home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Mengontrol Berat Badan Saat Hamil

5 Cara Mengontrol Berat Badan Saat Hamil

Berat badan saat hamil merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Jumlah kenaikan berat badan saat hamil dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan maupun kesehatan bayi yang dilahirkan kelak.

Berapa banyak peningkatan berat badan saat hamil seharusnya?

Peningkatan berat badan dapat dihitung berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) masing-masing ibu hamil. Peningkatan jumlah berat badan yang dianjurkan tergantung dengan beberapa situasi dan kondisi pada ibu, yaitu:

  • Ibu yang memiliki IMT normal, setidaknya harus meningkatkan berat badannya antara 11 hingga 16 kg selama kehamilan.
  • Ibu yang mengalami overweight dianjurkan untuk menaikkan berat badan tidak melebihi dari 6 hingga 10 kg selama kehamilan.
  • Sedangkan ibu yang pada awalnya sudah mengalami kekurangan berat badan, harus lebih meningkatkan berat badannya, yaitu sekitar 12 hingga 18 kg pada masa kehamilan.
  • Jika Anda diperkirakan mengandung bayi kembar,maka peningkatan berat badan yang harus dicapai selama masa kehamilan yaitu 16 sampai 24 kg.

Apa yang menyebabkan kenaikan berat badan saat hamil?

Berat bayi yang ada di dalam kandungan mungkin hanya 3 hingga 3,6 kg. Namun kenaikan berat badan saat hamil biasanya melebihi dari angka tersebut. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal seperti, rahim yang melebar menyebabkan penambahan berat badan sebanyak 1 kg, ari-ari bayi setidaknya bisa mencapai 0,7 kg, cairan ketuban pada ibu setara dengan 1 kg, simpanan lemak pada ibu hamil sebanyak 2,7 hingga 3,6 kg, dan terjadinya peningkatan aliran darah dan jumlah cairan juga dapat meningkatkan berat badan ibu sebanyak 2,8 hingga 3,6 kg.

Apa bahayanya jika berat badan naik terlalu banyak saat hamil?

Banyak orang yang beranggapan bahwa ketika hamil maka makan jadi harus porsi double karena makan untuk dua orang. Tidak ada hal yang salah akan itu, namun anggapan ini dapat membuat ibu hamil cenderung memakan apapun dengan porsi banyak. Padahal, berat badan sangat mempengaruhi ketika kehamilan terjadi. Kenaikan berat badan memang biasa terjadi, bahkan harus terjadi pada beberapa perempuan yang memiliki berat badan kurang dan berat badan normal ketika hamil. Namun bagaimana dengan ibu yang sebelum hamilnya sudah mengalami obesitas atau overweight?

Sebuah survei di dunia menyatakan bahwa sebanyak 15 hingga 20% ibu hamil mengalami obesitas atau overweight. Padahal, obesitas yang terjadi saat kehamilan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan janin, seperti keguguran dan kelahiran mati. Sedangkan dampaknya bagi ibu adalah meningkatkan risiko terjadinya pre-eklampsia, diabetes gestasional, dan hipertensi. Selain itu, ibu yang mengalami obesitas saat hamil juga berisiko melahirkan anak dengan berat badan lahir yang besar, ketika anak dewasa nanti, anak juga mempunyai risiko terkena penyakit degeneratif.

Yang bisa dilakukan untuk menjaga berat badan selama hamil

Untuk mengurangi risiko tersebut, maka ibu hamil yang sebelumnya telah mengalami overweight, harus menjaga makan dan pola hidupnya agar berat badannya tidak meningkat secara drastis. Sebaiknya berfokus pada pemilihan makanan, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup. Berikut adalah tips untuk Anda yang ingin meningkatkan berat badan saat hamil namun tidak berlebihan:

1. Memilih makanan yang sehat

Pilihlah buah dan sayuran yang segar. Anda dapat mengolahnya dan menjadikannya sebagai selingan makan. Konsumsi roti dan sereal yang berbahan dasar gandum, yang dapat membantu dan menjaga pencernaan Anda karena tinggi akan serat. Pilih prosuk susu yang rendah lemak, setidaknya Anda mengonsumsi susu 4 gelas sehari.

2. Menghindari makanan olahan

Makanan dan minuman dalam kemasan biasanya mengandung gula buatan yang tinggi. Hindari pula makanan serta minuman yang tinggi natrium dan zat aditif lainnya. Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ringan seperti snack jajanan, permen, es krim, dan sebagainya, dalam jumlah yang banyak. Menghindari lemak trans fat, dengan cara mengurangi makanan yang digoreng.

3. Hitung dan perhatikan kalori makanan yang dikonsumsi

Jika Anda sedang ingin makan di luar rumah, maka sebelum makan Anda lebih baik mengetahui kalori, kadar lemak, gula, dan garam pada makanan yang akan Anda konsumsi. Dengan memperhatikan kalori yang dikonsumsi setiap makan, Anda akan cenderung memilih yang rendah kalori dan tidak makan berlebihan. Hindari junk food, lebih baik memesan makanan seperti salad, sayuran, atau sup.

4. Memasak di rumah

Jangan gunakan minyak banyak saat memasak di rumah, hindari masak dengan cara digoreng. Masak dengan cara menumis, merebus, atau dengan steam merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan menggoreng.

5. Melakukan olahraga rutin

Walaupun sedang hamil, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan olahraga. Anda dapat melakukan olahraga yang aman seperti berjalan santai, berenang, atau pun yoga khusus untuk ibu hamil.

BACA JUGA

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Managing your weight gain during pregnancy. Retrieved from  https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000603.htm Accessed October 3, 2016

Maintaining a Healthy Weight Gain During Pregnancy. Retrieved from http://www.everydayhealth.com/pregnancy/second-trimester/gaining-too-much-weight.aspx Accessed October 3, 2016

Pregnancy: weight control cuts complications. Retrieved from http://www.nhs.uk/news/2012/05may/Pages/pregnancy-diet-weight-management.aspx Accessed October 3, 2016

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 19/10/2016
x