home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Menghadapi Banjir yang Rentan dengan Berbagai Penyakit

Cara Menghadapi Banjir yang Rentan dengan Berbagai Penyakit

Menurut laporan BMKG, prakiraan awal musim hujan tahun 2021 ini akan terjadi pada bukan Oktober dan November di sebagian besar wilayah di Indonesia. Selain membantu Anda untuk lebih siaga menyiapkan payung atau jas hujan saat bepergian, Anda dan keluarga yang tinggal di area tertentu menjadi lebih waspada terhadap banjir. Bencana alam musiman ini tidak hanya menghambat aktivitas tapi juga meningkatkan risiko penularan penyakit. Jangan khawatir, bekali diri Anda dengan cara berikut ini dalam menghadapi banjir.

Cara menghadapi banjir yang rentan penyakit

Beberapa daerah di Indonesia, terutama Jakarta dan beberapa wilayah di Kalimantan kerap mengalami banjir tahunan. Curah hujan yang lebih tinggi, hilangnya kawasan hijau sebagai daerah resapan air, serta permukaan tanah yang turun merupakan sejumlah faktor yang dapat menciptakan genangan air bahkan banjir ketika hujan terjadi.

Banjir dapat terjadi hanya beberapa jam tapi juga bisa berminggu-minggu dan menenggelamkan rumah-rumah warga. Hal ini bisa mengakibatkan kerusakan rumah dan fasilitas umum serta menghambat aktivitas harian. Tak ketinggalan, banjir juga bisa membuat para pengungsi rentan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI dalam situs resminya membagikan cara menghadapi banjir sekaligus mencegah penyakit yang gampang menyerang saat banjir. Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu tipsnya.

1. Mengungsi ke tempat yang lebih tinggi

Waspada Penyakit Kulit di Saat Banjir Melanda

Langkah utama yang bisa Anda lakukan ketika menghadapi luapan air banjir adalah beranjak ke lokasi yang lebih tinggi.

Pindahkan barang-barang penting yang bisa tergenang banjir ke tempat yang lebih tinggi, misalnya ke lantai dua. Dengan begitu, kerusakan perabotan yang ada di rumah bisa diminimalisasi.

Jika memiliki lantai dua, Anda juga dapat mengungsi meskipun genangan air hanya sebatas mata kaki. Meski genangan air tidak parah, ketika kaki Anda terus-menerus terkena air banjir maka bisa menimbulkan masalah kesehatan nantinya, seperti kaki gatal, kulit mudah terkelupas, atau kutu air.

Hal ini berisiko terjadi karena air banjir sangat mungkin telah bercampur dengan kotoran, sampah, dan sebagainya. Selain itu, kondisi kaki jadi lebih lembap dan memicu pertumbuhan jamur tertentu. Untuk itu, pindah ke area yang kering bebas banjir adalah cara paling tepat dalam menghadapi banjir.

2. Waspadai saluran air di sekitar

Selain kerugian materi, banjir kerap kali memakan korban. Kasus paling ringan adalah terpeleset atau terjatuh karena sulit berjalan dengan baik di antara genangan air. Nah, yang perlu Anda perhatikan adalah kubangan air atau saluran air yang ada di sepanjang jalan dan tertutupi oleh banjir.

Jadi, ketika Anda menuju tempat pengungsian saat banjir, lebih baik memilih berjalan di area tengah karena saluran air biasanya ada di sekitar pinggiran jalan. Perhatikan langkah Anda sambil meraba-meraba apa yang Anda injak di bawah kaki.

Cara menghadapi banjir ini perlu Anda terapkan karena bisa menghindari Anda dari jatuh atau tenggelam dan terbawa arus banjir di saluran air yang cukup deras.

3. Matikan jaringan listrik

Pertolongan pertama saat kesetrum listrik

Hal yang perlu Anda waspadai ketika menghadapi banjir adalah pastikan semua aliran listrik sudah dimatikan dan hindari menyentuh apa pun yang memiliki muatan listrik selama berada di genangan banjir.

Ini karena benda-benda bermuatan listrik tersebut bisa rusak atau mungkin membuat Anda tersengat listrik saat banjir. Jadi, beri tahu semua anggota keluarga Anda mengenai hal ini supaya baik kerusakan maupun kecelakaan tidak terjadi.

4. Lindungi diri dari penularan berbagai penyakit

Masalah kulit saat banjir sangat umum menyerang. Ini karena air banjir yang kotor dan dapat tercampur dengan limbah, bahan kimia, maupun polutan.

Kulit yang terus-menerus terkena air genangan banjir bisa menimbulkan rasa gatal. Bisa juga menyebabkan kutu air atau memicu kambuhnya gejala eksim pada beberapa orang. Jadi, gunakan sepatu boot jika Anda perlu melakukan aktivitas di antara genangan air.

Hindari luka terbuka yang ada di kaki atau bagian tubuh lainnya dari genangan air banjir. Pastikan luka tersebut selalu bersih dan kering. Pasalnya, luka bisa terinfeksi jika terkena air banjir yang kotor. Minta bantuan tim medis, jika luka pada kulit terasa hangat jika disentuh, kemerahan, atau menimbulkan rasa nyeri disertai keluarnya cairan.

Jaga kebersihan peralatan makan dan sumber air yang digunakan untuk minum atau membersihkan diri. Oleh karena itu, cara terbaik menghadapi banjir adalah menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Pastikan Anda mendapatkan bantuan air bersih. Selalu pantau area yang Anda tinggali bebas dari genangan air karena bisa mengundang nyamuk berkembang biak. Cara ini mencegah terjadinya demam berdarah maupun malaria di saat banjir.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bmkg. Prakiraan Musim Hujan tahun 2021/2022 di Indonesia. Retrieved November 15, 2021, from https://www.bmkg.go.id/iklim/prakiraan-musim.bmkg

Reyhan. Cara menghadapi banjir. Retrieved November 15, 2021, from https://pusatkrisis.kemkes.go.id/3-langkah-menghadapi-banjir

Assets.publishing.service.gov.uk. Retrieved November 15, 2021, from https://assets.publishing.service.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/1032242/fire-involving-gas-explosion.xlsx

NAFFWS Sungai Muar National Flood Forecasting and Warning System. (n.d.). Retrieved November 15, 2021, from http://forecastmuar.water.gov.my/tips-for-flood-preparation

As floodwaters rise, so do dermatologic conditions. American Academy of Dermatology Association. Retrieved November 15, 2021, from https://www.aad.org/news/flooding-and-skin-disease

Athlete’s foot. (2021, October 15). Retrieved November 15, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/athletes-foot/symptoms-causes/syc-20353841

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.