Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

1

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Jam Jogging yang Baik, Kapan Waktu yang Tepat?

Jam Jogging yang Baik, Kapan Waktu yang Tepat?

Olahraga adalah kegiatan yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu olahraga yang paling praktis, bisa kapan saja, dan tidak membutuhkan peralatan khusus adalah lari. Ada yang senang berlari pada pagi hari, ada pula yang memilih pada sore hari. Namun, sebenarnya kapan jam jogging yang baik?

Kapan waktu terbaik melakukan jogging?

jam jogging yang baik adalah pada sore hari

Kapan waktu yang baik untuk melakukan jogging? Ternyata, waktu terbaik untuk lari dilakukan pada waktu sore hari atau menjelang malam.

Waktu ini dirasa ideal karena suhu tubuh, tepatnya suhu inti tubuh, sedang mencapai puncaknya saat sore hari.

Pada kebanyakan orang, puncak suhu inti terjadi dalam rentang waktu pukul 4 sampai 5 sore. Fakta ini didapatkan dari penelitian terbitan Journal of Sports Science & Medicine (2011).

Riset ini menemukan bahwa jam biologis atau ritme sirkadian pada sore hari membuat suhu inti tubuh meningkat sehingga hasil olahraga lebih maksimal.

Saat suhu inti tubuh naik, metabolisme atau pembakaran energi dan kapasitas otot meningkat. Metabolisme yang berfungsi maksimal akan membantu tubuh untuk membakar kalori.

Sementara itu, adaptasi otot yang baik dapat membuat tubuh lebih siap akan perubahan medan berlari dan membuat performa berlari lebih maksimal.

Hal ini pun bisa membantu mengurangi risiko cedera saat berlari.

Sebuah riset terbitan American Journal of Physiology Lung Celullar and Molecular Physiology (2015) juga menyatakan bahwa paru-paru bekerja lebih baik pada rentang waktu sore hari.

Artinya, penyerapan oksigen oleh paru-paru menjadi lebih maksimal. Hal ini dapat membantu Anda untuk berlari lebih cepat serta lebih fokus dengan keadaan di sekitar.

Tak hanya itu, lari pada sore dan menjelang malam hari membuat Anda lebih cepat tidur. Pasalnya, lari sore hari merangsang produksi hormon melatonin atau hormon pemicu tidur lebih cepat.

Selain itu, jogging pada waktu ini juga memperbaiki ritme sirkadian sehingga Anda bisa terlelap pada malam hari.

Lari yang dilakukan pada sore hari juga bisa mendorong tubuh untuk melepas hormon endorfin. Hormon ini membantu memperbaiki suasana hati dan membuat tubuh Anda lebih rileks.

Bagaimana jika lari pada pagi atau malam hari?

pagi hari apakah jam jogging yang baik

Selain memilih waktu terbaik untuk olahraga lari pada sore hari, pagi hari juga baik untuk jogging. Jam berlari ini juga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Memang, jam jogging yang baik berdasarkan penjelasan di atas adalah pada sore hari. Akan tetapi, lari pagi sesaat setelah bangun tidur membantu tubuh agar membakar kalori lebih banyak sepanjang hari.

Selain itu, lari pada pagi hari membantu menjaga motivasi berolahraga. Efeknya, jadwal olahraga pun lebih konsisten.

Menyisihkan waktu untuk berolahraga pada pagi hari akan lebih mudah karena tidak akan berhalangan dengan kegiatan yang lainnya.

Saat bangun pagi untuk berlari, Anda lebih bisa mengelola aktivitas yang akan dilakukan sepanjang hari.

Jadi, ketika ada hambatan pada salah satu kegiatan, Anda masih punya waktu yan lebih panjang untuk menyelesaikannya.

Terkadang, sore hari merupakan waktu yang sibuk bagi banyak orang sehingga sulit untuk berlari pada waktu ini.

Namun, perlu diketahui bahwa suhu inti tubuh di pagi hari berada pada suhu yang rendah.

Oleh karena itu, Anda mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama saat melakukan pemanasan untuk membuat tubuh siap berolahraga.

Bagaimana dengan olahraga malam hari? Jika terbiasa bangun pagi, waktu ini justru memiliki dampak negatif bagi Anda.

Lari malam menjelang tidur bisa menghambat pemulihan otot dan mengurangi fase tidur nyenyak. Jadi, Anda pun mudah lelah saat terbangun di pagi hari.

Olahraga meningkatkan detak jantung, suhu tubuh, dan kepekaan terhadap rangsangan. Reaksi tubuh ini bisa membuat Anda sulit tidur sesaat setelah berolahraga.

Jika Anda ingin berolahraga pada malam hari, pastikan Anda sudah selesai setidaknya 90 menit sebelum tidur.

Terlepas dari kapan waktu yang baik untuk melakukan jogging, olahraga kardio ini akan tetap memberikan manfaat untuk kesehatan Anda.

Perlu diingat bahwa anjuran di atas bukanlah aturan wajib. Menyesuaikan kegiatan olahraga dengan jadwal kesibukan dan kondisi tubuh tetaplah penting.

Berapa waktu jogging yang baik supaya lemak terbakar?

Memang, jam jogging yang baik untuk mendapatkan manfaat lari yang maksimal sudah diketahui sebelumnya. Meski demikian, tak ada patokan berapa lama waktu jogging yang baik.

Hal yang harus Anda ingat adalah jogging dalam waktu yang lebih lama tentu membakar kalori yang lebih besar.

Setidaknya, Anda harus jogging lebih dari 30 menit dengan intensitas rendah agar tubuh mulai membakar lemak.

Anda juga bisa menambahkan intensitas berlari hingga mencapai 70 – 80% dari detak jantung maksimal. Hal ini bisa membuat pembakaran lemak lebih optimal.

Anda bisa melakukan lari dengan intensitas tinggi ini selama 30 menit. Pastikan jumlah olahraga ini dilakukan sebanyak 5 kali dalam seminggu.

Jika jogging secara rutin, Anda akan mendapatkan manfaat olahraga dalam jangka panjang dan mengurangi risiko terkena penyakit kronis.

Supaya tidak mengganggu jadwal tidur, sebaiknya hindari jogging sesaat sebelum tidur dan beri jeda waktu antara olahraga dan tidur.

Kesimpulan

Jam jogging yang baik adalah sore hari karena pada saat itu kondisi tubuh lebih optimal untuk berolahraga.
Meski demikian, hal yang paling penting adalah menyempatkan berlari atau olahraga lain secara rutin dalam seminggu.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Teo, W., Newton, M., & McGuigan, M. (2011). Circadian Rhythms in Exercise Performance: Implications for Hormonal and Muscular Adaptation. Journal Of Sports Science & Medicine, 10(4), 600. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3761508/

Sundar, I., Yao, H., Sellix, M., & Rahman, I. (2015). Circadian molecular clock in lung pathophysiology. American Journal of Physiology-Lung Cellular and Molecular Physiology, 309(10), L1056-L1075. doi: 10.1152/ajplung.00152.2015

Schumacher, L., Thomas, J., Raynor, H., Rhodes, R., & Bond, D. (2020). Consistent Morning Exercise May Be Beneficial for Individuals With Obesity. Exercise and Sport Sciences Reviews, 48(4), 201-208. doi: 10.1249/jes.0000000000000226

How running can help you to burn body fat. (2022). Retrieved 23 May 2022, from https://www.runnersworld.com/uk/health/a769973/burn-fat-fast/

Exercise Heart Rate Zones Explained. (2021). Retrieved 23 May 2022, from https://health.clevelandclinic.org/exercise-heart-rate-zones-explained/

Physical activity. (2020). Retrieved 23 May 2022, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity

The Best Time of Day to Exercise for Sleep | Sleep Foundation. (2021). Retrieved 23 May 2022, from https://www.sleepfoundation.org/physical-activity/best-time-of-day-to-exercise-for-sleep

Vitale, J., Bonato, M., Galasso, L., La Torre, A., Merati, G., & Montaruli, A. et al. (2016). Sleep quality and high intensity interval training at two different times of day: A crossover study on the influence of the chronotype in male collegiate soccer players. Chronobiology International, 34(2), 260-268. doi: 10.1080/07420528.2016.1256301

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Jul 08
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Next article: