Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

5 Manfaat Melon untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 06/10/2021

    5 Manfaat Melon untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

    Bagi ibu hamil, buah seperti melon memiliki manfaat untuk meredakan rasa mual. Buah yang satu ini memiliki rasa manis dan teksturnya empuk sehingga sering dikonsumsi sebagai makanan penutup.

    Apa saja manfaat melon untuk masa kehamilan dan perkembangan janin? Berikut penjelasannya.

    Manfaat melon untuk ibu hamil

    Melon merupakan buah yang mudah ibu temui di pasar tradisional sampai modern.

    Buah manis berdaging hijau kekuningan ini sering menjadi hidangan pencuci mulut, topping salad buah, atau rujak.

    Tidak hanya lezat, melon juga menyimpan manfaat untuk kesehatan tubuh.

    Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram atau satu porsi buah melon segar mengandung gizi sebagai berikut.

    • Air: 80 ml
    • Karbohidrat: 7,8 gram (g)
    • Serat: 1 g
    • Kalsium: 12 miligram (mg)
    • Fosfor: 14 mg
    • Kalium: 167 mg

    Melon juga tinggi vitamin dan mineral seperti vitamin B, K, A, dan seng. Untuk lebih jelasnya, berikut manfaat melon bagi ibu hamil.

    1.Mencegah dehidrasi

    Dari 100 gram melon, kandungan air di dalamnya mencapai 80 ml. Artinya, melon bisa membuat tubuh terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan.

    Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan cairan ibu hamil sekitar 2650 ml per hari.

    Ibu sangat membutuhkan cairan untuk menunjang perkembangan janin dan kesehatan diri sendiri.

    Pasalnya, kekurangan cairan pada ibu hamil bisa memicu komplikasi kehamilan, contohnya air ketuban sedikit dan hiperemesis gravidarum (mual dan muntah parah).

    2. Menjaga kesehatan pembuluh darah

    hamil 7 bulan

    Bila merujuk pada Data Komposisi Pangan Indonesia, melon tinggi kandungan kalium yang mencapai 167 mg.

    Kalium berperan dalam membantu kesehatan pembuluh darah dan jantung, mengurangi kram kaki, dan menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh.

    Semua kondisi tersebut adalah keluhan ibu hamil yang paling umum dan membuat tidak nyaman.

    3. Mengurangi risiko sembelit

    Dalam 100 gram melon, mengandung 1 gram serat yang berfungsi untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil.

    Memang kandungan serat di dalam melon tidak sebanyak buah lain. Namun, cukup sebagai awalan bagi ibu yang belum terbiasa makan makanan tinggi serat.

    Kondisi sembelit saat hamil bisa terjadi karena ukuran rahim yang membesar seiring dengan perkembangan tubuh janin.

    Untuk mengatasi sembelit, ibu bisa mengonsumsi 200 gram melon 2-3 kali dalam seminggu. Perhatikan porsinya karena kalau terlalu banyak bisa memicu diare.

    4. Membantu pembentukan kolagen

    Melon mengandung vitamin C sebanyak 37 mg dalam 100 gram. Vitamin C bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan pembentukan kolagen.

    Kolagen merupakan protein yang memelihara dan memperbaiki jaringan kulit.

    Tentu ini menjadi kabar baik untuk ibu hamil yang tidak mengalami pregnancy glow sehingga bisa lebih cerah dengan rutin makan melon.

    5. Mengurangi risiko cacat lahir pada bayi

    RDS pada bayi

    Bagaimana melon bisa mengurangi risiko cacat lahir pada bayi? Lewat kandungan asam folat di dalamnya.

    Berdasarkan penelitian dari Foods, 100 gram melon yang berwarna hijau kekuningan mengandung 7,82 mcg asam folat.

    Melon yang mengandung asam folat bermanfaat untuk mengurangi risiko cacat lahir pada bayi seperti:

    • spina bifida,
    • anencephaly (kondisi otak belum berkembang sempurna), dan
    • encephalocele (jaringan otak menonjol keluar lewat lubang tenggorokan).

    Mengutip dari Mayo Clinic, kebutuhan asam folat ibu hamil terutama pada trimester pertama sekitar 400-600 mcg dalam sehari.

    Ibu hamil bisa makan melon dengan memotong langsung atau mencampurnya menjadi salad buah sebagai variasi.

    Mengingat ada banyak manfaat melon untuk ibu hamil dan perkembangan janin, sebaiknya rutin mengonsumsi buah ini, misalnya satu minggu 2-3 kali.

    Disclaimer

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 06/10/2021

    Iklan

    Apakah artikel ini membantu?

    Iklan
    Iklan