Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Es? Ini Faktanya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pada masa kehamilan, ada kalanya dokter memberikan saran untuk menghindari makanan dan minuman tertentu. Tentunya, hal ini disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu hamil. Bagaimana dengan beberapa pendapat bahwa ibu hamil sebaiknya tidak minum es karena bisa mengganggu perkembangan janin? Simak penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil minum es di bawah ini!

Masalah kesehatan yang membuat ibu hamil suka minum es

ibu hamil minum es

Salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan saat hamil adalah menjaga asupan cairan agar tidak memengaruhi kesehatan Anda dan juga bayi.

Tidak hanya itu saja, tercukupinya cairan harian juga dapat membantu mencegah terjadinya masalah atau keluhan ibu hamil yang sering terjadi.

Saat ingin memenuhi kebutuhan cairan, bukan tidak mungkin ibu hamil lebih menginginkan minum air dingin.

Dikutip dari Pregnancy Birth, and Baby, hal ini merupakan fenomena nyata dan memengaruhi banyak wanita selama kehamilan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan jadi suka minum es atau makan es batu saat hamil, padahal sebelumnya tidak pernah melakukannya.

Pada suatu kondisi, kebiasaan ini juga bisa membuat Anda bertanya-tanya sebenarnya kenapa dan bolehkah ibu hamil minum es?

Berikut beberapa penyebab yang menjadi alasan ibu hamil menggemari minuman dingin termasuk es batu, seperti:

1. Pica

Dorongan mengonsumsi sesuatu yang sebenarnya minim gizi, atau bahkan tidak bergizi sama sekali disebut juga sebagai pica.

Namun, pica merupakah hal yang berbeda dengan ngidam saat hamil.

Pica adalah ganggguan makan yang umumnya banyak terjadi pada anak-anak, tetapi ini juga kerap dialami oleh ibu hamil.

Tidak ada yang tahu apa yang menjadi penyebab pica seperti ibu hamil lebih suka minum es.

Dikutip dari American Pregnancy Association, ada kemungkinan kondisi ini merupakan efek hormonal serta upaya tubuh untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang hilang dari makanan.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati apabila penyebabnya adalah pica. Hal ini karena pada sebagian orang, pica merupakan pertanda adanya masalah emosional seperti stres hingga gangguan obsesif-kompulsif.

2. Anemia

Lalu, kecenderungan ibu hamil lebih menyukai minuman dingin atau makan es batu juga bisa disebabkan oleh anemia.

Ada beberapa orang yang mengalami anemia membutuhkan asupan es karena tubuh kekurangan zat besi.

Saat hamil, Anda membutuhkan asupan zat besi minimal 27 mg untuk tubuh dan bayi di dalam kandungan.

Apalagi, anemia pada ibu hamil juga merupakan kondisi yang umum terjadi disaat kurangnya nutrisi serta vitamin tertentu.

Saat ibu hamil mengalami anemia, mengonsumsi es merupakan salah satu cara untuk menambah kekuatan karena sensasi dinginnya.

Lalu, bolehkah ibu hamil minum es?

Sebenarnya, air dingin atau pun es batu bukanlah zat yang berbahaya. Namun, ada mitos, terutama di Asia, yang menyebutkan bahwa minum es saat hamil dapat mengejutkan bayi, membuat tubuh terasa lemas, hingga bayi lahir dalam ukuran besar.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang mampu membuktikan efek negatif ibu hamil yang gemar minum es selain kerusakan gigi, sakit gusi, dan menyebabkan sakit tenggorokan.

Jadi, apabila Anda masih bingung mengenai bolehkah ibu hamil minum air dingin atau makan es batu? Jawabannya adalah boleh dan tidak ada masalah.

Namun, hal ini juga tergantung dari kondisi setelah Anda melakukan pemeriksaan kehamilan. Tentunya dokter akan memberikan saran yang terbaik untuk kehamilan Anda.

Hal ini juga berlaku ketika kebiasaan ibu hamil makan es batu semakin meningkat. Ada kemungkinan dokter akan melakukan sejumlah tes untuk mengevaluasi apakah ada masalah kesehatan atau tidak.

Perlu dipahami bahwa ibu hamil diperbolehkan untuk minum dingin. Akan tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan dan Anda tidak memenuhi asupan nutrisi harian, ini perlu dikhawatirkan.

Hal yang kemungkinan akan terjadi adalah tubuh terus kekurangan gizi sehingga menghambat tumbuh kembang bayi. Apalagi, tidak ada jumlah kalori yang masuk saat minum es.

Maka, merupakan hal yang penting bagi Anda untuk terus memerhatikan nutrisi ibu hamil serta asupan makanan sehari-hari.

Pertimbangkan juga untuk mengganti es batu dengan buah dingin yang baik untuk ibu hamil, seperti anggur, stroberi, atau buah beri yang jauh lebih segar, sehat, dan mempunyai manfaat.

Kapan ibu hamil boleh minum es?

Pertanyaan mengenai bolehkah ibu hamil minum es atau makan es sudah terjawab. Mungkin sebagian dari Anda juga ada pertanyaan kapan diperbolehkan minum es saat hamil?

Hingga kini, tidak ada ketentuan khusus yang menjelaskan kapan ibu hamil boleh mengonsumsi air dingin atau es batu.

Maka dari itu, Anda boleh melakukannya kapan saja asalkan sedang tidak mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Sebagai contoh, sedang mengalami gigi ngilu, sakit tenggorokan, dan lain-lain.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pastikan air dingin atau es batu yang akan dikonsumsi sudah terjamin kebersihannya.
  • Usahakan untuk makan atau minum es batu yang dibuat sendiri di rumah, bukan di tempat lain yang belum terjamin kebersihan dan keamannnya.
  • Jika hendak berpegian, bawa tumblr termos berisi air dingin atau air biasa yang diberi es batu agar tidak jajan sembarangan.
  • Saat membeli minuman dingin kemasan, pastikan masih tersegel rapi.

Intinya, pertanyaan “bolehkah ibu hamil minum es?” jawabannya boleh-boleh saja. Tidak perlu percaya mitos kehamilan yg beredar seputar minum es batu saat hamil karena tidak terbukti kebenarannya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ada banyak penyebab kaki bengkak, mulai dari cedera, lama berdiri, kehamilan, dan banyak lagi. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
proses terjadinya kehamilan atau pembuahan

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit