Trimester 3: Perkembangan Janin, Perubahan Tubuh Ibu, dan Persiapan Persalinan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Selamat! Dalam beberapa bulan lagi, Anda sudah bisa bertemu dengan si calon bayi. Trimester 3 merupakan akhir dari masa kehamilan yang cukup menantang bagi fisik dan emosional ibu hamil. Ada pula berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh ibu dan janin. Berikut hal-hal yang harus diketahui tentang di masa hamil trimester 3.

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Perubahan yang dirasakan ibu di kehamilan trimester 3

IBU HAMIL TRIMESTER 3

Kehamilan trimester 3 dimulai dari usia kehamilan 28 minggu sampai 42 minggu. 

Selain perut yang makin membesar, berikut adalah beberapa hal lain yang terjadi pada tubuh ibu selama hamil trimester ketiga:

Sakit punggung

Saat usia kehamilan semakin tua dan berat badan semakin bertambah, perut juga semakin membesar. Kondisi tersebut membuat sakit dan nyeri pada punggung. 

Ditambah lagi hormon kehamilan bekerja mengendurkan otot-otot, ligamen, dan persendian antara tulang panggul mengendur. Kondisi ini sebetulnya terjadi untuk memudahkan ibu hamil mengeluarkan bayi saat persalinan nanti.

Bengkak di bagian tubuh tertentu

Tangan, kaki, dan jari ibu hamil umumnya akan membengkak di fase ini.

Pembengkakan saat hamil sifatnya normal, terjadi karena cairan berlebih (edema) akibat tubuh menghasilkan darah 50 persen lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. 

Untuk mengurangi pembengkakan, selonjorkan kaki ke depan dan sangga di atas kursi dingklik saat duduk. 

Sementara itu saat tidur, letakkan bantal tebal di atas kedua kaki semalaman untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan yang berbahaya.

Braxton Hicks alias kontraksi palsu

Di trimester 3 jelang hari-H persalinan, Anda akan mulai mengalami beberapa kali kontraksi palsu atau Braxton Hicks. 

Braxton Hicks terasa seperti kram ringan di perut bawah, tapi tidak perlu panik karena ini normal. Terkadang calon ibu sulit membedakan kontraksi palsu dan kontraksi tanda melahirkan yang nyata.

Selain tiga hal di atas, ibu hamil juga akan merasakan beberapa kondisi, seperti:

Gerak janin dalam kandungan seharusnya akan semakin aktif mendekati waktu persalinan. Ini karena ia akan mengubah posisi, dari yang awalnya meringkuk dengan kepala di atas menjadi merosot turun ke daerah panggul ibu untuk bersiap lahir.

Jika merasa gerakan bayi melemah, cobalah makan sesuatu dan setelah itu berbaring menyamping ke kiri. Cara ini merangsang janin bergerak lewat asupan makanan dari ibu.

Apabila janin tidak juga bergerak minimal sebanyak 10 kali dalam dua jam berikutnya, segera konsultasi ke dokter.

Perkembangan janin di trimester 3

kurang tidur saat hamil trimester 3

Selama hamil tua ini, hal yang terjadi tidak hanya perubahan tubuh ibu tetap juga perkembangan janin yang semakin baik. 

Pada usia kehamilan 28-42 minggu ini, perkembangan janin yang terjadi yaitu:

Usia kandungan 7 bulan (28-31 minggu)

Di trimester 3 atau usia kandungan 7 bulan, janin masih dalam tahap menyempurnakan fisiknya menuju proses kelahiran. Kulitnya sudah tidak terlalu keriput dan warnanya agak kemerahan.

Tubuh janin juga sudah bisa menyimpan beberapa nutrisi seperti zat besi dan kalsium dari makanan yang ibu makan.

Di usia kehamilan 28 minggu, janin mulai dapat mendengar dan merespon suara dengan memunculkan gerakan di dalam perut. Ini tanda trimester 3 berjalan dengan baik.

Usia kandungan 8 bulan (32-35 minggu)

Di paruh kedua trimester 3, berat badan janin sudah cukup ideal untuk kelahiran. Rambut halus alias lanugo di tubuh si kecil sudah mulai menghilang. Kulitnya jadi lebih halus, berwarna merah muda, dan sedikit ditutupi zat vernix yang berwarna putih.

Janin masih terus mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya untuk melawan beberapa penyakit yang kemungkinan menyerang saat lahir nanti.

Usia kandungan 9 bulan (36-40 minggu)

Pada trimester 3, tepatnya minggu ke-37 usia kandungan, tubuh serta organ janin sudah terbentuk sempurna. 

Kepalanya sudah tertutupi rambut halus, bagian kelamin seperti testis atau labia sudah terbentuk, dan kuku janin sudah tumbuh panjang.

Kulit janin pun lebih fleksibel menjelang hari kelahirannya karena lapisan lemak yang menutupi tubuh bayi di dalam rahim sudah mulai berkurang.

Calon bayi juga sudah dapat mendengar dan melihat dalam rahim. Selain itu, berat badan si kecil juga akan bertambah secara signifikan di akhir masa kehamilan ini.

Dilansir dari laman Women’s Health, di akhir trimester 3 usia kandungan 9 bulan berat janin sudah mencapai 4 kilogram dan panjangnya mencapai 50 cm.

Kondisi buruk yang bisa terjadi di trimester 3

hamil trimester pertama

Memasuki kehamilan trimester 3, ada beberapa tanda bahaya yang mesti ibu perhatikan, seperti:

1. Perdarahan

Perdarahan vagina yang terjadi pada trimester 3 kemungkinan disebabkan oleh masalah plasenta, seperti solusio plasenta dan plasenta previa.

Solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan saat sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan.

Sementara plasenta previa terjadi ketika sebagian atau seluruh plasenta malah menutupi sebagian maupun seluruh bagian leher rahim (serviks).

Segera periksakan diri ke dokter kandungan karena ini bisa menjadi tanda bahaya kehamilan di trimester 3.

2. Preeklampsia

Keluhan ringan seperti sakit kepala atau sakit perut tergolong wajar saat hamil muda. Penyebabnya kemungkinan besar adalah kelelahan atau kurang tidur.

Namun jangan anggap remeh keduanya terutama jika dibarengi oleh sesak napas, gangguan penglihatan, memar tiba-tiba di beberapa bagian tubuh, dan pembengkakan di waktu bersamaan.

Gejala-gejala ini bisa menjadi pertanda preeklampsia yang merupakan komplikasi kehamilan berbahaya.

Pemeriksaan kehamilan yang perlu dilakukan di trimester 3

hamil trimester 3

Untuk mendukung perkembangan janin yang sebentar lagi akan lahir, ada beberapa pemeriksaan kehamilan yang perlu dilakukan, seperti:

1. USG

Di trimester 3, dokter akan tetap rutin menjalani pemeriksaan USG untuk memantau:

  • posisi janin (sungsang, melintang, kepala di bawah, atau posisi normal). 
  • Gerakan janin terutama saat usia kehamilan 35-37 minggu
  • Cairan ketuban
  • Mengukur panjang leher rahim ibu

Kondisi janin juga dapat diamati lewat USG, apakah ia menerima cukup oksigen dan nutrisi atau tidak.

Di atas usia kehamilan 36 minggu, umumnya bayi akan lebih sedikit bergerak karena tubuhnya sudah memenuhi rahim.

Namun jika gerakan janin lama-lama justru makin melemah hingga berhenti, ini patut diwaspadai.

2. Skrining streptokokus grup B

Selain pemeriksaan USG, Anda juga perlu mendapatkan tes streptokokus grup B di trimester 3. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi adanya bakteri streptokokus grup B pada ibu.

Streptokokus grup B adalah infeksi paling utama yang juga sering membahayakan kesehatan bayi baru lahir. 

Bayi bisa berisiko mengalami keterbelakangan mental, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran apabila ibu memiliki bakteri tersebut.

Dokter bisa mengobati ibu dengan obat antibiotik untuk melindungi bayi dari tertular infeksi ini sejak lahir.

Perubahan gairah seksual ibu hamil trimester  3

gairah seksual ibu hamil

Bila di trimester 2 gairah seksual meningkat, di trimester akhir justru libido ibu hamil akan turun seperti saat trimester 1

Perubahan ini dipengaruhi oleh perasaan tak nyaman pada perut yang semakin membesar untuk mempersiapkan kelahiran bayi. 

Selain itu, kram perut, kaki bengkak dan rasa mudah lelah mulai muncul kembali sehingga membuat ibu hamil kurang semangat berhubungan seksual. 

Saat gairah seksual menurun, bisa disiasati dengan memilih posisi berhubungan intim yang nyaman saat hamil tua. Sebagai contoh, spooning (berbaring menyamping), women on top, hingga duduk di tepi tempat tidur atau kursi. 

Jika memang seks sulit dilakukan atau membuat tidak nyaman, coba cara lain untuk meningkatkan keintiman dengan pasangan. 

Ada beberapa kondisi yang membuat Anda sebaiknya menghindari seks saat hamil, seperti:

  • Mengalami perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Cairan ketuban pecah.
  • Serviks mulai membuka secara prematur.
  • Placenta previa.
  • Pernah menjalani kelahiran bayi prematur atau berisiko melahirkan prematur.
  • Hamil anak kembar.

Periksakan kehamilan secara rutin pada dokter kandungan, untuk mengetahui kondisi tubuh dalam keadaan sehat untuk berhubungan seksual.

Nutrisi yang wajib dipenuhi di kehamilan trimester 3

saat hamil selera makan anak

Mengingat janin di dalam kandungan yang semakin besar, asupan nutrisi dan gizi ibu hamil harus semakin diperhatikan. 

Berikut berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh saat trimester ketiga:

1. Vitamin D

Di trimester 3 vitamin D sangat penting. Vitamin D dibutuhkan ibu hamil untuk membantu mengatur kadar kalsium dan fosfat dalam tubuh. 

Ibu hamil bisa mengonsumsi beberapa makanan berikut di trimester 3, seperti:

  • Ikan salmon
  • Telur
  • Sereal gandum
  • Susu

Vitamin di dalam makanan di atas membantu jaga tulang dan gigi bayi tetap sehat dan kuat.

2. Vitamin C

Kebutuhan vitamin C pada ibu hamil umumnya harus ditingkatkan sebanyak 25 persen di trimester 3 ini.

Dianjurkan untuk mendapatkan vitamin C saat hamil dengan makan makanan berikut:

  • Buah jeruk
  • Buah berry (stroberi dan blueberry)
  • Brokoli
  • Kol
  • Tomat

Fungsi vitamin C saat hamil adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil serta kesehatan janin. Vitamin C juga melindungi sel dan jaringan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

3. Vitamin A

Ibu hamil juga butuh vitamin A lebih banyak di trimester 3 ini. Vitamin A berfungsi untuk mendukung perkembangan penglihatan janin.

Anda bisa mendapatkan vitamin A dari:

  • Bayam
  • Brokoli
  • Buah mangga
  • Ubi

Kandungan antioksidan dalam vitamin A juga dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga ibu tidak gampang sakit.

4. Zat besi

Semakin dekat dengan waktu kelahiran, kebutuhan zat besi ibu hamil semakin meningkat. Hal ini karena semakin banyak volume darah yang dibutuhkan ibu hamil dan janin. 

Kekurangan zat besi saat kehamilan dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR). Untuk itu, ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan zat besinya yang tinggi ini. 

Kebutuhan zat besi ibu hamil pada trimester ketiga ini adalah sebesar 39 mg. Anda bisa memenuhi kebutuhan zat besi ini dari:

  • Sayuran hijau (bayam, brokoli, dan daun kale)
  • Daging merah
  • Kuning telur
  • Kacang-kacangan. 

Kombinasikan dengan makanan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh. 

5. Kalsium

Perkembangan tulang bayi juga terjadi dengan sangat cepat pada trimester ketiga ini. Oleh karena itu, ibu perlu untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1200 mg per hari. 

Ibu hamil bisa mendapatkan asupan kalsium dari susu dan produk susu, sayuran hijau, ikan bertulang (seperti ikan teri dan sarden), dan kacang kedelai. 

Pilihlah susu dan produk susu yang rendah lemak jika ibu ingin menjaga berat badannya.

Hal yang perlu dilakukan di kehamilan trimester 3

olahraga saat hamil

Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, membuat Anda jadi lebih waspada dalam melakukan berbagai aktivitas. Namun hamil besar sebaiknya tidak menghilangkan aktivitas sehari-hari.

Di trimester 3 ini, ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan, seperti:

Tetap aktif bergerak

Ibu hamil di trimester 3 masih diperbolehkan beraktivitas seperti biasa. Malah, dianjurkan untuk bergerak lebih aktif di akhir masa kehamilan ini meski mungkin tidak bisa segesit waktu hamil muda dulu.

Pilih aktivitas fisik yang lebih nyaman buat tubuh, seperti bisa berjalan santai di sekitar kompleks rumah bersama suami, prenatal yoga, atau bahkan berenang. 

Berbagai aktivitas ini cenderung aman dan menyehatkan untuk ibu hamil di trimester 3 kehamilannya.

Dalam jurnal Medicine and Science in Sports and Exercise, ibu hamil pada trimester 3, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik.

Tujuannya untuk mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan, mencegah diabetes gestasional, preeklampsia, serta menjaga berat badan.

Ikut kelas persiapan melahirkan

Anda bisa mencoba kelas persiapan melahirkan di rumah sakit tempat memeriksa kehamilan.

Di kelas tersebut, Anda bisa berlatih teknik pernapasan yang baik dan benar agar lebih rileks selama proses bersalin.

Selain itu, Anda dan pasangan bisa mempelajari berbagai cara menggendong bayi, memandikan bayi, dan segala hal yang harus diketahui untuk menjadi orangtua baru. 

Posisi tidur samping kiri

Saat hamil besar, sebaiknya hindari posisi tidur telentang. Selain kurang nyaman, posisi telentang akan menghambat aliran darah yang menuju bayi lewat plasenta.

Mengutip American Pregnancy, ibu hamil dianjurkan berbaring menyamping ke sisi kiri karena rahim secara alami akan berputar ke kanan sepanjang kehamilan.

Berbaring menyamping ke kiri membawa bayi ke tengah perut. Ini akan meningkatkan aliran darah sekaligus asupan nutrisi melalui plasenta.

Agar lebih nyaman, Anda bisa selipkan bantal di antara kedua kaki untuk membantu menopang tubuh.

Perhatikan bila ingin bepergian jauh

Bepergian jauh saat hamil trimester 3 cukup berisiko. Pasalnya, ada beberapa risiko kesehatan yang mengintai seperti pembekuan darah karena duduk terlalu lama, paparan infeksi, dan berbagai komplikasi kehamilan.

Mengutip dari American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), jika kondisi mengharuskan pergi, maka hindari naik mobil. 

Dokter bisanya masih mengizinkan untuk naik pesawat hingga usia kehamilan sekitar 32-34 minggu, kecuali jika berisiko tinggi untuk melahirkan prematur.

Selain itu, usahakan untuk beranjak dari tempat duduk dan berjalan kaki setidaknya setiap satu atau dua jam.

Usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan yang bersih dan dimasak matang untuk mencegah paparan infeksi dari bakteri yang bisa membahayakan kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit