home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan?

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan?

Bolehkah makan mie instan di masa kehamilan? Sebagian ibu hamil mungkin mempertanyakan hal ini. Mie instan adalah makanan yang murah, mudah dibuat, dan lezat. Meski begitu, mie instan bukan makanan yang bergizi. Namun, kalau sedang ngidam saat hamil, bolehkah sesekali makan mie instan? Ini penjelasan lengkapnya.

Kandungan dalam mie instan

Dikutip dari situs resmi World Instant Noodles Association (WINA), karbohidrat adalah kandungan yang paling tinggi di dalam mie instan. Setidaknya dalam 100 gram mie instan, mengandung 60 gram karbohidrat.

Mie instan tinggi karbohidrat karena menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama.

Tidak hanya karbohidrat, mie instan juga tinggi kalori dan kandungan MSG yang membuat rasanya sangat gurih.

Satu porsi mie instan memiliki 300-500 kilo kalori. Sementara itu, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019, pria membutuhkan 2650 kalori perhari dan wanita butuh 2250 kalori perhari.

Tingginya jumlah kalori dan MSG, bisa memicu masalah kesehatan bila makan mie saat hamil, seperti obesitas dan tekanan tinggi.

Lalu, bolehkah makan mie instan saat hamil?

Sebenarnya, mie instan bukan makanan yang bisa dikonsumsi terlalu sering pada semua kalangan, termasuk ibu hamil.

Ini alasan ibu hamil dilarang makan mie instan terlalu banyak.

Mie instan tinggi pengawet tambahan makanan

Dikutip dari artikel BPOM, satu porsi mie instan mengandung Natrium Benzoat 0,35 mg/kg berat badan dan Natrium Metabisulfit sebanyak 0,4 mg/kg berat badan.

Kandungan bahan pengawet di dalam mie instan masih aman untuk dikonsumsi. Namun, bila dimakan terlalu sering, bisa menjadi masalah.

Sebagai contoh, ibu saat hamil makan mie instan 3 kali dalam sehari. Lalu, kalikan jumlah bahan pengawet dengan 3 kali konsumsi.

Hasilnya, Anda sudah mengonsumsi bahan pengawet Natrium Benzoat sebanyak 1,05 mg/kg berat badan dan Natrium Metabisulfit 1,2 mg/kg berat badan dalam sehari.

Padahal, batas maksimal asupan pengawet Natrium Benzoat adalah 0,5 mg/kg berat badan dan Natrium Metabisulfit hanya 0,7 mg/kg berat badan.

Tinggi kadar garam

Selain bahan pengawet yang terlalu tinggi, mie instan juga tinggi kadar garam. Setidaknya, mie instan mengandung natrium sebanyak 470 mg.

Bila wanita saat hamil makan mie instan lebih dari satu dalam sehari, ini bisa melebihi asupan natrium dalam sehari.

Sebagai informasi, kebutuhan natrium wanita usia 19-35 tahun hanya 1200-1400 mg. Bila makan dua kali dalam sehari, Anda mendapatkan natrium 940 mg hanya dari mie instan.

Padahal, ibu hamil akan mengonsumsi banyak makanan dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan gizi janin yang kemungkinan juga mengandung natrium.

Berisiko mengalami tekanan darah tinggi

Mie instan memiliki rasa yang sangat asin karena mengandung banyak garam dan monosodium glutamat (MSG).

Mengonsumsi makanan tinggi garam dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, terutama yang sudah punya risiko hipertensi.

Tekanan darah tinggi selama kehamilan tidak selalu berbahaya, tetapi dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti preeklampsia.

Memiliki faktor risiko hipertensi dan ditambah dengan rutin makan mie instan saat hamil bisa sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi.

Membuat perut cepat lapar

Pada dasarnya, ibu hamil memang lebih cepat lapar karena makanan yang dikonsumsi dibagi untuknya dan janin.

Namun, makan mie instan bukan menjadi pembenaran karena tidak bisa menggantikan nutrisi yang diperlukan saat hamil.

Mie instan membuat perut cepat lapar karena kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga bisa menaikkan gula darah dengan cepat.

Namun, naiknya gula darah dengan cepat membuat mie instan butuh waktu yang lama untuk dicerna.

Lamanya waktu cerna makanan membuat saluran pencernaan bekerja keras, karena dipaksa memecah nutrisi mie selama berjam-jam.

Padahal, biasanya makanan olahan yang tidak berserat bisa lebih cepat untuk dicerna.

Lambatnya proses pencernaan mie juga berdampak pada penyerapan nutrisi yang diperoleh tubuh dari mie, sementara nutrisi yang didapat dari mie sangat kurang.

Menurunkan kadar insulin

Kekurangan nutrisi karena makan mie instan saat hamil secara berlebihan bisa memicu tubuh untuk menyalakan sinyal lapar.

Selain itu, tubuh juga melepaskan sejumlah besar insulin yang jadi menyebabkan gula darah turun dengan cepat.

Anjloknya gula darah dalam waktu singkat membuat Anda merasa lesu, sehingga ibu hamil akan makan lebih banyak lagi untuk mengembalikan energi.

Hal ini dapat menciptakan siklus makan berlebihan yang sulit dihindari. Makan berlebihan dapat memicu risiko berat badan berlebih saat hamil yang bisa membahayakan ibu hamil dan janinnya.

Namun demikian, pada umumnya makan mie instan masih diperbolehkan asalkan dikonsumsi sewajarnya.

Tips sehat makan mie instan saat hamil

Meski memiliki banyak efek yang kurang baik, makan mie instan saat hamil masih dibolehkan asal tidak terlalu sering.

Ini tips memasak mie instan untuk dimakan saat hamil.

  • Pakai setengah sachet bumbu untuk mengurangi asupan garam.
  • Tambahkan bahan lain, seperti telur, daging, dan variasi sayuran.

Sesekali makan mie saat hamil untuk makanan selingan tidak apa-apa, tetapi hindari menjadikannya sebagai makanan pokok.

Ingat, mie instan adalah makanan cepat saji dan dianggap tidak memiliki kandungan gizi sehingga tidak perlu dikonsumsi terlalu sering.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Journal of Ethnic Foods. (2021). Retrieved 22 February 2021, from https://sipakaril.ipb.ac.id/Files/33e7a905-a81c-495d-91c4-96eb40d0fa06/paper_33e7a905-a81c-495d-91c4-96eb40d0fa06.pdf

Sianturi, S., Muti, A., & Perdana, M. (2020). Uji Teratogenik Air Rebusan Mie Instan Selama Masa Kehamilan Mencit Betina (Mus musculus L.) Melalui Pengamatan Kelainan Morfologi Fetus: . Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(3), 182-192. Retrieved from https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/140

Bright Tribe, I. (2021). MSG Use by Children and Pregnant Women | International Glutamate Information Service. Retrieved 22 February 2021, from https://glutamate.org/safety/msg-use-by-children-and-pregnant-women/

WHO recommendations for Prevention and treatment of pre-eclampsia and eclampsia. (2021). Retrieved 22 February 2021, from https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44703/9789241548335_eng.pdf;jsessionid=E7627B8FC03C3985347BEF464AD56659?sequence=1

FAQs | World Instant Noodles Association. (2021). Retrieved 22 February 2021, from https://instantnoodles.org/en/noodles/faq.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 07/04/2021
x