home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ibu Dengan Leher Rahim Pendek Berisiko Melahirkan Prematur

Ibu Dengan Leher Rahim Pendek Berisiko Melahirkan Prematur

Kelahiran prematur merupakan kelahiran bayi sebelum waktunya, yaitu kurang dari 37 minggu usia kehamilan. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Yang menyebabkannya pun banyak, dari berbagai faktor. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kelahiran prematur adalah panjang serviks (leher rahim). Bagaimana ini bisa terjadi?

Berapa panjang serviks normal selama kehamilan?

Serviks atau leher rahim adalah bagian yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Panjang serviks ini dapat berubah seiring dengan usia kehamilan Anda. Serviks dalam keadaan tertutup selama kehamilan sampai pada waktu sebelum Anda melahirkan. Saat mendekati waktu kelahiran, serviks akan membuka untuk digunakan sebagai jalan keluarnya bayi.

Panjang serviks normal adalah 4-5 cm saat Anda tidak hamil. Sedangkan, saat Anda hamil, panjang serviks ini makin menyusut. Panjang serviks normal saat hamil, yaitu:

  • Pada usia kehamilan 16-20 minggu adalah 4-4,5 cm
  • Pada usia kehamilan 24-28 minggu adalah 3,5-4 cm
  • Pada usia kehamilan 32-36 minggu adalah 3-3,5 cm

Bisa dilihat bahwa panjang leher rahim yang makin memendek dapat berarti usia kehamilan makin tua dan waktu kelahiran makin dekat. Namun, jika panjang leher rahim makin pendek dan tidak sesuai dengan usia kehamilan, ini dapat berarti berisiko kelahiran prematur.

Panjang serviks dapat menentukan apakah seorang wanita akan melahirkan prematur

Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa semakin pendek leher rahim (yang tidak sesuai dengan usia kehamilan), maka risiko kelahiran prematur semakin besar. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata panjang leher rahim adalah 3,5 cm pada usia kehamilan 24 minggu. Ketika panjang leher rahim pada usia kehamilan tersebut kurang dari 2,2 cm, maka kemungkinan ibu hamil melahirkan prematur adalah 20%.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2002 juga membuktikan bahwa panjang leher rahim yang kurang dari 3 cm sebelum usia kehamilan 16 minggu berhubungan dengan kelahiran prematur.

Berdasarkan kedua penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa panjang leher rahim yang memendek dengan cepat dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Panjang leher rahim pada usia kehamilan 20-24 minggu adalah prediktor terbaik dari kelahiran prematur.

Untuk mengetahui panjang serviks, Anda disarankan untuk melakukan scan serviks. Biasanya dilakukan pada usia kehamilan sekitar 20 minggu. Hal ini perlu Anda lakukan, terutama jika Anda pernah mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya, bayi Anda prematur pada kehamilan sebelumnya, atau Anda pernah menjalani operasi serviks.

Apa saja yang memengaruhi panjang serviks?

Sebelum kehamilan, serviks biasanya tertutup dan kaku. Sedangkan, selama kehamilan serviks akan mengalami banyak perubahan. Serviks akan melembut secara bertahap, memendek, dan mulai terbuka seiring dengan pertumbuhan janin Anda dalam kandungan.

Jika panjang serviks makin memendek, tandanya bayi Anda akan lahir. Namun, jika kejadian ini berlangsung lebih cepat dari normal, maka Anda bisa melahirkan prematur. Hal ini mungkin bisa terjadi berbeda-beda antar ibu hamil.

Berbagai faktor yang memengaruhi panjang serviks selama kehamilan adalah:

  • Perbedaan biologis antar ibu hamil
  • Rahim yang merenggang terlalu besar (overdistensi)
  • Komplikasi yang disebabkan perdarahan selama kehamilan
  • Infeksi
  • Radang selaput rahim
  • Inkompetensi serviks, terjadi ketika jaringan serviks melemah sehingga meningkatkan risiko kelahiran prematur

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Laughlin-Tommaso, S. K. (2015). Cervical length: Why does it matter during pregnancy?. [online] Mayo Clinic. Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/cervical-length/faq-20058357 [Accessed 23 Feb. 2017].

Mackenzie-Morris, K. (2013). Why do I need a cervical length scan?. [online] BabyCentre. Available at: http://www.babycentre.co.uk/x557303/why-do-i-need-a-cervical-length-scan [Accessed 23 Feb. 2017].

Preventing Preterm Birth. [online] Keep’Em Cookin. Available at: http://www.keepemcookin.com/educate-yourself/prevention-treatment/preventing-preterm-birth/ [Accessed 23 Feb. 2017].

Naim, A., Haberman, S., Burgess, T., Navizedeh, N. and Minkoff, H. (2017). Changes in cervical length and the risk of preterm labor. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12015503 [Accessed 23 Feb. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 27/02/2017
x