Trimester 2 Kehamilan: Perkembangan Janin, Perubahan Fisik, Sampai Perbedaan Gairah Seksual

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Setelah melalui fase yang cukup melelahkan di trimester 1 dengan morning sickness, di trimester 2 ini tubuh Anda sudah merasa cukup nyaman dengan kehamilan. Berikut penjelasan lengkap seputar perkembangan janin, perubahan tubuh ibu, nutrisi, sampai gairah seks selama trimester 2 kehamilan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Perubahan yang dirasakan ibu di kehamilan trimester 2

puasa saat hamil trimester pertama

Kehamilan trimester 2 dimulai dari usia 14-27 minggu. Di masa kehamilan ini, sebagian besar gejala hamil muda sudah mereda dan energi mulai terkumpul kembali untuk beraktivitas seperti biasa.

Namun, ada beberapa perubahan lain yang terjadi dan dirasakan oleh ibu hamil di trimester 2, yaitu:

  • Perut semakin membesar
  • Berat badan naik sekitar 1,5-2 kilogram setiap bulan
  • Nafsu makan mulai membaik
  • Perubahan warna kulit (bercak hitam di wajah atau garis gelap dari pusar sampai kemaluan)
  • Rambut lebih tebal
  • Kaki kram terutama saat tidur
  • Merasakan payudara nyeri dan membesar
  • Keluar kolostrum dari payudara saat usia kehamilan 16-22 minggu
  • Nyeri punggung
  • Muncul stretch mark

Mengutip dari British Columbia, stretch mark adalah fenomena alami yang umumnya akan memudar bahkan hilang total setelah hamil.

Namun, tidak semua wanita hamil akan langsung mengalaminya saat memasuki atau sepanjang trimester 2.

Belum ada pula cara yang terbukti ampuh untuk mencegah kemunculan gurat-gurat putih pengganggu penampilan pada trimester 2 ini. Namun, menjaga kenaikan berat badan saat hamil agar tidak sampai berlebihan dapat mengurangi keparahan stretch mark.

Perkembangan janin di trimester 2

kehamilan trimester pertama

Semakin besar perut ibu, semakin banyak pula perubahan yang terjadi pada janin di dalam rahim. Sepanjang trimester kedua, paru-paru, jantung, dan sistem peredaran darah janin mulai berkembang.

Berikut ini adalah penjelasan yang lebih rinci tentang perkembangan janin pada trimester 2, yaitu:

Usia kandungan 4 bulan (14-17 minggu)

Calon orangtua sudah bisa tahu apa jenis kelamin calon bayi pada trimester 2. Wajah janin dan rambut di kepalanya juga sudah mulai tampak jelas pada pemeriksaan USG. Janin sudah mulai bisa mendengar suara dari luar saat ibu hamil 4 bulan.

Selain itu, janin juga mulai menerima “sumbangan” antibodi dari tubuh ibu untuk menguatkan sistem imunnya sendiri saat melawan bakteri dari tubuh ibu.

Usia kandungan 5 bulan (18-22 minggu)

Di bulan kelima pada kehamilan trimester 2, alis dan bulu mata janin sudah mulai muncul. Rambut berbulu halus (lanugo) juga akan muncul di seluruh tubuh janin dan bertahan sampai setelah lahir.

Kulit janin masih tipis dan berkilau karena ditutupi dengan lapisan pelindung berwarna krem yang disebut vernix. Vernix terbuat dari kelenjar minyak tubuh janin.

Selain itu, kaki bayi sudah mulai bisa bergerak dengan baik dan bakal gigi sudah mulai terbentuk di kehamilan 5 bulan.

Usia kandungan 6 bulan (23-27 minggu)

Di trimester kedua, sistem pernapasan bayi sudah mulai bekerja karena paru-parunya sudah memproduksi zat yang disebut surfaktan. 

Fungsi surfaktan adalah untuk membantu paru-paru janin berkembang secara normal setelah lahir nanti. Mata janin di usia kandungan 6 bulan kemungkinan sudah dapat terbuka dan menutup sendiri.

Gerakan atau tendangan bayi umumnya sudah dapat dirasakan pertama kali ketika kehamilan memasuki usia 16-25 minggu. 

Namun jika ini adalah kehamilan pertama, tendangan bayi baru bisa terasa di minggu ke-25.

Kondisi buruk yang bisa terjadi di trimester 2

kondisi buruk di trimester kehamilan

Kehamilan pada umumnya adalah kondisi yang riskan. Meski trimester 2 merupakan masa kehamilan yang paling nyaman, tetap ada berbagai risiko dan tanda bahaya yang muncul di trimester ini dan perlu diwaspadai.

Beberapa kondisi buruk yang bisa terjadi adalah:

1. Perdarahan vagina

Perdarahan saat hamil trimester pertama adalah hal wajar. Mengutip dari American College of Obstetrician and Gynecologists (ACOG) perdarahan saat hamil muda dialami 15-25 persen wanita.

Namun bila perdarahan ini terjadi di trimester kedua kehamilan (sebelum usia 20 minggu), bisa menjadi tanda keguguran. 

Keguguran sebelum usia kehamilan 20 minggu, dapat disebabkan oleh beberapa faktor berbeda, yang meliputi:

  • Masalah rahim, seperti septum uterus (rahim terbagi menjadi dua bagian terpisah)
  • Inkompetensi serviks (leher rahim terbuka terlalu cepat dan memicu kelahiran dini)
  • Kelainan kromosom
  • Penyakit autoimun yang dimiliki ibu, seperti lupus.

Perdarahan di trimester 2 juga dapat diakibatkan oleh:

  • Persalinan dini
  • Masalah plasenta, seperti plasenta previa dan solusio plasenta.

Masalah-masalah ini memang lebih sering terjadi pada trimester ketiga, tetapi juga dapat terjadi pada akhir trimester kedua.

2. Ketuban pecah dini

Ketuban akan pecah ketika saatnya melahirkan, tapi kalau sudah pecah di trimester 2, itu adalah ketuban pecah dini (KPD) dan bisa menyebabkan masalah serius.

Saat ibu hamil mengalami ini, bayi harus dikeluarkan secepatnya karena bayi tidak lagi memiliki perlindungan terhadap infeksi.

Kantung ketuban yang pecah pada trimester 2 dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur.

Bayi yang lahir di usia 24-28 minggu kehamilan berisiko paling tinggi mengalami masalah medis jangka panjang yang serius, terutama penyakit paru-paru.

Penyebab ketuban pecah dini adalah melemahnya selaput kontraksi karena infeksi pada rahim.

3. Preeklampsia

Preeklampsia adalah masalah tekanan darah tinggi yang terjadi ketika kandungan memasuki usia kehamilan 20 minggu. Tekanan darah tinggi dikatakan preeklampsia jika angka tensi mencapai 140/90 bahkan lebih saat hamil.

Seorang ibu hamil dapat mengalami preeklampsia meski tidak pernah memiliki riwayat hipertensi sebelumnya.

Pada kehamilan pertama, preeklamsia lebih mungkin terjadi selama trimester ketiga. Namun, beberapa ibu hamil mengalami preeklampsia sejak trimester kedua.

Pemeriksaan kehamilan yang perlu dilakukan di trimester 2

tes skrining trimester kehamilan

Di trimester kedua, ibu hamil sudah bisa mengetahui jenis kelamin dan wujud janin lewat USG. Pemeriksaan USG ini bisa dilakukan pada kehamilan usia 18 hingga 20 minggu.

Di trimester 2 kehamilan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan kehamilan berikut ini:

  • Mengukur tekanan darah
  • Memeriksa berat badan 
  • Skrining diabetes gestasional dengan tes darah
  • Melakukan tes cacat lahir dan tes genetik lainnya, seperti tes amniocentesis.

Pemeriksaan USG pada trimester 2 juga bertujuan untuk memeriksa pertumbuhan, posisi bayi, dan memberikan tanggal perkiraan lahir.

Anda juga kemungkinan sudah bisa merasakan gerakan janin di dalam perut. Gerakan janin umumnya tidak akan terlalu terasa dan hanya sebentar saja.

Perubahan gairah seksual ibu hamil trimester 2

gairah seksual ibu hamil di trimester 2

Saat kehamilan trimester pertama, mungkin kebanyakan ibu hamil mengalami penurunan gairah seksual. 

Namun, gairah seksual ibu hamil akan meningkat di akhir trimester pertama dan memasuki trimester kedua. Rasa mual dan kelelahan yang biasanya terjadi di trimester pertama sudah mereda. 

Peningkatan gairah seksual dipengaruhi oleh peningkatan hormon estrogen.

Hormon ini meningkatkan aliran darah di daerah organ intim dan menyebabkan area tersebut lebih sensitif, sehingga rangsangan seksual juga bertambah besar.

Cairan vagina juga meningkat di trimester 2 kehamilan. Ini yang membuat vagina lebih siap menerima penetrasi.

Perubahan payudara yang lebih berkembang dan lebih sensitif juga menjadi alasan meningkatnya keinginan seksual ibu hamil. 

Ada beberapa posisi seks yang bisa dilakukan saat kehamilan trimester kedua, yaitu:

  • Posisi duduk di pangkuan pasangan
  • Posisi merangkak (doggy style)
  • Posisi tidur menyamping 

Anda bisa berbaring memunggungi pasangan, sehingga bisa melakukan penetrasi dari belakang sambil memeluk mesra.

Setelah memasuki 20 minggu kehamilan, hindari posisi yang membuat Anda berbaring telentang, seperti posisi misionaris. 

Ketika berbaring telentang, rahim yang membesar akan menekan aorta, yang berfungsi mengalirkan darah ke plasenta. Kondisi ini bisa mengganggu pertumbuhan janin. 

Pasangan juga perlu menghindari meniupkan udara ke daerah genital. Meniup udara ke dalam vagina bisa menyebabkan emboli udara (gelembung udara yang masuk ke dalam sirkulasi darah). 

Hal ini jarang terjadi, tetapi bisa mengancam jiwa ibu hamil atau bayi. Oral seks aman selama kehamilan, tetapi sebaiknya tidak meniupkan udara ke dalam vagina.

Nutrisi yang wajib dipenuhi di kehamilan trimester 2

makanan sehat untuk ibu hamil

Berbagai asupan nutrisi yang harus Anda dapat di trimester satu tetap wajib dipenuhi juga selama trimester 2. Selain itu, berikut nutrisi tambahan lainnya yang juga penting untuk di fase ini, seperti:

1. Vitamin D

Vitamin D dibutuhkan ibu di kehamilan trimester 2 untuk membantu membangun tulang dan gigi janin yang sedang berkembang.

Asupan vitamin D yang dianjurkan selama kehamilan trimester kedua adalah 15 mcg sehari. Ibu hamil juga bisa mendapatkan tambahan vitamin D dari makanan untuk ibu hamil berikut ini:

  • Ikan salmon
  • Keju
  • Kuning telur
  • Suplemen hamil yang mengandung vitamin D

Dikutip dari situs resmi WHO, mengonsumsi suplemen vitamin D selama kehamilan bisa mengurangi risiko preeklampsia, bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan kelahiran prematur. 

2. Asam lemak omega-3

Ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial omega-3 selama masa kehamilan, termasuk trimester 2.

Asam lemak omega-3 berfungsi mendukung perkembangan jantung, otak, mata, sistem kekebalan tubuh, dan sistem saraf pusat janin dalam kandungan.

Ibu hamil bisa mendapatkan asam lemak omega-3 dari makanan berikut:

  • Ikan berlemak, seperti salmon yang dimasak matang sempurna.
  • Biji-bijian
  • Telur
  • Minyak canola dan minyak flaxseed
  • Buah alpukat

Asam lemak omega-3 juga dapat mencegah persalinan prematur, menurunkan risiko preeklampsia, dan mengurangi kemungkinan depresi pascapersalinan.

3.  Air

Ibu hamil butuh asupan cairan lebih banyak, tak terkecuali di kehamilan trimester 2 ini. Air yang dikonsumsi ibu hamil dapat membantu terbentuknya plasenta dan kantong ketuban di dalam rahim.

Mengalami dehidrasi saat hamil pada trimester 2 dapat menyebabkan janin mengalami cacat tabung saraf, seperti anencephaly dan penurunan produksi ASI.

Ibu yang sedang hamil harus minum setidaknya 8 hingga 12 gelas air sehari untuk mencegah dehidrasi dan komplikasinya.

4. Folat

Kebutuhan asam folat masih perlu dipenuhi selama trimester kedua. Kebutuhan folat selama trimester kedua adalah sebesar 600 mikrogram per hari. 

Pemenuhan kebutuhan folat ini penting untuk mengurangi risiko bayi cacat lahir, seperti spina bifida. Anda bisa mendapatkan folat dari berbagai makanan, seperti sayuran hijau, jeruk, ayam, ikan kerang, dan kacang-kacangan.

5. Kalsium

Kebutuhan kalsium ibu hamil di trimester 2 adalah 1200 mg. Anda bisa memenuhi kebutuhan ini dengan mengonsumsi:

  • Susu
  • Keju
  • Yogurt
  • Sayuran hijau (seperti brokoli, bayam, dan daun kale)
  • Ikan bertulang (seperti sarden dan ikan teri)
  • Kacang kedelai dan produknya
  • Telur.

Perkembangan janin di fase ini masuk pada pembentukan tulang dan juga pemadatan tulang dalam tubuh bayi. Ini membuat kebutuhan kalsium ibu hamil cukup tinggi dan penting untuk dipenuhi.

6. Zat besi

Kebutuhan zat besi ibu hamil makin tinggi mendekati waktu persalinan. Zat besi diperlukan untuk mendukung pembentukan sel darah merah yang makin meningkat. 

Kebutuhan zat besi ibu hamil selama trimester kedua adalah 35 mg. Anda bisa memenuhi kebutuhan zat besi ini dari daging merah, sayuran hijau, kuning telur, dan kacang-kacangan.

Beberapa ibu hamil mungkin membutuhkan suplemen zat besi bila mengalami anemia defisiensi zat besi (ADB)

7. Seng

Sama seperti zat besi, kebutuhan seng makin meningkat selama trimester kedua dan ketiga kehamilan. Kebutuhan zat gizi seng pada trimester kedua adalah sebesar 14 mg.

Kebutuhan seng yang tidak terpenuhi dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir, keterbatasan pertumbuhan bayi, dan kelahiran prematur. 

Untuk itu, Anda perlu memenuhi kebutuhan seng ini dari berbagai makanan, seperti daging merah, seafood, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Hal yang perlu dilakukan di kehamilan trimester 2

olahraga saat hamil

Menjaga kesehatan perlu dilakukan calon ibu sepanjang kehamilan, termasuk pada trimester 2. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat diikuti ibu hamil selama trimester kedua, antara lain:

Olahraga

Kehamilan bukan jadi alasan untuk tidak berolahraga dan menggerakan badan secara aktif. Olahraga adalah cara yang sehat dan mudah untuk menghindari risiko resistensi insulin pada ibu hamil.

Resistensi insulin dapat menyebabkan diabetes gestasional yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi selama hamil. Namun, selalu pastikan pada dokter kandungan Anda mengenai olahraga yang cocok saat hamil.

Pasalnya pada trimester 2, perut ibu hamil sudah membesar sehingga perlu berhati-hati dalam memilih jenis olahraga.

Mengonsumsi suplemen tambahan

Bila kebutuhan zat besi, zinc (seng), atau kalsium sangat tinggi, kemungkinan dokter akan merekomendasikan suplemen tambahan.

Pada beberapa kondisi, vitamin yang didapatkan dari makanan saja tidak cukup, sehingga perlu mendapatkan tambahan.

Minum suplemen tambahan secara teratur sesuai anjuran dokter agar nutrisi ibu dan janin tetap terjaga di trimester 2 kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Bisa Ada Wanita yang Tidak Sadar Kalau Sedang Hamil?

Tidak semua kehamilan dapat terdeteksi langsung dengan jelas. Apa bahayanya apabila wanita tidak tahu kalau dirinya hamil? Adakah dampaknya untuk janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kehamilan Kriptik

Segelintir orang mungkin tidak sadar dirinya hamil sampai usia kandungan semakin besar. Bisa jadi, Anda mengalami kehamilan kriptik. Apakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit

Intra Uterine Growth Restriction (IUGR): Ketika Janin Tidak Berkembang dalam Kandungan

IUGR adalah komplikasi yang harus diwaspadai ibu di setiap kehamilan. Kenali penyebab dan apa saja tanda-tanda janin tidak berkembang dalam kandungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 11 Juni 2019 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Ibu Hamil Mudah Kena Anemia dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi gagal tumbuh dalam kandungan dan lahir prematur. Cari tahu bagaimana cara mengobati dan mencegahnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 20 Mei 2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
ibu hamil memiliki risiko perburukan gejala saat terinfeksi covid-19

Kekebalan Tubuh Berubah saat Hamil? Ini Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
perut kembung saat hamil

Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Perut Kembung Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit