Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hasil Testpack Positif tetapi Tidak Hamil? Mungkin Tanda Kehamilan Kimiawi

Hasil Testpack Positif tetapi Tidak Hamil? Mungkin Tanda Kehamilan Kimiawi

Pemeriksaan kehamilan di rumah sebenarnya cukup akurat untuk mendeteksi kehamilan. Namun, ada kalanya setelah diperiksa oleh dokter menggunakan USG, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehamilan. Nah, bisa jadi kehamilan kimiawi adalah kondisi yang sedang Anda alami bila hal ini terjadi. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut.

Apa itu kehamilan kimiawi?

Tes kehamilan dengan gula

Melansir situs Miscarriage Association, kehamilan kimiawi adalah keguguran yang terjadi pada saat janin masih berbentuk embrio yaitu berusia kurang dari 5 minggu.

Bila mengalami kondisi ini, Anda mungkin tidak mengalami tanda-tanda kehamilan selain hasil tes urine yang positif.

Bahkan, kebanyakan orang mungkin tidak menyadari dirinya sedang hamil bila tidak melakukan tes.

Kehamilan kimiawi biasanya baru diketahui oleh dokter bila Anda mengalami terlambat haid, kemudian hasil pemeriksaan urine positif, tetapi janin tidak terdeteksi melalui pemeriksaan USG.

Apa saja tanda dan gejala kehamilan kimiawi?

Cenderung berbeda dengan tanda-tanda kehamilan pada umumnya, gejala kehamilan kimiawi adalah sebagai berikut.

  • Menstruasi terlambat selama 10 hari atau lebih.
  • Hasil testpack positif, tetapi berubah negatif bila dites ulang beberapa hari kemudian.
  • Keluar bercak darah sekitar satu minggu sebelum periode haid berikutnya.
  • Merasakan kram perut yang sangat ringan.
  • Keluar darah setelah hasil testpack dinyatakan positif.
  • Pemeriksaan HcG dalam darah menunjukkan kadar yang rendah.

Bila Anda mengalami perdarahan dari vagina beberapa saat setelah hasil tes urine positif, baik terasa sakit ataupun tidak, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti tes urine, pemeriksaan sampel darah, dan pemeriksaan USG untuk memastikan kondisi kehamilan kimiawi atau keguguran dini yang mungkin Anda alami.

Apa penyebab kehamilan kimiawi?

Pada dasarnya, penyebab kondisi ini cenderung sama dengan penyebab keguguran pada umumnya yaitu karena janin dalam kandungan gagal berkembang dengan baik.

Menurut situs Northeast Alabama Regional Medical Center, beberapa faktor penyebab kehamilan kimiawi adalah sebagai berikut.

Perlu Anda catat bahwa penyebab kehamilan kimiawi bukanlah karena Anda atau pasangan tidak subur.

Kondisi ini tidak memengaruhi kemungkinan Anda hamil di kesempatan berikutnya.

Kondisi ini cukup umum terjadi pada wanita dan bukanlah hal yang berbahaya. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak khawatir berlebihan, ya.

Apa yang harus dilakukan bila mengalami kehamilan kimiawi?

keguguran berulang

Kebanyakan wanita tidak menyadari bila dirinya sedang mengalami kondisi ini.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memerhatikan tanda dan gejala yang telah disebutkan di atas dan segera memeriksaan diri ke dokter bila Anda mencurigai kondisi ini.

Pada dasarnya, tidak ada penanganan medis yang spesifik terhadap kondisi ini. Beberapa wanita mungkin tidak memerlukan penanganan sama sekali.

Namun, dokter mungkin akan melakukan pembersihan rahim atau kuret untuk mengeluarkan jaringan yang tersisa bila tidak dikeluarkan secara alami oleh tubuh.

Selain pembersihan, hal penting yang perlu Anda perhatikan saat mengalami kehamilan kimiawi adalah menjaga kesehatan mental.

Hasil testpack positif yang pernah Anda temukan tentunya mendatangkan sebuah kabar bagi Anda, pasangan, dan keluarga.

Bisa jadi, Anda dan pasangan sudah bergembira. Anda pun mungkin sudah mulai merencanakan hal-hal khusus terkait kehamilan atau rencana-rencana di masa depan.

Kabar bahwa Anda mengalami keguguran dini sedikit banyak akan mengguncang jiwa Anda dan pasangan.

Oleh karena itu, usahakan sebisa mungkin untuk mengontrol emosi agar kabar ini tidak mengganggu kesehatan dan aktivitas Anda sehari-hari.

Bila memungkinkan, coba melakukan relaksasi di rumah atau berlibur agar mental Anda segera pulih.

Mengobrol dengan sesama wanita yang pernah mengalami hal yang sama juga dapat membantu Anda dari tekanan emosional.

Bila perlu, cobalah mengambil sesi konsultasi dengan psikolog bila kondisi ini sangat memengaruhi kesehatan mental Anda dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apakah masih bisa hamil setelah mengalami kehamilan kimiawi?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kondisi ini bukanlah pertanda bahwa Anda atau pasangan memiliki masalah kesuburan.

Kondisi ini tidak menutup kemungkinan Anda untuk hamil lagi di waktu berikutnya.

Meski begitu, bila Anda sudah mengalami keguguran berulang sebanyak tiga kali berturut-turut, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan untuk mencari tahu penyebabnya.

Biasanya, pada kasus kehamilan kimiawi, hasil pemeriksaan tersebut tidak menunjukkan adanya masalah tertentu sehingga Anda tidak perlu khawatir.

Pada kesempatan berikutnya, Anda bisa memperoleh kehamilan yang sehat dan selamat.

health-tool-icon

Penambahan Berat Badan Kehamilan

Perhitungan ini dapat digunakan untuk perempuan yang ingin melihat kisaran kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan berat badan mereka sebelum hamil.

28

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chemical pregnancy. (2020). Retrieved 21 October 2021, from https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/types-of-miscarriage/chemical-pregnancy-information-and-support

Chemical pregnancy – The Miscarriage Association. Retrieved 21 October 2021, from https://www.miscarriageassociation.org.uk/information/miscarriage/chemical-pregnancy/

Chemical Pregnancy: Here Are the Facts – Regional Medical Center. (2019). Retrieved 21 October 2021, from https://rmccares.org/2019/10/08/chemical-pregnancy-here-are-the-facts/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 27/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto