Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ibu Dengan Leher Rahim Pendek Berisiko Melahirkan Prematur

Ibu Dengan Leher Rahim Pendek Berisiko Melahirkan Prematur

Kelahiran prematur merupakan kelahiran bayi sebelum waktunya, yaitu kurang dari 37 minggu usia kehamilan. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Yang menyebabkannya pun banyak, dari berbagai faktor. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kelahiran prematur adalah panjang serviks (leher rahim). Bagaimana ini bisa terjadi?

Berapa panjang serviks normal selama kehamilan?

Serviks atau leher rahim adalah bagian yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Panjang serviks ini dapat berubah seiring dengan usia kehamilan Anda. Serviks dalam keadaan tertutup selama kehamilan sampai pada waktu sebelum Anda melahirkan. Saat mendekati waktu kelahiran, serviks akan membuka untuk digunakan sebagai jalan keluarnya bayi.

Panjang serviks normal adalah 4-5 cm saat Anda tidak hamil. Sedangkan, saat Anda hamil, panjang serviks ini makin menyusut. Panjang serviks normal saat hamil, yaitu:

  • Pada usia kehamilan 16-20 minggu adalah 4-4,5 cm
  • Pada usia kehamilan 24-28 minggu adalah 3,5-4 cm
  • Pada usia kehamilan 32-36 minggu adalah 3-3,5 cm

Bisa dilihat bahwa panjang leher rahim yang makin memendek dapat berarti usia kehamilan makin tua dan waktu kelahiran makin dekat. Namun, jika panjang leher rahim makin pendek dan tidak sesuai dengan usia kehamilan, ini dapat berarti berisiko kelahiran prematur.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Panjang serviks dapat menentukan apakah seorang wanita akan melahirkan prematur

Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa semakin pendek leher rahim (yang tidak sesuai dengan usia kehamilan), maka risiko kelahiran prematur semakin besar. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata panjang leher rahim adalah 3,5 cm pada usia kehamilan 24 minggu. Ketika panjang leher rahim pada usia kehamilan tersebut kurang dari 2,2 cm, maka kemungkinan ibu hamil melahirkan prematur adalah 20%.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2002 juga membuktikan bahwa panjang leher rahim yang kurang dari 3 cm sebelum usia kehamilan 16 minggu berhubungan dengan kelahiran prematur.

Berdasarkan kedua penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa panjang leher rahim yang memendek dengan cepat dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Panjang leher rahim pada usia kehamilan 20-24 minggu adalah prediktor terbaik dari kelahiran prematur.

Untuk mengetahui panjang serviks, Anda disarankan untuk melakukan scan serviks. Biasanya dilakukan pada usia kehamilan sekitar 20 minggu. Hal ini perlu Anda lakukan, terutama jika Anda pernah mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya, bayi Anda prematur pada kehamilan sebelumnya, atau Anda pernah menjalani operasi serviks.

Apa saja yang memengaruhi panjang serviks?

Sebelum kehamilan, serviks biasanya tertutup dan kaku. Sedangkan, selama kehamilan serviks akan mengalami banyak perubahan. Serviks akan melembut secara bertahap, memendek, dan mulai terbuka seiring dengan pertumbuhan janin Anda dalam kandungan.

Jika panjang serviks makin memendek, tandanya bayi Anda akan lahir. Namun, jika kejadian ini berlangsung lebih cepat dari normal, maka Anda bisa melahirkan prematur. Hal ini mungkin bisa terjadi berbeda-beda antar ibu hamil.

Berbagai faktor yang memengaruhi panjang serviks selama kehamilan adalah:

  • Perbedaan biologis antar ibu hamil
  • Rahim yang merenggang terlalu besar (overdistensi)
  • Komplikasi yang disebabkan perdarahan selama kehamilan
  • Infeksi
  • Radang selaput rahim
  • Inkompetensi serviks, terjadi ketika jaringan serviks melemah sehingga meningkatkan risiko kelahiran prematur
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Laughlin-Tommaso, S. K. (2015). Cervical length: Why does it matter during pregnancy?. [online] Mayo Clinic. Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/cervical-length/faq-20058357 [Accessed 23 Feb. 2017].

Mackenzie-Morris, K. (2013). Why do I need a cervical length scan?. [online] BabyCentre. Available at: http://www.babycentre.co.uk/x557303/why-do-i-need-a-cervical-length-scan [Accessed 23 Feb. 2017].

Preventing Preterm Birth. [online] Keep’Em Cookin. Available at: http://www.keepemcookin.com/educate-yourself/prevention-treatment/preventing-preterm-birth/ [Accessed 23 Feb. 2017].

Naim, A., Haberman, S., Burgess, T., Navizedeh, N. and Minkoff, H. (2017). Changes in cervical length and the risk of preterm labor. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12015503 [Accessed 23 Feb. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 28/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team