ASI eksklusif cenderung mengalami ovulasi normal yang terjadi bahkan sebelum menstruasi pertama setelah persalinan, dibanding wanita yang hanya menyusui sebagian (ASI dan susu formula), atau yang tidak memberikan ASI eksklusif sama sekali.

Pernyataan di atas adalah dengan catatan: ibu menyusui bisa mulai menstruasi pada waktu yang berbeda setelah persalinan. Untuk beberapa ibu menyusui, siklus menstruasi mereka akan kembali paling cepat beberapa minggu, dan untuk yang lainnya, menstruasi bisa baru kembali dalam beberapa tahun setelah persalinan.

Efektif, asal Anda menyusui ASI eksklusif

Menyusui adalah metode kontrasepsi aman, mudah, dan nyaman.

Menyusui bisa Anda gunakan sebagai alternatif kontrasepsi jika, setelah persalinan, Anda memberikan ASI ekslusif untuk bayi Anda. Artinya, bayi Anda tidak mengonsumsi apapun selain ASI. Proses produksi ASI dan menyusui secara alami mengubah hormon wanita sehingga Anda tidak akan hamil.

Menyusui akan menunda kembalinya siklus menstruasi Anda. Namun, Anda akan tetap berovulasi bahkan sebelum menstruasi pertama Anda dimulai. Celah ini memungkinkan Anda untuk hamil jika Anda hanya mengandalkan menstruasi sebagai tanda Anda kembali subur.

Selama seorang ibu menyusui ASI eksklusif, tubuhnya tidak akan memproduksi hormon yang diperlukan untuk ovulasi alias pelepasan sel telur dari indung telur. Kehamilan tidak dapat terjadi saat sel telur tidak dilepaskan.

Efektif, asal usia bayi tidak lebih dari 6 bulan

Efektivitas adalah pertimbangan yang penting dan umum ketika memilih metode kontrasepsi. Seperti semua metode kontrasepsi, menyusui sebagai metode kontrasepsi, juga dikenal sebagai lactational amenorrhea method (LAM), akan efektif — dan tanpa efek samping — jika Anda melakukannya dengan benar.

Mengutip Planned Parenthood, kurang dari 1:100 wanita yang menyusui ASI eksklusif secara berkelanjutan akan hamil. Dua dari 100 wanita yang menyusui ASI eksklusif akan hamil dalam enam bulan pertama menyusui jika mereka tidak menyusui ASI eksklusif secara rutin dengan benar.

Menyusui sebagai metode mengontrol kehamilan bisa menjadi efektif selama enam bulan pertama setelah persalinan, jika Anda:

  • Tidak menggantikan ASI dengan makanan pengganti lain, alias Anda harus memberi ASI eksklusif.
  • Menjaga rutinitas menyusui, baik di siang dan malam, dan tidak ada celah waktu yang terlalu besar antara waktu menyusui (lebih dari empat jam di siang hari dan enam jam di malam hari), dan jangan melebihi waktu yang telah ditentukan.
  • Belum mengalami menstruasi semenjak proses persalinan.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan anti-depresan. Anti-depresan bisa terserap ke dalam ASI dan membuat bayi Anda mengantuk, sehingga tidak akan menyusu sesering biasanya.

Jika Anda memenuhi persyaratan di atas, peluang menyusui sebagai metode kontrasepsi memiliki tingkat keberhasilan hingga 98%. Meskipun begitu, menyusui tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Gunakan kondom untuk mengurangi risiko infeksi.

Hal lain yang perlu Anda pahami adalah menyusui sebagai pengontrol kehamilan hanya dapat diandalkan untuk enam bulan setelah melahirkan. Pada saat bayi Anda berusia enam bulan dan Anda belum mendapatkan menstruasi Anda, Anda harus menggunakan metode KB lain jika Anda tidak merencanakan kehamilan. Banyak metode kontrasepsi yang aman untuk digunakan selama menyusui.

Plus minus menyusui bagi Anda dan bayi Anda

Menggunakan metode ini memiliki manfaat bagi ibu menyusui, di antaranya:

Tetapi, beberapa wanita mungkin merasa sulit untuk menyusui ASI ekslusif. Jika Anda memberikan susu formula untuk anak Anda, Anda akan memiliki peluang besar untuk bisa hamil kembali.

Selain itu, menyusui bisa mengurangi produksi pelumas alami dalam vagina saat wanita sedang terangsang.

Menyusui ASI ekskusif juga memiliki segudang manfaat bagi bayi Anda, termasuk:

  • Mengurangi peluang infeksi dari bakteri dalam air atau produk susu pasaran
  • Menguatkan hubungan fisik dan batin antara ibu dan anak
  • Mewariskan sejumlah antibodi dari tubuh ibu untuk melindunginya dari infeksi tertentu
  • Melindunginya dari peluang alergi dan asma
  • ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila

    Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

    Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . 3 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
    KB selama pandemi COVID-19

    BKKBN Tekankan Pentingnya Program KB Saat Pandemi COVID-19

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 menit baca
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca