Flek Saat Hamil, Ini Penyebabnya dan Waktu yang Tepat untuk Konsultasi ke Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/02/2020 . 9 menit baca
Bagikan sekarang

Anda pernah mengalami flek saat hamil? Kondisi flek saat hamil, jelas menakutkan bagi seorang calon ibu. Bercak darah tersebut, dapat memicu sejuta tanya terhadap keberadaaan janin dan kesehatan ibu hamil sendiri. Pada beberapa keadaan, flek memang dianggap normal, tetapi tetap saja flek saat hamil diakibatkan oleh sesuatu yang tidak berjalan semestinya. Berikut penjelasan seputar flek saat hamil yang perlu dipahami oleh ibu hamil.

Penyebab terjadinya flek di masa kehamilan

Selama masa kehamilan, flek bisa disebabkan oleh banyak faktor tergantung pada usia kandungan. Berikut beberapa penyebab flek ketika hamil yang perlu diperhatikan di tiap trimester:

Flek saat hamil di trimester pertama

Penyebab flek ketika hamil di trimester pertama kehamilan yaitu:

Perdarahan implantasi

Di awal kehamilan atau trimester pertama, implantasi embrio ke dinding rahim ibu menyebabkan flek darah. Mengutip dari What To Expect, kondisi ini terjadi pada 20 sampai 30 persen wanita dan biasanya terjadi sebelum atau sesudah Anda menstruasi.

Warna darah yang keluar biasanya lebih terang  dibanding saat menstruasi. Flek saat hamil di masa awal kehamilan bukan suatu hal yang berbahaya dan merupakan hal yang normal terjadi.

Hamil anggur atau hamil mola

Kehamilan ini sering juga disebut molar pregnancy atau mola hidatidosa adalah tumor non kanker (jinak) yang tumbuh pada rahim.

Walau bukan embrio bayi, pertumbuhan kista ini tetap akan memicu gejala-gejala kehamilan sehingga banyak penderitanya mengira ia sedang hamil. Kondisi ini fatal dan memerlukan penanganan segera.

Hamil di luar kandungan

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan adalah kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, tetapi menempel dan bertumbuh di tuba fallopi. 

Namun pada kehamilan ektopik, sel telur yang sudah dibuahi tidak pindah menuju rahim. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan ringan pada vagina dan menimbulkan flek.

Hamil kembar

Bila Anda mengandung janin kembar, kemungkinan mengalami flek di masa kehamilan cukup besar. Dalam jurnal yang berjudul Fertility and Sterility dituliskan bahwa lebih dari 30 ibu hamil anak kembar memiliki peluang yang lebih sehat meski mengalami perdarahan di trimester pertama kehamilan.

Keguguran

Mengutip dari Healthline, sebagian besar keguguran terjadi pada awal minggu sekitar usia kandungan 13 minggu dan ditandai dengan adanya flek saat hamil.

Bila Anda mengalami flek dan tidak dibarengi dengan kram, segera bicarakan dengan dokter. Beberapa gejala keguguran yaitu:

  • Sakit punggung ringan sampai berat
  • Berkurangnya berat badan
  • Keluar lendir berwarna pink dan putih dari vagina
  • Kram atau kontraksi
  • Gumpalan darah keluar dari vagina

Bila Anda mengalami keguguran, kecil kemungkinan untuk menyelamatkan janin. Segera hubungi dokter agar bisa diperiksa lebih lanjut, apakah termasuk kehamilan ektopik atau komplikasi kehamilan lain.

Ada beberapa jenis keguguran yang dirasakan dan dialami ibu hamil, mengutip dari Pregnancy Birth Baby, berikut jenis-jenisnya:

Keguguran yang masih bisa diselamatkan (abortus iminens)

Ibu hamil yang mengalami keguguran terancam atau abortus iminens akan mengalami keluhan perdarahan dari jalan lahir. Kondisi ini biasanya ditandai berupa flek darah berwarna terang atau kecokelatan.

Bila ibu mengalaminya, dokter akan menyarankan untuk istirahat dalam beberapa hari. Jenis keguguran ini masih bisa diselamatkan, asal tidak melakukan aktivitas yang memicu perdarahan lagi seperti berhubungan seksual.

Keguguran yang tidak bisa diselamatkan (complete and incomplete miscarriage)

Kedua jenis keguguran ini sama-sama tidak bisa diselamatkan. Keguguran tidak komplet atau incomplete miscarriage merupakan kondisi saat sebagian janin sudah keluar dari rahim ibu.

Pada kondisi ini, ibu mengalami perdarahan lebih banyak disertai sakit perut yang berat. Darah yang keluar juga lebih padat dan ditemukan sebagian jaringan yang keluar.

Sementara itu, keguguran komplet atau complete miscarriage adalah kondisi janin yang keluar sepenuhnya dari rahim.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, segera hubungi dokter kandungan dan melakukan tes USG. Dokter biasanya akan meminta Anda melakukan kuret untuk membersihkan rahim.

Embrio gagal berkembang

Perdarahan saat hamil juga bisa menjadi tanda bahwa embrio gagal berkembang (blighted ovum). Mengutip dari Emedicinehealth, pemeriksaan ultrasonografi (USG) akan menunjukkan bahwa embrio di dalam kandungan gagal berkembang secara semestinya di rahim.

Kematian janin dalam kandungan

Kondisi ini sering terjadi di trimester pertama dan jarang terjadi di trimester kedua dan ketiga. Diagnosis kematian janin dalam kandungan berdasarkan hasil USG bisa terjadi kapan saja. Kondisi ini sama halnya dengan keguguran dan terjadi di awal kehamilan.

Flek saat hamil di trimester kedua dan ketiga

flek cokelat setelah haid

Penyebab flek saat hamil di trimester kedua dan sepanjang periode trimester tiga, yaitu:

Plasenta previa

Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks. Plasenta previa bisa dilihat lewat pemeriksaan USG di trimester kedua dan trimester ketiga lewat tanda flek saat hamil.

Bila ibu hamil mengalami flek saat hamil bahkan sampai perdarahan hebat, segera konsultasikan dengan dokter.

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menghindari aktivitas berat untuk membuat panggul beristirahat. Hal ini termasuk untuk memberi jeda dalam berhubungan seksual. 

Plasenta abruptio

Kondisi plasenta abruptio sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Plasenta abruptio merupakan kondisi pemisahan antara plasenta dengan dinding rahim.

Flek saat hamil bisa menjadi penanda bahwa Anda mengalami kondisi ini. Namun bisa juga terjadi perdarahan berat sampai pembekuan darah yang efeknya terasa sakit perut, kram, nyeri di sekitar uterus, dan nyeri punggung. 

Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Kondisi bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth) kerap ditandai dengan perdarahan saat hamil. WHO menyebutkan, stillbirth terjadi pada bayi di usia 28 minggu atau lebih tanpa ada tanda kehidupan dari janin.

Tanda yang bisa ibu hamil rasakan ketika bayi mengalami stillbirth adalah:

  • Nyeri perut atau kram
  • Perdarahan dari vagina
  • Kontraksi

Sementara itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami still birth yaitu:

  • Kegemukan
  • Merokok
  • Hamil di usia lanjut
  • Mengandung bayi lebih dari satu (kembar)
  • Mengalami komplikasi kehamilan

Bayi meninggal dalam kandungan (still birth) merupakan kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja.

Namun, bisa dihindari dengan mengurangi faktor risikonya sehingga perlu diskusi dengan dokter bila ibu memiliki salah satu dari faktor risiko tersebut.

Rahim robek (uterine rupture)

Ini merupakan kondisi rahim robek saat persalinan yang dipicu oleh perdarahan dan terjadi secara tiba-tiba.

Ketika mengalami hal ini, perut terasa sangat nyeri ditandai dengan jeda kontraksi secara tiba-tiba. Faktor risiko yang meningkatkan ini adalah riwayat menjalani operasi caesar dan bedah transmiometrium.

Luka pada serviks

Perdarahan di masa kehamilan juga bisa disebabkan oleh trauma serviks. Hal ini terjadi tiba-tiba dan biasanya disebabkan oleh hubungan seksual.

Biasanya ibu akan merasakan nyeri panggul ringan sampai sedang tergantung pada tingkat kerusakan pada serviks. Tanda dari kondisi ini adalah memar dan area serviks lebih lunak.

Perbedaan perdarahan dan flek saat hamil

Apakah flek sama dengan perdarahan? Sebenarnya tidak, tapi keduanya berhubungan. American Pregnancy menjelaskan bahwa perdarahan adalah kondisi keluarnya darah dari vagina selama hamil. Ini bisa terjadi kapan saja, mulai dari masa pembuahan sampai akhir masa kehamilan.

Flek saat hamil termasuk dalam perdarahan ringan dan jadi hal biasa, terutama di trimester pertama kehamilan. Tanda flek tidak berat yaitu darah yang keluar tidak pekat dan ringan, bahkan darahnya tidak sampai menutupi penuh pantyliner. 

Sementara itu, perdarahan adalah aliran darah yang lebih berat. Di kondisi ini, Anda membutuhkan pembalut agar tidak membasahi celana, mirip dengan kondisi menstruasi. Bila Anda merasa perdarahan sampai mirip menstruasi, segera datang ke dokter.

Kapan waktu yang tepat untuk konsultasi ke dokter?

Anda perlu khawatir ketika flek saat hamil terjadi setiap hari dengan warna darah semakin mengental dan cerah yang mengarah ke perdarahan. Healthline menyebutkan bahwa bila flek sampai perdarahan yang tidak berhenti, dokter akan melakukan evaluasi. 

Dokter akan melakukan pemeriksaan vagina untuk melihat perdarahan dan melakukan USG, baik dari perut juga transvaginal. Ini dilakukan untuk memastikan detak jantung janin dalam keadaan sehat dan berkembang secara baik.

Sebagai pertanyaan lanjutnya, kemungkinan dokter akan bertanya apakah flek saat hamil hadir bersamaan dengan kram atau demam. Beberapa ibu hamil memerlukan pengobatan khusus karena flek bisa berubah menjadi perdarahan selama kehamilan.

Berikut beberapa kondisi gawat flek saat hamil yang perlu diperhatikan, menurut Emedicinehealth:

  • Perdarahan hebat sampai kram dan kontraksi
  • Flek sampai perdarahan dan berlangsung lebih dari 24 jam
  • Merasa pusing bahkan sampai pingsan
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat celcius
  • Rasa sakit parah di perut, panggul, dan punggung
  • Pernah melakukan aborsi 
  • Pernah diberikan perawatan untuk kehamilan ektopik

Segera hubungi dokter bila Anda mengalami hal-hal di atas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca