Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar ibu hamil mengalami masa-masa ketika kesulitan untuk tidur, bahkan mungkin mengalaminya di setiap trimester kehamilan. Oleh sebab itu, terdapat beberapa cara untuk membantu ibu hamil agar bisa mendapat tidur cukup dan salah satunya dengan minum obat. Hanya saja, ibu hamil tidak dapat mengonsumsi obat sembarangan. Lalu, apakah ada obat tidur yang aman untuk ibu hamil?

Memilih obat ibu hamil yang aman dan sesuai penyebabnya

Solusi pertama untuk mengatasi masalah tidur saat hamil adalah mengubah gaya hidup untuk membantu tidur dan untuk menghindari obat-obatan. Namun apabila ibu sudah memasuki kondisi parah dan sangat sulit untuk tidur, beberapa obat tidur dapat digunakan dengan hati-hati.

Perhatian tetap perlu dilakukan karena sebagian besar obat tidur belum melalui uji coba pada wanita dengan skala besar apalagi pada ibu hamil. Meskipun begitu, beberapa hasil uji coba dan penelitian yang telah dilakukan pada hewan dapat memberi sejumlah aturan dalam keamanan obat untuk ibu hamil.

Kategori obat untuk ibu hamil

Obat dikategorikan dengan tingkat keamanannya untuk ibu hamil. Berikut klasifikasi efek dari obat untuk ibu hamil:

  • Kategori A: Penelitian yang memadai dan terkontrol telah dilakukan dan tidak menunjukkan risiko pada janin pada trimester awal kehamilan (tapi tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
  • Kategori B: Telah diuji oleh penelitian dengan subjek hewan dan tidak menunjukkan risiko pada janin, tetapi belum dilakukan uji coba pada ibu hamil.
  • Kategori C: Dari studi pada hewan, obat menunjukkan efek merugikan pada janin dan tidak ada studi yang dilakukan pada manusia. Namun, obat berpotensi memberikan manfaat pada ibu hamil meski terdapat potensi risiko.
  • Kategori D: Terdapat bukti yang menunjukkan obat dapat menimbulkan reaksi merugikan pada janin berdasarkan data dari investigasi atau studi pada ibu hamil. Namun, obat masih berpotensi memberikan manfaat pada ibu hamil tapi dengan potensi risiko.
  • Kategori X: Penelitian pada hewan dan manusia menunjukan kelainan dan/atau berisiko pada janin. Risiko dari penggunaan obat di kategori ini lebih tinggi dibandingkan potensi manfaat yang didapat.

Obat yang aman untuk membantu ibu hamil tidur

Mengacu pada kategori di atas, obat tidur untuk ibu hamil yang aman dapat dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Penyebab ibu hamil mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia, RLS (Restless Leg Syndrome), narkolepsi, dan parasomnia.

Tingkat keamanan obat tidur menurun dari kategori A ke B dan seterusnya. Obat tidur untuk ibu hamil berdasarkan penyebabnya di antaranya:

1. Antihistamines diphenhydramine dan doxylamine

Kedua obat tersebut mudah didapat dan aman digunakan untuk membantu ibu hamil lebih mudah tidur. Bahkan obat tersebut aman digunakan secara berkelanjutan, tetapi tetap dengan pengawasan dokter kandungan.

Namun, terdapat satu syarat dalam penggunaan obat tidur diphenhydramine dan doxylamine. Diphenhydramine, tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan temazepan (sejenis obat tidur lain) karena kombinasi keduanya dapat berhubungan dengan kematian janin dalam kandungan.

2. Benzodiazepines 

Jika ibu hamil mengalami insomnia atau kesulitan tidur akibat kecemasan, dokter atau ahli medis mungkin merekomendasikan jenis obat tidur yang menggunakan preskripsi seperti benzodiazepines. Hanya saja, Anda dan dokter perlu mempertimbangkan tingkat risiko dan manfaat yang mungkin terjadi.

 Beberapa jenis obat tidur yang termasuk benzodiazepines seperti:

  • Temazepam
  • Estazolam
  • Flurazepam
  • Quazepam
  • Triazolam

3. Barbiturat

Obat tidur untuk ibu hamil yang termasuk dalam jenis barbiturat di antaranya:

  • Amobarbital
  • Pentobarbital
  • Secobarbital

Meskipun hasil penelitian dari obat tersebut terbatas, terdapat laporan mengenai pengguna amobarbital mengalami cacat lahir pada ibu yang meminum obat ini di trimester pertama. Ditambah lagi, mengonsumsi obat jenis barbiturat saat mendekati waktu persalinan dapat memberikan efek seperti obat penenang pada bayi yang baru lahir dan dapat berlangsung selama beberapa hari.

Sebagian besar ibu hamil sering mengalami kesulitan untuk tidur dan hal ini wajar mengingat hamil merupakan proses yang tidak mudah. Jika ibu hamil ingin mengonsumsi obat tidur, sebaiknya selalu berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Obat Penambah Darah yang Umum Diresepkan Dokter

Meski umumnya bersifat ringan, pada beberapa kasus Anda mungkin butuh obat anemia. Tak hanya zat besi, dokter mungkin meresepkan obat kurang darah lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Mendekati hari-H melahirkan, Anda mungkin jadi gugup dan takut. Hal ini wajar, tapi jangan sampai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan bikin stres.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Melahirkan, Kehamilan 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

Jika biasanya nafsu seks ibu hamil menurun di trimester pertama, bagaimana ketika sudah memasuki kehamilan trimester ketiga?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
pengganti nasi untuk ibu hamil

3 Pengganti Nasi yang Lebih Sehat untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
garis hitam di perut

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit