Benarkah Lari “Nyeker” Lebih Sehat Daripada Pakai Sepatu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa harus lari tanpa alas kaki alias “nyeker” kalau ada banyak sepatu lari yang dijual di pasaran. Tunggu dulu. Sepatu lari diduga dapat membuat otot-otot kaki menegang akibat dikekang dan dipaksa bekerja lebih keras. Itu sebabnya banyak orang kini beralih untuk membiasakan diri lari bertelanjang kaki, karena katanya juga lebih bermanfaat. Benarkah demikian?

Lari tanpa alas kaki itu sehat, kok!

Beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa lari tanpa alas kaki dapat meningkatkan kelincahan gerak kaki karena memperkuat otot, tendon, dan ligamen kaki tanpa dibatasi oleh tekanan dari sepatu. Selain itu, lari nyeker dapat memperkuat otot-otot kecil di telapak kaki, pergelangan kaki, dan pinggul yang bisa membantu Anda memperbaiki postur sekaligus memantapkan keseimbangan tubuh.

Berlari “nyeker” juga dipercaya dapat menghindari Anda dari cedera olahraga, seperti otot betis yang tertarik, keseleo, atau cedera Achilles tendon yang disebabkan oleh ketegangan otot berlebihan.

Manfaat lari tanpa alas kaki tidak berhenti sampai di situ saja, lho! Berlari “nyeker” dapat sekaligus Anda jadikan sebagai sesi pijat kaki gratis karena berjalan di atas permukaan yang tidak rata dapat merangsang titik-titik sensitif di telapak kaki untuk memperlancar aliran darah — mirip seperti terapi akupunktur.

Lari di atas tanah tanpa alas kaki juga membantu Anda merasa lebih terkoneksi dengan alam sekitar, yang membantu mengurangi stres.

Meski begitu, bukan berarti Anda lebih baik berlari bertelanjang kaki, lho! Lari “nyeker” masih menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang perlu Anda pertimbangan masak-masak.

Lari nyeker tingkatkan risiko cedera

Tak dapat dipungkiri, kapalan atau cedera tertusuk benda tajam dan puing-puing jalanan menjadi risiko terbesar dari lari “nyeker”. Berlari di atas permukaan tanah yang lembap atau jalanan kotor juga dapat meningkatkan risiko infeksi kulit dari mikroorganisme yang tinggal di sana, seperti kutu air hingga kadas dan kurap.

Pada sebagian besar orang yang belum terbiasa, lari tanpa alas kaki dapat menyebabkan sensasi tidak nyaman atau pegal-pegal hingga bahkan cedera seperti tendonitis atau kram kaki akibat otot betis yang menegang.

Selain itu, terbiasa lari tanpa alas kaki bisa mengubah struktur asli telapak kaki Anda. Sebuah penelitian terbitan jurnal Nature menyatakan bahwa telapak kaki pelari yang bertelanjang cenderung lebih rata daripada yang lari pakai sepatu lari.

Telapak kaki manusia dibuat alami melengkung. Lengkungan tersebut berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh ketika Anda melakukan gerakan. Telapak kaki rata justru dapat menyebabkan Anda rentan mengalami nyeri dan sakit otot setelah berlari. Dalam kasus tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena plantar fascitis.

Jadi, lebih baik pakai sepatu lari?

Selain berfungsi untuk melindungi kaki dari batu atau benda asing yang mungkin menyakiti telapak kaki Anda, sepatu juga menjaga agar lengkungan kaki Anda tidak berubah merata.

Di sisi lain, beberapa ahli beranggapan bahwa memakai sepatu dapat menyebabkan otot-otot kecil kaki melemah sehingga menciptakan postur lari dan gaya gerak kaki yang buruk. Daniel Lieberman, PhD, seorang profesor biologi di Harvad University juga mengatakan pada WebMD bahwa berlari pakai alas bisa saja meningkatkan risiko cedera kaki dan lutut.

Pakai alas atau tidak, yang paling penting adalah untuk selalu memperhatikan keselamatan Anda sendiri saat berlari. Hindari lari di atas permukaan yang tidak rata dan rentan menyembunyikan “ranjau” berbahaya. Melatih postur lari yang baik juga dapat membantu Anda terhindar dari cedera olahraga.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

13 Olahraga yang Baik untuk Penyandang Cacat atau Disabilitas

Keterbatasan fisik bukan berarti penghalang untuk tetap aktif berolahraga. Berikut olahraga untuk penyandang cacat atau disabilitas.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Olahraga Lainnya, Kebugaran 22 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Apakah Sehat Jika Wanita Berotot Kekar Bak Pria Binaragawan?

Otot kekar identik dengan pria yang sehat dan bugar. Bagaimana kalau wanita yang punya otot kekar? Apakah bisa? Apakah hal ini sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 15 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Jenis Olahraga yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Menstruasi

Rutin olahraga saat menstruasi dapat meredakan berbagai gejala PMS yang menyengsarakan. Tapi tak semua olahraga baik dilakukan saat sedang haid.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kesehatan Wanita, Menstruasi 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Antara Lari dan Plank, Mana yang Paling Banyak Bakar Kalori?

Baik olahraga lari dan plank sama-sama bisa membakar kalori. Namun, mana yang bisa bakar kalori lebih banyak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Olahraga Kardio, Kebugaran 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Olahraga di tempat tidur

8 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Tempat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat yoga untuk kesehatan

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kesalahan membakar lemak perut

7 Kesalahan Umum saat Berusaha Membakar Lemak Perut

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit