Penyebab Kelainan Kromosom Pada Bayi Dalam Kandungan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kelainan kromosom merupakan salah satu masalah yang bisa dialami bayi sejak dalam kandungan. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak dalam kandungan. Ini juga menjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan bayi Anda, bahkan bisa menyebabkan kematian bayi sebelum dilahirkan. Biasanya kelainan kromosom lebih rentan terjadi pada ibu hamil di usia lebih tua. Apa penyebabnya?

Bagaimana kelainan kromosom terjadi?

Janin dalam rahim Anda bisa saja mempunyai kelainan kromosom sebelum mereka lahir. Kelainan kromosom bisa terjadi karena adanya kesalahan pada saat sel-sel calon bayi Anda membelah. Pembelahan sel ini disebut dengan meiosis dan mitosis.

Meiosis

Meiosis adalah proses pembelahan sel-sel dari sperma dan telur untuk membuat sel-sel baru, termasuk pembelahan sel kelamin. Ini merupakan proses awal pertumbuhan bayi dalam kandungan setelah telur bertemu dengan sperma. Sel dari ibu dan ayah akan menyumbang kromosom masing-masing berjumlah 23, sehingga calon bayi mereka akan mendapatkan total 46 kromosom.

Namun, saat pembelahan meiosis ini tidak terjadi dengan benar, maka kromosom yang didapatkan bayi bisa mempunyai jumlah yang berlebih atau malah kurang dari jumlah normal (46 kromosom). Kesalahan pada proses pembelahan ini akan mengakibatkan kelainan kromosom pada calon bayi Anda.

BACA JUGA: Faktor yang Memicu Risiko Mengandung Bayi Down Syndrome

Seiring waktu berjalan, calon bayi kemudian menerima kromosom tambahan (disebut dengan trisomi) atau mengalami kehilangan kromosom (disebut dengan monosomi). Kehamilan dengan trisomi atau monosomi ini dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir mati (stillbirth). Bila kehamilan ini bisa bertahan sampai usia kehamilan penuh, bayi bisa mengalami masalah kesehatan yang bisa ia derita seumur hidup. Semua hal ini terjadi karena kelainan kromosom yang dialami bayi dalam kandungan.

Berikut ini beberapa contoh kesalahan pembelahan sel yang mengakibatkan kelainan kromosom.

  • Down syndrome, merupakan kelainan genetik yang diakibatkan oleh kesalahan pembelahan sel kromosom nomor 21. Pada kelainan ini, seseorang mempunyai 3 sel kromosom nomor 21 (trisomi).
  • Turner syndrome, yaitu kelainan genetik yang terjadi pada perempuan, di mana seorang perempuan hanya mempunyai satu kromosom seks X (monosomi X). (Normalnya, seseorang mempunyai dua kromosom seks X atau satu kromosom seks X dan Y)
  • Edward syndrome, kelainan kromosom yang terjadi pada kromosom nomor 18. Terjadi kelebihan sel pada kromosom di nomor ini (trisomi 18).
  • Patau syndrome, terjadi karena adanya kelainan kromosom nomor 13. Terdapat 3 sel pada kromosom nomor 13 (trisomi 13).
  • Sindrom cri du chat, terjadi karena kromosom 5p menghilang. Hal ini menyebabkan berbagai masalah, seperti ukuran kepala kecil, masalah dengan bahasa, keterlambatan berjalan, hiperaktif, cacat mental, dan  lainnya.

Mitosis

Mitosis hampir sama dengan meiosis, yaitu proses pembelahan sel pada saat telur yang sudah dibuahi sperma sedang berkembang. Namun, sel yang dihasilkan dari pembelahan mitosis ini lebih banyak jumlahnya daripada sel yang dihasilkan dari meiosis. Mitosis bisa menghasilkan sel kromosom sebanyak 92, kemudian terbagi lagi menjadi 46 kromosom dan 46 kromosom, begitu seterusnya sampai membentuk calon bayi Anda.

Selama pembelahan mitosis juga bisa terjadi kesalahan, sehingga menyebabkan kelainan kromosom pada bayi. Jika kromosom tidak terbagi dalam jumlah yang sama, sel yang baru terbentuk bisa memiliki kromosom tambahan (sejumlah 47 kromosom) atau mengalami kehilangan kromosom (jumlah kromosom menjadi 45). Jumlah sel kromosom yang tidak normal ini kemudian dapat menyebabkan calon bayi Anda mengalami kelainan kromosom.

BACA JUGA: Yang Harus Diketahui Tentang Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun

Mengapa ibu hamil yang berusia lebih tua lebih berisiko mengalami kelainan kromosom?

Ibu hamil yang berusia lebih tua memiliki kemungkinan mengalami kelainan kromosom lebih besar daripada ibu hamil yang masih muda. Hal ini karena terdapat perbedaan pada usia telur yang dimiliki oleh wanita lebih tua dan wanita muda.

Wanita dilahirkan dengan sejumlah telur yang disimpan dalam ovariumnya, berbeda dengan laki-laki yang terus membuat sperma yang baru. Telur-telur ini jumlahnya tidak akan bertambah, justru berkurang karena setiap bulannya telur tersebut akan dilepaskan oleh ovarium. Jika telur dibuahi oleh sperma, maka akan terjadi kehamilan. Sedangkan, jika tidak dibuahi, maka akan terjadi menstruasi.

Telur-telur ini akan matang dan dilepaskan mulai dari usia pubertas. Seiring bertambahnya usia, tentu jumlah telur pun akan berkurang dan usia telur wanita pun mengikuti usia empunya. Jika seorang wanita berusia 25 tahun, maka telur tersebut juga berusia 25 tahun. Jika seorang wanita berusia 40 tahun, telurnya juga berusia 40 tahun.

Banyak ahli percaya bahwa kelainan kromosom bisa terjadi karena penuaan pada telur dan mungkin juga karena telur mempunyai jumlah kromosom yang salah saat pembuahan. Telur yang berusia lebih tua lebih rentan mengalami kesalahan saat proses pembelahan meiosis atau mitosis. Sehingga, wanita yang hamil di usia tua (lebih dari 35 tahun) mempunyai risiko yang lebih besar untuk mengalami kelainan kromosom.

Jika Anda hamil di usia 35 tahun atau lebih sebaiknya rutin periksakan kehamilan Anda ke dokter kandungan. Anda juga bisa melakukan tes kelainan kromosom pada bayi sebelum dilahirkan, seperti tes amniosentesis atau chorionic villus sampling (CVS).

BACA JUGA: Cara Mendeteksi Kelainan Kromosom Pada Bayi Dalam Kandungan

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat flu ibu hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit