home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Lari vs Lompat Tali, Manakah yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

Lari vs Lompat Tali, Manakah yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

Mendapatkan berat badan ideal mungkin menjadi dambaan setiap orang. Maka dari itu, banyak orang dengan berat badan berlebih rutin melakukan olahraga untuk menurunkan berat badan, bahkan orang dengan berat badan ideal berusaha untuk tetap mempertahankannya. Berbagai cara bisa Anda lakukan untuk membakar kalori yang menumpuk di tubuh, misalnya lompat tali (skipping) dan lari atau jogging. Lantas, antara lompat tali dan lari manakah yang lebih baik?

Olahraga lompat tali vs lari

Baik lompat tali maupun lari, keduanya tergolong dalam olahraga kardio yang bisa membantu meningkatkan kekuatan jantung dan paru-paru. Peningkatan oksigen dalam sel dan jaringan tubuh selama latihan kardio juga bisa mempercepat proses pembakaran cadangan lemak, sehingga bisa membantu menurunkan berat badan Anda.

Kedua olahraga ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagian dari Anda mungkin lebih suka berlari daripada lompat tali, sementara sebagian lagi dari mungkin memilih sebaliknya.

Anda yang suka lari mungkin lebih menikmati waktu selama berolahraga karena pemandangan luar ruangan yang indah, sehingga membuat suasana hati lebih baik saat berlari. Selain itu, Anda juga bisa menghabiskan waktu lari bersama-sama dengan teman. Olahraga ini juga lebih murah sebab Anda tidak membutuhkan peralatan apapun untuk melakukannya.

Sementara, bagi Anda yang tidak suka berlari atau malas jalan keluar untuk menghabiskan banyak waktu di luar rumah, mungkin akan lebih suka dengan skipping. Lompat tali atau jump rope bisa Anda lakukan di mana saja tanpa harus memerlukan tempat yang luas.

Anda juga bisa melakukan skipping antara waktu aktivitas harian Anda yang sempit, misal sebelum berangkat kerja atau saat jam istirahat. Namun, Anda memerlukan alat bantu berupa tali khusus untuk melakukan olahraga ini.

Manakah olahraga yang lebih banyak membakar kalori?

tips rutin olahraga lari

Skipping vs running, kira-kira manakah yang bakal Anda pilih? Tentu, hal ini tergantung dengan keinginan Anda. Keduanya sama-sama efektif untuk membakar sejumlah besar kalori, setidaknya setelah Anda berolahraga sekitar 30 menit.

Berdasarkan tabel perhitungan dari Harvard Health Publishing and Medical School, seseorang dengan berat badan 70 kg dan melakukan olahraga selama 30 menit mampu membakar 420 kalori saat lompat tali, 216 kalori saat jogging, dan 360 kalori saat lari dengan kecepatan sekitar 10 km per jam.

Dari penjelasan tersebut bisa Anda lihat bahwa lompat tali mampu membakar kalori tubuh lebih banyak daripada lari atau jogging dalam waktu yang sama. Manfaat skipping juga membantu memperkuat tubuh bagian atas dan bawah, serta baik untuk kesehatan jantung Anda.

Saat melakukan skipping, tubuh Anda secara tidak langsung memberikan tekanan pada lutut, pergelangan kaki, dan pinggul. Tekanan berulang kali pada tulang dan otot bisa meningkatkan kekuatan serta kepadatannya seiring berjalannya waktu.

Selain itu, apabila melakukan skipping dengan benar, maka dampak terhadap sendi Anda juga lebih kecil daripada saat berlari. Untuk mengurangi dampak tekanan pada persendian Anda, sebaiknya lakukan skipping pada permukaan tanah atau lantai yang datar dan lembut, serta tekuk lutut Anda sedikit setiap kali kaki Anda mendarat.

Namun, skipping tidak dianjurkan bagi beberapa kalangan yang memiliki gangguan kesehatan tertentu. Mereka yang tidak dianjurkan melakukan olahraga ini adalah penderita gangguan persendian dan pengeroposan tulang, atau pengidap masalah jantung atau asma.

Kesimpulan: Lakukan olahraga apapun untuk mendapatkan berat badan ideal

Baik lompat tali atau lari, kedua olahraga ini mudah untuk Anda lakukan dan bisa membakar kalori Anda dengan baik. Bagi Anda yang malas berolahraga tetapi ingin menurunkan berat badan, sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukannya walau hanya sebentar.

Lompat tali bisa menjadi alternatif olahraga yang baik untuk menurunkan berat badan dengan cara sehat. Ataupun bagi Anda yang suka berolahraga, melakukan variasi skipping dan lari secara selang-seling juga bisa mencegah Anda dari kebosanan. Selain itu, hal ini bisa membantu Anda membakar lebih banyak kalori.

American College of Sports Medicine menganjurkan orang dewasa untuk berolahraga rutin, termasuk melakukan skipping atau lari selama 20 hingga 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik ini sudah bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Ingat, konsistensi dalam berolahraga setiap hari sangat Anda perlukan untuk mempertahankan atau menurunkan berat badan.

Jangan lupa untuk tetap mengontrol asupan makan sehat dan seimbang. Sehingga kalori yang masuk ke tubuh Anda sama dengan atau lebih sedikit dari kalori terbakar saat berolahraga.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skarnulis, L., & Zelman, K. Skip Rope, Not Your Workout. WebMD. Retrieved 5 January 2017, from https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/skip-rope-not-your-workout#1

McCoy, W. Does Running 20 Minutes a Day Burn Fat?. Healthy Living – AZCentral. Retrieved 5 January 2017, from https://healthyliving.azcentral.com/running-20-minutes-day-burn-fat-15270.html

Leigh, J. Does Skipping Burn Calories Faster Than Running?. Woman – The Nest. Retrieved 5 January 2017, from https://woman.thenest.com/skipping-burn-calories-faster-running-12013.html 

Calories burned in 30 minutes for people of three different weights – Harvard Health. Harvard Health. (2021). Retrieved 19 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/diet-and-weight-loss/calories-burned-in-30-minutes-of-leisure-and-routine-activities

Physical Activity Guidelines Resources. American College of Sports Medicine. Retrieved 19 May 2021, from https://www.acsm.org/read-research/trending-topics-resource-pages/physical-activity-guidelines

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 18/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan