home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenapa Badan Jadi Gatal-Gatal Saat Sakit Kuning?

Kenapa Badan Jadi Gatal-Gatal Saat Sakit Kuning?

Kulit gatal kadang tidak hanya disebabkan karena penyakit kulit, tapi juga bisa berkaitan dengan sakit kuning yang menjadi ciri khas penyakit hati (liver).

Rasa gatal yang ringan mungkin tidak begitu mengganggu. Namun, jika rasa gatal sudah bertambah parah, hal ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan.

Uniknya, tidak semua orang yang mengalami penyakit kuning menunjukkan gejala gatal pada kulit. Sebenarnya apa hubungan antara penyakit kuning dan rasa gatal?

Bagaimana sakit kuning menyebabkan gatal?

gambar gatal pada kulit

Penyakit kuning alias jaundice merupakan kondisi ketika warna kulit, bagian putih mata, dan lapisan lendir berubah menguning karena tingginya kadar bilirubin.

Kadar bilirubin yang tinggi umumnya disebabkan oleh kerusakan pada hati.

Banyak orang yang sakit kuning mengalami gatal di samping gejala lainnya, terutama pada sore dan malam hari.

Gatal-gatal ini bahkan menjadi gejala penyakit kuning yang paling sulit dikontrol dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Berikut berbagai teori para ahli mengenai rasa gatal yang muncul karena sakit kuning.

1. Penumpukan bilirubin

Rasa gatal pada dasarnya muncul akibat zat yang disebut pruritogen.

Ambil contoh, saat Anda terkena zat kimia, hal ini akan memicu kerja pruritogen di bawah kulit dan membuat otak mengartikannya sebagai rasa gatal.

Sebagai responsnya, Anda akan menggaruk atau mengusap area tersebut.

Saat Anda mengalami sakit kuning, kadar bilirubin dalam tubuh akan meningkat tajam.

Bilirubin terbentuk dari proses daur ulang sel darah merah yang sudah tua atau rusak. Setelah diproduksi dalam hati, zat ini akan bercampur dengan empedu.

Orang yang sakit kuning kerap mengalami gatal karena bilirubin merupakan salah satu pruritogen.

Jika hati bekerja menghasilkan terlalu banyak bilirubin, zat ini akan terbawa aliran darah dan menumpuk di bawah kulit. Inilah yang membuat kulit terasa gatal.

2. Penumpukan garam empedu

Sebuah studi dalam jurnal Dermatology Research and Practice menyebutkan bahwa rasa gatal pada penderita sakit kuning bisa muncul akibat penumpukan garam empedu.

Garam empedu merupakan bahan utama yang membentuk empedu. Seperti halnya bilirubin, garam empedu merupakan pruritogen yang dapat menumpuk di bawah kulit.

Bedanya, rasa gatal akibat garam empedu muncul sebelum warna kulit menjadi kuning. Kulit Anda juga tidak akan terlihat membengkak atau kemerahan.

3. Kadar serotonin yang tinggi dan konsumsi opioid

Menurut penelitian yang sama, rasa gatal pada penderita sakit kuning mungkin muncul karena kadar serotonin yang tinggi dalam tubuh mereka.

Serotonin dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menanggapi rasa gatal sehingga gejala ini semakin parah.

Selain itu, penderita penyakit liver yang mengonsumsi obat opioid kemungkinan juga mengalami keluhan serupa.

Oleh sebab itu, mereka mungkin perlu mengonsumsi obat yang dapat menurunkan kadar serotonin dan kerja opioid.

4. Kadar histamin yang tinggi

Pada orang yang mengalami sakit kuning, rasa gatal juga dapat muncul akibat kadar histamin yang tinggi.

Histamin merupakan zat yang terlibat dalam sistem imun sekaligus menjadi pembawa sinyal dalam otak dan tulang belakang.

Kendati bermanfaat, histamin juga dapat menimbulkan gejala alergi berupa gatal-gatal.

Sebuah penelitian lama menemukan kadar histamin yang tinggi pada pasien penyakit penyumbatan empedu, tapi hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Apakah kulit gatal menandakan kondisi serius?

kulit gatal gejala kanker pankreas

Menurut studi terbaru dalam jurnal Nature, gatal-gatal merupakan gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh penderita penyakit liver kronis.

Meski begitu, gejala ini sebenarnya bisa muncul kapan saja tanpa tergantung tingkat keparahan penyakit.

Beberapa orang bisa saja mengalami gatal karena sakit kuning jauh sebelum mereka menyadari penyakitnya.

Sementara itu, yang lain mungkin baru mengalami gatal-gatal saat penyakit livernya sudah mengakibatkan gagal hati.

Rasa gatal sendiri sebenarnya tidak menandakan tingkat keparahan gejala sakit liver, perkembangan penyakit, maupun kemungkinan sembuh pasien.

Pasalnya, faktor yang menimbulkan gatal pada pasien penyakit liver tetaplah produksi bilirubin yang berlebihan.

Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak mengabaikan gatal-gatal akibat sakit kuning.

Apabila gatal-gatal terus berlanjut, hal ini bisa menyebabkan gangguan tidur, kelelahan kronis, kecemasan, hingga depresi yang mengurangi kualitas hidup.

Fokus


Cara mengatasi gatal karena sakit kuning

dermatitis kontak

Rasa gatal akibat penyakit liver tidak akan hilang dengan sendirinya, tapi Anda dapat mengendalikannya.

Berikut beberapa tips mengatasi gatal karena sakit kuning yang bisa Anda coba.

1. Jangan menggaruk

Menggaruk justru akan memperparah rasa gatal pada kulit Anda.

Sedapat mungkin, hindari kebiasaan ini dengan menjaga kuku tetap pendek, memakai sarung tangan saat hendak tidur, atau menutup area kulit yang terasa gatal.

Anda pun bisa mencegah gatal secara alami dengan cara berikut ini.

  • Menempelkan kompres hangat atau dingin.
  • Menghindari terik matahari.
  • Mengoleskan pelembap kulit tanpa kandungan alkohol.
  • Menjauhkan kulit dari zat yang memicu gatal.
  • Menggunakan sabun berbahan lembut tanpa tambahan pewangi.
  • Menggunakan humidifier untuk mengatur kelembapan udara.
  • Memakai pakaian berbahan longgar.

2. Mengoleskan salep untuk gatal

Rasa gatal karena sakit kuning bisa sangat membandel.

Untuk mengatasinya, cobalah oleskan krim mengandung 1% mentol, kortikosteroid, atau calcineurin inhibitors.

Selalu ikuti anjuran dari dokter ataupun petunjuk yang tertera pada kemasan obat.

3. Meminum obat lain sesuai kebutuhan

Selain obat untuk gatal-gatal, Anda juga perlu meminum obat untuk membuang garam empedu yang berlebih.

Dokter kadang juga menyarankan obat antidepresan atau obat yang menghalangi fungsi opioid guna mengatasi rasa gatal kronis.

4. Terapi cahaya

Fototerapi alias terapi cahaya merupakan salah satu metode andalan untuk mengatasi gatal karena sakit kuning maupun penyebab lainnya.

Terapi ini memanfaatkan cahaya dengan gelombang khusus yang ditembakkan ke kulit Anda.

Rasa gatal yang berhubungan dengan penyakit liver bisa muncul akibat banyak faktor.

Gatal-gatal yang parah dapat berdampak buruk pada kehidupan Anda. Maka dari itu, berkonsultasilah kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Itching: An Unknown but Not Uncommon Sign of Liver Disease. (2021). Retrieved 22 September 2021, from https://www.brgeneral.org/news-blog/2021/july/itching-an-unknown-but-not-uncommon-sign-of-live/

How to relieve itchy skin. (2021). Retrieved 22 September 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/itch-relief/relieve-itchy-skin

Bhalerao, A., & Mannu, G. (2015). Management of Pruritus in Chronic Liver Disease. Dermatology Research And Practice, 2015, 1-5. doi: 10.1155/2015/295891

Gittlen, S., Schulman, E., & Maddrey, W. (1990). Raised histamine concentrations in chronic cholestatic liver disease. Gut, 31(1), 96-99. doi: 10.1136/gut.31.1.96

Yoshikawa, S., Asano, T., Morino, M., Matsumoto, K., Kashima, H., & Koito, Y. et al. (2021). Pruritus is common in patients with chronic liver disease and is improved by nalfurafine hydrochloride. Scientific Reports, 11(1). doi: 10.1038/s41598-021-82566-w

Garibyan, L., Rheingold, C., & Lerner, E. (2013). Understanding the pathophysiology of itch. Dermatologic Therapy, 26(2), 84-91. doi: 10.1111/dth.12025

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 06/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro