home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Mencegah Heat Stroke (Sengatan Panas) Saat Cuaca Terik

Tips Mencegah Heat Stroke (Sengatan Panas) Saat Cuaca Terik

Cuaca panas menyengat sudah menjadi makanan sehari-hari bagi orang yang hidup di negara tropis seperti Indonesia. Tapi selain bikin gerah dan kulit terbakar, terlalu lama beraktivitas fisik di luar ruangan saat sinar matahari sedang ganas-ganasnya dapat meningkatkan risiko heat stroke, alias sengatan panas. Heat stroke adalah kondisi darurat medis, bukan sekadar kepanasan. Jika tidak segera ditangani, heat stroke dapat memicu menyebabkan kerusakan pada otak dan organ dalam tubuh lainnya, hingga bahkan kematian. Simak artikel ini untuk cari tahu cara mencegah heat stroke saat cuaca panas.

Sekilas tentang heat stroke

Heat stroke adalah kondisi suhu tubuh yang meningkat tajam dan tiba-tiba dalam waktu cepat, tetapi tubuh Anda tidak mampu atau tidak memiliki cukup waktu untuk mendinginkan diri. Akibatnya Anda merasa kepanasan hebat, tak hanya dari luar tubuh tapi juga dari dalam.

Heat stroke biasanya terjadi saat seseorang menerima paparan suhu panas dari lingkungan sekitar di luar batas toleransi tubuhnya, misalnya saat cuaca sedang terik luar biasa. Heat stroke juga dapat dipicu oleh kelelahan akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dapat menaikkan suhu tubuh, seperti olahraga di siang hari dalam waktu lama.

Tanda dan gejala heat stroke, termasuk:

  • Demam tinggi (40º C) atau lebih
  • Berkeringat deras
  • Sakit kepala, kepala kliyengan, berkunang-kunang, pusing
  • Kulit memerah dan mengering
  • Tingkat respon yang melambat
  • Jantung berdebar kencang; lonjakan denyut nadi mendadak
  • Perubahan perilaku seperti kebingungan, linglung, mudah marah, dan gelisah
  • Mual muntah
  • Napas cepat
  • Kejang
  • Pingsan (hilang kesadaran), sebagai tanda pertama pada orang dewasa lanjut

Tips mencegah heat stroke saat panas terik

Pada dasarnya heat stroke adalah kondisi yang bisa diprediksi dan dapat dicegah. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mencegah heatstroke saat cuaca panas.

  • Pakai pakaian longgar, berwarna terang dan berbahan ringan. Mengenakan pakaian tebal yang ketat saat cuaca panas tidak akan membuat tubuh Anda mendapatkan sirkulasi udara dengan baik.
  • Pakai tabir surya. Selain mencegah kulit terbakar, .enggunakan tabir surya bisa memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk mendinginkan diri. Gunakan tabir surya secara merata ke bagian yang paling sering terpapar sinar matahari setiap 2 jam sekali, atau lebih sering lagi jika Anda berenang atau sering berkering. Anda bisa memilih tabir surya yang mengandung SPF 50.
  • Minum banyak cairan. Jika Anda diharuskan untuk melakukan aktivitas berat dalam cuaca panas, penuhilah asupan cairan Anda dengan banyak minum dan sering beristirahat di tempat yang sejuk seperti di dalam ruangan ber AC. Tetap terhidrasi akan membantu tubuh Anda menjaga suhu tubuh normal. Pasalnya, segala gangguan kesehatan yang berhubungan dengan cuaca panas dapat diakibatkan oleh kekurangan garam dalam tubuh. Anda juga bisa terhidrasi dengan mengonsumsi minuman olahraga kaya elektrolit selama hari-hari terik matahari ekstrim dan udara panas.
  • Jangan meninggalkan orang di dalam mobil dalam kondisi mesin mati. Banyak orang tidak menyadari bahaya satu ini. Padahal, meninggalkan orang di dalam mobil dalam kondisi mesin mati adalah penyebab umum kematian terkait dengan panas, terutama bagi anak-anak. Saat mobil terparkir di bawah sinar matahari, suhu di mobil bisa naik 6 sampai 7 derajat celcius dari kondisi normal dalam 10 menit.
  • Hindari melakukan olahraga saat siang bolong, ketika cuaca sedang panas-panasnya. Cobalah menjadwalkan olahraga ataupun aktivitas fisik lainnya saat suhu udara sudah mulai sedikit lebih rendah, misalnya saat pagi atau sore hari.
  • Cari tempat berteduh. Batasi waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas fisik dalam keadaan panas sampai Anda sudah terbiasa dengan iklim, lingkungan, dan kondisi yang ada di tempat baru. Pasalnya, orang yang belum terbiasa dengan cuaca panas sangat rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan panas.
  • Jika Anda ikut serta dalam acara olah raga atau aktivitas yang berat saat cuaca panas, pastikan ada layanan medis yang tersedia jika terjadi keadaan darurat panas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Heat Stroke: Symptoms and Treatment – https://www.webmd.com/a-to-z-guides/heat-stroke-symptoms-and-treatment diakses pada 3 September 2017

Heatstroke – http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-stroke/manage/ptc-20346564 diakses pada 3 September 2017

7 Ways to Stay Cool and Prevent Heat Stroke – http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-stroke/manage/ptc-20346564 diakses pada 3 September 2017


Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 20/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x