Pakai Baju Ketat Saat Hamil, Apa Risikonya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda dan suami mungkin ingin menunjukkan si anugerah kecil bagi keluarga Anda dengan pakai baju ketat saat hamil. Saat ini, memamerkan kehamilan memang sudah jadi hal yang lumrah. Maka, banyak ibu-ibu hamil sengaja memakai baju ketat saat hamil supaya perutnya semakin tampak jelas. Namun, para dokter kandungan sebenarnya tak menyarankan ibu hamil untuk pakai baju yang terlalu sesak atau ketat. Berikut adalah alasan-alasannya.

Benarkah pakai baju ketat saat hamil bikin keguguran?

Banyak orang percaya pakai baju ketat bisa membuat adik bayi dalam kandungan terhimpit, bahkan sampai keguguran. Pada kenyataannya, belum ada kasus keguguran kandungan karena ibu hamil mengenakan pakaian yang terlalu ketat. Pakaian yang ketat biasanya tak sekuat itu hingga bisa menyebabkan janin atau rahim tergencet.

Risiko pakai baju ketat saat hamil

Meskipun pakai baju ketat saat hamil tak bisa bikin keguguran, ada beberapa risiko yang sebaiknya Anda hindari. Ini dia akibat-akibat dari pakai baju ketat saat hamil.

1. Menghambat aliran darah

Pada saat kehamilan, ibu dan bayi membutuhkan suplai darah yang lebih banyak dan lancar. Maka, volume darah dalam tubuh ibu hamil pun meningkat kira-kira hingga 50% dari orang biasa. Pakaian yang terlalu ketat bisa menghambat aliran darah tersebut. Jantung pun harus bekerja lebih keras lagi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Belum lagi karena aliran darah tidak lancar, Anda mungkin jadi lebih sering kesemutan.

2. Memicu maag (heartburn)

Hindari memakai baju yang terlalu ketat, terutama di daerah perut dan pinggang. Pasalnya, proses pencernaan ibu hamil lebih lambat dari orang-orang pada umumnya. Kalau makanan yang menumpuk di lambung dan belum selesai dicerna ditekan dari luar, asam lambung dan makanan tersebut bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan maag.

3. Infeksi ragi vagina

Hati-hati kalau Anda pakai legging, celana jins ketat, atau pakaian dalam yang sesak. Ibu hamil biasanya memproduksi cairan vagina lebih banyak. Area kewanitaan Anda pun jadi lebih lembap. Kalau tidak ada sirkulasi udara di area tersebut, bakteri dan ragi akan berkembang biak dengan pesat. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi ragi vagina.

4. Nyeri punggung, kaki, dan dada

Jika selama ini Anda mengalami nyeri di bagian-bagian tubuh seperti punggung, kaki, dada, dan perut, mungkin karena Anda masih sering pakai baju ketat saat hamil. Baju yang ketat akan menghambat aliran darah dan menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu.

Pakaian yang aman untuk ibu hamil

Supaya terhindar dari beragam risiko pakai baju ketat saat hamil, gunakan pakaian yang longgar, menyerap keringat, dan nyaman. Pakai celana jins masih cukup aman, tetapi pastikan bagian pinggangnya cukup lebar untuk menopang perut Anda. Anda bisa memilih pakaian khusus ibu hamil atau belilah pakaian dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda bayi akan lahir

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat flu ibu hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit