Cara Menggunakan Alat Test Pack atau Tes Kehamilan Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan tanpa alat kontrasepsi, tentu yang Anda nantikan berikutnya adalah kehamilan. Apakah sudah hamil atau belum? Anda bisa lho mengetahuinya dengan menggunakan alat tes kehamilan atau test pack. Simak penjelasan lengkap untuk mengetahui cara menggunakannya dalam artikel berikut ini.

Apa itu test pack atau alat tes kehamilan?

test pack atau tespek

Saat ini telah banyak beredar alat tes kehamilan yang bisa dicoba sendiri di rumah.

Dikenal dengan sebutan test pack atau tespek, Anda bisa menggunakannya baik untuk kehamilan secara alami atau pun terapi kesuburan.

Dikutip dari Medline Plus, test pack berfungsi untuk menemukan hormon hCG apabila Anda telah melewatkan waktu menstruasi sekitar seminggu atau lebih.

hCG adalah hormon yang terbentuk dari plasenta, yang menjaga dan memelihara sel telur setelah dibuahi dan menempel pada dinding rahim.

Umumnya, level hCG mencapai 20mIU/hCG setelah tujuh hingga sepuluh hari setelah proses ovulasi.

Pada level tersebut menandakan Anda seharusnya sudah mengalami kehamilan.

Test pack dijual secara bebas di apotek dengan harga yang bervariasi tergantung merek..

Sebelum membeli alat tes kehamilan ini, cari tahu terlebih dahulu apa saja yang harus diperhatikan, seperti:

1. Membeli  test pack dengan cermat

Sebelum membeli alat tes kehamilan, Anda harus memerhatikan segala petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan.

Di samping itu, Anda harus memeriksa dengan seksama apakah kemasan dari test pack atau tespek ini masih tertutup rapat dengan segel.

Tidak hanya kerusakan atau kejanggalan pada kemasan, perhatikan pula tanggal kedaluwarsa.

Sebaiknya, bandingkan dengan merek lainnya sebelum membeli.

2. Membaca cara penggunaan alat tes kehamilan

Setelah membelinya, Anda kini juga harus mengetahui bagaimana alat tes kehamilan atau test pack ini akan bekerja.

Alat ini akan mendeteksi level hormon hCG atau human chorionic gonadotropin pada urine.

Jumlah hormon akan meningkat dengan cepat setelah terbentuk, bahkan hanya beberapa minggu selepas sel telur menempel di dinding rahim.

Ketika alat tes berhasil mendeteksi hormon hCG , alat tes kehamilan akan menunjukkan hasil tes positif.

Biasanya, hasil tes alat kehamilan di rumah memiliki akurasi hingga 99%.

3. Memilih waktu yang tepat

Banyak yang menganjurkan untuk melakukan tes kehamilan di pagi hari. Hal ini karena di waktu tersebut urine mengandung hormon hCG yang cukup tinggi.

Namun, Anda juga bisa menggunakan alat tes ini kapan saja seperti melakukan tes kesuburan.

Sebenarnya, kapan kehamilan bisa terdeteksi? Coba lakukan tes sekitar 21 hari atau tiga minggu setelah melakukan hubungan seksual.

Setidaknya, gunakan tespek satu hari setelah Anda merasa telah terlambat menstruasi.

Apabila setelah dicoba hasilnya negatif, jangan berkecil hati karena bisa saja hormon hCG belum terlalu tinggi sehingga tidak terdeteksi.

Anda dapat mencoba kembali 3-5 hari setelahnya jika belum mengalami menstruasi.

4. Mempersiapkan diri sebelum melakukan tes kehamilan

Sebelum melakukan tes kehamilan, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan terlebih dahulu.

Sebagai contoh, mempersiapkan perlengkapan untuk pelaksanaan tes seperti wadah untuk urine serta penanda waktu.

Cara menggunakan test pack atau alat tes kehamilan

tes kehamilan

Apabila belum pernah mencoba menggunakan alat ini sebelumnya, Anda tak perlu khawatir.

Pasalnya cara penggunaan test pack atau alat tes kehamilan sangatlah mudah dan sederhana.

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan agar tes ini berhasil, seperti:

1. Mengumpulkan sampel urine

Sampel urine merupakan salah satu komponen yang harus ada saat melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack.

Anda harus mengumpulkan sampel urine di sebuah wadah. Namun, ada pula alat tes yang bisa ditetesi langsung.

Perlu diketahui bahwa sampe urine yang dikumpulkan adalah pancaran urine tengah.

Artinya Anda harus membuang pancaran awal urine, kemudian menampung pancaran urine tengah, dan membuang pancaran terakhir.

Ada beberapa pilihan tespek yang bisa Anda gunakan, yaitu:

  • Test pack cassette yang bisa ditetesi langsung dengan bantuan pipet
  • Test pack strip yang dicelupkan ke dalam wadah berisi urine
  • Test pack digital, di depannya ada stik untuk mencelupkan ke wadah berisi urine

2. Menunggu hasil tes kehamilan muncul

Setelah berhasil menggunakannya, hal berikutnya adalah menunggu hasil tes.

Anda bisa meletakkan alat pada tempat yang kering dan rata. Pastikan bahwa bagian yang menunjukkan hasil tes menghadap ke atas.

Biasanya, Anda perlu waktu hingga 5 menit untuk melihat hasilnya.

Namun, jangan khawatir jika hasil tes tak kunjung muncul karena ada pula alat yang mengharuskan Anda menunggu hingga 10 menit.

Sembari menunggu hasilnya muncul, Anda mungkin akan melihat adanya perubahan warna saat urine terserap.

Biasanya perubahan warna ini adalah penanda bahwa tes berhasil dilakukan dan hasilnya valid.

3. Memeriksa hasil tes kehamilan

Setelah menunggu untuk beberapa saat, kini saatnya Anda melihat hasil dari tes yang sudah dilakukan.

Jika hamil, ada beberapa tanda, bentuk, atau simbol yang terlihat pada test pack, seperti:

  • Garis dua berwarna merah muda atau biru.
  • Tanda berwarna merah berbentuk tanda tambah atau tanda kurang.
  • Perubahan warna  tertentu pada alat.
  • Kata-kata hamil atau tidak hamil, sesuai dengan hasil yang sesungguhnya.

4. Menyikapi hasil negatif dari tes kehamilan

Hasil negatif dari alat tes kehamilan atau test pack tidak selalu benar.

Artinya, mungkin saja Anda sedang hamil namun terjadi ketidaksamaan dengan hasil tes.

Setidaknya, Anda harus melakukan tes ulang setelah 3-5 hari apabila tidak kunjung mengalami menstruasi.

Apabila sudah beberapa kali mencoba, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.

Apalagi, jika Anda telah mencoba cara cepat hamil dalam jangka waktu satu tahun tetapi belum juga membuahkan hasil.

Akurasi tes kehamilan

Faktor-faktor yang memengaruhi akurasi tes kehamilan

Apabila sudah melakukan program hamil, hal yang Anda harapkan adalah terjadinya kehamilan.

Namun, terkadang akurasi alat test pack bergantung pada kondisi masing-masing individu dan beberapa alasan berikut:

  • Tanggal menstruasi, masa subur, dan waktu ovulasi yang mungkin saja tidak teratur.
  • Hari ketika sel telur yang telah dibuahi sudah atau mulai menempel pada uterus.
  • Beberapa alat tes memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap hormon hCG .

Apa saja jenis alat tes kehamilan?

Jenis-jenis alat tes kehamilan

Kapan kehamilan bisa terdeteksi

Terdapat dua jenis alat tes kehamilan, yaitu yang menggunakan urine dan yang menggunakan darah.

Keduanya mengukur kadar hormon hCG untuk dapat mendeteksi kehamilan, tetapi dengan prosedur berbeda.

1. Tes dengan urine (test pack)

Test pack memiliki tingkat akurasi 97 hingga 99% ketika dilakukan dengan benar. Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa Anda hanya perlu menggunakan urine.

Setelah digunakan, test pack akan menunjukkan tanda untuk menunjukkan kehamilan yang terdeteksi.

Sebagai contoh, seperti perubahan warna, perubahan garis, atau simbol plus-minus yang menandakan Anda hamil atau tidak.

Anda dapat melakukan tes ini saat hari pertama atau hari ke-10 Anda terlambat haid.

Terlalu dini melakukannya dapat mengurangi peluang untuk mengetahui kapan kehamilan bisa terdeteksi.

Maka dari itu, tidak jarang alat tes kehamilan menunjukkan hasil negatif, padahal sebenarnya Anda sedang hamil.

Bagaimana jika tes menunjukkan hasil negatif tetapi Anda mengalami tanda-tanda kehamilan?

Coba untuk menunggu hingga seminggu untuk melakukan tes kembali atau segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Tes dengan sampel darah

Berbeda dengan kehamilan yang bisa terdeteksi dengan urine, Anda harus mengunjungi dokter untuk melakukan tes ini.

Tes ini lebih efektif dan dapat dilakukan lebih dini sehingga dapat menjawab pertanyaan kapan kehamilan bisa terdeteksi.

Anda dapat melakukan tes darah 6 hingga 8 hari setelah masa subur dimana pembuahan mungkin terjadi saat terakhir kali berhubungan seksual,

Akan tetapi hasilnya memakan waktu yang lebih lama karena tes darah harus diuji dalam laboratorium.

Terdapat dua jenis tes darah yang dilakukan dokter untuk memeriksa kehamilan, yaitu:

  • Tes kuantitatif, mengukur jumlah pasti hormon hCG dalam darah.
  • Tes kualitatif, melihat ada atau tidaknya hormon hCG dalam darah.

Hasil positif akan terlihat dalam waktu 3-4 hari setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.

Selain itu, hasil positif juga terlihat 9-10 hari setelah Anda melakukan hubungan seksual di mana terjadi pembuahan.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan test pack

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika membeli dan menggunakan alat tes kehamilan pribadi, yaitu:

1. Perhatikan tanggal kedaluwarsa

Perhatikan tanggal kedaluwarsa dari produk yang Anda gunakan.

Jangan pernah menggunakan produk yang telah melewati masa kedaluwarsa karena bahan kimia bisa mengganggu akurasi hasil tes.

2. Ikuti petunjuk pada kemasan

Beberapa alat harus disimpan dalam kulkas, tempat dingin, atau tempat kering tergantung pada aturan produk.

Jangan lupa untuk membaca instruksi dengan saksama sebelum menggunakan alat tes.

Beberapa alat mungkin akan meminta Anda untuk menghindari beberapa makanan atau kegiatan sebelum melakukan tes.

Jika alat tes butuh waktu beberapa lama untuk bekerja, tunggulah beberapa saat untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Beberapa hasil tes akan menyebabkan perubahan warna pada alat tes. Apabila Anda tidak bisa membedakan warna dengan benar, mintalah bantuan pada orang lain.

3. Menyimpan hasil tes

Simpan hasil dari alat tespek supaya Anda bisa dengan mudah berkonsultasi pada dokter.

Apalagi, jika mencoba tes kehamilan di alat berbeda dan dengan hasil yang berbeda pula.

Hal ini bisa dijadikan pertimbangan agar dokter melakukan tindakan tertentu.

Alat test pack menunjukkan hasil yang salah

Walaupun alat tes kehamilan dengan urine mempunyai keakuratan 99%, tetapi kesalahan pada hasil mungkin saja terjadi.

Kondisi yang bisa terjadi karena kesalahan ini adalah positif palsu (false positive) atau negative palsu (false negative) saat menggunakan alat tes kehamilan.

Penyebab hasil positif palsu (false positive)

Kondisi ini terjadi ketika test pack menunjukkan bahwa Anda positif hamil, padahal sebenarnya tidak hamil.

Penyebab dari false positive atau test pack positif palsu yang mungkin saja terjadi:

1. Kehamilan kimiawi

Sekitar 25% kehamilan berakhir dengan kehamilan kimiawi atau biasa dikenal sebagai keguguran awal.

Hal ini terjadi ketika kehamilan menghilang tidak lama setelah sel telur yang telah dibuahi oleh sperma menempel pada dinding rahim (implantasi).

Karena alat test pack sekarang ini semakin sensitif, sehingga dapat mendeteksi kehamilan pada tahap sangat awal.

Alat tes kehamilan sempat mendeteksi bahwa Anda hamil, padahal calon bayi sudah meninggal sebelum berkembang.

2. Terlambat melihat hasil

Menggunakan alat tespek yang tidak sesuai petunjuk juga dapat membuat hasil yang ditunjukkan menjadi salah.

Jika Anda membaca hasilnya dalam jangka waktu yang sudah melebihi petunjuk, maka hasilnya mungkin menjadi tidak benar.

3. Ada bahan kimia yang mengganggu

Bahan kimia dari obat-obatan dapat mengganggu hasil dari alat test pack, misalnya saja methadone.

Begitu juga ketika Anda sedang menjalani promil dan mengonsumsi obat kesuburan dengan kandungan hCG .

Jenis obat ini dapat membuat alat test pack menunjukkan hasil positif padahal Anda sedang tidak hamil

Tunggulah 14 hari sampai kadar hCG dalam tubuh hilang, barulah Anda bisa melakukan tes kehamilan di rumah.

4. Ada garis uap muncul

Beberapa alat tes kehamilan meninggalkan garis uap pada alat karena urine melewati daerah hasil.

Garis uap ini biasanya sangat samar dan berwarna keabuan pada daerah hasil di alat tes kehamilan.

Beberapa wanita menganggap hasilnya positif karena terdapat garis uap ini. Padahal warna garisnya berbeda dari warna garis seharusnya (sesuai petunjuk).

5. Memiliki sisa hormon setelah keguguran

Setelah melahirkan atau keguguran, hormon hCG masih dapat bertahan dalam tubuh selama berbulan-bulan.

Dr. Williams dari American Pregnancy Association mengatakan, bahwa tubuh butuh beberapa waktu untuk menormalkan kembali kadar hCG

Hal ini juga bisa terjadi karena plasenta yang tertinggal di dalam tubuh. Maka dari itu tubuh terus menghasilkan hCG pada beberapa waktu setelah keguguran.

Penyebab hasil negatif palsu (false negative)

Kondisi negatif palsu menunjukkan hasil tes kehamilan negatif, padahal sebenarnya Anda sedang hamil.

Berikut beberapa penyebab yang menjadikan hal ini bisa terjadi, seperti:

1. Melakukan tes terlalu dini

Semakin dini melakukan tes kehamilan di rumah maka semakin sulit test pack untuk mendeteksi hCG yang menandai Anda sedang hamil.

Sebaiknya, Anda melakukan tes kehamilan satu minggu setelah terlambat datang bulan.

Pada saat ini, kadar hCG dalam urine Anda sudah dapat dideteksi oleh alat tes kehamilan.

2. Terlalu cepat melihat hasil tes

Melihat hasil tes yang terlalu cepat (tidak sesuai petunjuk dalam kemasan) juga dapat menyebabkan Anda salah tafsir.

Test pack memerlukan waktu untuk menunjukkan hasilnya. Sebaiknya jangan terburu-buru, tunggu sampai hasilnya benar-benar keluar.

Ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan dan jangan lupa untuk mengecek tanggal kedaluwarsa alat test pack.

3. Menggunakan urine yang terlalu cair

Seperti yang sudah diketahui bahwa test pack memerlukan urine untuk mengetahui kehamilan.

Jika urin terlalu cair, maka akan menyulitkan alat tes kehamilan untuk mendeteksi kandungan hCG.

Maka dari itu, sebaiknya lakukan di pagi hari karena kadar hCG tergolong pekat dan tinggi.

Apabila mengalami gejala kehamilan tetapi tespek menunjukkan hal yang berbeda, sebaiknya segera kunjungi dokter dan lakukan tes darah untuk memastikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fakta Seputar Masa Subur Wanita & Pria yang Penting Diketahui

Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat hamil adalah pada masa subur. Namun, tahukah bagaimana tanda atau ciri Anda telah memasuki masa subur?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 8 April 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma untuk Kesuburan Pria

Cara-cara meningkatkan kualitas sperma dapat dilakukan dengan mempraktikkan gaya hidup sehat. Cari tahu informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 30 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 9 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Ciri-ciri Sperma Sehat yang Wajib Diketahui oleh Pria

Sperma sehat atau kualitas sperma yang baik menjadi salah satu ukuran kesuburan pria. Lalu, apa saja ciri sperma yang sehat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesuburan, Kehamilan 10 November 2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Kapan kehamilan bisa terdeteksi

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
mudah lapar tanda hamil

Mudah Lapar Tanda Kehamilan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25 April 2020 . Waktu baca 4 menit