Flek saat Hamil di Tiap Trimester, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami flek di masa kehamilan? Kondisi ini tentu membuat resah karena khawatir akan kondisi janin. Memang tidak semua flek saat hamil berbahaya, tetapi ada juga yang jadi tanda masalah pada kehamilan. Berikut penjelasan mengenai penyebab hingga cara mengatasinya!

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Flek saat hamil di trimester pertama

flek saat hamil

Meski mengundang banyak tanya, kebanyakan kasus flek coklat saat hamil muda (trimester pertama kehamilan) terbilang normal.

Bercak darah di awal kehamilan ini disebut sebagai perdarahan implantasi dan hal wajar yang dialami 1 dari 5 wanita hamil selama trimester pertama kehamilan.

Pada awal masa kehamilan (sekitar 6-12 hari setelah pembuahan), embrio akan mulai menempel pada dinding rahim, kemudian menyebabkan perdarahan ringan.

Banyak wanita yang menganggap bercak darah ringan ini adalah permulaan siklus menstruasi baru. Padahal, ini merupakan flek ringan yang biasanya muncul.

Tidak perlu khawatir karena perdarahan implantasi tidak akan sebanyak darah menstruasi dan hanya berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari.

Jenis bercak ringan ini juga tidak akan membahayakan calon bayi. Sebagian besar wanita yang mengalami pendarahan implantasi akan menjalani kehamilan yang normal dan melahirkan bayi sehat.

Selain karena perdarahan implantasi, flek darah saat hamil muda bisa juga terjadi karena:

  • Perubahan hormon sehingga serviks (leher rahim) lebih mudah berdarah.
  • Penetrasi penis yang terlalu keras saat berhubungan seks.
  • Infeksi vagina seperti bacterial vaginosis.

Warna darah yang keluar biasanya lebih terang dibanding saat menstruasi.

Flek saat hamil di masa awal kehamilan bukan suatu hal yang berbahaya dan merupakan hal yang normal terjadi.

Tidak hanya itu, jika mengandung janin kembar, kemungkinan mengalami flek coklat saat hamil serta hamil muda juga cukup besar.

Dikutip dari Fertility and Sterility, lebih dari 30 ibu yang hamil anak kembar memiliki peluang lebih sehat meski mengalami perdarahan di trimester pertama kehamilan.

Flek darah saat hamil muda bisa jadi tanda bahaya

Namun, flek coklat saat hamil muda (trimester pertama kehamilan) bisa menjadi tanda keguguran atau komplikasi serius lainnya.

Ini termasuk keguguran, hamil anggur, masalah plasenta seperti plasenta previa, plasenta akreta, abruptio plasenta, hingga kehamilan ektopik.

Pasalnya, sebagian besar keguguran terjadi pada awal minggu sekitar usia kandungan 13 minggu dan ditandai dengan adanya flek saat hamil.

Bila mengalami flek dan tidak dibarengi dengan kram, segera bicarakan dengan dokter. Beberapa gejala keguguran yaitu:

  • Sakit punggung ringan sampai berat.
  • Berkurangnya berat badan.
  • Keluar lendir berwarna pink dan putih dari vagina.
  • Kram atau kontraksi.
  • Gumpalan darah keluar dari vagina.

Bila Anda mengalami keguguran, kecil kemungkinan untuk mempertahankan janin. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, segera hubungi dokter kandungan dan melakukan tes USG.

Dokter biasanya akan merekomendasikan melakukan tindakan kuret untuk membersihkan rahim.

Flek saat hamil di trimester kedua dan ketiga

flek cokelat setelah haid

Pada beberapa kondisi, keluarnya flek coklat saat hamil muda seperti di trimester pertama adalah hal wajar.

Namun, apabila di trimester kedua dan ketiga masih mengalami hal yang sama, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter. 

Pasalnya, ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab flek saat hamil trimester kedua dan ketiga:

1. Plasenta previa

Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks. Plasenta previa bisa dilihat lewat pemeriksaan USG di trimester kedua dan trimester ketiga lewat tanda flek saat hamil.

Apabila ibu hamil mengalami flek coklat saat hamil bahkan sampai perdarahan hebat, segera konsultasikan dengan dokter.

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menghindari aktivitas berat untuk mengistirahatkan panggul. Hal ini termasuk untuk memberi jeda dalam berhubungan seksual. 

2. Plasenta abruptio atau solusio

Kondisi plasenta solusio sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Plasenta abruptio merupakan lepasnya plasenta dengan dinding rahim.

Flek coklat saat hamil kemungkinan bisa menjadi penanda bahwa Anda mengalami kondisi ini.

Namun, tidak menutup kemungkinan Anda mengalami perdarahan berat sampai pembekuan darah yang efeknya terasa sakit perut, kram, nyeri di sekitar uterus, dan nyeri punggung. 

3. Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Kondisi bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth) kerap ditandai dengan perdarahan saat hamil.

WHO menyebutkan, stillbirth terjadi pada bayi di usia 28 minggu atau lebih tanpa ada tanda kehidupan dari janin.

Tanda yang bisa ibu hamil rasakan ketika bayi mengalami stillbirth adalah:

  • Nyeri perut atau kram.
  • Perdarahan dari vagina.
  • Kontraksi.

Sementara itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami still birth yaitu:

  • Kegemukan.
  • Merokok.
  • Hamil di usia lanjut.
  • Mengandung bayi lebih dari satu (kembar).
  • Mengalami komplikasi kehamilan.

Bayi meninggal dalam kandungan (still birth) merupakan kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja.

Namun, bisa dihindari dengan mengurangi salah satu faktor risiko sehingga perlu berkonsultasi diskusi dengan dokter untuk mengatasi faktor risikonya.

4. Rahim robek (ruptur uteri)

Ini merupakan kondisi rahim robek (ruptur uteri ) saat persalinan yang dipicu oleh perdarahan dan terjadi secara tiba-tiba.

Ketika mengalami hal ini, perut terasa sangat nyeri ditandai dengan adanya jeda pada kontraksi.

Faktor risiko yang meningkatkan ini adalah riwayat menjalani operasi caesar dan bedah transmiometrium.

5. Luka pada serviks

Perdarahan atau flek coklat saat hamil juga bisa disebabkan oleh trauma serviks. Hal ini terjadi tiba-tiba dan biasanya disebabkan oleh hubungan seksual.

Biasanya ibu akan merasakan nyeri panggul ringan hingga sedang tergantung pada tingkat kerusakan pada serviks. Tanda dari kondisi ini adalah memar dan area serviks yang lebih lunak.

Perbedaan perdarahan dan flek saat hamil

flek darah saat hamil muda

Apakah flek saat hamil sama dengan perdarahan? Sebenarnya tidak, tapi keduanya berhubungan.

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa perdarahan adalah kondisi keluarnya darah dari vagina selama hamil. Ini bisa terjadi kapan saja, mulai dari masa pembuahan sampai akhir masa kehamilan.

Bercak darah saat hamil termasuk dalam perdarahan ringan dan jadi hal biasa, terutama di trimester pertama kehamilan.

Tanda flek tidak berat yaitu darah yang keluar tidak pekat dan ringan, bahkan darahnya tidak sampai menutupi penuh pantyliner

Sementara itu, perdarahan adalah aliran darah yang lebih berat. Maka dari itu, Anda membutuhkan pembalut agar tidak membasahi celana karena mirip dengan kondisi menstruasi.

Apabila merasa perdarahan mirip seperti menstruasi, sebaiknya segera datang ke dokter.

Bagaiana cara mengatasi flek darah saat hamil?

flek saat hamil

Saat Anda mengalami flek saat hamil muda (sebelum 16 minggu), gunakan pembalut untuk menampung darah.

Perhatikan juga gejala lainnya yang mungkin menyertai. Flek darah yang keluar selama trimester awal dan tidak disertai gejala apapun adalah kondisi yang normal dan akan berangsur mereda setelah 2-3 hari.

Apabila setelah 2-3 hari flek tidak berhenti, semakin parah dan banyak, segera hubungi dokter. Pasalnya, dokter yang mengetahui cara menghentikan flek coklat saat hamil muda.

Sementara itu, kalau mengalami flek di usia kehamilan trimester kedua dan ketiga (setelah 16 minggu), biasanya dokter akan menyarankan bed rest agar tubuh tidak terlalu lelah. 

Mengutip dari situs Manchester University, disarankan untuk menghindari aktivitas dan membawa barang yang berat. Selain itu, hindari mandi dengan air terlalu panas karena bisa membuat kepala pusing. 

Lalu, sebaiknya hindari pula berhubungan seksual untuk mengurangi risiko keguguran dan perdarahan yang semakin parah.

Penggunaan pembalut disarankan selama 2-3 hari meski flek sudah tidak keluar. Apabila kondisi semakin parah, segera hubungi dokter kandungan.

Bagaimana mencegah flek saat hamil?

Keluarnya flek coklat saat hamil muda memang tidak dapat diprediksi, tetapi Anda bisa melakukan tindakan pencegahan seperti hal di bawah ini:

  • Cukupi nutrisi ibu saat hamil dengan makanan bergizi.
  • Kurangi konsumsi kafein.
  • Hindari merokok.
  • Memeriksa penyakit penyerta (gangguan kelenjar tiroid, diabetes, atau gangguan imunitas yang berperna dalam perdarahan).
  • Perbanyak istirahat di rumah dan hindari kerja berat. 
  • Perhatikan berat badan ibu saat hamil

Perlu pula diketahui bahwa berat badan kurang dan obesitas juga berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya perdarahan saat hamil.

Kapan waktu yang tepat untuk konsultasi ke dokter?

kesehatan ibu hamil muda

Tingkatkan kewaspadaan ketika flek atau bercak darah saat hamil terjadi setiap hari dengan warna darah semakin mengental dan cerah yang mengarah ke perdarahan.

Apabila Anda mengalami flek atau perdarahan yang tidak berhenti, sudah saatnya dokter akan melakukan evaluasi dan penanganan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan vagina untuk melihat perdarahan dan melakukan USG, baik dari perut juga transvaginal.

Ini dilakukan untuk memastikan detak jantung janin dalam keadaan sehat dan berkembang secara baik.

Pertanyaan selanjutnya, kemungkinan dokter akan bertanya apakah bercak darah hadir bersamaan dengan kram atau demam.

Beberapa ibu hamil memerlukan pengobatan khusus karena flek coklat saat hamil bisa berubah menjadi perdarahan selama kehamilan.

Berikut beberapa gejala kondisi flek hingga perdarahan saat hamil yang perlu dikhawatirkan, seperti:

  • Perdarahan hebat sampai kram dan kontraksi.
  • Flek sampai perdarahan dan berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Merasa pusing bahkan sampai pingsan.
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Rasa sakit parah di perut, panggul, dan punggung.
  • Pernah melakukan aborsi .
  • Pernah diberikan perawatan untuk kehamilan ektopik.

Segera hubungi dokter dan pergi ke rumah sakit terdekat apabila mengalami hal-hal di atas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perdarahan setelah keguguran abortus imminens

Perlukah Khawatir Jika Keluar Darah Terus Setelah Keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
ciri hamil bercak darah seperti haid

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit