Kapan Ibu Hamil Harus Bed Rest? Apa Saja Manfaatnya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Beberapa calon ibu mungkin pernah dianjurkan untuk bed rest oleh dokter. Terkadang, bed rest memang diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu untuk menjaga kesehatan ibu dan janinnya. Namun sayangnya, selama ini banyak ibu hamil yang dianjurkan untuk bed rest padahal sebetulnya tidak perlu-perlu amat alias tidak sesuai indikasi medis. Untuk meluruskannya, simak berbagai syarat dan manfaat bed rest saat hamil yang penting untuk Anda ketahui.

Kapan ibu harus bed rest saat hamil?

bed rest saat hamil

Jangan buru-buru sedih saat dokter mengharuskan Anda untuk bed rest saat hamil. Hal ini tentu dilakukan bukan tanpa sebab. Ya, dokter membuat keputusan ini tentu untuk menjaga kesehatan Anda dan calon bayi Anda selama masa kehamilan.

Pada dasarnya, bed rest saat hamil itu harus dilakukan sesuai indikasi medis. Namun biasanya, indikasi medis ini justru tidak berhubungan dengan kehamilannya. Contohnya ibu hamil dengan riwayat penyakit jantung dianjurkan untuk bed rest. Ini artinya, bed rest yang dilakukan tentu bukan karena adanya masalah pada kandungannya, tapi letak masalahnya justru pada jantung ibu.

Namun memang, ada kondisi tertentu yang membuat ibu hamil dianjurkan untuk bed rest, yaitu:

1. Kontraksi prematur

Ibu yang mengalami kontraksi prematur sering dianjurkan untuk bed rest saat hamil. Namun sebelumnya, penyebab kontraksi prematur itu sendiri tetap harus dicari dan ditangani terlebih dahulu. Pasalnya, dengan istirahat saja tentu tidak akan cukup untuk menghilangkan atau menangani kontraksi prematur tersebut.

Misalnya, ibu mengalami kontraksi prematur akibat infeksi tertentu. Nah, infeksi inilah yang harus ditangani terlebih dahulu supaya kontraksinya tidak terjadi terus-menerus. Setelah itu, barulah ibu dianjurkan untuk istirahat total sampai tubuhnya benar-benar pulih.

2. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah pada ibu hamil dapat meningkat karena berbagai kondisi, salah satunya preeklampsia. Kondisi tekanan darah tinggi ini bisa menjadi salah satu penyebab ibu hamil harus bed rest.

Akan tetapi, kondisi ini tentu harus dikendalikan terlebih dahulu sebelum ibu hamil diminta untuk istirahat alias bed rest. Menganjurkan bed rest saja tanpa mengendalikan tekanan darah tentu tidak akan membuat kesehatan ibu hamil jadi kembali normal.

3. Perdarahan di trimester pertama

Ibu yang mengalami perdarahan pada trimester awal sering kali dianjurkan untuk istirahat alias bed rest. Namun lagi-lagi, bed rest saja tidak akan cukup untuk mengembalikan kesehatan ibu jika perdarahan tersebut tidak ditangani terlebih dahulu.

Pertama, kita harus mengetahui penyebab perdarahannya terlebih dahulu. Jika penyebabnya bukan berasal dari kondisi kehamilan, misalnya karena polip atau kutil di mulut rahim, maka bed rest saja tentu tidak akan bisa menghilangkan polip tersebut. Alih-alih membuat ibu jadi lebih sehat, polip yang tidak ditangani justru bisa membahayakan kesehatan ibu.

Selanjutnya, polip tersebut harus diangkat terlebih dahulu supaya perdarahannya cepat berhenti. Barulah ibu hamil boleh bed rest total untuk memulihkan kesehatannya.

4. Kehamilan kembar

Sebetulnya, tidak semua hamil kembar dianjurkan untuk bed rest. Namun, ada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa kehamilan kembar memiliki komplikasi yang lebih besar daripada kehamilan tunggal, salah satunya berupa persalinan prematur.

Jika persalinan prematurnya muncul secara tiba-tiba, maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam cairan infus untuk menghilangkan kontraksi. Selama pemberian infus inilah ibu hamil dianjurkan untuk bed rest di rumah sakit sampai benar-benar pulih.

Apa saja manfaat bed rest saat hamil?

Bed rest saat hamil tentu dilakukan bukan tanpa sebab. Terlepas dari penyebabnya, tujuan utama dari bed rest total adalah membatasi aktivitas ibu. Ini bermanfaat untuk memulihkan kembali kondisi kesehatan ibu hamil supaya bayi dalam kandungannya juga tetap sehat selama masa kehamilannya.

Bagi Anda yang punya darah tinggi, bed rest saat hamil juga bisa membantu menormalkan tekanan darah. Lama-lama, tekanan darah Anda akan berangsur-angsur turun dan kembali normal.

Begitu juga bagi Anda yang sedang hamil kembar dan berisiko persalinan prematur, bed rest saat hamil bisa membantu mengistirahatkan tubuh dan mengurangi kontraksi berlebih.

Meski begitu, pastikan bed rest hanya dilakukan seperlunya. Ini karena bed rest sebetulnya tidak terbukti memberikan banyak manfaat terhadap kehamilan. Ibu hamil justru dituntut untuk tetap aktif dan produktif selama kehamilan.

Namun memang, bed rest mungkin diperlukan untuk indikasi medis tertentu, baik yang berhubungan dengan kehamilan atau tidak. Yang terpenting, cukup lakukan bed rest seperlunya karena bila terlalu lama dapat membahayakan ibu dan bayi.

Aturan bed rest saat hamil

olahraga saat bed rest

Meskipun diperlukan, namun ada beberapa aturan yang harus diperhatikan jika ibu hamil sedang bed rest.

Yang boleh dilakukan

Anda sebetulnya boleh melakukan apa pun di atas tempat tidur saat sedang bed rest. Mulai dari menonton TV, main game, dan mengerjakan tugas dari kantor. Begitu juga dengan mandi, buang air kecil, atau makan sambil duduk, semua ini boleh saja dilakukan. Namun dengan catatan, Anda harus kembali lagi ke tempat tidur untuk beristirahat.

Sebab menurut standar WHO, seorang ibu hamil justru tetap harus aktif meski sedang bed rest. Ibu hamil malah dianjurkan untuk bergerak aktif selama masa kehamilannya, sama seperti saat sebelum hamil. Entah itu mengurus rumah tangga, pergi bekerja, dan sebagainya. Jadi, jangan lantas memperlakukan ibu hamil seperti orang sakit.

Dilihat dari pola makannya, ibu hamil yang perlu banyak istirahat harus tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Pasalnya, gerakan usus Anda akan cenderung melambat karena kebanyakan tiduran, sehingga lama-lama dapat memicu sembelit saat hamil. Sebagai solusinya, perbanyaklah mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah serta banyak minum air putih supaya buang air besarnya lancar.

Namun, hal ini disesuaikan lagi dengan kondisi medis yang menjadi penyebab bed rest itu sendiri. Misalnya saja, Anda dianjurkan untuk bed rest karena mengalami kontraksi prematur. Dalam kondisi ini, Anda sebetulnya tidak memiliki pantangan makanan tertentu.

Lain halnya jika Anda punya gangguan jantung, maka Anda harus membatasi makanan tinggi lemak dan kolesterol. Pasalnya, kedua makanan ini dapat menghambat fungsi jantung dan memperparah penyakitnya. Lagi-lagi, hal ini disesuaikan lagi dengan indikasi medis pada masing-masing ibu hamil.

Yang tidak boleh dilakukan

Bagi Anda yang terbiasa olahraga tapi harus bed rest saat hamil, maka sebaiknya tunda dulu kebiasaan sehat ini. Ingat, bed rest mengharuskan Anda untuk mengistirahatkan tubuh dari berbagai aktivitas yang terlalu berat. Jadi, ini bukan berarti Anda bisa bebas berolahraga tanpa memperhatikan kesehatan Anda, ya.

Lantas, bagaimana dengan pijat saat hamil? Menurut saya, ibu hamil boleh saja melakukan pijat saat sedang bed rest. Akan tetapi, perhatikan bagian tubuh mana yang akan dipijat.

Jika Anda ingin pijat saat sedang bed rest, pilihlah bagian kaki dan tangan saja yang rentan mengalami pegal-pegal saat hamil. Hindari memijat area sekitar pinggang dan perut untuk melindungi kandungan Anda.

Perhatikan efek samping bed rest saat hamil

Sebetulnya, tidak ada patokan khusus mengenai seberapa lama ibu hamil harus bed rest. Menurut saya lebih cepat akan lebih baik. Begitu kesehatan Anda sudah membaik dan kembali normal, maka Anda boleh kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Perlu dicatat bahwa ibu hamil tidak boleh terlalu lama berdiam diri, entah itu kelamaan duduk atau tiduran. Bed rest yang terlalu lama memiliki efek samping yang bisa sangat membahayakan ibu hamil, di antaranya:

1. Tromboemboli

Tromboemboli adalah kondisi pembekuan darah pada pembuluh darah besar, biasanya muncul di daerah paha atau betis. Kalau pembekuan darah ini terbentuk, maka ibu akan merasakan nyeri yang luar biasa di daerah kaki.

Jika dibiarkan terlalu lama, bekuan darah ini bisa terlepas dan menyumbat pembuluh darah lainnya. Akibatnya, tromboemboli dapat menimbulkan rasa nyeri hebat pada tungkai bawah hingga berujung pada kematian.

2. Kenaikan berat badan berlebih

Kelamaan bed rest saat hamil bisa membuat berat badan Anda naik drastis. Bagaimana tidak, ibu hamil yang harus istirahat terus di tempat tidur tentu akan minim pergerakan, sedangkan asupan makanannya cenderung lebih banyak. Maka tak heran jika nantinya berat badan Anda akan cepat naik kalau kelamaan bed rest.

3. Kesehatan janin terganggu

Terlalu banyak berbaring, apalagi dengan posisi telentang, juga tidak baik untuk kesehatan janin. Pasalnya, aliran darah dari ibu ke janin jadi terhambat dan memicu gangguan pada kesehatan janin. Itulah kenapa, para ibu hamil dianjurkan untuk tidur miring, baik posisi miring ke kiri atau kanan, supaya aliran darah ke janin lebih lancar.

4. Bayi susah masuk panggul

Kelamaan tiduran di ranjang saat bed rest juga bisa menyebabkan bayi sulit masuk panggul. Hal ini nantinya dapat memperlambat dan mempersulit proses persalinan. Itu juga alasannya mengapa para ibu hamil dianjurkan untuk rajin jalan kaki supaya mempercepat kepala bayi turun ke panggul. Dengan begitu, proses pembukaan dan persalinan pun jadi lebih cepat.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 April 2020

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
periksa kehamilan pertama kali

Serba-serbi yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Hamil anak kembar mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang, tapi ada pula yang merasa cemas akan risiko yang dibawanya. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
hamil anak kembar

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Penyebab, Gejala, Hingga Cara Mengatasi Diare Saat Hamil

Meski bukan penyakit berbahaya, diare pada ibu hamil tak boleh disepelekan lho, Bu! Yuk, cari tahu informasi lengkapnya dalam artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Berbahayakah Bagi Janin Jika Perut Ibu Hamil Tertekan atau Terbentur?

Meski telah berhati-hati, bisa saja kecelakaan kecil terjadi saat hamil. Misalnya perut ibu hamil tertekan atau terbentur sesuatu. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jus untuk Ibu Hamil yang Menyehatkan Kehamilan dan Janin

Jika Anda bosan makan buah potong saat hamil, bagaimana jika dibuat jus buah? Apa saja jus untuk ibu hamil yang menyehatkan kehamilan dan janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Bed Rest Saat Hamil: Untuk Apa, dan Siapa yang Membutuhkannya?

Beberapa ibu hamil mungkin diharuskan untuk bed rest saat hamil. Ini dilakukan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Apa yang harus dilakukan?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
janin berhenti bergerak

Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
plasenta previa adalah

Plasenta Previa: Gejala, Penyebab, dan Pilihan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit