Dua Cara Membuat Mie Instan Agar Lebih Sehat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mie instan memang merupakan makanan favorit banyak orang, buktinya makanan ini banyak tersebar di seluruh dunia. Bagaimana tidak, selain mudah untuk dibuat, harganya yang tergolong murah, dan pilihan rasanya yang bervariasi menjadikan mie instan termasuk sebagai salah satu makanan yang paling banyak dikonsumsi, terutama di Indonesia. Namun, apakah Anda tahu bahwa mie instan memiliki kandungan nutrisi yang buruk? Berbagai penelitian telah menyarankan agar Anda menghindari mie instan dari diet Anda. Tetapi, jika sesekali Anda ingin mengonsumsinya, maka salah satu cara untuk membuat mereka lebih sehat adalah dengan melakukan beberapa tips berikut.

Cara membuat mie instan agar lebih sehat

1. Buang bumbunya

Jumlah natrium yang terkandung pada banyak jenis mie instan biasanya setara dengan 63% dari dosis garam harian Anda. Itu berarti sekitar 1.500 milligram batuan garam bumi, atau setara dengan setengah sendok teh garam yang langsung masuk ke tubuh Anda, dan hal ini akan membuat ginjal Anda sengsara.

Ginjal akan melakukan semua pekerjaan ketika terlalu banyak garam yang masuk ke dalam tubuh. Organ kecil ini membantu tubuh Anda untuk tetap berada pada tingkat natrium normal Anda. Tetapi, ketika tubuh Anda memiliki terlalu banyak garam, maka ia akan merembes langsung ke dalam aliran darah, yang akan membuat jantung bekerja lebih keras dan tekanan darah Anda menjadi naik.

Menurut Dietary Guidelines for American, tubuh manusia harus menerima kurang dari 2.300 milligram garam per hari dan 1.500 milligram bagi setiap orang di atas usia 50 tahun. Jadi, adakah cara yang tepat untuk membuat mie instan lebih sehat? Buanglah sebagian besar bumbu yang disediakan. Daripada menggunakan seluruh paket bumbu, cobalah untuk menggunakan bahan-bahan lain untuk membantu meningkatkan rasa mie. Pengganti yang paling populer dan tak kalah lezat adalah rempah-rempah seperti cabe segar, miso, atau kecap ikan. Ingatlah bahwa semakin sedikit Anda menggunakan bumbu instan pada mie, semakin baik.

2. Menambahkan sayuran

Tidak ada cara yang lebih mudah dari menambahkan sayuran pada panci mie Anda, karena sayuran mengandung nutrisi penting untuk tubuh Anda. Tapi, tidak semua sayuran sama manfaatnya. Jika Anda pergi ke restoran ramen, perhatikanlah bahwa kebanyakan sayuran yang ada di dalamnya bukanlah wortel, kacang polong, atau jagung. Namun janganlah khawatir, karena ini adalah kesempatan bagi Anda untuk memperluas pengetahuan gastronomi Anda. Berikut adalah beberapa sayuran yang bagus untuk dicampurkan ke dalam mie instan Anda:

  • Bok Choy: memiliki daun yang bertekstur besar dan menyerap kuah dengan baik dan juga memberikan rasa yang enak.
  • Selada air: mengandung zat besi, kalsium, dan asam folat, tapi pastikan untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
  • Bawang bombay yang diiris halus: ini adalah bahan yang baik untuk dicampurkan ke dalam mie dan pastikan untuk menahan air mata Anda.
  • Daun bawang: ini juga baik untuk campuran mie Anda.
  • Snap peas: ini memiliki bentuk yang mirip dengan edamame di restoran Jepang.

Menambahkan sayuran untuk mie instan tidak hanya membuat makanan cepat saji ini lebih sehat, tapi juga membuat rasa lebih baik. Jika Anda memiliki lebih banyak waktu, tambahkan juga telur goreng atau telur rebus ke dalam sayuran. Meskipun telur tidak menambah sehat mie Anda, namun ia merupakan sumber vitamin A, kalium, dan banyak vitamin B seperti asam folat, kolin, dan biotin.

Apa akibatnya jika tidak membuat mie instan dengan cara-cara di atas?

Menurut Lisa Young, seorang ahli gizi dan dosen di New York University, mie instan merupakan tinggi lemak, tinggi natrium, tinggi kalori, dan sulit untuk dicerna. Seluruh faktor tersebut dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, dan kemungkinan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Young juga mengatakan bahwa cara untuk meredam bahaya mie instan adalah dengan tidak mengonsumsinya setiap hari, mengontrol porsi, serta menambahkan sayuran dan makanan sehat lainnya. Anda juga dapat membuat mie sendiri di rumah tanpa mengandalkan mie instan agar lebih sehat.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Penyakit kaki merupakan masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh lansia. Selain nyeri telapak kaki karena asam urat, ini dia penyebab lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mau Coba Diet Raw Food? Simak Dulu Info Penting Ini

Diet raw food alias makan makanan mentah tak boleh sembarangan dilakukan. Pilihan makanannya pun harus diperhatikan. Aturannya seperti apa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diet, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat masuk angin

5 Pilihan Obat Masuk Angin yang Manjur Meredakan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
gatal setelah mandi

Gatal Setelah Mandi? Beberapa Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengeluarkan racun dari tubuh detoksifikasi

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit