Cara Mengatasi Kaki Bengkak dan Sesak Napas Saat Hamil Trimester Ketiga

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Apakah Anda mengalami napas pendek dan kaki bengkak saat hamil? Jangan khawatir, kondisi ini sangat wajar terjadi apalagi saat memasuki trimester akhir kehamilan. Penelitian tahun 2015 yang dilakukan oleh dr. Sorel Goland dari Kaplan Medical Center, Israel, menyatakan sekitar 60 hingga 70 persen wanita mengalami kondisi ini selama kehamilannya.

Penyebab dan cara mengatasi kaki bengkak saat hamil di trimester ketiga

Penyebab kaki bengkak

Selama kehamilan, tubuh memproduksi sekitar 50 persen tambahan darah dan cairan untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang berkembang. Kaki bengkak saat hamil adalah fase normal yang pasti dilalui akibat pertambahan volume darah serta cairan. Bengkak juga dapat terjadi karena berbagai faktor seperti terlalu lama berdiri atau terlalu banyak mengonsumsi garam dan kafein.

Meski terkadang bisa terjadi di tangan, pembengkakan umumnya hanya menyerang kaki dan pergelangannya. Cairan ini cenderung menyatu di tubuh bagian bawah. Kelebihan cairan ini sangat diperlukan untuk melunakkan tubuh saat bayi semakin berkembang.

Cairan tambahan ini juga membantu mempersiapkan sendi panggul dan jaringan untuk membuka saat kelahiran. Meski bengkak pada saat hamil merupakan kondisi yang normal, Anda tetap perlu waspada jika bengkak tersebut disertai peningkatan tekanan darah. Hal ini dapat menjadi pertanda Anda mengalami preeklampsia dan perlu konsultasi ke dokter segera.

Cara mengatasi kaki bengkak

Untuk mengatasi kaki yang bengkak saat hamil, coba lakukan beberapa tips berikut:

  • Jangan berdiri terlalu lama
  • Angkat kaki saat duduk maupun tidur, misalnya dengan mengganjal pakai bantal
  • Hindari asupan garam berlebih karena justru bisa memperparah pembengkakan
  • Minum air yang cukup agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga
  • Kompres kaki yang bengkak dengan es atau air dingin
  • Pakai kaos kaki dan sepatu yang nyaman, jangan memakai sepatu berhak tinggi

Penyebab dan cara mengatasi sesak napas di trimester ketiga

nyeri ligamen perut bawah hamil

Penyebab sesak napas

Di trimester ketiga kehamilan, bayi tumbuh dan terus mendorong rahim melawan diafragma Anda. Oleh karena itu, diafragma biasanya bergerak naik 4 cm dari posisi sebelum hamil. Akibatnya, paru-paru menjadi agak tertekan sehingga Anda tidak bisa mengambil udara sebanyak-banyaknya pada setiap tarikan napas.

Namun, ini bukan berarti Anda akan kekurangan oksigen. Hanya saja, pada saat yang sama kapasitas paru-paru menurun akibat rahim yang terus melebar dan bayi yang terus membesar. Hal ini akhirnya menyebabkan pusat pernapasan di otak dirangsang oleh hormon progesteron untuk membuat Anda mengambil napas lebih lambat.

Akan tetapi, meski setiap napas membawa lebih sedikit udara, udara tetap berada di paru-paru lebih sehingga kebutuhan oksigen Anda dan juga si kecil terpenuhi dengan baik.

Cara mengatasi sesak napas

Untuk mengatasi sesak napas saat kehamilan semakin besar, lakukan berbagai cara berikut:

1. Berdiri dan duduk dengan tegak

Usahakan tetap tegak, baik saat duduk maupun berdiri. Postur tegak membantu rahim menjauh dari diafragma. Posisikan bahu mengarah ke belakang dengan kepala yang terangkat. Meski awalnya terasa sulit, Anda perlu membiasakannya.

2. Olahraga

Latihan aerobik sederhana membantu meningkatkan laju pernapasan dan menurunkan denyut nadi. Dengan begitu, rasa sesak akan jauh lebih berkurang. Anda juga bisa mencoba prenatal yoga dengan ahlinya. Latihan yang satu ini berfokus pada olah napas dan peregangan ekstra yang akan membantu memperbaiki postur sehingga ruang untuk bernapas semakin besar.

3. Tidur dengan bantal penyangga

Jika rasa sesak ini semakin buruk saat Anda tidur, maka usahakan untuk meletakkan bantal penyangga di punggung bagian atas. Gunanya untuk  menarik rahim ke bawah sehingga paru-paru lebih banyak ruang. Kemudian, tidur dengan posisi menyamping ke kiri.

4. Beraktivitas semampunya

Meski Anda termasuk orang yang aktif dan tidak bisa diam, saat hamil Anda perlu menyadari bahwa kemampuan tubuh tak lagi sama. Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas secara berlebihan saat Anda sudah merasa lelah dengan napas yang tersengal. Dengarkan sinyal dari tubuh agar tahu kapan perlu memulai dan berhenti beraktivitas.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 6, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 30, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca