Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/08/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menjalani sembilan bulan kehamilan merupakan proses yang panjang. Kebanyakan calon ibu akan disibukkan oleh banyak hal untuk menjaga kesehatan kandungan sembari mempersiapkan berbagai macam perlengkapan bayi. Namun ada satu hal yang seringkali luput dari perhatian, yaitu kesehatan mental para ibu hamil. Baca terus untuk cari tahu cara menjaga kesehatan mental saat hamil.

Kenapa perlu menjaga kesehatan mental saat hamil?

Sepanjang masa kehamilan, bukan tubuh saja yang mengalami perubahan secara fisik. Kondisi mental Anda juga cenderung berubah-ubah. Sebagian calon ibu bahkan mengalami perubahan suasana hati (mood swings) yang berpengaruh pada bagaimana cara ia bersikap dan berperilaku sehari-hari, termasuk pada pasangan dan keluarganya.

Perubahan kondisi mental saat hamil cenderung dipengaruhi oleh kadar hormon, yang kemudian meningkatkan rasa cemas dan stres. Perubahan suasana hati ini termasuk masih wajar. Perasaan ini dapat bermula dari kekhawatiran akan masa depan setelah anak lahir ke dunia, “Bagaimana kalau saya nggak bisa merawat anak dengan baik?”

Namun meski wajar, para calon ibu tetap perlu menjaga kesehatan mentalnya agar tidak berubah menjadi gangguan mental yang lebih serius, seperti depresi saat hamil dan gangguan kecemasan.

Sebaiknya ibu segera bicara dengan dokter ahli jika mengalami gejala berikut saat hamil:

  • Sedih berkepanjangan.
  • Sulit konsentrasi saat beraktivitas.
  • Tidur terlalu sedikit atau terlalu lama dibanding biasanya.
  • Merasa cemas berlebihan.
  • Kehilangan minat dalam beraktivitas yang semula disukai.
  • Merasa bersalah, malu, dan tidak berguna.

Cara menjaga kesehatan mental saat hamil

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental saat hamil. Di antaranya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak mengonsumsi alkohol, berhenti merokok, dan tidur cukup.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk menyediakan waktu beristirahat atau melakukan hal yang disukai demi menjaga kestabilan emosi.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah berbicara jujur tentang perasaan Anda ke orang terdekat, terutama pasangan.

Bagaimana jika telanjur mengalami gejala gangguan mental? Dikutip melalui Psychology Today, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Konsultasi ke terapis. Seorang terapis akan membantu ibu hamil untuk mengatasi perasaan dan pikiran negatif. Jenis terapi disesuaikan dengan kebutuhan. Namun secara umum, terapi yang dilakukan berupa cognitive behavioural theraphy (CBT), terapi psikoanalitik dan psikodinamik, psikoterapi interpersonal, serta terapi penerimaan dan komitmen (ACT).
  • Resep obat-obatan, seperti obat antidepresan. Konsumsi obat harus sesuai anjuran dokter sehingga tidak dapat dikonsumsi sembarangan.
  • Meditasi. Dengan cara ini, ibu hamil diajarkan untuk memberi perhatian penuh pada pikiran dan perasaan yang sedang dialami. Hal ini diharapkan dapat membantu ibu hamil menyesuaikan pikiran dan perasaan, sehingga mampu mengatasi kondisinya secara mandiri. Misalnya dengan duduk rileks sambil menarik dan membuang napas secara perlahan.
  • Mencari kelompok pendukung. Teman dan keluarga dapat diandalkan sebagai tempat berkeluh kesah mengenai kehamilan. Namun terkadang, ibu hamil membutuhkan kelompok pendukung dengan kondisi serupa untuk saling menguatkan. Dengan bertemu kelompok pendukung, ibu bisa terbuka tentang perasaan dan pengalaman yang dialami selama kehamilan. Ibu juga bisa mendengar apa yang dialami sesama wanita hamil, sehingga membuat ibu tidak merasa sendirian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit