Flek saat Hamil di Tiap Trimester, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Anda pernah mengalami flek saat hamil? Kondisi ini jelas menakutkan bagi seorang calon ibu. Bercak darah tersebut, menjadi tanda tanya keberadaan janin dan kesehatan ibu hamil. Pada beberapa keadaan, flek memang dianggap normal, tetapi tetap saja bercak darah saat hamil diakibatkan oleh sesuatu yang tidak berjalan semestinya. Berikut penjelasan lengkapnya.

Bercak darah saat hamil muda trimester pertama

flek saat hamil

Meski mengundang banyak tanya, kebanyakan kasus flek coklat saat hamil muda terbilang normal. Bercak darah di awal kehamilan ini disebut sebagai perdarahan implantasi dan hal wajar dialami satu dari lima wanita hamil selama trimester pertama kehamilan.

Pada awal masa kehamilan (sekitar 6-12 hari setelah pembuahan), embrio akan mulai menempel pada dinding rahim, kemudian menyebabkan perdarahan ringan.

Banyak wanita yang menganggap bercak darah ringan ini adalah permulaan siklus menstruasi baru. Namun perdarahan implantasi tidak akan sebanyak darah menstruasi dan hanya berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari.

Jenis bercak ringan ini juga tidak akan membahayakan calon bayi. Sebagian besar wanita yang mengalami pendarahan implantasi akan menjalani kehamilan yang normal dan melahirkan bayi sehat.

Selain karena perdarahan implantasi, flek darah saat hamil muda bisa juga terjadi karena perubahan hormon sehingga serviks (leher rahim) lebih mudah berdarah, penetrasi penis yang terlalu keras saat berhubungan seks, atau infeksi vagina seperti bacterial vaginosis.

Warna darah yang keluar biasanya lebih terang  dibanding saat menstruasi. Flek saat hamil di masa awal kehamilan bukan suatu hal yang berbahaya dan merupakan hal yang normal terjadi.

Tidak hanya itu, bila mengandung janin kembar, kemungkinan mengalami flek di masa kehamilan cukup besar. 

Dalam jurnal yang berjudul Fertility and Sterility dituliskan bahwa lebih dari 30 ibu hamil anak kembar memiliki peluang yang lebih sehat meski mengalami perdarahan di trimester pertama kehamilan.

Bercak darah saat hamil muda bisa jadi tanda bahaya

Namun flek coklat saat hamil muda (trimester pertama kehamilan) bisa menjadi tanda keguguran atau komplikasi serius lainnya.

Ini termasuk keguguran, hamil anggur, masalah plasenta seperti plasenta previa, plasenta akreta, dan abruptio plasenta; hingga kehamilan ektopik.

Pasalnya, sebagian besar keguguran terjadi pada awal minggu sekitar usia kandungan 13 minggu dan ditandai dengan adanya flek saat hamil.

Bila mengalami flek dan tidak dibarengi dengan kram, segera bicarakan dengan dokter. Beberapa gejala keguguran yaitu:

  • Sakit punggung ringan sampai berat
  • Berkurangnya berat badan
  • Keluar lendir berwarna pink dan putih dari vagina
  • Kram atau kontraksi
  • Gumpalan darah keluar dari vagina

Bila Anda mengalami keguguran, kecil kemungkinan untuk menyelamatkan janin. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, segera hubungi dokter kandungan dan melakukan tes USG. Dokter biasanya akan meminta melakukan kuret untuk membersihkan rahim.

Flek darah saat hamil di trimester kedua dan ketiga

flek cokelat setelah haid

Pada beberapa kondisi, keluarnya flek di trimester pertama kehamilan adalah hal wajar. Namun bila di trimester kedua dan ketiga masih mengalami hal yang sama, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter. 

Pasalnya, ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab flek saat hamil trimester kedua dan ketiga:

Plasenta previa

Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks. Plasenta previa bisa dilihat lewat pemeriksaan USG di trimester kedua dan trimester ketiga lewat tanda flek saat hamil.

Bila ibu hamil mengalami flek saat hamil bahkan sampai perdarahan hebat, segera konsultasikan dengan dokter.

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menghindari aktivitas berat untuk membuat panggul beristirahat. Hal ini termasuk untuk memberi jeda dalam berhubungan seksual. 

Plasenta abruptio atau solusio

Kondisi plasenta solusio sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Plasenta abruptio merupakan kondisi pemisahan antara plasenta dengan dinding rahim.

Flek darah saat hamil bisa menjadi penanda bahwa Anda mengalami kondisi ini. Namun bisa juga terjadi perdarahan berat sampai pembekuan darah yang efeknya terasa sakit perut, kram, nyeri di sekitar uterus, dan nyeri punggung. 

Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Kondisi bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth) kerap ditandai dengan perdarahan saat hamil. WHO menyebutkan, stillbirth terjadi pada bayi di usia 28 minggu atau lebih tanpa ada tanda kehidupan dari janin.

Tanda yang bisa ibu hamil rasakan ketika bayi mengalami stillbirth adalah:

  • Nyeri perut atau kram
  • Perdarahan dari vagina
  • Kontraksi

Sementara itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami still birth yaitu:

  • Kegemukan
  • Merokok
  • Hamil di usia lanjut
  • Mengandung bayi lebih dari satu (kembar)
  • Mengalami komplikasi kehamilan

Bayi meninggal dalam kandungan (still birth) merupakan kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja.

Namun, bisa dihindari dengan mengurangi faktor risikonya sehingga perlu diskusi dengan dokter bila ibu memiliki salah satu dari faktor risiko tersebut.

