Mendeteksi Kolestasis Obstetri, Gatal Berlebihan Saat Hamil

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gatal-gatal ringan adalah hal yang umum terjadi pada kehamilan, disebabkan peningkatan aliran darah ke kulit. Seiring membesarnya rahim, kulit pada perut juga akan tertarik dan menyebabkan rasa gatal. Gatal ringan bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tapi apabila gatal semakin parah, bisa jadi pertanda dari kondisi hati/liver yaitu kolestasis obstetri atau intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP). Kondisi ini terjadi pada kurang dari 1 dari 100 wanita hamil, tapi tetap memerlukan perhatian medis.

Gatal ringan

Menggunakan pakaian longgar dapat mencegah rasa gatal, karena pakaian akan lebih sedikit tergesek dengan kulit yang dapat menyebabkan iritasi. Hindari juga penggunaan bahan sintetis dan gunakan bahan alami, seperti katun yang dapat memberikan sirkulasi udara. Mandi dengan air sejuk dan menggunakan lotion atau pelembap dapat meredakan gatal.

Beberapa wanita mengalami iritasi kulit jika menggunakan produk dengan parfum yang kuat, jadi pilihlah produk tanpa pewangi. Gatal ringan umumnya tidak membahayakan Anda atau bayi Anda, tapi bisa jadi pertanda dari kondisi yang lebih serius. Jika Anda khawatir atau merasa gatal parah, kunjungi dokter Anda.

Gatal serius: kolestasis obstetri

Kolestasis obstetri atau Obstetric Cholestasis (kolestasis obstetri) atau Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP) adalah kelainan berpotensi serius yang dapat terjadi saat kehamilan. Normalnya, garam empedu mengalir dari hati ke usus untuk membantu pencernaan. Pada kolestasis obstetri, garam empedu tidak mengalir sehingga menumpuk di dalam tubuh. Tidak ada pengobatan untuk kolestasis obstetri, tapi kondisi ini akan hilang dengan sendirinya ketika bayi Anda lahir.

Kolestasis obstetri menurun pada keluarga, tapi dapat juga terjadi tanpa riwayat keluarga. Kolestasis obstetri juga lebih sering terjadi pada wanita berdarah India dan Pakistan. Jika Anda pernah mengalami kolestasis obstetri saat kehamilan sebelumnya, kemungkinan Anda akan mengalaminya lagi saat hamil lagi selanjutnya. Beberapa penelitian menemukan bahwa bayi dari ibu yang mengalami kolestasis obstetri memiliki kemungkinan lahir prematur atau gugur. Masih belum diketahui seberapa tinggi risiko gugur pada penderita kolestasis obstetri dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami kolestasis obstetri. Tidak ada cara khusus yang dapat menjamin tidak terjadinya gugurnya bayi.

Berkaitan dengan gugurnya bayi, jika Anda memilliki kolestasis obstetri, Anda mungkin akan ditawarkan induksi persalinan atau operasi caesar setelah 37 minggu kehamilan. Anda disarankan untuk melakukan persalinan di rumah sakit, di bawah pengawasan tim medis.

Gejala kolestasis obstetri

Gejala utama kolestasis obstetri adalah gatal parah pada seluruh tubuh Anda, biasanya tanpa ruam dan umumnya terjadi pada 4 bulan terakhir kehamilan. Beberapa wanita merasakan gatal dan ruam parah. Pada wanita dengan kolestasis obstetri, rasa gatal tidak tertahankan dan terjadi terus menerus, memburuk pada malam hari. Kadang gatal lebih terasa pada telapak tangan dan telapak kaki.

Gejala lainnya meliputi urin yang keruh, sakit kuning (pada kulit atau bagian putih pada mata) dan feses yang berwarna pucat.

Menangani kolestasis obstetri

Kolestasis obstetri dapat didiagnosis dengan melihat riwayat medis atau riwayat keluarga Anda, juga tes darah yang menguji fungsi hati atau Liver Function Tests (LFT). Setelah diagnosis kolestasis obstetri, Anda akan menjalani beberapa tes liver sampai bayi Anda lahir, agar dokter dapat memantau kondisi Anda. Jika hasil tes Anda normal dan Anda masih merasakan gatal, tes dapat diulang setiap 1 atau 2 minggu sekali.

Krim seperti lotion calamine aman digunakan saat kehamilan dan dapat meringankan rasa gatal. Ada juga obat-obatan yang dapat mengurangi kadar garam empedu dan meringankan rasa gatal, tapi tidak diketahui keamanannya bila digunakan ketika sedang hamil.

Anda mungkin akan diberikan suplemen vitamin K, karena kolestasis obstetri dapat mempengaruhi penyerapan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah yang sehat. Jika Anda didiagnosis dengan kolestasis obstetri, dokter akan mendiskusikan tentang kesehatan Anda dan beberapa pilihan penanganan dengan Anda.

BACA JUGA:

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

Faktor-faktor berikut ini mungkin turut andil dalam menentukan apakah bayi Anda perempuan atau laki-laki, tapi mungkin juga hanya kebetulan belaka.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Tendangan janin dapat menunjukkan janin dalam kondisi sehat dalam kandungan. Tapi, bagaimana jika janin berhenti bergerak? Apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertumbuhan bayi

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tanda hamil atau haid

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit