home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Begadang Saat Hamil? Ini 6 Bahayanya

Sering Begadang Saat Hamil? Ini 6 Bahayanya

Apa jadinya jika Anda sering begadang saat hamil? Sebaiknya kebiasaan ini segera Anda hentikan ya. Pasalnya, begadang dapat berdampak negatif baik bagi kesehatan fisik dan psikologis. Apa saja bahaya begadang yang perlu Anda ketahui? Berikut penjelasannya.

Apa bahayanya jika ibu sering begadang saat hamil?

salak untuk ibu hamil

Kualitas dan kuantitas tidur yang buruk banyak dialami oleh ibu hamil. Melansir jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, sekitar 3 dari 10 wanita hamil memiliki durasi tidur kurang dari 7 jam setiap harinya.

Selain karena sering buang air kecil sepanjang malam, perut ibu yang semakin membesar juga menyulitkan untuk menemukan posisi yang nyaman untuk tidur.

Meski lazim terjadi, bukan berarti Anda memaklumi hal ini. Pasalnya, ibu hamil yang begadang dapat merugikan kesehatan diri dan bayi dalam kandungan. Berikut beberapa bahaya yang perlu Anda waspadai.

1. Begadang saat hamil meningkatkan risiko persalinan prematur

Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh Psychosomatic Medicine, ibu hamil yang mengalami masalah tidur berisiko lebih tinggi melahirkan bayi prematur daripada ibu hamil yang tidurnya cukup dan berkualitas.

Hal ini dapat terjadi karena ibu hamil yang begadang berisiko mengalami badai sitokin sehingga membahayakan sistem kekebalan tubuh.

Bagi wanita hamil, peningkatan kadar sitokin dapat memengaruhi kinerja pembuluh darah di tulang belakang yang mengarah ke plasenta, sehingga meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur dan depresi.

2. Begadang saat hamil meningkatkan risiko preeklampsia

Sebuah studi dilakukan oleh Nikolaos Georgiou dari East Kent University Hospitals terhadap 49 ibu hamil.

Ia menyatakan bahwa ibu hamil muda yang tidurnya kurang dari lima jam per malam 10 kali lebih berisiko mengalami preeklampsia daripada mereka yang cukup tidur.

Preeklampsia merupakan kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Komplikasi preeklampsia meliputi kerusakan organ janin, kematian bayi dalam kandungan, bahkan berakibat fatal bagi ibu yang menjalani operasi caesar.

3. Begadang saat hamil meningkatkan risiko tekanan darah tinggi

Mengutip jurnal Sleep Science, durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan kesehatan tubuh, termasuk menyebabkan hipertensi pada ibu hamil.

Ini karena tidur yang terganggu dapat mengubah kadar hormon endothelin dan vasopressin. Keduanya bekerja mengatur kembang-kempis saluran pembuluh darah di seluruh tubuh yang memengaruhi tekanan darah.

4. Begadang saat hamil meningkatkan peluang operasi caesar

Sebuah penelitian dilakukan oleh Sichuan University terhadap 688 wanita hamil di Cina. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh wanita yang menjalani operasi caesar mengalami gangguan tidur saat hamil.

Jika Anda ingin menjalani persalinan normal, hal ini tentu menjadi suatu kekhawatiran tersendiri.

5. Begadang saat hamil memperlama proses persalinan normal

inversio uteri

Ibu yang tidur kurang dari enam jam per malam di kehamilan trimester ketiga berisiko melahirkan normal dengan durasi yang lama. Ini menurut penelitian yang diterbitkan oleh Maternal and Child Health Journal.

Persalinan yang memakan waktu lama tidak hanya menyakitkan dan menguras tenaga ibu, melainkan juga berdampak negatif pada bayi.

Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah bayi menghirup mekonium sehingga mengalami keracunan pada paru. Selain itu, menurut Badan Kesehatan Dunia, persalinan yang terlalu lama juga meningkatkan risiko bayi mengalami infeksi.

6. Ibu yang begadang saat hamil berisiko mengalami gangguan metabolisme

Ibu hamil yang begadang, terutama selama trimester ketiga berisiko mengalami kekurangan kadar adiponektin. Adiponektin adalah senyawa yang berfungsi menjaga metabolisme tubuh.

Jika mengalami gangguan metabolisme, Anda akan lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan saat hamil.

Tidak hanya pada ibu, kekurangan adiponektin juga dapat menyebabkan berbagai penyakit pada bayi setelah ia lahir dan tumbuh dewasa. Anak akan lebih berisiko menderita diabetes, obesitas dan penyakit akibat gangguan metabolisme lainnya.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mothers sleep late in pregnancy affects offsprings weight gain as adults – UChicago Medicine. Retrieved 3 June 2021, from https://www.uchicagomedicine.org/forefront/news/mothers-sleep-late-in-pregnancy-affects-offsprings-weight-gain-as-adults

Wang, L., & Jin, F. (2020). Association between maternal sleep duration and quality, and the risk of preterm birth: a systematic review and meta-analysis of observational studies. BMC Pregnancy And Childbirth, 20(1). doi: 10.1186/s12884-020-2814-5

Okun, M., Luther, J., Wisniewski, S., & Wisner, K. (2013). Disturbed Sleep and Inflammatory Cytokines in Depressed and Nondepressed Pregnant Women. Psychosomatic Medicine, 75(7), 670-681. doi: 10.1097/psy.0b013e31829cc3e7

Okun, M., Luther, J., Wisniewski, S., & Wisner, K. (2013). Disturbed Sleep and Inflammatory Cytokines in Depressed and Nondepressed Pregnant Women. Psychosomatic Medicine, 75(7), 670-681. doi: 10.1097/psy.0b013e31829cc3e7

Georgiou, N., Fasoulakis, Z., Theodora, M., Pappas, V., Papamanolis, V., & Kalagasidou, S. et al. (2019). Association of Pregestational Maternal Sleeping Disorders and Preeclampsia: A Retrospective Cohort Study and Review of the Literature. Cureus. doi: 10.7759/cureus.4338

Silvestri, R., & Aricò, I. (2019). Sleep disorders in pregnancy. Sleep Science, 12(3). doi: 10.5935/1984-0063.20190098

Li, R., Zhang, J., Zhou, R., Liu, J., Dai, Z., & Liu, D. et al. (2016). Sleep disturbances during pregnancy are associated with cesarean delivery and preterm birth. The Journal Of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, 30(6), 733-738. doi: 10.1080/14767058.2016.1183637

Plancoulaine, S., Flori, S., Bat-Pitault, F., Patural, H., Lin, J., & Franco, P. (2017). Sleep Trajectories Among Pregnant Women and the Impact on Outcomes: A Population-Based Cohort Study. Maternal And Child Health Journal, 21(5), 1139-1146. doi: 10.1007/s10995-016-2212-9

Preventing and treating infections around the time of childbirth. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.who.int/reproductivehealth/topics/maternal_perinatal/treatment-maternal-peripartum-infections/en/

Logan, C., Bornemann, R., Koenig, W., Reister, F., Walter, V., & Fantuzzi, G. et al. (2017). Gestational Weight Gain and Fetal-Maternal Adiponectin, Leptin, and CRP: results of two birth cohorts studies. Scientific Reports, 7(1). doi: 10.1038/srep41847

Magnusdottir, S., Thomas, R., & Hilmisson, H. (2021). Can improvements in sleep quality positively affect serum adiponectin-levels in patients with obstructive sleep apnea?. Sleep Medicine. doi: 10.1016/j.sleep.2021.05.032

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x