Cara Tepat Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) Si Kecil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap calon orangtua pasti sangat menunggu-nunggu hari kelahiran buah hatinya. Mencari tahu tanggal bersalin penting bagi Anda merencanakan segala persiapan persalinan serta perawatan kehamilan yang tepat dari jauh-jauh hari. Nah, Anda bisa memperkirakan kapan tepatnya tanggal bersalin dengan cara menghitung HPL sendiri. Berikut panduannya.

Cara menghitung HPL dengan usia kehamilan

Cara menghitung HPL alias Hari Perkiraan Lahir bisa diketahui dengan mencari tahu dulu berapa usia kehamilan Anda sekarang.

Nah, di sini yang masih suka sering salah paham. Anda atau orang-orang di sekitar Anda mungkin selama ini menyebut usia kehamilan dengan hitungan bulan. Misalnya, hamil 6 bulan, hamil 3 bulan, atau hamil 9 bulan.

Padahal, usia kehamilan lebih tepat dinyatakan dalam minggu dan hari. Sebab ini ada kaitannya dengan kapan hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda.

Usia kehamilan umumnya berlangsung selama 38-40 minggu atau 280 hari sampai waktunya melahirkan. Rentang waktu ini juga termasuk dua minggu masa pembuahan setelah menstruasi terakhir meski Anda belum dinyatakan positif hamil.

Cara menghitung HPL adalah dengan rumus:

Tanggal di hari pertama menstruasi terakhir + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun.

Contohnya jika HPHT Anda adalah 11 April 2019 dan ditambahkan 7 hari ke depan, berarti 18 April 2019. 18 April 2019 adalah minggu pertama kehamilan Anda. Setelahnya kurangi 3 bulan dari bulan haid terakhir tersebut, yaitu 18 Januari (April bulan ke-4 dikurang 3). Terakhir tambahkan satu tahun dari 2019. Maka dari cara menghitung ini Anda akan mendapatkan HPL 18 Januari 2020.

Contoh lainnya apabila HPHT Anda tanggal 8 November 2018. Kurangi 3 bulan sebelumnya, yaitu 8 Agustus 2018. Nah, 8 Agustus ditambah 7 hari 1 tahun adalah tanggal 15 Agustus 2019.

Cara menghitung HPL yang lebih praktis sebetulnya hanya dengan mengingat hari pertama terakhir haid dan ditambahkan 266 hari. Namun, cara hitungan ini berlaku apabila siklus haid Anda normal setiap 28-30 hari sekali.

Cara menghitung HPL di dokter

Apabila lupa kapan tepatnya hari pertama haid terakhir, tidak perlu khawatir. Anda bisa konsultasi ke dokter untuk menjalani USG (ultrasonografi) supaya tahu berapa usia kehamilan Anda saat ini.

1. Pakai USG

Tidak semua wanita sempat melakukan USG di awal kehamilan. Banyak pula yang tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil. Nah, USG atau ultrasonografi dapat memberi tahu tanggal persalinan lebih akurat dibanding cara menghitung HPL pakai rumus.

Namun, dokter biasanya menyarankan cari tahu HPL lewat USG hanya jika siklus haid Anda normal.Dokter umumnya juga meragukan USG untuk menghitung hari perkiraan lahir apabila ibu hamil sudah berusia 35 tahun atau lebih.

Selain itu, USG tidak dianjurkan apabila Anda memiliki riwayat keguguran atau komplikasi kehamilan yang dalam pemeriksaan fisik sebelumnya sudah dinyatakan bisa memengaruhi hari perkiraan lahir bayi.

2. Menghitung detak jantung janin

Selain USG, ada juga cara menghitung HPL dengan  mengetahui detak jantung bayi pertama kali terdengar. Biasanya pada sekitar minggu ke-9 atau 10, meski bisa bervariasi, dan ketika ibu pertama kali merasakan gerakan janin.

Gerakan janin biasanya mulai terdeteksi antara usia kehamilan 18-22 minggu, tetapi bisa lebih awal atau lebih lambat. Dari sini, dokter bisa menentukan hari perkiraan lahir bayi Anda.

3. Ketinggian fundus uteri

Fundus wanita lokasinya berada dari tulang panggul sampai ke bagian atas rahim Anda. Tiap Anda periksa rutin kehamilan, dokter bisa menentukan hari perkiraan lahir dari ketinggian fundus. Semakin tua usia kehamilan, umumnya fundus akan semakin kecil jaraknya.

Bagaimana cara menghitung HPL untuk kehamilan IVF?

hamil lewat program bayi tabung ivf

Beda cara hamil, beda pula cara menghitung HPL nya. Bahkan, tanggal jatuh tempo kelahiran bayi IVF lebih akurat dari kehamilan lewat proses pembuahan alami.

Lewat IVF, Anda dan dokter akan tahu pasti tanggal pembuahan sel telur dan pemindahan embrio (sel telur yang berhasil dibuahi sperma) ke dalam rahim. Dari situ, hari persalinan dapat diperkirakan dengan menambahkan 266 (38 minggu) hari sejak tanggal pembuahan. Selain itu, proses pengambilan sel telur sebelumnya juga sudah dijadwalkan sebelum wanita ovulasi.

Maka, cara menghitung HPL untuk kehamilan IVF adalah dengan cukup menambahkan 38 minggu (266 hari) setelah proses inseminasi sel telur. Hitungan 38 minggu ini hanya untuk yang punya periode menstruasi tiap 28 hari sekali.

Cara lainnya untuk menghitung HPL dari kehamilan bayi tabung adalah dihitung dari tanggal transfer embrio ke dalam rahim lalu ditambahkan 38 minggu. Misalnya, jadwal transfer embrio Anda adalah 8 Mei 2019. Tambahkan 38 minggu dari waktu itu, maka Anda akan mendapatkan 29 Januari 2020.

Cara menghitung HPL kehamilan IVF sebetulnya tidak dihitung berdasarkan waktu pembuahan, namun berdasarkan tanggal transfer embrio. Ini akan memberikan perkiraan tanggal bersalin yang lebih akurat. Perkiraan ini juga dapat lebih lanjut dipastikan lewat cek USG.

HPL suka berubah-ubah

Walaupun Anda sudah tahu kapan kira-kira buah hati Anda lahir, hasil akhir dari cara menghitung HPL tidak bisa dijadikan patokan pasti. Kenyataannya, tanggal bersalin mungkin bisa lebih maju atau mundur dari perkiraan tanggal HPL Anda saat ini.

Di dunia ini hanya 5% ibu hamil yang melahirkan tepat di hari perkiraan lahirnya. Selebihnya melenceng dari jadwal. Berikut adalah tiga penyebab umum tanggal persalinan berubah meskipun cara menghitung HPL nya sudah benar sesuai rumus:

1. Salah tanggal HPHT

Salah tanggal HPHT adalah penyebab paling umum kenapa perkiraan tanggal melahirkan suka meleset. Salah menentukan HPHT maka akan salah pula hasil cara menghitung HPL Anda.

Pembuahan umumnya terjadi dua minggu atau antara hari ke 11-21 setelah hari pertama haid terakhir. Namun sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan tepatnya pembuahan berlangsung. Bahkan dokter sekali pun.

Belum ada teknologi medis yang dapat secara akurat memberi tahu waktu pembuahan terjadi.

2. Perubahan ukuran leher rahim

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa wanita dengan leher rahim pendek (kurang dari 2,5 cm) punya kecenderungan melahirkan lebih awal.

Penjelasan ini juga didukung dari International Journal of Obstetrics and Gynecology. Peneliti mengatakan bahwa 85 persen wanita yang memiliki ukuran leher rahim pendek (sekitar 1 cm) melahirkan lebih cepat daripada wanita yang ukuran leher rahimnya sekitar 2,5 cm.

Semakin tua usia kehamilan dan mendekati hari perkiraan lahir, ukuran leher rahim Anda juga bisa makin memendek. Pemendekan panjang leher rahim bertujuan agar kepala bayi lebih mudah turun dan siap lahir.

Jadi, meski cara menghitung HPL sudah benar, ukuran leher rahim Anda berubah sehingga perkiraan tanggal lahir malah meleset.

3. Posisi bayi dalam kandungan berubah

Selain itu, posisi janin di dalam kandungan juga turut menentukan cepat tidaknya persalinan Anda. Bila kepala janin sudah berada di posisi seharusnya dan sesuai dengan usia kandungan, maka tanggal persalinan kemungkinan akan tepat waktu.

Sementara bila tidak, jadwal melahirkan Anda mungkin akan sedikit terlambat dari tanggal perkiraan. Umumnya dokter akan menganjurkan operasi caesar atau induksi apabila usia kandungan sudah lebih dari 40 minggu.

Bisakah saya menentukan tanggal kelahiran sendiri?

Meski sudah mengetahui tanggal persalinan lewat cara menghitung HPL, banyak orangtua yang ingin anaknya lahir di hari spesial atau tanggal yang unik. Namun, hal ini belum tentu bisa dilakukan pada setiap kehamilan.

Apabila kondisi kehamilan Anda mengharuskan untuk lahir lewat operasi caesar, Anda mungkin bisa memilih tanggal yang tidak jauh dari hari perkiraan lahir seharusnya.

Namun, keputusan untuk menjalani caesar juga tidak boleh sembarangan. Operasi caesar umumnya hanya diperbolehkan jika kondisi kehamilan berisiko tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca