home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Ibu Hamil Harus Bed Rest? Apa Saja Syarat dan Manfaatnya?

Kapan Ibu Hamil Harus Bed Rest? Apa Saja Syarat dan Manfaatnya?

Beberapa calon ibu mungkin pernah dianjurkan untuk bed rest oleh dokter. Terkadang, bed rest memang diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Namun sayangnya, ada juga ibu hamil yang dianjurkan istirahat padahal tidak perlu dan tidak sesuai indikasi medis. Untuk meluruskannya, simak berbagai syarat dan manfaat bed rest saat hamil yang penting untuk Anda ketahui.

Kapan ibu harus bed rest saat hamil?

bed rest saat hamil

Jangan buru-buru sedih saat dokter mengharuskan Anda untuk bed rest saat hamil. Hal ini tentu dilakukan bukan tanpa sebab.

Ya, dokter membuat keputusan ini tentu untuk menjaga kesehatan Anda dan calon bayi selama masa kehamilan.

Sesuai dengan namanya, bed rest saat hamil artinya adalah istirahat di tempat tidur, rumah, atau rumah sakit, serta membatasi akitivitas yang biasa dilakukan.

Pada dasarnya, syarat utama bed rest saat hamil adalah harus dilakukan sesuai indikasi medis.

Namun, tidak menutup kemungkinan keluhan ibu hamil atau indikasi medis ini justru tidak berhubungan dengan kehamilannya.

Sebagai contoh, ibu hamil dengan riwayat penyakit jantung dianjurkan untuk bed rest.

Bed rest pada kondisi ini artinya dilakukan tentu bukan karena adanya masalah pada kandungannya, tetapi letak masalahnya justru pada jantung ibu.

Perlu diketahui, ada pula kondisi atau syarat tertentu yang membuat ibu hamil dianjurkan untuk bed rest, yaitu:

1. Kontraksi prematur

Kontraksi prematur kerap menjadi salah satu penyebab yang membuat ibu dianjurkan untuk bed rest saat hamil muda (trimester pertama kehamilan).

Namun, penyebab kontraksi prematur itu sendiri tetap harus dicari dan ditangani terlebih dahulu.

Pasalnya, dengan istirahat saja tentu tidak akan cukup untuk menghilangkan atau menangani kontraksi prematur tersebut.

Sebagai contoh, ibu mengalami kontraksi prematur akibat infeksi tertentu. Nah, infeksi inilah yang harus ditangani terlebih dahulu supaya kontraksinya tidak terjadi terus-menerus.

Setelah itu, barulah ibu dianjurkan untuk istirahat total sampai tubuhnya benar-benar pulih.

2. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah pada ibu hamil dapat meningkat karena berbagai kondisi, salah satunya preeklampsia.

Kondisi tekanan darah tinggi ini bisa menjadi salah satu penyebab dan syarat bed rest saat hamil.

Akan tetapi, kondisi ini tentu harus dikendalikan terlebih dahulu sebelum ibu hamil diminta untuk istirahat atau bed rest.

Menganjurkan bed rest saja tanpa mengendalikan tekanan darah tentu tidak akan membuat kesehatan ibu hamil jadi kembali normal.

3. Perdarahan di trimester pertama

Ibu hamil juga direkomendasian untuk melakukan bed rest karena perdarahan. Apalagi, kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi di trimester awal kehamilan.

Namun, lagi-lagi, bed rest saja tidak akan cukup untuk mengembalikan kesehatan ibu jika saat flek tau perdarahan tersebut tidak ditangani terlebih dahulu.

Pertama, Anda harus mengetahui apa penyebab perdarahannya terlebih dahulu.

Jika penyebabnya bukan berasal dari kondisi kehamilan, misalnya karena polip rahim atau kutil di mulut rahim, bed rest saja tentu tidak akan bisa menghilangkan polip tersebut.

Alih-alih membuat ibu jadi lebih sehat, polip yang tidak ditangani justru bisa membahayakan kesehatan ibu. Maka dari itu, polip harus diangkat agar perdarahan cepat berhenti.

Lalu, setelah itu ibu hamil boleh bed rest total untuk memulihkan kesehatannya.

4. Kehamilan kembar

Sebetulnya, tidak semua kehamilan kembar dianjurkan atau menjadi syarat bed rest saat hamil.

Namun, ada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa kehamilan kembar memiliki komplikasi lebih besar daripada kehamilan tunggal, seperti persalinan prematur.

Jika persalinan prematur muncul secara tiba-tiba, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam cairan infus untuk menghilangkan kontraksi.

Selama pemberian infus inilah ibu hamil dianjurkan untuk bed rest di rumah sakit sampai benar-benar pulih.

Aturan atau syarat bed rest saat hamil

syarat bed rest saat hamil

Bed rest saat hamil adalah hal yang perlu dilakukan jika dokter menganjurkannya. Namun, ada beberapa aturan atau syarat bed rest saat hamil yang juga perlu diperhatikan ibu, di antaranya adalah:

Hal yang boleh dilakukan

1. Tetap beraktivitas

Anda sebetulnya boleh melakukan apa pun di atas tempat tidur saat sedang bed rest, mulai dari menonton TV, main game, dan mengerjakan tugas dari kantor.

Begitu juga dengan mandi, buang air kecil, atau makan sambil duduk, semua ini boleh saja dilakukan.

Namun dengan catatan, Anda harus kembali lagi ke tempat tidur untuk beristirahat.

Menurut standar WHO, seorang ibu hamil justru tetap harus aktif meski sedang bed rest.

Ibu hamil malah dianjurkan untuk bergerak aktif selama masa kehamilannya, sama seperti saat sebelum hamil.

Entah itu mengurus rumah tangga, pergi bekerja, dan sebagainya. Jadi, jangan lantas memperlakukan ibu hamil seperti orang sakit.

2. Mengonsumsi makanan bergizi

Syarat lainnya dari bed rest saat hamil selain beristirahat adalah harus tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Pasalnya, gerakan usus Anda akan cenderung melambat karena lebih sering telentang, sehingga lama-lama dapat memicu sembelit saat hamil.

Sebagai solusinya, perbanyaklah mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah serta banyak minum air putih supaya buang air besarnya lancar.

Namun, hal ini disesuaikan lagi dengan kondisi medis yang menjadi penyebab bed rest saat hamil itu sendiri.

Sebagai contoh, ibu hamil dianjurkan untuk bed rest karena mengalami kontraksi prematur. Dalam kondisi ini, Anda sebetulnya tidak memiliki pantangan makanan tertentu.

Lain halnya jika Anda punya gangguan jantung, batasi makanan tinggi lemak dan kolesterol.

Pasalnya, kedua makanan ini dapat menghambat fungsi jantung dan memperparah penyakitnya. Lagi-lagi, hal ini disesuaikan lagi dengan indikasi medis ibu hamil.

Hal yang tidak boleh dilakukan

1. Olahraga

Ada syarat yang sebaiknya tidak dilakukan pada bed rest saat hamil seperti olahraga.

Ingat, bed rest mengharuskan Anda untuk mengistirahatkan tubuh dari berbagai aktivitas yang terlalu berat.

Jadi, ini bukan berarti Anda bisa bebas berolahraga tanpa memperhatikan kesehatan, ya.

2. Melakukan pijat

Lantas, bagaimana dengan pijat saat hamil? Menurut saya, ibu hamil boleh saja melakukan pijat saat sedang bed rest. Akan tetapi, perhatikan bagian tubuh mana yang akan dipijat.

Jika Anda ingin pijat saat sedang bed rest, pilihlah bagian kaki dan tangan saja yang rentan mengalami pegal pada masa kehamilan.

Hindari memijat area sekitar pinggang dan perut untuk melindungi kandungan Anda.

Apa saja manfaat bed rest saat hamil?

Adanya syarat bed rest saat hamil muda tentu dilakukan bukan tanpa sebab.

Terlepas dari penyebabnya, tujuan utama dari bed rest total adalah membatasi aktivitas ibu.

Ini bermanfaat untuk memulihkan kembali kondisi kesehatan ibu hamil supaya bayi dalam kandungannya juga tetap sehat selama masa kehamilan.

Bagi Anda yang mempunyai kondisi hipertensi atau darah tinggi, bed rest saat hamil juga bisa membantu menormalkan tekanan darah.

Lama kelamaan, tekanan darah Anda akan berangsur-angsur turun dan kembali normal.

Begitu juga bagi Anda yang sedang hamil kembar dan berisiko persalinan prematur, bed rest bisa membantu mengistirahatkan tubuh dan mengurangi kontraksi berlebih.

Meski begitu, pastikan bed rest hanya dilakukan seperlunya. Ini karena bed rest sebetulnya tidak terbukti memberikan banyak manfaat terhadap kehamilan.

Ibu hamil justru dituntut untuk tetap aktif dan produktif selama kehamilan.

Namun, bed rest mungkin diperlukan untuk indikasi medis tertentu, baik yang berhubungan dengan kehamilan atau tidak.

Hal yang paling penting, cukup lakukan bed rest saat hamil seperlunya karena bila terlalu lama dapat membahayakan ibu dan bayi.

Perhatikan efek samping bed rest saat hamil

efek samping dari syarat bed rest saat hamil

Sebetulnya, tidak ada patokan atau syarat khusus mengenai seberapa lama ibu hamil harus bed rest. Menurut saya lebih cepat akan lebih baik.

Begitu kesehatan sudah membaik dan kembali normal, Anda boleh kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Perlu dicatat bahwa ibu hamil tidak boleh terlalu lama berdiam diri, entah itu kelamaan duduk atau tiduran.

Bed rest yang terlalu lama memiliki efek samping yang bisa sangat membahayakan ibu hamil, di antaranya:

1. Tromboemboli

Tromboemboli adalah kondisi pembekuan darah pada pembuluh darah besar, biasanya muncul di daerah paha atau betis.

Apabila pembekuan darah ini terbentuk, ibu akan merasakan nyeri yang luar biasa di daerah kaki.

Jika dibiarkan terlalu lama, bekuan darah ini bisa terlepas dan menyumbat pembuluh darah lainnya.

Akibatnya, tromboemboli dapat menimbulkan rasa nyeri hebat pada tungkai bawah hingga berujung pada kematian.

2. Kenaikan berat badan berlebih

Apabila syarat bed rest saat hamil terlalu lama dilakukan, hal ini bisa membuat berat badan Anda naik drastis.

Bagaimana tidak, ibu hamil yang harus istirahat terus di tempat tidur tentu akan minim pergerakan, sedangkan asupan makanannya cenderung lebih banyak.

Maka dari itu, tidak heran jika nantinya berat badan Anda akan cepat naik kalau kelamaan bed rest.

3. Kesehatan janin terganggu

Terlalu banyak berbaring saat melakukan bed rest, apalagi dengan posisi telentang, juga tidak baik untuk kesehatan janin.

Pasalnya, aliran darah dari ibu ke janin jadi terhambat dan memicu gangguan pada kesehatan janin.

Itulah kenapa, para ibu hamil dianjurkan untuk tidur miring, baik posisi miring ke kiri atau kanan, supaya aliran darah ke janin lebih lancar.

4. Bayi susah masuk panggul

Kelamaan tiduran di ranjang pada syarat bed rest saat hamil juga bisa menyebabkan bayi sulit masuk panggul.

Hal ini nantinya dapat memperlambat dan mempersulit proses persiapan persalinan di trimester ketiga kehamilan.

Itu juga alasannya mengapa para ibu hamil dianjurkan untuk rajin jalan kaki supaya mempercepat kepala bayi turun ke panggul. Dengan begitu, proses pembukaan dan persalinan pun jadi lebih cepat

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
Ditulis oleh dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
Tanggal diperbarui 28/01/2021
x