Manfaat Yodium untuk Bumil dan Sumber Makanannya

Manfaat Yodium untuk Bumil dan Sumber Makanannya

Yodium merupakan salah satu jenis mineral yang dibutuhkan selama kehamilan. Asupan yodium selama kehamilan tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan ibu hamil, tapi juga berpengaruh pada kesehatan janin.

Kebutuhan yodium wanita yang tidak hamil adalah 150 mikrogram (mcg) per hari, sedangkan ibu hamil membutuhkan setidaknya 220–290 mcg yodium setiap harinya.

Lantas, bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut dan apa saja manfaat mineral ini selama kehamilan?

Manfaat yodium untuk ibu hamil

Manfaat yodium untuk ibu hamil

Fungsi utama yodium selama kehamilan adalah meningkatkan produksi hormon dari kelenjar tiroid.

Hormon tiroid berfungsi menjaga perkembangan otak janin selama di dalam kandungan serta pada bayi pascakelahiran.

Berikut merupakan manfaat lengkap yodium untuk ibu hamil.

  • Mendukung perkembangan fisik dan otak janin.
  • Menjaga berat badan janin.
  • Mencegah kelahiran prematur hingga keguguran.
  • Mencegah masalah pendengaran pada bayi.
  • Memenuhi kebutuhan gizi ibu selama menyusui.

Asupan yodium yang diberikan selama masa kehamilan juga akan membuat kemampuan membaca dan berbicara anak lebih baik dibandingkan dengan ibu hamil yang kekurangan yodium.

Mengutip laman Mother to Baby, yodium juga meningkatkan potensi kehamilan bagi Anda yang sedang mengupayakannya.

Sumber yodium untuk ibu hamil

sumber yodium untuk ibu hamil

Yodium bukanlah mineral yang bisa diproduksi oleh tubuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memilih makanan dan minuman yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya.

Garam memang merupakan salah satu sumber yodium yang banyak digunakan. Namun, Anda tidak bisa menjadikan garam sebagai satu-satunya sumber pemenuhan yodium selama kehamilan.

Berikut merupakan pilihan sumber yodium selain garam untuk ibu hamil.

1. Rumput laut

Ibu hamil bisa mengonsumsi rumput laut sebagai salah satu sumber yodium serta beberapa mineral lainnya.

Pilihlah rumput laut cokelat seperti kelp karena varian tersebut memiliki kandungan yodium tertinggi. Anda bisa memilih rumput laut kering untuk dikonsumsi selama kehamilan.

Ibu hamil hanya disarankan makan rumput laut satu minggu sekali. Selain itu, pastikan bahwa bahan lain di dalam produk rumput laut tidak membahayakan Anda maupun janin.

2. Telur

Sumber yodium untuk ibu hamil yang paling mudah ditemukan yaitu telur.

Dalam satu butir telur seberat 50 gram, Anda bisa mendapatkan 20 mcg yodium atau sekitar 16% kebutuhan yodium harian.

Kandungan yodium terbesar terdapat pada bagian kuning telur. Tidak hanya yodium, telur juga mengandung zat gizi lainnya yang baik untuk kehamilan, seperti asam folat, zat besi, hingga omega-3.

3. Susu

Selain memenuhi kebutuhan kalsium, susu untuk ibu hamil rupanya juga dapat memenuhi kebutuhan yodium selama kehamilan.

Menurut informasi seputar sumber yodium dari University Hospitals Coventry and Warwickshire (UHCW), di dalam 200 ml susu sapi terkandung 50–80 mcg yodium.

Anda juga bisa mendapatkan yodium dari produk olahan susu, seperti yoghurt dan keju. Akan tetapi, nilai yodium di dalamnya umumnya lebih rendah.

4. Beragam seafood

Seafood juga merupakan sumber yodium yang baik untuk ibu hamil. Anda bisa mendapat asupan yodium dari udang, kerang, hingga kepiting.

Namun, pastikan untuk memasak seafood sampai benar-benar matang untuk mengurangi risiko infeksi bakteri. Pastikan Anda juga tidak memiliki alergi pada makanan laut yang dipilih.

5. Ikan tuna

Tuna merupakan salah stau jenis ikan yang tinggi akan kandungan yodium. Meski begitu, ibu hamil sebaiknya memilih jenis tuna yang lebih kecil, seperti skipjack atau cakalang.

Pasalnya, ikan tuna berukuran besar justru memiliki kandungan merkuri yang lebih banyak dan tidak baik untuk kesehatan.

6. Sumber lainnya

Anda juga bisa mendapatkan asupan yodium dari daging sapi, ayam, dan kacang-kacangan. Sesuaikan sumber makanan dengan kondisi kesehatan Anda.

Yodium juga tersedia dalam bentuk suplemen. Akan tetapi, ibu hamil direkomendasikan untuk mendapatkan yodium langsung dari sumber utamanya.

Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen makanan selama kehamilan, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Apa akibat kekurangan yodium pada ibu hamil?

akibat kekurangan yodium pada ibu hamil

Ibu hamil yang kekurangan yodium umumnya berisiko mengalami hipotiroidisme atau kadar hormon tiroid yang rendah.

Hipotiroidisme pada ibu hamil akan membuat janin tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Keadaan tersebut dikhawatirkan membuat bayi lahir cacat atau memiliki berat badan yang rendah.

Ciri-ciri bayi yang mengalami hipotiroidisme yaitu bentuk lidahnya besar dan wajahnya membengkak. Mereka biasanya juga mengalami pertumbuhan dan pubertas yang lebih lambat dibandingkan bayi seusianya.

Selain itu, kekurangan yodium saat hamil juga bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga bayi lahir mati atau stillbirth.

Ibu hamil yang kekurangan yodium umumnya mengalami pembengkakan kelenjar tiroid atau gondok (bisa juga ditemui pada bayi yang dilahirkan), kontraksi otot yang sulit dikendalikan, masalah pencernaan, hingga depresi.

Meski begitu, ibu hamil juga tidak disarankan mengonsumsi yodium secara berlebihan. Meski jarang ditemukan, asupan yodium berlebih dapat meningkatkan risiko hipertiroidisme yang juga tidak baik untuk kehamilan.

Anda bisa memastikan kebutuhan yodium selama kehamilan dengan memeriksa kadar yodium dalam tubuh. Dokter Anda akan melakukannya dengan uji kadar hormon tiroid melalui tes darah.

Serba-serbi yodium untuk ibu hamil

  • Kebutuhan yodium ibu hamil yaitu 220–290 mcg setiap harinya.
  • Yodium membantu perkembangan otak janin, menjaga berat janin sampai kelahiran, serta mengurangi risiko kelahiran prematur.
  • Selain garam, yodium bisa didapatkan dari rumput laut, telur, susu, udang, dan ikan tuna.
  • Kekurangan yodium saat hamil bisa menghambat tumbuh kembang janin hingga meningkatkan risiko keguguran.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan