Nyeri Punggung Kiri Bawah Saat Hamil? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nyeri punggung bagian bawah, terutama sebelah kiri, merupakan gejala yang umum terjadi pada ibu hamil. Bayi yang terus membesar dalam rahim menekan struktur sensitif nyeri termasuk saraf. Akibatnya, banyak ibu hamil yang mengeluhkan nyeri punggung bagian bawah (turun ke bokong hingga kaki) akibat tekanan pada saraf pinggul atau sciatic nerve. Tidak hanya itu, perubahan hormon ketika hamil juga memicu nyeri punggung. Perubahan hormon menyebabkan ligamen mengendur sehingga beban pada panggul dan ligamen punggung bagian bawah semakin bertambah. Berat badan tambahan dari bayi dan ibu juga membuat kondisi ini semakin memburuk.

Nyeri punggung bawah yang terasa hingga ke bokong dan paha sering diduga sebagai sciatica atau linu panggul. Sciatica disebabkan oleh adanya cakram yang membesar (herniated disk atau bulging disk) pada bagian bawah tulang belakang dan hanya menyerang 1% wanita hamil. Jika terserang, sakit kaki yang dirasakan ibu hamil biasanya akan lebih parah dari sakit punggung. Dalam kondisi sciatica yang berat, ibu hamil akan mengalami kebas di pangkal paha serta daerah genital dan bahkan mengalami kesulitan buang air kecil atau buang air besar.

Segera hubungi dokter atau pergi ke rumah sakit jika Anda mengalami gejala-gejala sciatica, seperti lemahnya kedua kaki, mati rasa pada pangkal paha, kandung kemih, atau anus yang mungkin menyebabkan kesulitan buang air kecil atau buang air besar, maupun inkontinensia.

Untuk meringankan nyeri punggung selama kehamilan, tips ini mungkin akan bermanfaat bagi Anda.

  • Jaga postur tubuh yang baik. Usahakan punggung tetap lurus saat duduk atau berdiri untuk memperkuat otot inti dan menjaga titik berat tubuh pada tempatnya.
  • Hindari memakai sepatu hak tinggi sampai bayi lahir. Sepatu bertumit rendah (bukan sepatu datar) dapat digunakan.
  • Baringkan tubuh dengan menghadap salah satu sisi setiap kali tidur atau beristirahat. Jepit bantal dengan kedua lutut untuk mempertahankan postur tulang belakang sehingga ketegangan pada punggung bawah dapat dikurangi.
  • Kompres panas dan dingin dapat meredakan nyeri pada punggung. Namun, pastikan Anda memeriksa suhu bantal kompres sebelum menempelkannya pada punggung belakang.

Pada kasus yang berat, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli terapi fisik. Namun, beberapa latihan ringan di bawah ini mungkin dapat meredakan nyeri punggung.

Latihan Lutut-Dada

Tujuan: Untuk meredakan tekanan panggul, wasir, kram paha dan bokong, serta nyeri punggung bagian bawah dan kaki.

  1. Berlutut, beri jarak 18 inci antar lutut.
  2. Tempelkan lengan di lantai. Posisi panggul akan lebih tinggi daripada dada.
  3. Kencangkan otot perut sedikit untuk meringankan tekanan bayi pada dinding perut.
  4. Punggung tetap lurus, paha harus tegak lurus ke lantai dan pertahankan posisi ini selama dua menit, dan secara bertahap tambah waktu menjadi lima menit.
  5. Luruskan dan lemaskan. Beri jeda untuk memulihkan keseimbangan sebelum bangkit.
  6. Ulangi latihan ini di waktu senggang sepanjang hari sesuai kebutuhan.

Knee Press

Tujuan: Untuk memperkuat paha bagian dalam, meregangkan otot-otot punggung bagian bawah, dan meningkatkan sirkulasi darah.

  1. Duduk di lantai.
  2. Tarik kaki (dengan kedua tumit saling bersentuhan) senyaman dan sedekat mungkin dengan tubuh.
  3. Luruskan punggung, tarik napas dalam-dalam, dan tekan lutut perlahan ke lantai saat anda mengeluarkan napas.
  4. Tahan hingga hitungan ke-3.
  5. Lemaskan dan putaran punggung.
  6. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali setiap hari.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

    Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

    Faktor-faktor berikut ini mungkin turut andil dalam menentukan apakah bayi Anda perempuan atau laki-laki, tapi mungkin juga hanya kebetulan belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

    Tendangan janin dapat menunjukkan janin dalam kondisi sehat dalam kandungan. Tapi, bagaimana jika janin berhenti bergerak? Apa yang harus dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pertumbuhan bayi

    Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit
    cara menggugurkan kandungan

    Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    tanda hamil atau haid

    Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit