Panduan Aman Minum Obat Saat Hamil

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semua ibu hamil mengharapkan kehamilan berjalan lancar tanpa masalah. Tetapi terkadang ibu hamil pun tak terhindarkan dari jatuh sakit.

Pada kondisi penyakit seperti asma, penyakit jantung, diabetes, epilepsi, atau penyakit menahun lainnya, ibu hamil biasanya memiliki obat-obat yang perlu diminum secara rutin. Kondisi kesehatan dan obat-obatan ini perlu didiskusikan dengan dokter sejak Anda merencanakan kehamilan. Dokter akan mengatur pemberian obat-obatan tersebut supaya aman untuk kehamilan Anda, baik dengan cara pengaturan ulang dosis ataupun dengan penggantian obat tertentu dengan obat lain.

Pada masalah kesehatan seperti demam, sakit kepala, pilek, atau batuk, kadang ibu hamil mengalami kebingungan. Amankah mengonsumi obat-obatan bebas yang dijual di apotik? Berikut beberapa masalah kesehatan yang sering ditemui dan aturan pengobatannya.

Mengatasi demam saat hamil

Demam tinggi yang tidak teratasi selama lebih dari 24 jam dapat membahayakan janin, terutama pada masa awal pembentukan organ (12 minggu pertama kehamilan). Obat anti demam yang banyak dijual bebas antara lain paracetamol dan aspirin.

Obat demam yang aman untuk ibu hamil

Paracetamol, juga dikenal dengan nama acetaminophen, secara umum aman digunakan saat hamil, dengan syarat jangka waktu pemberiannya singkat dan dosis pemberian obat tepat; total dosis sehari tidak boleh melebihi batas dosis maksimal. Overdosis paracetamol dapat meracuni ginjal dan hati kedua pihak (baik ibu maupun janin), dapat menyebabkan keguguran dan dapat menyebabkan kematian janin.

Obat demam yang harus dihindari saat hamil

Aspirin tidak boleh digunakan ibu hamil, terutama pada trimester pertama dan terakhir. Aspirin dapat menembus plasenta, artinya konsumsi aspirin tidak hanya bekerja pada ibu tetapi juga pada janin. Selain berfungi untuk mengurangi demam, fungsi lain aspirin yang membahayakan kehamilan adalah meningkatkan risiko perdarahan pada proses persalinan. Selain itu, aspirin yang diminum pada trimester ketiga dapat menyebabkan ductus arterious (salah satu pembuh darah jantung janin) tidak menutup secara sempurna.

Mengatasi nyeri kepala dan nyeri punggung saat hamil

Ibu hamil terkadang juga mengalami nyeri pungung dan sakit kepala. Obat anti nyeri yang banyak dijual bebas antara lain paracetamol dan NSAIDs (nonsteroidal anti inflammatory drugs).

Obat sakit kepala yang aman untuk ibu hamil

Paracetamol, selain sebagai obat anti demam, juga dapat berfungsi sebagai obat pengurang nyeri. Paracetamol adalah obat pilihan pertama untuk mengatasi keluhan nyeri dan demam pada ibu hamil.

Obat sakit kepala yang harus dihindari saat hamil

Ibuprofen adalah salah satu obat NSAIDs yang banyak dijumpai. Penggunaan NSAIDs pada kehamilan sebaiknya sebisa mungkin dihindari karena dapat meningkatkan risiko keguguran, mengganggu penutupan ductus arteriosus janin, meracuni ginjal janin, dan menghambat proses persalinan. Pada beberapa kasus dilaporkan juga adanya keterkaitan antara penggunaan NSAIDs saat hamil dengan kecacatan lahir pada bayi.

Mengatasi batuk pilek saat hamil

Ibu hamil lebih  rentan terkena batuk dan pilek karenn sistem imun pada saat hamil biasanya sedikit menurun. Penyebab utama batuk pilek adalah virus, pada umumnya dapat sembuh sendiri tanpa diobati.

Obat batuk pilek yang banyak dijual bebas biasanya berupa obat kombinasi. Saat hamil, lebih baik memilih obat yang khusus untuk keluhan tertentu.

Obat untuk hidung tersumbat yang boleh digunakan saat hamil

Dekongestan adalah obat yang berfungsi mengatasi hidung tersumbat. Contoh obat dekongestan yang banyak dijumpai antara lain phenylephrine dan pseudoephedrine. Namun, perlu diingat, penggunaan dekongestan pada trimester pertama kehamilan harus dihindari karena dapat mengakibatkan gangguan pembentukan dinding perut janin (gastroschisis).

Ada dua sediaan obat dekongestan, dekongestan oral (obat minum) dan dekongestan semprot (spray). Ibu hamil yang membutuhkan dekongestan disarankan untuk menggunakan obat dekongestan semprot. Obat dekongestan semprot dinilai lebih aman untuk ibu hamil karena efek obat hanya berlaku lokal di area hidung, dosisnya lebih rendah, dan paparan obat dengan tubuh lebih singkat. Beberapa hal seperti penggunaan tetes hidung saline dan penggunaan pelembap ruangan (humidifier) dapat membantu meringankan keluhan hidung tersumbat.

Obat batuk yang bisa digunakan saat hamil

Untuk ibu hamil, obat pilihan pertama untuk meredakan batuk adalah dextromethorphan. Secara umum, dextromethorphan aman digunakan ibu hamil. Pilihlah sediaan dextromethorphan yang murni, hindari sediaan obat batuk sirup kombinasi yang mengandung alkohol. Selain obat, memperbnyak masukan cairan berupa air hangat, air lemon, maupun air madu dapat membantu meringankan gejala batuk.

BACA JUGA:

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

    Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

    Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

    Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

    Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    nutrisi trimester ketiga

    Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    berapa kali hamil

    Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit