home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Madu untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Redakan Mual dan Muntah

Bolehkah ibu hamil minum madu?|Jenis madu yang baik untuk ibu hamil|Manfaat madu untuk ibu hamil|Hal yang perlu diperhatikan saat ibu hamil minum madu
Manfaat Madu untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Redakan Mual dan Muntah

Sudah bukan rahasia lagi kalau madu memiliki banyak manfaat, tidak terkecuali untuk ibu hamil. Salah satu manfaat madu adalah meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit. Meski begitu, ibu hamil tetap perlu memerhatikan konsumsi madu yang tepat. Berikut penjelasan lengkap seputar manfaat, jenis, dan takaran madu untuk ibu hamil yang tepat.

Bolehkah ibu hamil minum madu?

Pada dasarnya, madu mengandung bakteri Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan penyakit botulisme.

Mengutip dari Kids Health, bakteri ini berbahaya untuk bayi di bawah satu tahun karena pencernaannya masih belum bisa memisahkan racun dan bakteri di dalam tubuh.

Ini membuat bayi usia 3 minggu sampai 12 bulan rentan terkena penyakit botulisme bila mengonsumsi madu.

Apakah madu untuk ibu hamil juga memiliki pengaruh yang sama seperti bayi?

Dalam jurnal berjudul Food-borne Illnesses During Pregnancy, bakteri tersebut hanya berbahaya pada bayi di bawah satu tahun, sementara untuk ibu hamil tidak berpengaruh.

Pasalnya, pada ibu hamil, berat bakteri clostridium botulinum sangat kecil dan tidak mungkin masuk ke dalam plasenta untuk dialirkan ke janin.

Laporan dari jurnal yang sama menunjukkan bahwa risiko penularan penyakit botulisme dari ibu hamil ke janin tidak memungkinkan. Alasannya, karena kandungan bakteri terlalu kecil untuk masuk ke dalam plasenta.

Jenis madu yang baik untuk ibu hamil

Ada banyak jenis madu yang dijual di pasaran. Di Indonesia, jenis madu sering dinamai sesuai dengan daerah asalnya. Sebagai contoh, madu sumba, madu lampung, madu sumbawa, dan lainnya.

Sebenarnya, rasa madu mengikuti dari dimana lebah mengisap sari-sari buah atau tanaman yang kemudian diolah menjadi madu.

Tidak ada madu yang spesifik baik untuk ibu hamil karena makanan ini aman dikonsumsi.

Namun, untuk memudahkan, di bawah ini adalah beberapa jenis madu yang bisa menjadi pilihan untuk ibu hamil:

Madu rambutan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa rasa madu tergantung pada tanaman yang diisap oleh lebah. Maka, madu rambutan memiliki cita rasa mirip buah yang masih saudara dengan leci ini.

Madu rambutan dihasilkan oleh lebah yang diternakkan sekitar perkebunan rambutan. Namun, dari segi rasa, tidak semanis madu hutan pada umumnya.

Warna dari madu ini kuning tapi tidak terlalu keruh. Manfaat dari madu rambutan adalah melancarkan buang air kecil, mengatasi sakit pinggang, dan mengoptimalkan fungsi ginjal.

Madu manuka

Jenis madu yang satu ini terbuat dari semak-semak pohon manuka di Selandia Baru. Harga dari madu manuka memang cenderung lebih mahal karena harus impor dari negeri kiwi tersebut.

Madu manuka bisa mengatasi masalah asam lambung karena mengandung antibiotik yang mampu mengobati penyakit akibat bakteri.

Madu sumbawa

Madu hutan sumbawa memiliki tekstur pekat dengan kadar air yang rendah dibanding jenis madu lain. Ini dipengaruhi oleh kondisi alam Sumbawa yang sangat kering dan cenderung panas.

Untuk menghasilkan madu sumbawa, lebah mengambil dari pohon bidara atau Ziziphus mauritiana. Rasanya yang manis, cocok untuk dikonsumsi langsung tanpa tambahan air hangat.

Manfaat madu untuk ibu hamil

Mengutip dari Mayo Clinic, sebagian besar kandungan madu adalah gula sehingga rasanya manis dan sering digunakan sebagai pemanis alami.

Namun, selain itu, madu juga mengandung:

  • Vitamin
  • Mineral
  • Asam amino
  • Zat besi
  • Antioksidan
  • Zinc

Madu sering digunakan untuk meredakan peradangan karena memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri.

Lalu, apa manfaat madu untuk ibu hamil? Berikut beberapa di antaranya:

1. Meredakan batuk dan sakit tenggorokan

Biasanya, madu digunakan sebagai obat batuk dengan cara mencampurnya bersama air hangat, jahe, dan perasan jeruk.

Madu mengandung antiinflamasi (antiperadangan) dan antibakteri, sehingga mampu menekan batuk, infeksi saluran pernapasan, sampai batuk akut di malam hari.

Bila ibu hamil mengalami batuk, bisa menggunakan campuran madu, air hangat, dan perasan jeruk nipis untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tenggorokan.

2. Mengobati luka

Tidak hanya dikonsumsi, madu juga bisa menjadi obat penyembuhan luka, untuk semua orang termasuk ibu hamil.

Dalam penelitian yang ditulis Jundishapur Journal of Natural Pharmaceutical Products, madu memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi yang bisa mempercepat penyembuhan dan perbaikan luka pada kulit.

Kandungan asam yang cukup tinggi pada madu, membuat cairan manis ini mampu menghilangkan rasa sakit pada pasien luka bakar dan menurunkan risiko peradangan.

Namun, penggunaan madu perlu diperhatikan pada ibu hamil atau pasien dengan tukak kaki kronis (kondisi kaki luka dalam).

3. Mengurangi mual

Ibu hamil rentan mengalami mual dan muntah (morning sickness) saat hamil, terutama di trimester pertama. Anda bisa meredakannya dengan merebus irisan jahe dengan air hangat, lalu tambahkan satu sendok makan madu.

Mengutip dari Health Information for Western Australians, jahe dan madu memiliki sifat meredakan rasa mual selama hamil, sehingga bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi kondisi tersebut.

4. Mengurangi perut begah

Semakin bertambah usia kandungan, perut ibu hamil akan semakin besar. Kondisi tersebut membuat tekanan pada usus dan lambung, sehingga membuat ibu hamil sering begah.

Anda bisa minum madu dicampur dengan air atau susu hangat untuk mengurangi perut tidak nyaman saat hamil.

5. Menambah energi

Merujuk pada Data Komposisi Pangan Indonesia, satu sendok makan madu (15ml) setara dengan 44 kalori.

Bila ibu hamil rutin mengonsumsi madu 3-5 sendok per hari, energi yang terkumpul sekitar 130-200 kalori.

Maka dengan mengonsumsi madu, ibu hamil bisa menambah energi. Terutama saat trimester ketiga karena perut semakin membesar dan Anda jadi cepat lelah.

Hal yang perlu diperhatikan saat ibu hamil minum madu

Meski madu memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil, Anda tetap perlu memerhatikan beberapa hal sebelum mengonsumsinya.

Perhatikan takaran yang tepat

Madu tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena berisiko memicu diabetes gestasional. Dalam sehari, takaran madu untuk ibu hamil yang tepat adalah 3-5 sendok makan atau 180-200 kalori.

Madu mengandung banyak gula, seperti glukosa, fruktosa, dan maltosa.

Dari satu sendok makan madu, mengandung 44 kalori. Sementara selama kehamilan, asupan gula tidak boleh lebih 10 persen dari kebutuhan kalori per hari, yaitu 300 kalori.

Waspada reaksi alergi

Tidak semua ibu hamil cocok dengan madu, ada beberapa yang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan manis ini.

Beberapa reaksi alerginya yaitu:

  • Bersin-bersin
  • Mata berair
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Pembengkakan
  • Gatal-gatal

Bila mengalami kondisi di atas setelah minum madu, segera konsultasi ke dokter. Meski madu tidak bahaya, reaksi alergi tersebut bisa mengganggu kesehatan ibu hamil.

Pilih madu tanpa gula tambahan

Tidak sedikit jenis madu yang menambahkan gula di dalamnya untuk memberi rasa lebih manis.

Maka, penting bagi ibu hamil untuk memilih madu murni tanpa tambahan gula karena bisa memicu diabetes gestasional.

Cara membedakannya, cium aroma dari madu tersebut. Bila manisnya sangat menyengat, kemungkinan besar sudah ditambahkan pemanis.

Pasalnya, madu murni umumnya memiliki aroma yang tidak terlalu menyengat dan mencolok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Carolyn Tam, A. (2010). Food-borne illnesses during pregnancy: Prevention and treatment. Canadian Family Physician, 56(4), 341. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2860824/

Do you know which foods to avoid when you’re pregnant?. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-nutrition/art-20043844

Honey. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-honey/art-20363819

Infant Botulism (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/botulism.html

Yaghoobi, R., Kazerouni, A., & kazerouni, O. (2013). Evidence for Clinical Use of Honey in Wound Healing as an Anti-bacterial, Anti-inflammatory Anti-oxidant and Anti-viral Agent: A Review. Jundishapur Journal Of Natural Pharmaceutical Products, 8(3), 100-104. doi: 10.17795/jjnpp-9487

Morning sickness . (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://healthywa.wa.gov.au/Articles/J_M/Morning-sickness

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 22/01/2021
x