Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

11 Tips Motivasi Diri supaya Lebih Rajin Berolahraga

    11 Tips Motivasi Diri supaya Lebih Rajin Berolahraga

    Memulai berolahraga memang merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Orang-orang yang sudah rutin melakukannya bahkan masih bisa kehilangan motivasi dan malas untuk memulai olahraga setelah lama berhenti.

    Jika sudah begini, Anda bisa saja kehilangan manfaat olahraga yang selama ini Anda dapatkan. Lantas, apa saja langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat diri tetap termotivasi?

    Tips mempertahankan motivasi untuk olahraga

    olahraga kanker tulang

    Cara terbaik untuk terus termotivasi yakni membiasakan diri dengan jadwal olahraga rutin dan tetapkan goal sehat Anda. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda.

    1. Tetapkan tujuan yang masuk akal

    Pemula biasanya ingin hasil instan maksimal, tapi mereka cenderung kewalahan sebab memaksakan diri berolahraga selama 1–2 jam setiap hari.

    Pola seperti ini justru dapat menurunkan motivasi karena Anda hanya mendapatkan rasa lelah.

    Jadi, buatlah tujuan yang terjangkau oleh kemampuan Anda. Mulailah dengan olahraga mingguan sebanyak 2–3 kali selama 20–30 menit.

    Berikan juga jangka waktu yang masuk akal, misalnya menurunkan 10 kg selama 3–4 bulan sambil menjaga kesehatan.

    2. Membuat catatan olahraga

    Supaya motivasi Anda untuk berolahraga tidak kendur, coba buatlah catatan olahraga.

    Anda bisa membuat catatan dalam bentuk jurnal online ataupun menuliskannya dalam buku catatan.

    Catatan olahraga dapat menunjukkan kemajuan Anda setiap hari, minggu, atau bulan. Sebagai contoh, catatlah berapa banyak Anda mampu melakukan sit-up, berapa lama Anda bisa melakukan plank, dan berapa cm lingkar pinggang yang menyusut.

    3. Berolahraga dengan orang lain

    Kebanyakan orang merasa lebih termotivasi ketika berolahraga dengan teman dekat, pasangan, atau sesama penggemar olahraga.

    Jadi, berlatihlah bersama setiap hari atau sesuai jadwal yang sudah disepakati bersama. Jadikan mereka sebagai motivator yang menyemangati satu sama lain.

    Anda pun dapat saling mengingatkan jika ada yang malas, atau jika salah satu dari Anda sedang tidak bergabung berolahraga bersama karena ada keperluan lain.

    4. Lakukan aktivitas yang Anda sukai

    Motivasi olahraga bisa luntur bila Anda bosan dengan latihan yang Anda lakukan.

    Untuk mengakalinya, coba cari latihan baru yang menyenangkan, tidak melulu harus jogging sendirian atau angkat beban di gym.

    Cobalah olahraga yang sebelumnya mungkin tak terpikirkan oleh Anda, seperti zumba, basket, atau bersepeda.

    Olahraga yang bervariasi tidak hanya mengusir rasa jenuh, tapi juga menjadi alternatif terlepas dari cuaca atau waktu.

    5. Bolos 1–2 kali tidak jadi masalah

    istirahat setelah olahraga

    Tidak dipungkiri bahwa beberapa orang pernah bolos dari jadwal olahraga yang sudah mereka buat.

    Jika Anda juga melakukan hal yang sama, Anda harus bersikap realistis dan tidak perlu merasa bersalah.

    Bolos sesekali dari rutinitas olahraga bukanlah masalah besar selama Anda mampu berkomitmen untuk kembali lagi.

    Momen istirahat sejenak ini justru bisa meningkatkan motivasi olahraga dan membuat Anda merindukannya.

    6. Biasakan olahraga setidaknya 7 menit

    Paksa diri Anda untuk melakukan gerakan olahraga tujuh menit saja. Ini bisa menjadi suatu acuan kecil yan membawa perubahan besar bagi hidup Anda bila Anda melakukannya secara rutin.

    Setelah selesai, bertanyalah kepada diri sendiri, apakah Anda masih ingin lanjut?

    Jika tidak, gantilah dengan beberapa sesi latihan kecil atau jenis olahraga lain ketimbang satu kali latihan berdurasi panjang yang malah menurunkan motivasi.

    7. Berolahraga bahkan ketika Anda lelah

    Olahraga mungkin bukan menjadi hal terakhir yang ingin Anda lakukan ketika lelah. Padahal, kegiatan ini justru dapat menambah stamina tubuh.

    Ini lantaran ketika berolahraga Anda diharuskan untuk bernapas dalam-dalam dan mendapatkan banyak oksigen.

    Peningkatan kadar oksigen dalam tubuh membantu pembentukan energi dalam bagian sel yang disebut mitokondria.

    Selain itu, oksigen yang berlimpah membuat tubuh menggunakan energi dengan lebih baik dan efisien.

    8. Fokus pada diri sendiri

    Saat Anda memutuskan untuk rutin berolahraga, Anda akan menemukan bahwa selalu ada orang yang lebih bugar atau lebih ramping dari Anda.

    Jika Anda membandingkan diri dengan orang-orang ini, motivasi olahraga Anda justru bisa menurun.

    Maka dari itu, Anda harus tetap fokus pada diri sendiri. Jangan biarkan mereka menjadi penghalang dari kemajuan dan tujuan besar Anda.

    Lagipula, satu-satunya orang yang boleh Anda jadikan tandingan adalah diri Anda yang dahulu.

    9. Tidak harus selalu ke gym

    Bila jadwal Anda pekan ini sudah cukup padat, jangan habiskan puluhan menit untuk bermacet-macetan di jalan menuju gym.

    Tanpa harus ke gym pun Anda tetap bisa aktif berolahraga di rumah dengan panduan video latihan di internet.

    Ada banyak gerakan olahraga di rumah yang dapat Anda lakukan sepulang bekerja.

    Dengan begitu, Anda bisa tetap membakar kalori dan mengisi catatan olahraga tanpa harus mengorbankan banyak waktu.

    10. Lihat perubahan pada tubuh Anda

    Motivasi olahraga seseorang biasanya akan meningkat begitu mulai terjadi perubahan pada tubuhnya.

    Suatu pertanda yang bagus bila kini Anda mampu mengangkat beban yang lebih berat atau bisa berolahraga lebih lama.

    Namun, itu baru segelintir contoh dari banyaknya hal lain yang bisa Anda dapatkan.

    Menurut penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology, berikut perubahan lain yang mungkin Anda alami setelah berolahraga.

    • Tidur lebih nyenyak.
    • Berpikir lebih jernih.
    • Cukup kuat untuk memindahkan perabotan yang berat.
    • Denyut jantung menjadi lebih lambat.
    • Hasil tes kolesterol, tekanan darah, kepadatan tulang, trigliserida, dan gula darah jauh lebih baik.

    11. Hindari hal-hal yang menurunkan semangat

    timbangan kesehatan

    Banyak orang akhirnya berhenti berolahraga justru ketika mereka berada di ambang keberhasilan.

    Berikut beberapa kesalahan yang turut berperan dalam menurunkan motivasi olahraga.

    • Fokus pada timbangan. Berat badan tidak akan turun dalam waktu singkat. Angka pada timbangan yang tidak kunjung turun justru dapat menurunkan semangat.
    • Berolahraga secara berlebihan. Olahraga secara bertahap akan membuat latihan terasa menyenangkan sekaligus memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi.
    • Membandingkan diri dengan orang lain. Tubuh setiap orang berbeda. Jika teman Anda mampu membentuk otot dalam seminggu, Anda bisa saja butuh waktu yang lebih lama.

    Motivasi olahraga setiap orang akan berubah sepanjang waktu. Tak ada salahnya pula bila motivasi Anda turun dan Anda ingin rehat sesekali.

    Namun, pastikan Anda kembali dengan semangat yang baru agar tujuan berolahraga untuk menjaga kebugaran jasmani bisa tercapai.


    Cari tahu olahraga yang cocok untukmu!

    Ayo tanya dokter atau berbagi tips bersama di Komunitas Olahraga Hello Sehat!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    7 tips to help you stick with your fitness program. (2021). Retrieved 13 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/fitness/art-20047624

    How to Get Motivated to Exercise, According to Science. (2021). Retrieved 13 December 2021, from https://www.aarp.org/health/healthy-living/info-2018/exercise-plan-motivation.html

    Does exercise really boost energy levels? – Harvard Health. (2021). Retrieved 13 December 2021, from https://www.health.harvard.edu/exercise-and-fitness/does-exercise-really-boost-energy-levels

    McArthur, D., Dumas, A., Woodend, K., Beach, S., & Stacey, D. (2014). Factors influencing adherence to regular exercise in middle-aged women: a qualitative study to inform clinical practice. BMC Women’s Health, 14(1). doi: 10.1186/1472-6874-14-49

    Mandolesi, L., Polverino, A., Montuori, S., Foti, F., Ferraioli, G., Sorrentino, P., & Sorrentino, G. (2018). Effects of Physical Exercise on Cognitive Functioning and Wellbeing: Biological and Psychological Benefits. Frontiers In Psychology, 9. doi: 10.3389/fpsyg.2018.00509

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Dec 22, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: