Cara Menggunakan Alat Tes Kehamilan atau Test Pack di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020 . 13 menit baca
Bagikan sekarang

Setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan tanpa alat kontrasepsi, tentu yang Anda nantikan berikutnya adalah kehamilan. Apakah Anda sudah hamil atau belum? Anda bisa lho mengetahuinya dengan menggunakan alat tes kehamilan atau test pack yang bisa Anda gunakan di rumah. Untuk mengetahui cara penggunaannya, simak penjelasan lengkapnya di dalam artikel berikut ini.

Penggunaan alat tes kehamilan atau test pack di rumah

Saat ini telah banyak beredar alat tes kehamilan yang bisa Anda gunakan di rumah. Alat ini biasanya dikenal dengan sebutan test pack. Anda bisa menggunakan alat ini untuk memeriksa apakah Anda sudah hamil sebelum memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit atau klinik.

Test pack dijual secara bebas di apotek. Harganya pun bervariasi, tergantung pada mereknya. Namun, umumnya harga alat tes kehamilan yang dijual di apotek masih cukup terjangkau. Sebelum Anda membeli alat tes kehamilan ini, Anda harus tahu terlebih dahulu apa saja yang harus diperhatikan saat membelinya.

  • Membeli alat tes kehamilan atau test pack dengan cermat

Sebelum Anda membeli alat tes kehamilan, Anda harus memerhatikan segala petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan. Tidak hanya itu, perhatikan pula informasi yang bisa Anda dapatkan pada kemasan tersebut, mengingat mungkin saja alat tes kehamilan tersebut tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Di samping itu, Anda harus memeriksa dengan seksama apakah wadah dari alat tes kehamilan atau test pack ini masih tertutup rapat dengan segel. Selain itu, periksa pula wadah dan kemasan dari alat tersebut, apakah ada kerusakan dan kejanggalan lain yang mungkin Anda temukan. Anda pun harus memeriksa tanggal kedaluwarsa dari alat ini.

Jika Anda memiliki keraguan atas sebuah alat tes kehamilan yang hendak Anda beli, sebaiknya beli merek lain hingga Anda benar-benar yakin produk tersebut aman untuk digunakan.

  • Membaca cara penggunaan alat tes kehamilan

Setelah berhasil membelinya, Anda kini juga harus mengetahui bagaimana alat tes kehamilan atau test pack ini akan bekerja. Alat ini akan mendeteksi level hormon HCG atau human chorionic gonadotropin pada urine Anda. HCG adalah hormon yang terbentuk dari plasenta, yang menjaga dan memelihara sel telur setelah dibuahi dan menempel pada dinding rahim.

Jumlah hormon ini di dalam tubuh akan meningkat dengan cepat setelah terbentuk, bahkan hanya beberapa minggu selepas sel telur menempel di dinding rahim. Hampir semua alat tes kehamilan memiliki kemampuan yang sama dalam mendeteksi HCG. Namun, jika membicarakan tentang sensitivitas tiap alat, ada pula alat tes kehamilan yang lebih sensitif dibanding yang lain.

Ketika alat tes berhasil mendeteksi keberadaan hormon tersebut, alat itu akan menunjukkan hasil tes positif. Biasanya hasil tes alat kehamilan di rumah memiliki akurasi 99% atau lebih.

  • Memilih waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan

Meski banyak yang menyatakan bahwa waktu tepat untuk tes kehamilan adalah pagi hari, pada dasarnya, Anda bisa menggunakan alat tes ini kapan saja. Namun, jika Anda ingin mendapatkan hasil yang paling akurat, Anda bisa melakukannya sekitar 21 hari atau sekitar tiga minggu setelah Anda melakukan hubungan seksual. Setidaknya, satu hari setelah Anda merasa telah terlambat menstruasi.

Anda bisa mencoba untuk menghitung waktu yang tepat jika hendak melakukan pemeriksaan kehamilan. Umumnya, level HCG mencapai 20mIU/HCG setelah tujuh hingga sepuluh hari setelah proses ovulasi. Level tersebut menandakan Anda mengalami kehamilan.

Umumnya, sebagian besar wanita akan berovulasi 14-15 hari dari hari pertama hingga hari terakhir siklus menstruasi. Jika sel telur tidak terbuahi saat Anda berovulasi, maka menstruasi Anda akan mulai lagi 14 hari setelah ovulasi. Namun, jika sel telur Anda berhasil dibuahi, implantasi umumnya akan terjadi kurang lebih sembilan hari setelah Anda berovulasi.

Hal ini karea proses implantasi membutuhkan waktu sedikit lebih lama agar HCG terbentuk, Anda harus menunggu setidaknya satu hari setelah jadwal menstruasi Anda. Artinya, jika Anda sudah telat satu hari dari siklus menstruasi Anda yang seharusnya, Anda bisa melakukan tes kehamilan menggunakan alat yang bisa digunakan di rumah.

Namun, jangan berkecil hati jika hasil yang Anda Anda negatif, bisa saja hormon HCG belum terlalu tinggi, sehingga belum terdeteksi oleh alat tes kehamilan atau test pack. Anda dapat mencobanya kembali 3-5 hari setelahnya jika Anda belum menstruasi.

  • Mempersiapkan diri sebelum melakukan tes kehamilan

Sebelum Anda benar-benar melakukan tes kehamilan, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan terlebih dahulu. Misalnya, perlengkapan untuk pelaksanaan tes. Alat tes ini tentu harus disiapkan. Lalu, Anda juga akan membutuhkan jam atau penanda waktu.

Selain itu, Anda juga akan membutuhkan wadah bening untuk mewadahi sampel urine Anda nanti. Jika segala kebutuhan untuk melakukan tes sudah disiapkan, Anda boleh memulai untuk mengumpulkan sampel urine dan melakukan tes.

  • Melakukan langkah pemakaian alat tes kehamilan atau test pack dengan tepat

Kini, saatnya Anda memulai tes kehamilan. Apabila Anda belum pernah mencoba menggunakan alat ini sebelumnya, Anda tak perlu khawatir. Pasalnya cara penggunaan alat tes sangatlah mudah dan sederhana.

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan agar tes ini berhasil. Dimulai dari mencuci kedua tangan Anda. Pastikan kedua tangan Anda sudah bersih dengan mencucinya menggunakan air hangat dan sabun. Lalu, buka wadah yang membungkus alat tes kehamilan yang masih baru dan belum digunakan.

Pastikan Anda berhati-hati memegang alat tes kehamilan tersebut, jangan sampai kotor, jatuh, dan lain sebagainya. Jika sudah, lakukan langkah-langkah berikut ini.

1. Mengumpulkan sampel urine

Sampel urine merupakan salah satu komponen yang harus ada jika Anda ingin melakukan tes kehamilan. Pasalnya, dari situ hormon HCG akan terdeteksi. Anda harus mengumpulkan sampel urine di sebuah wadah. Namun, ada pula alat tes yang bisa ditetesi langsung oleh urine Anda.

Sebelumnya Anda harus tahu bahwa sampe urine yang dikumpulkan adalah pancaran urine tengah, artinya Anda harus membuang pancaran awal urine Anda, kemudian menampung pancaran urine tengah, dan membuangnya kembali di akhir berkemih.

Anda boleh pilih alat tes kehamilan atau test pack yang paling sesuai dengan keinginan Anda. Tetapi, jika Anda ingin menggunakan alat tes yang bisa ditetesi langsung oleh urine, Anda harus membuang sebagian urine Anda terlebih dahulu ke jamban, baru meneteskan sisanya di atas alat tes.

Caranya, letakkan sisi alat tes yang berbentuk stik dengan ujung yang dapat menyerap cairan urine menghadap ke dalam. Lalu, keluarkan urine selama 5-10 detik, atau berapapun waktu yang Anda butuhkan.

Namun, jika Anda menggunakan alat tes ini di mana Anda harus mewadahi urine ke dalam wadah kecil, Anda bisa menggunakan alat yang bisa membantu Anda meneteskan sedikit urine ke alat tes kehamilan yang Anda gunakan. Biasanya, alat ini  akan dilengkapi dengan pipet.

Selain itu, Anda juga bisa mencelupkan alat tes kehamilan ke wadah sampel urine yang Anda gunakan. Namun ingat, Anda tetap harus mengumpulkan sampel urine selama 5-10 detik terlebih dahulu.

2. Menunggu hasil tes kehamilan muncul

Jika Anda telah berhasil mengumpulkan sampel urine dan menggunankannya pada alat tes kehamilan yang Anda gunakan, kini saatnya Anda menunggu hasilnya. Anda bisa meletakkan alat tes ini pada tempat yang kering dan rata. Pastikan bahwa bagian yang menunjukkan hasil tes menghadap ke atas.

Biasanya, Anda hanya butuh menunggu hingga beberapa menit hingga hasil dari tes muncul. Pada tes-tes tertentu, Anda mungkin hanya perlu menunggu satu hingga lima menit lamanya. Namun, jangan khawatir jika hasil tes tak kunjung muncul karena ada pula alat yang mengharuskan Anda menunggu hingga 10 menit.

Sembari menunggu hasilnya muncul, Anda mungkin akan melihat adanya bagian yang menunjukkan adanya perubahan warna yang menjadi semakin gelap saat ada urine yang terserap. Biasanya perubahan warna ini adalah penanda bahwa tes berhasil dilakukan dan hasilnya valid.

Namun sebaliknya, jika Anda tidak melihat adanya perubahan warna, dikhawatirkan tes yang Anda jalani tidak berhasil atau tidak bekerja seperti seharusnya.

3. Memeriksa hasil tes kehamilan

Setelah menunggu untuk beberapa saat, kini saatnya Anda melihat hasil dari tes yang baru Anda lakukan. Hasil dari tes ini biasanya muncul di bagian yang menunjukkan perubahan warna tadi. Namun, ada pula alat tes yang menunjukkan hasil di bagian lain dan berbeda dari bagian yang menunjukkan perubahan warna.

Oleh karenanya, Anda harus membaca petunjuk penggunaan alat tes kehamilan dengan hati-hati agar Anda melakukan pemeriksaan kehamilan dengan benar. Jika Anda memang sedang hamil, ada beberapa bentuk atau simbol yang akan Anda lihat. Misalnya, seperti berikut ini:

  • Garis berwarna merah muda atau biru.
  • Tanda berwarna merah berbentuk tanda tambah atau tanda kurang.
  • Perubahan warna  tertentu pada alat.
  • Kata-kata hamil atau tidak hamil, sesuai dengan hasil yang sesungguhnya.

4. Menyikapi hasil negatif dari tes kehamilan

Hasil negatif dari alat tes kehamilan atau test pack tidak selalu benar. Artinya, mungkin saja Anda sedang hamil namun terjadi ketidaksamaan dengan hasil tes yang telah Anda jalani. Apalagi jika Anda tidak kunjung menstruasi. Setidaknya, Anda harus melakukan tes ulang setelah 3-5 hari untuk memastikan apakah tes yang Anda dapatkan memang menunjukkan hasil yang sesungguhnya.

Jika Anda memang hamil, hasil tes ulang yang Anda jalani akan menunjukkan hasil yang berbeda. Di sisi lain, hasil tes kehamilan yang Anda lakukan setelah tujuh hari sejak Anda terlambat mendapatkan siklus menstruasi tidak selalu valid. Hal ini disebabkan Anda mungkin melakukan tes terlalu cepat.

Tunggu hingga satu minggu berikutnya untuk memastikan satu kali lagi. Jika Anda masih belum mengalami menstruasi dan masih mendapatkan hasil tes yang negatif, Anda harus segera menemui dokter untuk mencari tahu masalah kesehatan yang Anda alami.

Jika Anda mendapatkan hasil yang positif, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda sehingga Anda akan lebih yakin saat dokter juga membenarkan hasil tes yang Anda lakukan sendiri di rumah.

Faktor-faktor yang memengaruhi akurasi tes kehamilan

Akurasi alat tes kehamilan pribadi bergantung pada kondisi masing-masing individu dan beberapa alasan berikut:

  • Tanggal menstruasi dan waktu ovulasi yang mungkin saja tidak teratur.
  • Hari ketika sel telur yang telah dibuahi sudah atau mulai menempel pada uterus.
  • Beberapa alat tes memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap hormon HCG. Jika sensitivitas alat terlalu rendah, urine pertama Anda (di pagi hari ketika baru bangun tidur) akan memberikan hasil yang positif (hamil) walaupun sebenarnya tidak.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan alat tes kehamilan sendiri

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika membeli dan menggunakan alat tes kehamilan pribadi. Pasalnya, sering kali terjadi kesalahan saat menggunakan test pack.

Sebagai contoh, perhatikan tanggal kedaluwarsa dari produk yang Anda gunakan. Jangan pernah menggunakan produk yang telah melewati masa kedaluwarsa karena bahan kimia yang terkandung dalam produk atau alat akan berubah dan mengganggu akurasi hasil tes Anda nanti.

Kemudian, simpanlah alat tes sesuai petunjuk yang diberikan. Beberapa alat harus disimpan dalam kulkas, atau tempat dingin, atau tempat kering tergantung pada aturan produk.

Jangan lupa untuk membaca instruksi dengan saksama sebelum menggunakan alat tes. Beberapa alat mungkin akan meminta Anda untuk menghindari beberapa makanan atau kegiatan sebelum melakukan tes.

Jika alat kehamilan ini butuh waktu beberapa lama untuk bekerja, tunggulah beberapa saat sesuai petunjuk untuk mendapatkan hasil yang akurat. Beberapa hasil tes akan menyebabkan perubahan warna pada alat tes. Jika Anda tidak bisa membedakan warna dengan benar, mintalah bantuan pada orang lain.

Simpan hasil tesnya supaya Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara lebih mudah untuk mendapatkan nasihat dan menyampaikan pertanyaan. Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi dokter Anda.

Membuat alat tes kehamilan alami di rumah

Selain alat tes kehamilan medis, sebenarnya, Anda juga bisa membuat alat tes alami di rumah. Namun, alat tes ini tidak selalu valid. Artinya, meski sudah membuat alat menggunakan bahan alami di rumah, Anda tetap perlu melakukan tes berulang kali hingga benar-benar yakin jika Anda hamil.

1. Menggunakan gula

Siapa yang tidak punya gula di rumahnya? Membuat alat tes kehamilan dengan gula tentu bukanlah hal yang sulit sebab hampir setiap orang mempunyai gula di rumahnya.

Jika Anda ingin mencoba untuk membuat alat tes dengan gula, maka Anda harus menyediakan 3 sendok makan gula dan sebuah buah wadah untuk menampung gula dan urine. Tampung urine Anda, kemudian masukan gula ke dalam dan tunggu beberapa saat. Jika gula dan urine mengeluarkan banyak busa, makan kemungkinan besar Anda sedang hamil, dan sebaliknya.

2. Memakai pemutih

Cara menggunakan pemutih dalam memeriksa kehamilan, sebenarnya hampir sama seperti jika Anda memakai gula. Yang Anda butuhkan adalah sekitar dua sendok makan pemutih dan sedikit urine yang Anda keluarkan di pagi hari.

Masukkan pemutih ke dalam urine yang telah ditampung sebelumnya, lalu perhatikan apa yang terjadi. Apabila Anda memang positif hamil, maka urine dan pemutih akan mengeluarkan bau yang kuat.

3. Menaburkan garam

Anda juga bisa menaburkan garam ke dalam urine yang sudah Anda kumpulkan dalam satu wadah. Jika memang Anda sedang hamil, maka hormon hCG di dalam bereaksi langsung dengan garam. Garam dengan urine akan menghasilkan larutan seperti susu, dan hal tersebut menyatakan bahwa Anda hamil.

4. Menggunakan sabun

Hormon hCG akan membuat sabun mengeluarkan banyak busa. Apabila Anda menggunakan sabun sebagai alat tes kehamilan, maka Anda memerlukan air sabun, urine yang telah ditampung, serta wadah. Kemudian, hasil yang akan muncul ketika Anda hamil yaitu air sabun yang tercampur dengan urine akan mengandung hormon hCG tinggi, ditandai dengan banyaknya busa yang muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kehamilan Kriptik

Segelintir orang mungkin tidak sadar dirinya hamil sampai usia kandungan semakin besar. Bisa jadi, Anda mengalami kehamilan kriptik. Apakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16/08/2019 . 6 menit baca

4 Fase Dalam Siklus Menstruasi yang Harus Wanita Kenali Tiap Bulan

Sebelum akhirnya menstruasi, ada banyak fase yang harus dilewati tubuh tiap bulan. Mengetahui tahapan siklus menstruasi akan sangat berguna untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/08/2019 . 7 menit baca

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil? Begini Cara Mudah Menghilangkannya

Tak perlu cemas jika garis hitam muncul di perut saat Anda hamil. Begini cara mudah untuk menghilangkan garis hitam di perut tersebut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 11/05/2019 . 4 menit baca

Bukan Cuma Perut Besar, Ini 5 Ciri Anda Sedang Hamil Kembar

Ukuran perut besar bukanlah satu-satunya ciri hamil anak kembar. Ada tanda lainnya yang menunjukkan bahwa Anda mengandung lebih dari satu janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 07/05/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 menit baca
mudah lapar tanda hamil

Mudah Lapar Tanda Kehamilan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020 . 4 menit baca
efek kehamilan palsu

Efek Kehamilan Palsu Terhadap Kondisi Ibu dan Cara Menghadapinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2020 . 4 menit baca
pemeriksaan profil biofisik janin

Profil Biofisik Selama Hamil, Tes untuk Menilai Kondisi Kesehatan Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/01/2020 . 4 menit baca