5 Tanda Rutinitas Olahraga Berhasil dan Efektif Anda Lakukan

    5 Tanda Rutinitas Olahraga Berhasil dan Efektif Anda Lakukan

    Tidak selamanya tingkat keberhasilan olahraga bisa diukur dari penurunan berat badan atau peningkatan massa otot yang Anda alami. Lantas, tanda olahraga berhasil itu seperti apa?

    Berbagai tanda olahraga yang Anda lakukan berhasil

    Setelah berolahraga rutin untuk menurunkan berat badan ataupun membentuk massa otot, Anda tentu ingin memperoleh hasil yang memuaskan.

    Untuk melihat apakah usaha Anda telah membuahkan hasil, Anda mungkin akan sering menimbang berat badan, mengukur lingkar pinggang, atau memandang tubuh di cermin.

    Jika Anda kecewa dengan hasilnya, hal ini bisa mengurangi motivasi dan menyebabkan keinginan segera berhenti olahraga. Padahal tanda olahraga berhasil tidak hanya terlihat dari perubahan bentuk tubuh.

    1. Perasaan lebih bahagia

    Olahraga rutin telah terbukti bisa meningkatkan suasana hati dan membuat Anda lebih bahagia.

    Hal ini kemungkinan besar terjadi karena dampak positif olahraga dalam menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol dalam tubuh Anda.

    Sementara itu, berolahraga juga dapat meningkatkan produksi endorfin. Hormon ini diketahui mampu memberikan perasaan positif dan mengurangi rasa sakit.

    Berkat efeknya ini, aktivitas olahraga sering dianggap sebagai obat antidepresan alami untuk menangani stres, depresi, dan gangguan kecemasan.

    2. Kualitas tidur membaik

    pola tidur yang baik

    Selain mampu meningkatkan mood dan mengurangi stres, kualitas tidur yang membaik bisa menjadi salah satu tanda olahraga berhasil Anda lakukan.

    Sebuah tinjauan dalam Advances in Preventive Medicine (2017) menyimpulkan bahwa olahraga meningkatkan kualitas dan durasi tidur, terutama pada orang paruh baya dan lansia.

    Kondisi stres, depresi, hingga gangguan kecemasan yang Anda alami bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan tidur, termasuk insomnia.

    Berolahraga dapat membantu meningkatkan mood dan mengurangi kemungkinan Anda tetap terjaga atau terbangun pada malam hari.

    3. Tubuh lebih berenergi

    Peningkatan energi merupakan manfaat olahraga rutin yang bisa Anda rasakan. Hal ini akan terasa bila sebelumnya Anda mengalami kelelahan-terus menerus.

    Sebuah studi dalam jurnal Cochrane (2016) menunjukkan olahraga secara signifikan dapat membuat tubuh lebih berenergi untuk orang dengan sindrom kelelahan kronis.

    Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) bisa membuat orang merasakan gejala, termasuk rasa lelah ekstrem, nyeri otot, dan sulit konsentrasi.

    Nah, bila Anda merasa lebih bugar dan berenergi setelah olahraga, tentu hal ini dapat menjadi salah satu tanda olahraga berhasil.

    4. Badan terasa sakit setelah olahraga

    cedera bahu

    Tanda olahraga berhasil lainnya adalah badan sakit setelah olahraga. Hal ini biasa terjadi pada bagian tubuh yang Anda targetkan, misalnya bahu setelah push up.

    Rasa sakit setelah olahraga ini juga disebut sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS).

    Dikutip dari NHS UK, DOMS diakibatkan rusaknya jaringan otot yang menimbulkan rasa nyeri. Hal inilah yang menjadi pertanda otot mulai beradaptasi dengan latihan Anda.

    DOMS biasanya berlangsung antara 3 hingga 5 hari. Kondisi ini akan pulih sendirinya seiring dengan rasa sakit yang mulai berkurang dan hilang sepenuhnya.

    5. Tidak mudah lelah pada latihan berikutnya

    Kelelahan umum terjadi saat Anda baru memulai atau mengubah rutinitas olahraga. Meski begitu, hal ini bisa membuat Anda tidak mudah lelah pada latihan berikutnya.

    Jika kelelahan setelah 10 kali latihan sit up pada minggu pertama, kemungkinan Anda tidak mudah lelah atau bahkan bisa meningkatkan latihan pada minggu berikutnya.

    Rasa percaya diri dan motivasi yang meningkat untuk latihan juga bisa menjadi tanda bahwa aktivitas olahraga yang Anda lakukan berhasil.

    Kunci untuk meraih keberhasilan dalam berolahraga adalah menjadikan aktivitas ini sebagai rutinitas atau bagian dari gaya hidup Anda.

    U.S. Department of Health & Human Services, seperti dikutip dari Mayo Clinic, menganjurkan orang dewasa untuk melakukan olahraga intensitas sedang, misalnya jalan kaki atau berenang, selama 150 menit per minggu.

    Orang dewasa juga dapat melakukan olahraga intensitas tinggi, misalnya lari atau senam aerobik, selama 75 menit per minggu.

    Selain berolahraga, Anda perlu mengimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti mengatur pola makan, berhenti merokok, dan membatasi minum alkohol.

    Apabila merasakan program olahraga yang telah Anda lakukan tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter atau pelatih Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How much should the average adult exercise every day?. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 13 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/expert-answers/exercise/faq-20057916

    Why do I feel pain after exercise?. NHS. (2021). Retrieved 13 December 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/exercise/pain-after-exercise/

    Myalgic encephalomyelitis or chronic fatigue syndrome (ME/CFS). NHS. (2021). Retrieved 13 December 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/chronic-fatigue-syndrome-cfs/

    Basso, J. C., & Suzuki, W. A. (2017). The Effects of Acute Exercise on Mood, Cognition, Neurophysiology, and Neurochemical Pathways: A Review. Brain plasticity (Amsterdam, Netherlands), 2(2), 127–152. https://doi.org/10.3233/BPL-160040

    Dolezal, B. A., Neufeld, E. V., Boland, D. M., Martin, J. L., & Cooper, C. B. (2017). Interrelationship between Sleep and Exercise: A Systematic Review. Advances in preventive medicine, 2017, 1364387. https://doi.org/10.1155/2017/1364387

    Larun, L., Brurberg, K. G., Odgaard-Jensen, J., & Price, J. R. (2016). Exercise therapy for chronic fatigue syndrome. The Cochrane database of systematic reviews, 12(12), CD003200. https://doi.org/10.1002/14651858.CD003200.pub6

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Aug 25
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro