backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Suka Mi Instan? Ini Cara Makan Mi Instan agar Lebih Sehat

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 08/11/2022

Suka Mi Instan? Ini Cara Makan Mi Instan agar Lebih Sehat

Mi instan memang terasa enak dan menggiurkan. Namun, Anda perlu tahu cara sehat makan mi instan agar terhindar dari masalah kesehatan. Pasalnya, mi instan mengandung sodium tinggi dan minim zat gizi bermanfaat.

Lantas, bagaimana cara memasak dan mengonsumsi mi instan agar tubuh tetap sehat?

Cara sehat makan mi instan

Makan mi instan sekali-kali saat sedang ingin atau terdesak, mungkin masih wajar.

Namun Anda perlu menghindari makan mi instan setiap hari atau terlalu sering.

Sebagai makanan olahan atau ultra proses, mi instan lebih banyak mengandung karbohidrat, lemak jenuh, dan natrium atau garam tinggi.

Agar tidak terlalu merasa bersalah saat ingin mengonsumsinya, simak cara sehat makan mi instan berikut ini. 

1. Buat bumbu sendiri

cara sehat makan mi instan
Sumber: Live Japan

Cara sehat makan mi instan yang pertama dimulai dengan membuang atau mengurangi penggunaan bumbu yang tersedia dalam kemasan.

Biasanya bumbu bawaan kemasan mengandung natrium tinggi, yaitu 1500 mg.

Sementara asupan garam harian yang direkomendasikan hanya sebanyak 1500 – 2000 mg atau setara dengan 1 sendok teh per hari.

Untuk mengatasinya, Anda bisa membuat sendiri bumbu pengganti yang terbuat dari bahan alami seperti:

  • bawang putih, 
  • bawang merah, 
  • kecap,
  • minyak wijen,
  • merica, dan 
  • kaldu.

Selain lebih alami, Anda dapat berkreasi dengan berbagai rempah untuk menghasilkan mi yang kaya cita rasa nusantara, seperti mi tek-tek dan mi goreng jawa.

Artinya, semakin sedikit Anda menggunakan bumbu kemasan mi instan, semakin kecil risiko akibat asupan garam berlebih.

2. Campurkan dengan sayur

Tak ingin merasa terlalu bersalah saat kebanyakan makan mi?

Mencampurkan banyak sayuran juga bisa jadi salah satu cara sehat makan mi instan yang harus Anda coba.

Sayuran dapat menyediakan zat gizi penting untuk kesehatan seperti kalium, serat, folat, vitamin A, dan vitamin C.

Bahkan, kandungan fitonutrien seperti flavonoid pada sayuran bisa bantu mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas.

Salah satu jenis sayuran yang biasanya cocok untuk dicampurkan pada makanan seperti mi instan adalah sayuran cruciferous.

Sayuran ini termasuk dalam golongan tanaman Brassica yang memiliki bentuk kelopak khas seperti kubis, brokoli, selada air, dan kembang kol.

Selain sayuran cruciferous, jenis sayuran lain yang bisa Anda masukkan dalam mi instan yakni:

  • pakcoy, 
  • sawi hijau, 
  • sawi putih, 
  • kecambah, 
  • bawang bombai, dan 
  • daun bawang.

Menambahkan sayuran untuk mie instan tidak hanya membuat makanan cepat saji ini lebih sehat, tapi juga memperkaya rasa.

3. Tambahkan sumber protein

mie ramen

Cara membuat mi instan yang lebih sehat berikutnya yaitu dengan memasukkan sumber protein pilihan Anda. 

Anda dapat menambahkan telur ke dalam sup mie seperti telur rebus, telur dadar, atau telur mata sapi.

Namun, Anda perlu memperhatikan cara menggoreng telur yang tepat, misalnya dengan sedikit minyak untuk mengurangi asupan lemak jenuh

Jika telur tidak cocok untuk Anda, cobalah menambahkan irisan daging ayam bagian dada atau daging sapi tanpa lemak. 

Untuk menambah rasa ekstra pada daging, Anda bisa menumisnya cepat dengan garam dan merica atau kecap asin sebelum menambahkannya ke dalam mi.

Tak hanya sumber protein hewani, Anda juga bisa menambahkan sumber protein nabati ke dalam semangkuk mi instan, seperti:

Dikutip dari jurnal Nutrients (2021), sumber makanan nabati yang mencakup kacang-kacangan ini mencegah risiko berbagai penyakit kronis.

Aturan konsumsi mi instan

Mengingat mi instan merupakan salah satu makanan tidak sehat, Anda mungkin penasaran sebenarnya berapa kali mi instan boleh dikonsumsi.

Sebagai makanan rekreasional, makan mi instan sebanyak 1 kali dalam seminggu masih tergolong wajar.

Selain itu, ada beberapa aturan konsumsi mi instan yang perlu Anda perhatikan supaya tidak menyebabkan masalah kesehatan seperti berikut.

  • Perhatikan informasi gizi pada kemasan dan pilih yang rendah sodium.
  • Ikuti petunjuk memasak mi yang benar dan hindari mengonsumsi mi mentah.
  • Anda bisa membagi 1 porsi mi untuk dikonsumsi bersama.
  • Lakukan cara masak mi instan yang sehat seperti penjelasan sebelumnya.

Perlu diingat bahwa meski ada cara sehat makan mi instan yang bisa jadi pilihan, bukan berarti Anda boleh mengonsumsi mi instan setiap hari.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 08/11/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan