home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perut Gatal Saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perut Gatal Saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menurut Anda, dari beberapa keluhan di masa kehamilan, apa yang paling mengganggu? Kalau pilihannya adalah perut gatal saat hamil, tenang saja karena Anda tidak sendirian. Baca dulu yuk, penjelasan lengkap serta cara mengatasi perut gatal selama kehamilan di bawah ini.

Apakah normal mengalami perut gatal saat hamil?

perut gatal saat hamil

Pada masa kehamilan, tidak hanya payudara saja yang bisa terasa gatal. Area tubuh lainnya yang bisa terasa gatal adalah perut.

Dikutip dari Tommy’s, Anda tidak perlu khawatir karena perut gatal saat hamil merupakan hal yang normal dan sering dirasakan ibu hamil.

Hal ini terjadi karena peregangan kulit seiring dengan perkembangan janin di dalam perut.

Perut yang terus membesar pada masa kehamilan juga menjadi penyebab dengan rasa gatal yang Anda rasakan.

Saat perut membesar, kulit pun ikut melebar. Kulit bisa kehilangan kelembapannya dan akhirnya kulit menjadi kering, sehingga Anda lebih mudah merasa gatal dan tidak nyaman.

Tidak hanya itu saja, gatal yang sering terjadi saat hamil juga disebabkan oleh peningkatan suplai darah pada kulit.

Apa saja penyebab perut gatal saat hamil?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa penyebab umum perut gatal saat hamil adalah karena terjadinya peregangan kulit akibat perkembangan janin.

Selain itu, berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab gatal perut pada masa kehamilan, seperti:

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon yang terjadi saat hamil juga dapat menyebabkan rasa gatal di daerah sekitar perut Anda.

Hormon estrogen yang meningkat saat hamil dapat menyebabkan kulit menjadi lebih rentan mengalami gatal.

Tidak perlu khawatir karena ini merupakan kondisi sementara yang pelan-pelan mereda setelah melahirkan.

2. Beberapa masalah kulit

Tidak hanya perubahan hormon, kondisi kulit lainnya juga bisa menjadi penyebab perut gatal saat hamil. Salah satunya adalah eksim yang juga bisa terjadi saat Anda hamil.

Jika Anda mengalami eksim, hal yang bisa dirasakan adalah gatal pada perut juga setiap lipatan kulit seperti di bagian dalam lutut atau siku.

Berbeda lagi ketika gatal saat hamil juga disertai dengan ruam, Anda mungkin mengalami erupsi polimorfik pada kehamilan.

Biasanya hal ini terjadi pada trimester ketiga kehamilan dan tergolong tidak berbahaya bagi Anda maupun janin. Kondisi ini bisa hilang begitu saja selepas Anda melahirkan.

3. Intrahepatic cholestasis

Penyebab perut gatal pada masa kehamilan ini juga biasa disebut sebagai kolestasis intrahepatik.

Ini merupakan kondisi yang terjadi ketika ada masalah di organ hati karena asam empedu menumpuk di tubuh.

Salah satu gejala yang muncul adalah gatal tanpa ada gejala lainnya seperti ruam kulit. Tidak hanya di area perut, gatal juga bisa dirasakan di telapak tangan serta telapak kaki.

Meskipun bisa terjadi sepanjang hari, sebagian ibu hamil bisa merasakan gatal tidak tertahankan di malam hari.

Bagaimana cara mengatasi perut gatal saat hamil?

Gatal pada perut atau bagian lainnya saat hamil dapat membuat Anda merasa tidak nyaman.

Untuk mengatasinya, Anda tidak bisa sembarangan karena bisa saja gatal malah menjadi lebih buruk.

Berikut ini merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gatal saat hamil:

1. Oleskan pelembap pada kulit

Gatal bisa disebabkan oleh kulit yang terlalu kering karena kurangnya perawatan.

Oleh karena itu, Anda perlu memakaikan pelembap pada kulit untuk mengatasi perut dan area lainnya yang terasa gatal saat hamil.

Ini juga merupakan cara agar Anda tidak menggaruk karena sensasi dingin yang dirasakan setelah memakai pelembap juga dapat membuat kulit jadi lebih nyaman.

Anda bisa mengoleskan pelembap atau minyak oles pada kulit sesering mungkin selama kandungan produk tersebut aman untuk kehamilan.

Hindari produk yang mengandung urea, minyak esensial, asam salisilat, atau retinoid.

2. Oleskan krim antigatal

Jika mengoleskan pelembap belum mampu mengatasi perut gatal saat hamil, Anda bisa mencoba cara lainnya.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengoleskan obat atau krim antigatal pada area perut atau area lainnya yang terasa gatal.

Anda juga bisa menggunakan bedak dingin yang mempunyai kandungan antigatal.

Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat gatal yang aman untuk ibu hamil.

3. Mandi air dingin

Mandi air hangat mungkin dapat membuat tubuh Anda lebih segar dan berenergi.

Namun, cara ini kurang bisa mengatasi kondisi perut atau area tubuh lainnya terasa gatal di masa kehamilan.

Perlu diketahui bahwa mandi air hangat justru dapat membuat kulit menjadi lebih kering, sehingga Anda akan lebih mudah untuk gatal.

Maka dari itu, sebaiknya mandi dengan menggunakan air biasa karena rasa dingin dapat menenangkan kulit.

Saat mandi, sebaiknya Anda juga menggunakan sabun yang melembapkan dan bebas dari kandungan alkohol.

Tidak hanya mandi, Anda juga bisa mengompres area kulit tersebut dengan handuk dingin agar terasa nyaman dan mengurangi sensasi gatal.

4. Jangan digaruk

Saat merasa gatal, pasti dengan spontan Anda akan menggaruknya.

Namun, menggaruk ternyata bukan hal yang baik untuk mengatasi gatal. Menggaruk hanya akan membuat kulit Anda menjadi iritasi.

Tidak perlu digaruk secara berlebihan, cukup garuk dengan tidak menggunakan kuku.

5. Hindari keluar rumah saat cuaca panas

Panas dari sinar matahari dapat membuat kulit Anda menjadi berkeringat dan lembap sehingga memicu biang keringat.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari keluar rumah saat cuaca sedang panas.

Tidak hanya itu saja, sinar ultraviolet dari matahari juga dapat memicu ruam pada kulit yang kering.

6. Gunakan pakaian nyaman

Saat menggunakan pakaian yang terlalu ketat, ini bisa membuat kulit jadi lebih mudah bergesekan dan memicu perut gatal saat hamil.

Maka dari itu, Anda bisa menggunakan pakaian yang longgar agar nyaman dan kulit lebih mudah bernapas.

Selain itu, pastikan pakaian pun bersih, terbuat dari bahan katun, serta hindari bahan sintetis atau wol.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Treat Itchy Skin Naturally During Pregnancy. (2015). Retrieved 18 December 2020, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-concerns/treat-itchy-skin-naturally-pregnancy-10317/

Itching in pregnancy: five things you need to know. (2019). Retrieved 18 December 2020, from https://www.nct.org.uk/pregnancy/worries-and-discomforts/common-discomforts/itching-pregnancy-five-things-you-need-know

Itching in pregnancy. (2020). Retrieved 18 December 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/pregnancy-symptom-checker/itching-pregnancy

Itching during pregnancy. (2020). Retrieved 18 December 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/itching-during-pregnancy

Pregnancy: Stretch Marks, Itching, and Skin Changes | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine. (2020). Retrieved 18 December 2020, from https://www.mottchildren.org/health-library/aa88316

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 08/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x