6 Penyebab Muncul Flek Darah Saat Hamil

Oleh

Apa saja hal yang menyebabkan flek saat hamil? Dengan adanya flek saat hamil, jelas menakutkan bagi seorang calon ibu. Bercak darah tersebut, dapat memicu sejuta tanya terhadap keberadaaan janin dan kesehatan ibu hamil sendiri. Pada beberapa keadaan, flek memang dianggap normal, tetapi tetap saja flek saat hamil diakibatkan oleh sesuatu yang tidak berjalan semestinya.

Pada dasarnya, satu dari lima wanita hamil akan mengalami flek saat hamil selama trimester pertama. Setelah itu, flek pada kehamilan mulai berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan. Kewasapadaan dan penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya hal yag tidak diinginkan. Berikut beberapa penyebab flek yang biasa terjadi saat hamil.

Penyebab terjadinya flek saat hamil

1. Pendarahan implantasi

Di awal kehamilan, implantasi embrio ke dinding rahim Anda menyebabkan flek darah, dan terjadi pada 20 samai 30 persen wanita mengalami. Ini biasanya terjadi sebelum atau sesudah Anda menstruasi.

2. Seks atau sentuhan pada dalam vagina

Selama kehamilan, leher rahim Anda menjadi akan menjadi lembut dan membesar serta dipenuhi pembuluh darah. Jika ada sesuatu yang masuk (penis, jari, tampon, atau alat medis lainnya) pada area vagina dan dinding rahim, ini akan menyebabkan pendarahan yang menimbulkan flek. Kadang-kadang sentuhan ini dapat membuat iritasi area dinding vagina yang dapat menyebabkan terjadinya pendarahan atau flek.

3. Infeksi pada vagina

Bacterial vaginosis pada dinding vagina, sering menimbulkan infeksi dan rasa tidak nyaman ketika hamil. Ketika peradangan terjadi dinding vagina akan menyebabkan iritasi dan mungkin terjadi sedikit pendarahan hingga keluarnya flek darah pada vagina.

4. Pendarahan subkorionik

Pendarahan subkorionik selama masa hamil terjadi karena penyumbatan darah terkadang terjadi di dalam lapisan plasenta. Tetapi sering kali, penyumbatan tersebut akan sembuh sendiri. Tidak ada faktor risiko tertentu penyebab hematoma subkorionik ini. Tetapi jika Anda sebelumnya mengalami kondisi ini, kemungkinan akan terulang kembali pada kehamilan yang selanjutnya.

5. Hamil di luar kandungan

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan adalah kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, namun menempel dan bertumbuh di tuba fallopi.  Namun, pada kehamilan ektopik, sel telur yang sudah dibuahi tidak pindah menuju rahim. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan ringan pada vagina dan menimbulkan flek.

6. Hamil anggur atau hamil mola

Kehamilan ini sering juga disebut molar pregnancy atau mola hidatidosa adalah tumor nonkanker (jinak) yang tumbuh pada rahim. Walau bukan embrio bayi, pertumbuhan kista ini tetap akan memicu gejala-gejala kehamilan, sehingga banyak penderitanya mengira ia sedang hamil. Kondisi ini fatal dan memerlukan penanganan segera.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca