Tensi Rendah saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Selama fase kehamilan, tubuh perempuan mengalami banyak perubahan. Tidak hanya tekanan darah tinggi (hipertensi), tetapi saat hamil juga bisa mengalami tekanan darah (tensi) rendah. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena sama bahayanya dengan hipertensi saat hamil. Berikut penjelasan lengkap seputar tensi rendah saat hamil.

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Berapa tekanan darah normal saat hamil?

Tekanan darah rendah

Selama kehamilan, tekanan darah normal adalah tanda kesehatan ibu dan janin. 

Dokter akan menggunakan skala angka untuk membantu mendiagnosis penyebab atau kemungkinan komplikasi dari tensi rendah ketika hamil.

Menurut American Heart Association, tekanan darah dikatakan sehat atau normal saat hamil ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHG. 

Sementara itu, dokter akan mendiagnosis ibu hamil mengalami tekanan darah rendah jika setelah pemeriksaan tensi ibu hamil menunjukkan angka 90/60 mmHG.

Gejala tensi rendah saat hamil

hipotensi supine tekanan darah rendah saat hamil

Gejala-gejala tensi rendah saat hamil mirip dengan gejala tekanan darah rendah seperti pada orang biasa. 

Gejala tekanan darah rendah yang paling umum pada kehamilan yaitu:

  • Pusing
  • Mual
  • Keliyengan (kepala seperti berputar)
  • Pingsan

Gejala keliyengan cenderung akan memburuk saat ibu hamil berdiri secara tiba-tiba dari posisi berbaring atau duduk.

Tensi rendah ketika hamil biasanya tidak menimbulkan gejala berat yang dapat menyebabkan syok. 

Namun, pada pasien dengan sepsis atau komplikasi infeksi, penurunan tekanan darah drastis dapat menyebabkan kerusakan organ.

Beberapa kerusakan organ yang mungkin terjadi yaitu stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung.

Penyebab tensi rendah saat hamil 

pusing ketika hamil

Pada dasarnya, kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh perempuan, termasuk naik dan turunnya tekanan darah. 

Oleh karena itu, tekanan darah rendah selama kehamilan sebenarnya adalah kejadian normal.

Banyak ibu hamil yang mengalami kondisi ini, terutama pada trimester pertama dan trimester kedua kehamilan

Mengutip dari Narayana Health, rata-rata ibu hamil mengalami tensi rendah saat kehamilan saat memasuki usia 24 minggu.

Hal ini terjadi karena sirkulasi darah yang meluas selama kehamilan dan perubahan hormonal. Keduanya menyebabkan pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun.

Meski hal ini biasa terjadi, ada beberapa faktor lain yang juga menjadi penyebab tensi rendah saat hamil. Faktor-faktor ini meliputi:

Anemia

Kondisi kekurangan darah merah ini menjadi salah satu penyebab tensi rendah saat hamil. 

Perlu diketahui bahwa tekanan darah rendah belum tentu anemia, tetapi anemia dipastikan mengalami tensi rendah.

Bila ibu hamil memiliki tensi rendah saat hamil karena anemia, kondisi ini bisa memicu masalah yang lebih serius, yaitu:

Anemia pada ibu hamil yang sangat parah bisa menyebabkan kerusakan jantung dan otak, bahkan kematian.

Dehidrasi

Tensi rendah saat hamil juga bisa disebabkan oleh tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi.

Mengutip dari Intermountain Healthcare, kebutuhan cairan ibu hamil yang direkomendasikan adalah 2300 ml per hari. Ini setara dengan 8-12 gelas tiap harinya. 

Setiap hari, kadar air di dalam tubuh berkurang melalui keringat, urine, dan kotoran.

Selain itu, ibu juga harus berbagi kebutuhan air dengan janin.

Kekurangan cairan tubuh, dapat mengganggu kadar garam, mineral, dan perkembangan janin di tiap trimester kehamilan. 

Malnutrisi

Kondisi kesehatan ini tidak hanya dialami anak-anak, tetapi juga orang dewasa termasuk ibu hamil. 

Tensi rendah saat hamil bisa disebabkan karena tubuh kekurangan nutrisi. 

Pasalnya selain mencukupi kebutuhan diri sendiri, Anda juga perlu menunjang perkembangan janin.

Anda perlu mengonsumsi makanan sehat saat hamil, seperti buah, sayur, daging sapi atau ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Masalah pada jantung

Meski tensi rendah ketika hamil adalah hal umum, kondisi ini bisa menjadi tanda ada masalah pada jantung.

Mengutip dari  American Heart Association, ada masalah jantung yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah, yaitu:

  • Detak jantung lemah (bradikardia)
  • Masalah katup jantung
  • Gagal jantung

Masalah pada jantung ini membuatnya tidak bisa mengalirkan darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan janin.

Selain empat kondisi kesehatan di atas, tensi ibu hamil rendah juga disebabkan oleh kebiasaan yang kurang baik, seperti:

  • Terlalu lama berbaring di tempat tidur.
  • Berdiri terlalu cepat dari posisi duduk.
  • Berendam di air panas terlalu lama.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

Tak hanya itu saja, tekanan darah yang sangat rendah juga bisa menjadi tanda komplikasi pada awal kehamilan, seperti kehamilan ektopik

Dampak tensi rendah saat hamil pada bayi

makan pepaya saat hamil

Salah satu risiko utama yang ditakutkan jika memiliki tekanan darah rendah selama kehamilan adalah jatuh karena pingsan. 

Pasalnya, sebagian wanita dengan tensi rendah yang berdiri terlalu cepat setelah lama duduk atau berbaring sering kali mengalami keliyengan hingga pingsan.

Bagi ibu hamil, hal ini tentu berbahaya. 

Selain dapat melukai dirinya sendiri ketika jatuh, ibu hamil juga berisiko mengalami perdarahan yang dapat menyebabkan masalah pada organ dalamnya. 

Dalam kasus yang parah, tekanan darah terlalu rendah dapat menyebabkan syok atau kerusakan organ, yang menimbulkan risiko bagi kesehatan bayi.

Cara mengatasi tensi rendah saat hamil

efek makan MSG saat hamil

Dalam banyak kasus, tekanan darah akan kembali normal ketika memasuki trimester ketiga kehamilan. 

Perawatan tekanan darah rendah selama kehamilan sebenarnya bergantung pada riwayat penyakit serta kondisi kesehatan.

Namun, ibu hamil dapat mencoba beberapa langkah-langkah sederhana ini untuk mengurangi gejala:

  • Duduk atau berbaring jika merasa keliyengan, untuk menghindari jatuh.
  • Menghindari berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring.
  • Berbaring di sisi tubuh sebelah kiri, untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.
  • Gunakan pakaian longgar selama kehamilan.
  • Minum air putih 1500-2300 ml per hari.
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi selama kehamilan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk lebih jelasnya.

Kapan harus ke dokter?

dibius saat hamil

Ibu hamil harus segera mendapatkan penanganan darurat jika mengalami pusing atau pingsan disertai dengan gejala serius seperti:

  • Perdarahan saat hamil
  • Sakit kepala parah
  • Perubahan penglihatan atau pandangan kabur.
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Lemas atau mati rasa, terutama pada satu sisi tubuh.

Bila mengalami hal di atas, segera konsultasi ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alfa-Amilase

Alfa-amilase adalah test kadar enzim amilase dalam darah dan dapat digunakan untuk mendiagnosis pankreatitis akut. Baca proses dan penjelasan hasil tes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Anion Gap

Tes anion gap dapat membantu untuk mengidentifikasi adanya kelainan asam pada darah. Cari tahu definisi, proses, dan penjelasan hasil test.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 9 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

Faktor-faktor berikut ini mungkin turut andil dalam menentukan apakah bayi Anda perempuan atau laki-laki, tapi mungkin juga hanya kebetulan belaka.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tanda hamil atau haid

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit