Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tak Hanya Sedap Dipandang, Ini Berbagai Manfaat Memelihara Tanaman

Tak Hanya Sedap Dipandang, Ini Berbagai Manfaat Memelihara Tanaman

Memelihara tanaman merupakan kebiasaan yang masih terus populer dari masa lalu hingga sekarang. Mungkin Anda termasuk yang menjadikan kegiatan ini sebagai hobi untuk mengisi waktu senggang. Nah, ternyata hobi ini juga mendatangkan manfaat bagi tubuh, lho! Apa saja manfaat merawat tanaman bagi kesehatan? Yuk, cari tahu di sini, ya!

Beberapa manfaat merawat tanaman bagi kesehatan

kegiatan setelah pensiun

Tanaman tidak hanya mampu mempercantik ruangan dengan warna-warni yang menarik.

Ternyata ada berbagai manfaat yang bisa Anda peroleh saat memelihara tanaman, antara lain sebagai berikut.

1. Membantu mengurangi stres

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Physiological Anthropology menemukan bahwa tanaman hias dalam rumah atau kantor dapat membuat Anda lebih nyaman dan tenang.

Studi tersebut melibatkan 24 peserta yang dibagi ke dalam dua kelompok secara acak.

Kelompok pertama diminta melakukan tugas-tugas perawatan tanaman, sedangkan kelompok kedua melakukan tugas-tugas sederhana di depan komputer.

Lalu, setiap peserta diperiksa tekanan darah dan tingkat stresnya.

Setelah itu, kedua kelompok bertukar kegiatan dan diperiksa lagi tekanan darah dan tingkat stres masing-masing.

Hasilnya menunjukkan bahwa ternyata tingkatan stres mereka saat memelihara tanaman cenderung lebih rendah daripada saat mengerjakan tugas dengan komputer.

2. Membantu agar lebih fokus

Meskipun penampilannya serupa, manfaat merawat tanaman hias ternyata lebih baik bagi tubuh daripada sekadar menaruh tanaman palsu sebagai pajangan.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah studi sederhana yang diterbitkan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health terhadap 24 orang murid sekolah dasar.

Siswa-siswa tersebut dimasukkan ke dalam beberapa ruang kelas yang berbeda.

Ada ruang kelas yang terdapat tanaman hias asli, tanaman palsu, foto tanaman, atau tidak ada tanaman sama sekali.

Kemudian otak mereka diamati dengan alat electroencephalography (EEG) pada saat belajar di masing-masing ruangan tersebut.

Ternyata, siswa memiliki fokus yang lebih baik dan lebih mudah berkonsentrasi saat mereka berada di ruangan yang memiliki tanaman yang hidup daripada di ruang lainnya.

cara menjadi sahabat untuk anak

3. Membantu mengatasi beberapa gangguan mental

Sebagai terapi untuk mengatasi masalah kejiwaan juga merupakan salah satu manfaat dari merawat tanaman di rumah.

Menurut studi dari Cambridgeshire and Peterborough NHS Foundation, memelihara tanaman dapat membantu memperbaiki suasana hati pada penderita depresi, demensia, anxiety, dan gangguan mental lainnya.

Meskipun kegiatan berkebun sudah dilakukan sejak masa lampau, para ahli terapi mental semakin serius memasukkan kegiatan tersebut sebagai kegiatan terapi yang disarankan.

4. Membantu proses pemulihan setelah sakit

Setelah sakit, Anda mungkin tidak bisa langsung memelihara tanaman. Akan tetapi, jangan khawatir, ternyata dengan melihatnya saja sudah cukup membantu proses pemulihan tubuh.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah riset sederhana yang dilakukan oleh Journal of Alternative and Complementary Medicine terhadap beberapa pasien yang baru saja menjalani operasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang melihat tanaman saat masa pemulihan ternyata memiliki kondisi yang lebih cepat stabil daripada yang tidak melihat tanaman.

5. Meningkatkan produktivitas kerja

Tidak hanya di rumah, ternyata ditemukan pula sejumlah manfaat merawat tanaman di kantor atau ruang kerja.

Studi yang diterbitkan oleh Journal of Experimental Psychology mengungkapkan bahwa karyawan yang bekerja di kantor yang terdapat tanaman hidup lebih jarang jatuh sakit.

Bahkan, menurut studi yang dilakukan di Belanda dan Inggris, menaruh tanaman di lingkungan kerja dapat meningkatkan produktivitas sebanyak 15%.

6. Meningkatkan kreativitas karyawan

Sebuah riset yang diterbitkan pada Personality and Social Psychology Bulletin menyatakan bahwa karyawan lebih mampu mengerjakan pekerjaan kreatif bila melihat ke arah tumbuhan sekitar 2 detik sebelum bekerja.

Selain meningkatkan kreativitas, rasa nyaman yang bisa diberikan oleh tanaman dapat mengoptimalkan konsentrasi dan rasa percaya diri serta mengurangi stres.

Sebaiknya Anda tidak melewatkan manfaat memelihara tanaman yang satu ini agar tetap semangat bekerja.

tata ruang kantor

7. Membantu membersihkan udara

Udara yang Anda hirup di luar dan di dalam ruangan bisa jadi mengandung polutan. Tidak hanya dari asap kendaraan, polutan bisa dilepaskan oleh barang-barang elektronik.

Nah, salah satu manfaat merawat tanaman adalah membantu membersihkan udara dari gas-gas polutan tersebut.

Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian oleh NASA pada tahun 1989. Lalu dilanjutkan oleh berbagai penelitian termasuk yang diterbitkan pada Journal of Exposure Science and Environmental Epidemiology.

Penelitian tersebut menyarankan beberapa tanaman untuk dipelihara sebagai pembersih udara seperti spider plant, sirih gading, dan lidah mertua.

Untuk hasil yang lebih baik, NASA menganjurkan menempatkan tanaman tersebut setiap 30 meter persegi di sekitar rumah.

8. Menyejukkan udara

Bila memelihara tanaman pembersih udara tidak memungkinkan, Anda bisa memilih jenis tanaman apapun yang Anda sukai agar udara lebih sejuk.

Perlu Anda ketahui bahwa tumbuhan adalah penghasil oksigen, begitu pun tanaman rumah yang ukurannya relatif kecil.

Dalam proses fotosintesis, tanaman menyerap karbondioksida di lingkungan sekitarnya dan menghasilkan oksigen.

Udara yang kaya oksigen akan membuat pernapasan Anda lebih baik. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak melewatkan manfaat merawat tanaman yang satu ini.


Ingin mendapatkan berat badan ideal?

Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lee, M., Lee, J., Park, B., & Miyazaki, Y. (2015). Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: a randomized crossover study. Journal Of Physiological Anthropology, 34(1). doi: 10.1186/s40101-015-0060-8

Oh, Y., Kim, S., & Park, S. (2019). Real Foliage Plants as Visual Stimuli to Improve Concentration and Attention in Elementary Students. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 16(5), 796. doi: 10.3390/ijerph16050796

Park, S., & Mattson, R. (2009). Ornamental Indoor Plants in Hospital Rooms Enhanced Health Outcomes of Patients Recovering from Surgery. The Journal Of Alternative And Complementary Medicine, 15(9), 975-980. doi: 10.1089/acm.2009.0075

Nieuwenhuis, M., Knight, C., Postmes, T., & Haslam, S. (2014). The relative benefits of green versus lean office space: Three field experiments. Journal Of Experimental Psychology: Applied, 20(3), 199-214. doi: 10.1037/xap0000024

Elzeyadi, Ph.D., LEED, I. Daylighting-Bias and Biophilia: Quantifying the Impact of Daylighting on Occupants Health. Retrieved 10 January 2022, from https://www.usgbc.org/sites/default/files/OR10_Daylighting%20Bias%20and%20Biophilia.pdf

Lichtenfeld, S., Elliot, A., Maier, M., & Pekrun, R. (2012). Fertile Green. Personality And Social Psychology Bulletin, 38(6), 784-797. doi: 10.1177/0146167212436611

A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement. (1989). NASA.

Cummings, B., & Waring, M. (2019). Potted plants do not improve indoor air quality: a review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal Of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253-261. doi: 10.1038/s41370-019-0175-9

Society, N. Photosynthesis. Retrieved 10 January 2022, from https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/photosynthesis/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Jan 19
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto