backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Lari vs Lompat Tali, Mana yang Lebih Banyak Bakar Kalori?

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 17/04/2024

Lari vs Lompat Tali, Mana yang Lebih Banyak Bakar Kalori?

Ada beragam opsi untuk membakar kalori yang menumpuk di tubuh. Anda dapat mencoba melompat tali (skipping) atau berlari (running). Namun, pertanyaannya adalah antara lompat tali vs lari manakah yang membakar kalori lebih banyak?

Lari vs lompat tali, manakah yang lebih banyak membakar kalori?

Lompat tali bisa membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan lari sehingga lebih efektif menurunkan berat badan

Jumlah kalori yang terbakar antara skipping vs running tergantung pada sejumlah faktor, termasuk intensitas, durasi, dan berat badan individu.

Ambil contoh, seseorang yang memiliki berat 68 kilogram melakukan lompat tali dan lari selama 10 menit. Dengan intensitas rendah, lompat tali bisa membakar 105 kkal dan lari bisa membakar 117 kkal.

Apabila intensitasnya dinaikkan menjadi sedang, lompat tali bisa membakar kalori 140 kkal dan lari 125 kkal. Pada latihan intensitas tinggi, kalori yang terbakar untuk lompat tali yaitu 146 kkal dan lari 140 kkal.

Namun, baik lari maupun lompat tali sama-sama bentuk latihan kardiovaskular yang baik untuk membakar kalori dan meningkatkan kebugaran. 

Apakah lompat tali bisa menggantikan jogging?

Ya, lompat tali bisa menggantikan jogging karena keduanya memberikan manfaat yang mirip dalam beberapa aspek. Baik lompat tali maupun jogging membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, membakar kalori, dan meningkatkan stamina.

Manfaat lain dari lari dan lompat tali

Selain membakar kalori, berikut ini perbandingan manfaat dari skipping vs running.

1. Meningkatkan kesehatan otot

Baik berlari maupun melompat tali melibatkan sejumlah besar otot dalam tubuh, meskipun fokusnya bisa sedikit berbeda.

Berlari melibatkan otot-otot di kaki, termasuk quadriceps (paha depan), hamstring (paha belakang), dan otot betis.

Sementara itu, lompat tali melibatkan otot-otot di kaki serta otot lengan untuk menggerakkan tali dan menjaga ritme melompat. Otot inti juga terlibat untuk menjaga postur tubuh yang stabil saat melompat dan mendarat.

2. Meningkatkan kesehatan jantung

berlari bersama teman

Lari dan melompat tali keduanya termasuk dalam kategori latihan kardiovaskular, yang juga dikenal sebagai latihan kardio

Latihan kardiovaskular adalah jenis latihan yang meningkatkan denyut jantung, menguatkan jantung dan paru-paru, dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

3. Meningkatkan stamina

Lari dan lompat tali juga merupakan latihan yang efektif meningkatkan stamina.

Lari  secara teratur membantu meningkatkan kapasitas paru-paru untuk mengambil oksigen dan mengirimkannya ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan daya tahan secara keseluruhan.

Sementara itu, lompat tali  dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular dan otot kaki yang akan membantu Anda bertahan lebih lama dalam melakukan aktivitas fisik.

4. Meningkatkan kelenturan

Lari dan melompat tali juga bermanfaat meningkatkan kelenturan tubuh, terutama jika dilakukan dengan benar dan diikuti dengan peregangan yang sesuai.

Peregangan dan pendinginan sesudah lari membantu meningkatkan kelenturan dan mencegah cedera.

Sementara itu, lompat tali melibatkan gerakan melompat yang dapat membantu meningkatkan kelenturan dan rentang gerak pada sendi-sendi kaki dan panggul.

5. Meningkatkan koordinasi

Dikutip dari Piedmont, manfaat lompat tali juga bisa meningkatkan koordinasi dan fokus pada kaki.

Lompat tali membutuhkan koordinasi yang baik antara mata dan tangan untuk mengatur kecepatan dan ritme lompatan.

Berlari juga melibatkan koordinasi tubuh secara keseluruhan, terutama dalam hal postur tubuh, keseimbangan, dan gerakan kaki dan lengan yang sinkron. 

Nah, itu tadi perbandingan kalori yang dibakar dari skipping vs running serta manfaatnya untuk kesehatan.

Kedua olahraga ini cukup mudah dilakukan di mana saja tanpa memerlukan peralatan ataupun keahlian khusus. Anda hanya membutuhkan sepatu olahraga yang nyaman.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 17/04/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan