home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Efek Global Warming Bagi Kesehatan Kita

Efek Global Warming Bagi Kesehatan Kita

Pernah mendengar tentang pemanasan global alias global warming? Masalah ini tampaknya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat sejak ramai dibicarakan beberapa tahun belakangan. Mengingat begitu hebohnya masalah yang menghantui dunia karena global warming ini, sebenarnya apa dampak pemanasan global terhadap kesehatan tubuh?

Global warming meningkatkan efek radiasi sinar matahari

Pemanasan global adalah masalah perubahan iklim yang kerap dikaitkan dengan naiknya suhu bumi. Kenaikan suhu inti bumi membuat lapisan ozon yang menyelimuti bumi kian hari kian menipis. Alhasil, sadar atau tidak hal ini yang kemudian berpengaruh pada perubahan cuaca, udara, sumber air, dan lain sebagainya.

Seperti mungkin sudah Anda ketahui, sinar matahari masuk menembus ke bumi melalui lapisan ozon. Normalnya, lapisan ini bertindak sebagai penyaring yang mampu meredam besarnya energi radioaktif yang dipancarkan oleh gelombang sinar ultraviolet matahari tersebut.

Sebab sebesar 99% sinar matahari memang mampu ditahan oleh lapisan ozon. Dengan kata lain, hanya 1% saja pancaran sinar matahari yang mencapai bumi. Penyaringan sinar ultraviolet matahari oleh lapisan ozon ini sangat dibutuhkan bagi kesehatan manusia dan kelangsungan kehidupan di bumi.

Sinar UV matahari sebetulnya sangat bermanfaat untuk memberikan panas, membunuh bakteri, merangsang produksi vitamin D pada tubuh, serta membantu meningkatkan mood.

Meski begitu, sinar ultraviolet dalam kadar berlebih justru dapat merangsang produksi radikal bebas di dalam tubuh sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit. Misalnya kanker kulit.

Selain itu, paparan sinar matahari yang berlebih pun dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak pada mata sekaligus iritasi kulit. Itu sebabnya, dampak pemanasan global ini akan meningkatkan jumlah radiasi sinar ultraviolet yang masuk ke bumi.

Tentunya dampak pemanasan global ini sangatlah mengkhawatirkan terutama bagi orang yang sering beraktivitas di luar rumah dan terpapar sinar matahari langsung.

Apa saja dampak pemanasan global pada kesehatan?

global warming pengaruhi kesehatan

Tidak bisa dianggap sepele, ada berbagai dampak pemanasan global yang mengintai kesehatan setiap individu di dunia.

1. Kondisi ekstrem

Jika Anda sadari, peristiwa ekstrem atau bencana alam yang beberapa tahun belakangan ini sering terjadi salah satunya merupakan dampak pemanasan global. Mulai dari banjir besar, badai, suhu bumi yang semakin panas, hingga mencairnya es di kutub, dengan korban jiwa yang tidak sedikit.

Ambil contoh, dilansir dari Live Science, sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Geophysical Research-Atmospheres tahun 2007, mengungkapkan bahwa beberapa daerah Eropa pernah mengalami gelombang panas yang meningkat dua kali lipat dari 100 tahun lalu.

Beberapa wilayah yang dilanda gelombang panas tersebut, memakan korban jiwa hingga sekitar 70.000 orang.

2. Kekeringan

Kondisi kekeringan atau degradasi tanah di suatu daerah biasanya disebabkan oleh perubahan iklim dan penyalahgunaan tanah atau laham. Dengan kata lain, aktivitas manusialah yang menjadi salah satu penyebab lahan mengering sehingga kemudian rusak.

Ketika suatu lahan tanah mengalami degradasi, otomatis tanah tersebut menjadi tidak lagi produktif atau subur untuk digunakan sebagaimana mestinya. Akibatnya, luas lahan yang seharusnya masih dapat digunakan untuk kepentingan manusia, seperti pertanian, bercocok tanam, dan pengairan pun menjadi lebih terbatas.

3. Penyebaran virus penyakit

Peningkatan suhu panas dan curah hujan, khususnya di Indonesia, merupakan beberapa perubahan yang diakibatkan oleh iklim. Perubahan cuaca yang serba terjadi tiba-tiba inilah dapat menjadi sasaran empuk bagi virus penyebab penyakit untuk tumbuh dan menyebar.

Terutama bagi penyakit yang ditularkan melalui serangga, nyamuk, dan lain sebagainya. Binatang-binatang tersebut akan membawa dan menularkan bibit penyakit dengan dukungan dari perubahan cuaca, seperti panas ke hujan dan sebaliknya.

Terlebih karena banyak dari vektor tersebut yang berdarah dingin, sehingga perubahan suhu lingkungan justru mendukung perkembangan dan penyebaran penyakit.

4. Muncul penyakit terkait panas

Pemanasan global berisiko menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan panas, seperti heat stroke dan heat exhaustion. Kedua penyakit ini sama-sama terjadi karena Anda terpapar suhu panas, sementara tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk menormalkan kembali suhunya.

5. Gangguan pernapasan

Asma adalah salah satu gangguan pernapasan sebagai dampak pemanasan global. Secara tidak langsung, perubahan suhu di bumi dapat memengaruhi kualitas udara karena memperbanyak kadar polutan.

Menurut World Health Organization (WHO), pemanasan global telah membuat iklim berubah sekitar 0,85 derajat Celcius lebih panas. Peningkatan suhu yang terlalu tinggi ini membuat polusi udara menjadi masalah baru bagi para pengidap asma.

Singkatnya, perubahan iklim lambat laun akan berdampak pada lebih banyaknya produksi debu, serbuk sari, serta polutan lainnya yang bisa menimbulkan reaksi negatif. Entah itu berupa batuk, nyeri dada, iritasi tenggorokan, gejala gangguan pernapasan lainnya, hingga menghambat fungsi normal paru-paru.

Cara mencegah dampak pemanasan global

tanaman pengusir nyamuk

Saat ini sudah banyak digalakkan gerakan Go Green dan pelestarian lingkungan untuk mencegah dampak pemanasan global yang telah membuahkan hasil positif. Walaupun belum sepenuhnya membaik, tapi hal ini dapat menjadi harapan terkait kualitas lingkungan yang lebih baik di masa mendatang.

Demi menjaga bumi tetap dalam kondisi prima, coba lakukan beberapa cara sederhana tapi berefek besar untuk mencegah dampak pemanasan global. Mulai dari lebih membatasi penggunaan kendaraan pribadi, kemudian beralih ke angkutan umum.

Pasalnya, hal tersebut akan lebih membatasi pencermana lingkungan akibat karbon dioksida dan karbon monoksida. Anda juga bisa meminimalkan penggunaan plastik, sehingga tidak akan menambah jumlah limbah di bumi. Cara ini akan lebih menghemat energi yang dibutuhkan untuk mendaur ulang. Jangan lupa juga untuk lebih peka terhadap lingkungan dengan menanam, merawat, dan menjaga tanaman.

Selain itu, pastikan juga untuk tetap menggunakan sunblock dengan SPF minimal 35, terutama bila Anda sering beraktivitas di luar ruangan. Sebisa mungkin, jauhi diri dari paparan terhadap sinar matahari terutama pada siang hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Ways Climate Change Will Affect Your Health. https://www.livescience.com/35635-climate-change-health-countdown.html Diakses pada 12 Februari 2019.

Effects of Global Warming. https://www.sciencedaily.com/terms/effects_of_global_warming.htm Diakses pada 12 Februari 2019.

How Climate Change Could Already Be Affecting Your Health. https://www.healthline.com/health-news/how-climate-change-could-be-affecting-your-health#1 Diakses pada 12 Februari 2019.

Global Warming: News, Facts, Causes, and Effects. https://www.livescience.com/topics/global-warming Diakses pada 12 Februari 2019.

Environmental International. Impact of Climate Change on Human Infectious Disease: Empirical Evidence and Human Adaptation. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0160412015300489 Diakses pada 12 Februari 2019.

How You Can Stop Global Warming. https://www.nrdc.org/stories/how-you-can-stop-global-warming Diakses pada 12 Februari 2019.

Heat Waves in Europe Nearly Twice as Long Now. https://www.livescience.com/4594-heat-waves-europe-long.html Diakses pada 12 Februari 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)
Ditulis oleh dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)
Tanggal diperbarui 13/05/2018
x