Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menjalani sembilan bulan kehamilan merupakan proses yang panjang. Kebanyakan calon ibu akan disibukkan oleh banyak hal untuk menjaga kesehatan kandungan sembari mempersiapkan berbagai macam perlengkapan bayi. Namun ada satu hal yang seringkali luput dari perhatian, yaitu kesehatan mental para ibu hamil. Baca terus untuk cari tahu cara menjaga kesehatan mental saat hamil.

Kenapa perlu menjaga kesehatan mental saat hamil?

Sepanjang masa kehamilan, bukan tubuh saja yang mengalami perubahan secara fisik. Kondisi mental Anda juga cenderung berubah-ubah. Sebagian calon ibu bahkan mengalami perubahan suasana hati (mood swings) yang berpengaruh pada bagaimana cara ia bersikap dan berperilaku sehari-hari, termasuk pada pasangan dan keluarganya.

Perubahan kondisi mental saat hamil cenderung dipengaruhi oleh kadar hormon, yang kemudian meningkatkan rasa cemas dan stres. Perubahan suasana hati ini termasuk masih wajar. Perasaan ini dapat bermula dari kekhawatiran akan masa depan setelah anak lahir ke dunia, “Bagaimana kalau saya nggak bisa merawat anak dengan baik?”

Namun meski wajar, para calon ibu tetap perlu menjaga kesehatan mentalnya agar tidak berubah menjadi gangguan mental yang lebih serius, seperti depresi saat hamil dan gangguan kecemasan.

Sebaiknya ibu segera bicara dengan dokter ahli jika mengalami gejala berikut saat hamil:

  • Sedih berkepanjangan.
  • Sulit konsentrasi saat beraktivitas.
  • Tidur terlalu sedikit atau terlalu lama dibanding biasanya.
  • Merasa cemas berlebihan.
  • Kehilangan minat dalam beraktivitas yang semula disukai.
  • Merasa bersalah, malu, dan tidak berguna.

Cara menjaga kesehatan mental saat hamil

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental saat hamil. Di antaranya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak mengonsumsi alkohol, berhenti merokok, dan tidur cukup.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk menyediakan waktu beristirahat atau melakukan hal yang disukai demi menjaga kestabilan emosi.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah berbicara jujur tentang perasaan Anda ke orang terdekat, terutama pasangan.

Bagaimana jika telanjur mengalami gejala gangguan mental? Dikutip melalui Psychology Today, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Konsultasi ke terapis. Seorang terapis akan membantu ibu hamil untuk mengatasi perasaan dan pikiran negatif. Jenis terapi disesuaikan dengan kebutuhan. Namun secara umum, terapi yang dilakukan berupa cognitive behavioural theraphy (CBT), terapi psikoanalitik dan psikodinamik, psikoterapi interpersonal, serta terapi penerimaan dan komitmen (ACT).
  • Resep obat-obatan, seperti obat antidepresan. Konsumsi obat harus sesuai anjuran dokter sehingga tidak dapat dikonsumsi sembarangan.
  • Meditasi. Dengan cara ini, ibu hamil diajarkan untuk memberi perhatian penuh pada pikiran dan perasaan yang sedang dialami. Hal ini diharapkan dapat membantu ibu hamil menyesuaikan pikiran dan perasaan, sehingga mampu mengatasi kondisinya secara mandiri. Misalnya dengan duduk rileks sambil menarik dan membuang napas secara perlahan.
  • Mencari kelompok pendukung. Teman dan keluarga dapat diandalkan sebagai tempat berkeluh kesah mengenai kehamilan. Namun terkadang, ibu hamil membutuhkan kelompok pendukung dengan kondisi serupa untuk saling menguatkan. Dengan bertemu kelompok pendukung, ibu bisa terbuka tentang perasaan dan pengalaman yang dialami selama kehamilan. Ibu juga bisa mendengar apa yang dialami sesama wanita hamil, sehingga membuat ibu tidak merasa sendirian.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca