Mengutip dari Baby Center, di usia 22 minggu kehamilan ini, ukuran janin bayi sudah sekitar 27,9 cm dari kepala ke tumit dan seberat 453 gram atau sebesar buah labu.

Di usia kehamilan ini, wajah bayi juga sudah mulai terlihat. Hal tersebut bisa dilihat ketika bibir, kelopak mata, dan alis janin sudah terlihat lebih jelas. Anda sudah bisa melihat wajah si kecil ketika melakukan pemeriksaan USG.
Di usia kehamilan 22 minggu, indera pengecap pada janin, yaitu lidah, sudah mulai tumbuh. Selain itu perkembangan otak dan saraf janin di usia kehamilan 22 minggu ini sudah mulai terbentuk sempurna.
Jadi, ia dapat mulai merasakan rangsangan sentuhan dirinya sendiri. Bayi bisa merasakan sentuhan dengan membelai wajahnya atau mengisap ibu jari. Selain itu, janin juga mulai bisa merasakan bagian lain dari tubuh mereka.
Bayi Anda sudah bisa merasakan cahaya dari balik perut melalui kelopak matanya. Untuk memeriksanya, Anda bisa coba menyinari perut dengan senter. Bila janin bergerak, itu adalah respon bahwa penglihatannya sudah berkembang lebih baik.
Selain penglihatan, pendengaran bayi juga berkembang dengan baik. Janin sudah bisa mendengar suara ibu, detak jantung, dan aliran darah yang mengalir ke seluruh tubuh.
Di usia 22 minggu kehamilan, organ reproduksi bayi akan terus tumbuh. Pada anak laki-laki, testis mulai bergerak turun dari perut. Pada anak perempuan, rahim dan ovarium sudah berada di tempatnya, vaginanya juga sudah mulai terbentuk.
Di usia kehamilan 22 minggu ini, berat badan ibu hamil akan bertambah. Selain hal tersebut, ada beberapa perubahan lain yang akan dirasakan ibu hamil, seperti:
Di usia kehamilan 22 minggu, Anda mungkin akan mengalami kontraksi tanpa rasa sakit yang disebut dengan kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Biasanya, Anda akan merasa mulas ketika kontraksi ini terjadi, tapi rasa sakitnya cukup ringan.
Memang kontraksi ini tak berbahaya bagi janin, tapi jika kontraksi menjadi lebih intens menyakitkan atau lebih sering terjadi, hubungi dokter.
Pasalnya, hal ini bisa menganggu perkembangan janin kehamilan 22 minggu. Di level yang lebih parah, kondisi ini dapat menjadi tanda persalinan prematur.
Di usia kehamilan 22 minggu, perut Anda semakin membesar. Melihat perut ibu hamil yang semakin membesar, terkadang membuat orang lain gemas dan ingin mengusapnya dan ibu sulit menghindar ketika merasa tidak nyaman.
Untuk mengatasinya, Anda bisa mengatakan secara langsung bahwa Anda tidak nyaman ketika perut diusap.
Kalau tidak ingin terlalu terlihat, Anda bisa menghindar ketika orang lain ingin mengusap perut. Pelan-pelan orang akan mengerti kalau Anda merasa tidak nyaman perutnya diusap.
Meski tidak mengganggu perkembangan janin kehamilan usia 22 minggu, ini bisa membuat ibu hamil tidak nyaman.
Selain perut Anda yang membesar, anggota badan juga akan cenderung kaku akibat melonggarnya sendi dan ligamen dan penumpukan (retensi) cairan.
Kedua faktor ini bisa membuat nyeri dan kaku pada sendi dan merasa tidak nyaman meski tidak mengganggu perkembangan janin kehamilan 22 minggu.
Di usia 22 minggu kehamilan ini, jangan panik kalau Anda menemukan bercak merah di celana dalam atau flek saat hamil.
Hal ini sebenarnya bisa terjadi akibat leher rahim yang memar karena baru saja melakukan pemeriksaan dokter atau berhubungan seks. Bahkan dalam beberapa kasus hal ini tidak diketahui penyebabnya.
Namun bila vagina mengeluarkan darah yang cukup banyak, segera beritahu dokter. Bisa jadi ini adalah tanda bahaya kehamilan yang lebih serius, terutama untuk perkembangan janin.
Dokter Anda akan melakukan USG untuk menentukan apakah Anda memiliki masalah kesehatan tertentu atau tidak.
Dokter akan memeriksa beberapa hal untuk melihat perkembangan janin usia 22 minggu, seperti:
Siapkan daftar pertanyaan atau masalah yang ingin Anda diskusikan dengan dokter.
Menjaga perkembangan janin di usia kehamilan 22 minggu sangat penting, tidak hanya untuk calon bayi tetapi juga ibu. Berikut yang bisa Anda lakukan:
Sebetulnya tidak ada larangan untuk mengonsumsi madu saat hamil. Spora dalam madu tidak akan memengaruhi janin sehingga dapat dikatakan bahwa madu aman dikonsumsi.
Risiko terjadi ketika madu secara teori dapat mengandung racun yang disebabkan oleh Clostridium botulinum.
Namun, Anda bisa menghindarinya dengan tidak mengonsumsi madu mentah yang belum dipasteurisasi untuk mencegah risiko terganggunya perkembangan janin di dalam kandungan.
Selain madu, ibu hamil tidak boleh makan makanan yang belum dipasteurisasi, seperti susu sapi perah langsung.
Ini karena susu sapi tersebut dapat mengandung organisme patogen dan mengganggu perkembangan janin.
Untuk membantu perkembangan janin kehamilan usia 22 minggu, Anda perlu mengonsumsi makanan tinggi magnesium. Melansir dari What to Expect, magnesium berfungsi untuk:
Bila Anda kekurangan magnesium, tubuh ibu hamil akan merasa lebih cepat lelah sampai mengalami kram kaki dengan intensitas lebih sering.
Di level yang lebih parah, kekurangan magnesium bisa mengganggu perkembangan janin sampai preeklampsia yang bisa terjadi di usia kehamilan 22 minggu.
Setelah membahas perkembangan janin usia kehamilan 22 minggu, bagaimana pertumbuhan janin di minggu depan?
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons | BabyCenter. (2020). Retrieved 7 February 2020, from https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size
Week 22 (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 7 February 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/week22.html
22 Weeks Pregnant Belly, Symptoms, Baby Movement, & More. (2020). Retrieved 3 February 2020, from https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-22.aspx
Versi Terbaru
15/06/2021
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Maria Amanda