Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Merasakan tendangan pertama janin pasti sangat membahagiakan. Walaupun sedikit sakit, tapi merasakan tendangan bayi menunjukkan bahwa bayi dalam kondisi sehat dan aktif saat berada dalam kandungan. Namun, bagaimana jika janin berhenti bergerak di dalam kandungan? Apa yang harus dilakukan?

Apa yang harus dilakukan jika janin berhenti bergerak?

Sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan saat janin berhenti bergerak, sebaiknya ketahui dulu penyebab janin berhenti bergerak. Ada banyak penyebabnya, mulai dari hal yang normal sampai yang serius.

Sebenarnya, apabila janin berhenti bergerak dalam waktu yang sebentar, Anda tidak perlu khawatir. Hal ini bisa saja terjadi karena janin sedang tidur, biasanya selama 20-40 menit atau bahkan sampai 90 menit. Saat janin sudah bangun, ia mungkin akan aktif menendang perut Anda lagi.

Namun, jika Anda khawatir karena janin sudah cukup lama tidak bergerak, Anda mungkin bisa beristirahat sebentar. Berbaringlah di sisi kiri Anda dan kemudian minum atau makanlah sesuatu yang manis. Gula yang masuk ke dalam tubuh Anda bisa menjadi energi bagi janin untuk bergerak aktif kembali. Anda juga bisa menepuk perut Anda dengan lembut untuk merangsang bayi agar bergerak lagi.

Anda harus tenang, dan mulailah untuk menghitung pergerakan bayi. Jika tendangan bayi yang Anda rasakan kurang dari 10 kali dalam 2 jam, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan USG untuk melihat pergerakan bayi dan juga merekam detak jantung bayi.

Berapa kali tendangan bayi yang normal?

Anda mungkin akan merasakan tendangan pertama bayi pada usia kehamilan sekitar 18 minggu. Tentu, bahagia sekali rasanya saat merasakan tendangan pertama bayi ini. Namun, seiring dengan usia kehamilan yang bertambah, pergerakan bayi Anda dalam kandungan mungkin akan lebih sering sehingga kadang membuat Anda kurang nyaman.

Saat janin sudah bertambah besar dan kuat (sekitar usia kehamilan 20-24 minggu), kulit perut Anda akan meregang, sehingga Anda mungkin akan lebih mudah merasakan pergerakan bayi. Melalui tendangan dari kakinya ke perut Anda atau dengan sikutan dari tangannya ke perut Anda. Ya, pasti banyak sekali hal yang dilakukan bayi di dalam sana.

Bayi cenderung lebih banyak bergerak pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat Anda tidur. Pergerakan bayi ini bisa berubah saat mereka tumbuh dan berkembang. Pada trimester ketiga kehamilan, bayi akan bergerak lebih sering, setidaknya 16-45 gerakan per jam, seperti dikutip dari laman Pregnancy Birth & Baby.

Pergerakan yang dihasilkan janin ini akan berbeda-beda tiap janin. Ada janin yang memang aktif sekali dalam kandungan dan ada juga yang kurang aktif tapi masih normal (setidaknya menghasilkan 10 kali gerakan dalam 2 jam). Untuk bisa menghitung pergerakan janin dengan baik, Anda sebaiknya sambil berbaring. Ini supaya Anda bisa benar-benar fokus merasakan gerakan janin.

Penting bagi Anda untuk mengenali kebiasaan pergerakan janin Anda sendiri. Jadi, jika ada perubahan pergerakan bayi, Anda bisa langsung merasakannya dan jika ada yang aneh, Anda bisa langsung memeriksakannya ke dokter.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Sindrom Antifosfolipid (APS)

Sindrom antifosfolipid, atau antiphospholipid syndrome (APS) adalah penyakit autoimun yang membuat darah mudah menggumpal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit

3 Posisi Seks yang Meningkatkan Peluang agar Cepat Hamil

Katanya, posisi seks tertentu bisa memudahkan jalan sperma untuk membuahi sel telur. Lantas, apa saja posisi seks yang dianjurkan agar cepat hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
minum paracetamol saat hamil

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit
pemanis buatan saat hamil

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit