home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lari vs Lompat Tali, Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

Lari vs Lompat Tali, Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

Mendapatkan berat badan ideal adalah salah satu dambaan setiap orang. Untuk itu, banyak orang yang kelebihan berat badan atau bahkan yang sudah mempunyai berat badan normal melakukan banyak olahraga untuk menurunkan atau mempertahankan berat badannya. Berbagai cara dilakukan untuk bisa membakar kalori yang menumpuk di tubuh. Misalnya saja skipping (lompat tali) dan lari atau jogging. Namun, di antara lompat tali dan lari, mana yang lebih baik?

Lompat tali vs lari

Keduanya tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagian dari Anda mungkin lebih suka lari daripadalompat tali, dan sebagian lagi dari Anda mungkin kebalikannya. Anda yang suka lari mungkin lebih menikmati waktu lari karena pemandangan yang Anda lihat, suasana hati Anda mungkin lebih baik saat lari. Anda juga bisa menghabiskan waktu lari Anda bersama-sama dengan teman. Selain itu, olahraga ini juga lebih murah, Anda tidak membutuhkan peralatan apapun untuk melakukan olahraga ini.

BACA JUGA: Kram Perut Saat Lari, Apa Penyebabnya?

Bagi Anda yang terlalu malas jalan keluar dan menghabiskan waktu lama di luar rumah mungkin akan lebih suka dengan skipping. Lompat tali dapat dilakukan di mana saja tanpa harus memerlukan tempat yang luas. Anda juga bisa melakukan skipping di antara waktu aktivitas Anda yang sempit. Namun, Anda memerlukan alat untuk melakukan olahraga ini.

Yang mana yang bisa lebih banyak membakar kalori?

Pilih skipping atau running? Ini tergantung dengan keinginan Anda. Keduanya sama-sama dapat membakar kalori Anda. Berdasarkan perhitungan menggunakan kalkulator olahraga dari WebMD, Anda yang mempunyai berat 60 kg dapat membakar sebanyak 80 kalori saat melakukan lompat tali selama 10 menit, membakar sekitar 70 kalori saat jogging selama 10 menit, dan membakar sekitar 80 kalori saat melakukan lari dengan kecepatan 5 mil per jam selama 10 menit.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa lompat tali dapat membakar kalori Anda lebih banyak dibandingkan lari dalam waktu yang sama. Skipping juga dapat memperkuat tubuh bagian atas dan bawah Anda, serta baik untuk kesehatan jantung Anda. Saat Anda melakukan skipping, Anda memberikan tekanan pada lutut, pergelangan kaki, dan pinggul.

BACA JUGA: Jadikan Olahraga Lari Sebagai Rutinitas dengan 5 Tips Ini

Jika Anda melakukan skipping dengan benar, maka dampak yang ditimbulkan terhadap sendi Anda lebih kecil daripada Anda lari. Untuk mengurangi dampak tekanan pada persendian Anda, sebaiknya lakukan skipping pada permukaan tanah yang datar dan lembut serta tekuk lutut Anda sedikit setiap kali kaki Anda mendarat. Namun, skipping tidak dianjurkan dilakukan bagi Anda yang punya masalah jantung, asma, dan masalah persendian.

Lakukan olahraga apapun untuk mendapatkan berat badan sehat

Baik lompat tali atau lari, keduanya dapat membakar kalori Anda dengan baik. Jadi, untuk Anda yang malas melakukan olahraga tetapi ingin menurunkan berat badan, sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan olahraga walau hanya sebentar. Lompat tali bisa menjadi alternatif olahraga yang baik untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan dengan cara sehat. Atau, bagi Anda yang suka berolahraga, Anda bisa melakukan skipping dan lari secara berseling-seling. Tentu, ini dapat membantu Anda membakar lebih banyak kalori.

Lakukan skipping atau lari selama 20-30 menit setiap hari. Ini sudah dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Ingat, konsistensi dalam melakukan olahraga setiap hari sangat diperlukan untuk mempertahankan atau menurunkan berat badan Anda. Jangan lupa juga untuk tetap mengontrol asupan makan Anda. Sehingga kalori yang masuk ke tubuh Anda sama dengan atau lebih sedikit dari kalori yang Anda bakar lewat olahraga.

BACA JUGA: Tips Menurunkan Berat Badan Dengan Diet Rendah Karbohidrat

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. Exercise Calculator. [online] Available at: http://www.webmd.com/fitness-exercise/healthtool-exercise-calculator [Accessed 5 Jan. 2017].

Skarnulis, L. (2007). Skip Rope, Not Your Workout. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/fitness-exercise/features/skip-rope-not-your-workout#1 [Accessed 5 Jan. 2017].

McCoy, W. Running vs. Jumping Rope for a Slimmer Waist. [online] Healthyliving.azcentral.com. Available at: http://healthyliving.azcentral.com/running-vs-jumping-rope-slimmer-waist-14065.html [Accessed 5 Jan. 2017].

Leigh, J. (2017). Does Skipping Burn Calories Faster Than Running?. [online] Available at: http://woman.thenest.com/skipping-burn-calories-faster-running-12013.html [Accessed 5 Jan. 2017].

Starks, J. (2015). Which is better: running, skipping, cycling or swimming?. [online] Available at: https://wwws.fitnessrepublic.com/fitness/which-is-better-running-skipping-cycling-or-swimming.html [Accessed 5 Jan. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 08/01/2017
x