home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Obat-Obatan yang Bisa Membuat Anda Jadi Kurang Subur

Obat-Obatan yang Bisa Membuat Anda Jadi Kurang Subur

Banyak orang mungkin mempertimbangkan makanan apa yang mereka makan untuk dapat mempertahankan maupun meningkatkan kesuburan. Namun, satu hal yang kadang terlupakan atau bahkan mungkin beberapa orang tidak mengetahuinya adalah obat-obatan. Obat-obatan yang dikonsumsi oleh wanita dan pria yang sedang berencana untuk mempunyai anak juga dapat mempengaruhi kesuburannya.

Bagaimana obat dapat mempengaruhi kesuburan?

Dilansir dari parents.com, Alan Copperman, seorang direktur endokrinologi reproduksi di Icahn School of Medicine, New York, mengatakan bahwa karena siklus menstruasi wanita sangat dikontrol oleh interaksi antara otak, ovarium (indung telur), dan rahim, maka masalah kesehatan dan obat-obatan yang mengganggu proses interaksi ini dapat mempengaruhi ovulasi (pelepasan telur dari ovarium) dan membuat wanita kesulitan untuk mencapai kehamilan.

Pada pria, obat-obatan dapat mempengaruhi produksi sperma. Menurut Valerie Baker, kepala divisi endokrinologi reproduksi dan kesuburan di Stanford University School of Medicine, obat-obatan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh wanita untuk ovulasi atau melepaskan sel telur, dan pada pria akan mempengaruhi jumlah spermanya dengan mempengaruhi produksi dari follicle stimulating hormone (FSH) atau luteinizing hormone (LH) oleh kelenjar hipofisis.

Obat-obatan apa yang dapat mempengaruhi kesuburan?

Beberapa obat mempengaruhi kesuburan pria dan wanita dalam cara yang berbeda. Berikut ini merupakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan Anda.

Obat-obatan yang mungkin menurunkan kesuburan wanita

Jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita adalah:

  • Steroid. Obat-obatan steroid, seperti kortison dan prednison, terbuat dari hormon testosteron dan banyak digunakan untuk mengobati asma dan lupus. Penggunaan dalam dosis tinggi dapat menghambat kelenjar hipofisis untuk melepaskan FSH dan LH yang diperlukan untuk melepaskan sel telur dari indung telur (ovulasi).
  • Produk untuk rambut dan kulit yang mengandung hormon. Krim kulit, gel, dan produk perawatan rambut yang mengandung hormon estrogen dan progesteron juga dapat mempengaruhi ovulasi. Walaupun penyerapan produk ini melalui kulit mungkin tidak akan menyebabkan masalah, tetapi ada baiknya untuk tetap menghindari penggunaan produk tersebut.
  • Obat antihipertensi atau anti-darah tinggi. Beberapa obat lama yang berguna untuk mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi, seperti metildopa, dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dan dapat mengganggu ovulasi.
  • Obat sistem saraf pusat. Hampir setiap obat yang menyasar sistem saraf pusat, seperti obat penenang dan obat untuk mencegah kejang, dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon prolaktin dan mengganggu ovulasi. Namun, sebagian besar antidepresan, seperti selective serotonin reuptake inhibitor atau SSRI) tidak berdampak negatif pada ovulasi.
  • Obat tiroid. Obat-obatan untuk hipotiroidisme juga dapat mempengaruhi ovulasi jika terlalu banyak atau terlalu sedikit dikonsumsi. Obat tiroid ini dapat mempengaruhi kadar hormon prolaktin. Sehingga pastikan obat ini dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
  • Pengobatan kanker. Kemoterapi, terapi radiasi, dan pengobatan kanker lainnya dapat merusak sel telur atau menyebabkan kegagalan ovarium prematur di mana ovarium berhenti melakukan fungsinya sebelum usia wanita mencapai 40 tahun. Kemoterapi, terutama agen alkilasi, dapat menjadi racun bagi indung telur sehingga dapat menyebabkan ketidaksuburan secara permanen.
  • Obat antiepilepsi. Misalnya, phenytoin, carbamazepine, dan valproate dapat mempengaruhi kesuburan dengan menghambat ovulasi.
  • Obat antipsikotik. Contohnya, risperidone dan amilsulpride, dapat mempengaruhi kelenjar hipofisis dan meningkatkan kadar hormon prolaktin sehingga dapat mengganggu atau menghentikan ovulasi.

Obat-obatan yang dapat menurunkan kesuburan pria

Jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan pria adalah:

  • Terapi testosteron. Pria yang melakukan terapi penggantian testosteron untuk kadar testosteron yang lebih rendah mungkin tidak akan memproduksi sperma.
  • Steroid. Obat-obatan steroid yang mempengaruhi kesuburan wanita juga mempengaruhi kesuburan pada pria karena dapat menurunkan jumlah sperma pada beberapa pria.
  • Sulfasalazine. Obat ini digunakan untuk mengobati inflamasi atau peradangan, seperti ulcerative colitis dan rheumatoid arthritis. Sulfasalazine juga dapat menurunkan jumlah sperma dan jumlah sperma akan kembali normal setelah pemakaian obat ini dihentikan.
  • Obat antihipertensi. Obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah, seperti beta-blocker dan diuretik dapat menyebabkan impotensi (disfungsi ereksi).
  • Obat depresi. Obat antidepresan dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan kesulitan dalam ejakulasi.
  • Pengobatan kanker. Sama seperti pada wanita, kemoterapi, terapi radiasi, dan pengobatan kanker lainnya dapat mempengaruhi kesuburan pada pria dengan cara merusak sel sperma atau kemampuan untuk memproduksi sperma.

Berapa lama kesuburan bisa kembali setelah berhenti minum obat-obatan tersebut?

Berapa lama obat-obatan dapat mempengaruhi kesuburan Anda tergantung dari jenis obat yang Anda konsumsi. Masing-masing obat mempunyai pengaruh dan waktu yang berbeda terhadap kesuburan. Penghentian pemakaian obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan mungkin tidak akan langsung berdampak pada kesuburan Anda. Tubuh memerlukan waktu untuk dapat memulihkan kondisinya seperti semula sebelum dipengaruhi oleh obat-obatan.

Pengaruh obat-obatan ke tubuh dapat hilang mungkin dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan. Sehingga, Anda harus menghentikan pemakaian obat-obatan tersebut sebulan atau dua bulan sebelum Anda berencana untuk mencoba hamil, agar kesuburan Anda kembali ke tingkat optimalnya.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu untuk merencanakan kehamilan agar pada saat itu kesuburan Anda dan pasangan sedang berada pada tingkat optimal.

BACA JUGA

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Geddes, Jennifer Kelly. How Medications Can Affect Your Fertility. Available at http://www.parents.com/getting-pregnant/pre-pregnancy-health/how-medications-can-affect-your-fertility/. Accessed August 1, 2016.

2015. What Medications Affect Fertility?. Available at http://www.babycenter.com/404_what-medications-affect-fertility_6146.bc. Accessed August 1, 2016.

2013. Will My Medicine Affect My Chances of Conceiving. Availabe at http://www.babycentre.co.uk/x1013973/will-my-medicine-affect-my-chances-of-conceiving. Accessed August 1, 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 11/06/2021
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x