Cara Tepat Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) Si Kecil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/01/2020
Bagikan sekarang

Setiap calon orangtua pasti sangat menunggu-nunggu hari kelahiran buah hatinya. Mencari tahu tanggal bersalin penting bagi Anda merencanakan segala persiapan persalinan serta perawatan kehamilan yang tepat dari jauh-jauh hari. Nah, Anda bisa memperkirakan kapan tepatnya tanggal bersalin dengan cara menghitung HPL sendiri.

Namun, bagaimana cara menghitung HPL? Ikuti panduannya berikut ini.

Cara menghitung HPL dengan usia kehamilan

Cara menghitung HPL alias hari perkiraan lahir bisa diketahui dengan mencari tahu dulu berapa usia kehamilan Anda sekarang.

Sayangnya, masih banyak orang yang sering salah paham cara menghitung HPL. Alasannya, karena Anda atau orang-orang di sekitar mungkin selama ini menyebut usia kehamilan dengan hitungan bulan. Sebagai contoh, hamil 6 bulan, hamil 3 bulan, atau hamil 9 bulan.

Padahal, usia kehamilan lebih tepat dinyatakan dalam hitungan minggu dan hari. Sebab ini ada kaitannya dengan kapan hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda. Jadi, jangan lagi Anda menggunakan bulan dalam menerapkan cara menghitung HPL.

Usia kehamilan umumnya berlangsung selama 38-40 minggu atau 280 hari sampai waktunya melahirkan. Rentang waktu ini juga termasuk dua minggu masa pembuahan setelah menstruasi terakhir meski Anda belum dinyatakan positif hamil.

Cara menghitung HPL dengan benar adalah dengan rumus berikut ini:

Tanggal di hari pertama menstruasi terakhir + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun.

Contoh cara menghitung HPL jika HPHT Anda adalah 11 April 2019 dan ditambahkan 7 hari ke depan, berarti 18 April 2019. 18 April 2019 adalah minggu pertama kehamilan Anda.

Setelahnya kurangi 3 bulan dari bulan haid terakhir tersebut, yaitu 18 Januari (April bulan ke-4 dikurang 3). Terakhir tambahkan satu tahun dari 2019. Maka dari cara menghitung ini Anda akan mendapatkan HPL 18 Januari 2020.

Contoh lain cara menghitung HPL apabila HPHT Anda tanggal 8 November 2018. Kurangi 3 bulan sebelumnya, yaitu 8 Agustus 2018. Nah, 8 Agustus ditambah 7 hari 1 tahun adalah tanggal 15 Agustus 2019.

Cara menghitung HPL yang lebih praktis sebetulnya hanya dengan mengingat hari pertama terakhir haid dan ditambahkan 266 hari. Namun, cara menghitung HPL ini berlaku apabila siklus haid Anda normal setiap 28-30 hari sekali.

Cara menghitung HPL di dokter

Apabila lupa kapan tepatnya hari pertama haid terakhir, tidak perlu khawatir cara menghitung HPL yang tepat seperti apa. Anda bisa konsultasi ke dokter untuk menjalani USG (ultrasonografi) supaya tahu berapa usia kehamilan Anda saat ini.

1. Pakai USG

Tidak semua wanita sempat melakukan USG  di awal kehamilan. Banyak pula yang tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil. Nah, USG atau ultrasonografi dapat memberi tahu tanggal persalinan lebih akurat dibanding cara menghitung HPL pakai rumus.

Namun, dokter biasanya menyarankan cari tahu HPL lewat USG hanya jika siklus haid Anda normal. Dokter umumnya juga meragukan USG sebagai cara untuk menghitung HPL apabila ibu hamil sudah berusia 35 tahun atau lebih.

Cara menghitung HPL dengan USG tidak dianjurkan apabila Anda memiliki riwayat keguguran atau komplikasi kehamilan yang dalam pemeriksaan fisik sebelumnya sudah dinyatakan bisa memengaruhi hari perkiraan lahir bayi.

2. Menghitung detak jantung janin

Selain USG, ada juga cara menghitung HPL dengan  mengetahui detak jantung bayi pertama kali terdengar. Hal ini biasanya muncul pada sekitar minggu ke-9 atau 10 (meski bisa bervariasi) dan ketika ibu pertama kali merasakan gerakan janin.

Gerakan janin biasanya mulai terdeteksi antara usia kehamilan 18-22 minggu, tetapi bisa lebih awal atau lebih lambat. Dengan cara ini, dokter bisa menentukan hari perkiraan lahir bayi Anda tanpa menghitung secara manual.

3. Ketinggian fundus uteri

Cara menghitung HPL lainnya adalah melalui ketinggian fundus uteri. Fundus wanita lokasinya berada dari tulang panggul sampai ke bagian atas rahim Anda.

Tiap Anda periksa rutin kehamilan, dokter bisa menentukan hari perkiraan lahir dari ketinggian fundus. Semakin tua usia kehamilan, umumnya fundus akan semakin kecil jaraknya.

Bagaimana cara menghitung HPL untuk kehamilan IVF?

hamil lewat program bayi tabung ivf

Beda cara hamil, beda pula cara menghitung HPL nya. Bahkan, tanggal jatuh tempo kelahiran bayi IVF lebih akurat dari kehamilan lewat proses pembuahan alami.

Lewat IVF, Anda dan dokter akan tahu pasti tanggal pembuahan sel telur dan pemindahan embrio (sel telur yang berhasil dibuahi sperma) ke dalam rahim.

Dari situ, hari persalinan dapat diperkirakan dengan menambahkan 266 (38 minggu) hari sejak tanggal pembuahan. Selain itu, proses pengambilan sel telur sebelumnya juga sudah dijadwalkan sebelum wanita ovulasi.

Maka, cara menghitung HPL untuk kehamilan IVF adalah dengan cukup menambahkan 38 minggu (266 hari) setelah proses inseminasi sel telur. Hitungan 38 minggu ini hanya untuk yang punya periode menstruasi tiap 28 hari sekali.

Cara lainnya untuk menghitung HPL dari kehamilan bayi tabung adalah dihitung dari tanggal transfer embrio ke dalam rahim lalu ditambahkan 38 minggu.

Contoh menghitung HPL dengan cara ini yakni, jadwal transfer embrio yang jatuh 8 Mei 2019, ditambahkan 38 minggu dari waktu itu, maka Anda akan mendapatkan 29 Januari 2020.

Cara menghitung HPL kehamilan IVF sebetulnya tidak dihitung berdasarkan waktu pembuahan tetapi berdasarkan tanggal transfer embrio.

Ini akan memberikan perkiraan tanggal bersalin yang lebih akurat. Perkiraan dari hasil menghitung HPL ini juga dapat lebih lanjut dipastikan lewat pengecekan dengan cara USG.

HPL suka berubah-ubah

Walaupun Anda sudah tahu kapan kira-kira buah hati Anda lahir, hasil akhir dari cara menghitung HPL tidak bisa dijadikan patokan pasti.

Kenyataannya, hasil menghitung HPL yang dilakukan dengan cara manual atau melalui pemeriksaan dokter, mungkin bisa lebih maju atau mundur dari perkiraan tanggal HPL Anda saat ini.

Di dunia ini hanya 5 persen ibu hamil yang melahirkan tepat di hari perkiraan lahirnya. Selebihnya melenceng dari jadwal.

Berikut adalah tiga penyebab umum tanggal persalinan berubah meskipun cara menghitung HPL nya sudah benar sesuai rumus:

1. Salah tanggal HPHT

Salah tanggal HPHT adalah penyebab paling umum kenapa perkiraan tanggal melahirkan suka meleset. Salah menentukan HPHT maka akan salah pula hasil cara menghitung HPL Anda.

Pembuahan umumnya terjadi dua minggu atau antara hari ke 11-21 setelah hari pertama haid terakhir. Namun, sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan tepatnya pembuahan berlangsung, bahkan dokter sekali pun.

Belum ada teknologi medis yang dapat secara akurat memberi tahu waktu pembuahan terjadi.

2. Perubahan ukuran leher rahim

Penyebab lain yang bisa merubah hasil dari cara menghitung HPL manual atau lewat pemeriksaan dokter, yakni ukuran leher rahim yang berubah.

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa wanita dengan leher rahim pendek (kurang dari 2,5 cm) punya kecenderungan melahirkan lebih awal.

Penjelasan ini juga didukung hasil studi dari International Journal of Obstetrics and Gynecology. Peneliti mengatakan bahwa 85 persen wanita yang memiliki ukuran leher rahim pendek (sekitar 1 cm) melahirkan lebih cepat daripada wanita yang ukuran leher rahimnya sekitar 2,5 cm.

Semakin tua usia kehamilan dan mendekati hari perkiraan lahir, ukuran leher rahim Anda juga bisa makin memendek. Pemendekan panjang leher rahim bertujuan agar kepala bayi lebih mudah turun dan siap lahir.

Jadi, meski cara menghitung HPL sudah benar, ukuran leher rahim Anda berubah sehingga perkiraan tanggal lahir malah meleset.

3. Posisi bayi dalam kandungan berubah

Hasil dari cara menghitung HPL manual atau pemeriksaan doketr juga bisa meleset karena posisi janin di dalam kandungan yang berubah. Ternyata posisi janin menjadi salah satu faktor yang menentukan cepat tidaknya persalinan Anda.

Bila kepala janin sudah berada di posisi seharusnya dan sesuai dengan usia kandungan, tanggal persalinan kemungkinan akan tepat waktu dengan hasil cara menghitung HPL yang Anda lakukan sebelumnya.

Sementara bila tidak, jadwal melahirkan Anda mungkin akan sedikit terlambat dari tanggal perkiraan. Umumnya dokter akan menganjurkan operasi caesar atau induksi apabila usia kandungan sudah lebih dari 40 minggu. 

Bisakah saya menentukan tanggal kelahiran sendiri?

Meski sudah mengetahui tanggal persalinan lewat cara menghitung HPL, banyak orangtua yang ingin anaknya lahir di hari spesial atau tanggal yang unik. Namun, hal ini belum tentu bisa dilakukan pada setiap kehamilan.

Apabila kondisi kehamilan Anda mengharuskan untuk lahir lewat operasi caesar, Anda mungkin bisa memilih tanggal yang tidak jauh dari hari perkiraan lahir seharusnya.

Namun, keputusan untuk menjalani caesar juga tidak boleh sembarangan. Operasi caesar umumnya hanya diperbolehkan jika kondisi kehamilan berisiko tinggi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020