Rahim robek (uterine rupture)

Ini merupakan kondisi rahim robek (rupture uterine) saat persalinan yang dipicu oleh perdarahan dan terjadi secara tiba-tiba.

Ketika mengalami hal ini, perut terasa sangat nyeri ditandai dengan jeda kontraksi secara tiba-tiba. Faktor risiko yang meningkatkan ini adalah riwayat menjalani operasi caesar dan bedah transmiometrium.

Luka pada serviks

Keluarnya bercak darah saat hamil juga bisa disebabkan oleh trauma serviks. Hal ini terjadi tiba-tiba dan biasanya disebabkan oleh hubungan seksual.

Biasanya ibu akan merasakan nyeri panggul ringan sampai sedang tergantung pada tingkat kerusakan pada serviks. Tanda dari kondisi ini adalah memar dan area serviks lebih lunak.

Perbedaan perdarahan dan flek darah saat hamil

kencing berdarah saat hamil

Apakah flek sama dengan perdarahan? Sebenarnya tidak, tapi keduanya berhubungan.

American Pregnancy menjelaskan bahwa perdarahan adalah kondisi keluarnya darah dari vagina selama hamil. Ini bisa terjadi kapan saja, mulai dari masa pembuahan sampai akhir masa kehamilan.

Bercak darah saat hamil termasuk dalam perdarahan ringan dan jadi hal biasa, terutama di trimester pertama kehamilan. Tanda flek tidak berat yaitu darah yang keluar tidak pekat dan ringan, bahkan darahnya tidak sampai menutupi penuh pantyliner. 

Sementara itu, perdarahan adalah aliran darah yang lebih berat. Di kondisi ini, Anda membutuhkan pembalut agar tidak membasahi celana, mirip dengan kondisi menstruasi. Bila merasa perdarahan sampai mirip menstruasi, segera datang ke dokter.

Cara mengatasi flek darah saat hamil

flek saat hamil

Bila mengalami flek saat hamil muda (sebelum 16 minggu), gunakan pembalut untuk menampung darah.

Perhatikan juga gejala lainnya yang mungkin menyertai. Flek darah yang keluar selama trimester awal dan tidak disertai gejala apapun adalah kondisi yang normal. Ini akan berangsur mereda setelah 2-3 hari.

Bila dua sampai tiga hari flek tidak berhenti atau semakin parah dan banyak, segera hubungi dokter. Pasalnya, dokter mengetahui cara menghentikan flek saat hamil muda.

Sementara itu kalau mengalami flek di usia kehamilan trimester kedua dan ketiga (setelah 16 minggu), biasanya dokter akan menyarankan bed rest agar tubuh tidak terlalu lelah. 

Mengutip dari situs Manchester University, disarankan untuk menghindari aktivitas dan membawa barang yang berat. Selain itu, hindari mandi dengan air terlalu panas karena bisa membuat kepala pusing. 

Berhubungan seksual juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi risiko keguguran dan perdarahan semakin parah.

Penggunaan pembalut disarankan selama 2-3 hari meski flek sudah tidak keluar. Namun bila kondisi semakin parah, segera hubungi dokter kandungan.

Cara mencegah flek darah saat hamil

Keluarnya flek saat hamil muda tidak dapat diprediksi, tapi bisa mencegahnya dengan melakukan hal di bawah ini:

  • Cukupi nutrisi ibu saat hamil dengan makanan bergizi.
  • Kurangi konsumsi minuman kafein dan berhenti merokok.
  • Memeriksa penyakit penyerta (gangguan kelenjar tiroid, diabetes, atau gangguan imunitas yang berpera dalam perdarahan)
  • Perbanyak istirahat di rumah dan hindari kerja berat. 
  • Perhatikan berat badan ibu saat hamil

Berat badan kurang dan obesitas berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya perdarahan saat hamil.

Kapan waktu yang tepat untuk konsultasi ke dokter?

kesehatan ibu hamil muda

Anda perlu khawatir ketika bercak darah saat hamil terjadi setiap hari dengan warna darah semakin mengental dan cerah yang mengarah ke perdarahan. Bila flek sampai perdarahan yang tidak berhenti, dokter akan melakukan evaluasi. 

Dokter akan melakukan pemeriksaan vagina untuk melihat perdarahan dan melakukan USG, baik dari perut juga transvaginal. Ini dilakukan untuk memastikan detak jantung janin dalam keadaan sehat dan berkembang secara baik.

Sebagai pertanyaan lanjutnya, kemungkinan dokter akan bertanya apakah bercak darah hadir bersamaan dengan kram atau demam. Beberapa ibu hamil memerlukan pengobatan khusus karena flek bisa berubah menjadi perdarahan selama kehamilan.

Berikut beberapa kondisi gawat flek saat hamil yang perlu diperhatikan, menurut Emedicinehealth:

  • Perdarahan hebat sampai kram dan kontraksi
  • Flek sampai perdarahan dan berlangsung lebih dari 24 jam
  • Merasa pusing bahkan sampai pingsan
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat celcius
  • Rasa sakit parah di perut, panggul, dan punggung
  • Pernah melakukan aborsi 
  • Pernah diberikan perawatan untuk kehamilan ektopik

Segera hubungi dokter bila mengalami hal-hal di atas.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Perlukah Khawatir Jika Keluar Darah Terus Setelah Keguguran?

Perdarahan saat masa kehamilan sering kali dikatikan dengan keguguran. Namun, bagaimana bila terjadi perdarahan setelah keguguran? Simak ulasannya disini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lelah saat hamil

Selalu Merasa Kelelahan Saat Hamil, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit