Cedera ACL

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi cedera ACL

Cedera anterior cruciate ligaments (ACL) adalah salah satu gangguan muskuloskeletal yang terjadi pada ligamen cruciate anterior di lutut yang meregang berlebihan atau bahkan robek.

Ligamen ACL merupakan salah satu ligamen utama di bagian lutut manusia. Fungsi dari ACL sendiri adalah menstabilkan gerakan tulang di sekitarnya.

Cedera yang terjadi di ligamen tersebut biasanya terjadi akibat adanya perubahan mendadak pada arah persendian di lutut. Ketika cedera terjadi, kemungkinan akan terdengar bunyi kecil yang diikuti dengan rasa nyeri serta pembengkakan.

Tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa berat aktivitas yang dilakukan, ligamen bisa saja robek sebagian atau bahkan seluruh bagiannya.  Cedera yang muncul bisa ringan, yang hanya robek sedikit, atau parah saat semua ligamen sobek.

Umumnya, pengobatan yang dilakukan bertujuan agar pasien dapat kembali melakukan aktivitas dengan normal setelah cedera. Namun, dibutuhkan waktu sekitar 6 hingga 9 bulan sampai pasien dapat benar-benar pulih dan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Seberapa umumkah cedera ACL?

Cedera ACL adalah salah satu jenis cedera yang sering terjadi. Umumnya, kondisi ini terjadi pada atlet yang berpartisipasi dalam olahraga dengan intensitas tinggi, seperti sepak bola dan basket. Hampir sekitar 80% kasus cedera ligamen lutut ini terjadi pada atlet.

Selain itu, kondisi ini lebih banyak terjadi pada individu berjenis kelamin perempuan dibanding dengan laki-laki. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, perempuan memiliki kesempatan 2 hingga 4 kali mengalami cedera di lututnya daripada laki-laki.

Diduga perbedaan tersebut berkaitan dengan bentuk tubuh perempuan yang berbeda dengan laki-laki, misalnya bentuk panggul perempuan yang lebih lebar, otot perempuan yang cenderung lebih elastis, serta faktor hormonal yang memengaruhi elastisitas otot perempuan.

Kondisi cedera ini dapat diatasi dengan cara mengenali apa saja faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berdiskusi langsung dengan dokter.

Tanda & gejala cedera ACL

Tanda-tanda dan gejala cedera ACL yang paling umum adalah rasa nyeri, kehilangan keseimbangan, dan pembengkakan pada lutut. Berikut adalah gejala-gejalanya:

1. Terdengar suara keras saat cedera terjadi

Ketika cedera terjadi, Anda biasanya dapat mendengar suara keras dari lutut Anda. Pada atlet olahraga seperti sepak bola, suara tersebut pun bahkan terkadang dapat terdengar oleh penonton di sisi lapangan.

Meskipun Anda tidak mendengar suara dari lutut, biasanya penderita dapat merasakan pergeseran pada sendi lututnya.

2. Lutut terasa tidak stabil

Ligamen anterior yang terdapat di lutut penting untuk menjaga kestabilan dan keseimbangan sendi lutut. Ketika terjadi cedera, sendi pada lutut akan menjadi tidak stabil.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan tubuh kehilangan rentang gerak dan terasa tidak seimbang. Sendi pada lutut pun cenderung mengalami kerusakan. Biasanya, gerakan memutar yang mendadak berpotensi menyebabkan terjadinya kondisi ini.

3. Pembengkakan dan rasa sakit di lutut

Sendi yang robek dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan beberapa menit atau jam kemudian. Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya pendarahan di dalam lutut.

Setelah itu, bengkak akan diikuti oleh rasa sakit yang sangat parah sehingga tubuh tidak bisa melanjutkan kegiatan. Namun, terkadang tingkat rasa sakit yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada seberapa parah kerusakan yang terjadi di ligamen lutut.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Sendi pada otot merupakan struktur kompleks dari tulang, ligamen, tendon, atau sistem gerak, serta jaringan lain yang bekerja sama. Sangat penting untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis sejak awal untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab cedera ACL

Cedera pada anterior cruciate ligaments sering kali terjadi saat sedang melakukan kegiatan atau olahraga berintensitas tinggi. Pada kasus yang lebih banyak terjadi, cedera biasanya muncul karena kegiatan yang tidak melibatkan kontak fisik.

Ini artinya, cedera terjadi karena pergerakan tubuh yang salah. Sebagai contoh, Anda berhenti bergerak terlalu cepat, berubah arah mendadak pada saat berlari, atau melompat dan mendarat dengan posisi yang tidak wajar. Selain itu, terjatuh dari tangga juga dapat menyebabkan terjadinya peregangan sendi lutut dan cedera.

Dalam beberapa kasus, cedera juga dapat terjadi akibat adanya kontak fisik atau terkena benturan yang sangat keras dengan orang lain. Sebagai contoh, ketika Anda terkena tackle saat sedang bermain sepak bola.

Cedera ACL sering terjadi dengan cedera lainnya, misalnya terjadi bersama dengan robeknya bagian lain dari ligamen lutut dan tulang rawan yang menyerap goncangan di lutut.

Jenis cedera seperti ini umum terjadi pada sepak bola, basket, ski, dan olahraga lainnya yang memiliki banyak gerakan berat, melompat, atau berlari dengan arah berbelok-belok.

Faktor risiko cedera ACL

Cedera ACL adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang golongan usia maupun kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko tidak menjadi penentu Anda pasti akan mengalami kondisi ini. Ada pula kemungkinan kecil Anda dapat mengalami cedera pada lutut meskipun tidak memiliki satu pun faktor risiko.

Berikut ini adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya cedera pada ligamen atau sendi lutut:

1. Jenis kelamin

Perempuan memiliki peluang lebih besar untuk mengalami cedera pada ligamen lutut dibanding dengan laki-laki. Hal ini disebabkan karena tubuh wanita memiliki anatomi yang berbeda dengan laki-laki.

Bagian ujung tulang paha perempuan lebih sempit dibanding dengan tulang paha laki-laki. Ketika lutut digerakkan, ujung tulang paha yang sempit tersebut dapat menjepit dan melemahkan ligamen anterior lutut.

Selain itu, perempuan memiliki panggul yang lebih lebar dibanding laki-laki. Hal ini menyebabkan tulang paha dan tulang kering bertemu dalam sudut tertentu yang berbeda dengan laki-laki. Sudut ini menyebabkan ligamen lutut lebih rentan cedera, apabila melakukan gerakan berputar.

Faktor genetik pun diduga berperan dalam perbedaan anatomi laki-laki dan perempuan. Otot yang dimiliki perempuan cenderung lebih elastis dan memberikan perlindungan yang kurang pada ligamen lutut. Perubahan hormonal selama menstruasi berlangsung pun juga memengaruhi elastisitas tersebut.

2. Kegiatan olahraga tertentu

Apabila Anda merupakan atlet olahraga tertentu, terutama yang berintensitas tinggi seperti sepak bola, futsal, basket, ski, dan senam, Anda lebih rentan mengalami cedera pada bagian lutut Anda.

3. Tidak melakukan pemanasan dengan benar

Pemanasan sebelum memulai aktivitas berat adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Jika Anda tidak melakukan pemanasan dengan tepat, atau malah tidak pemanasan sama sekali, risiko Anda untuk mengalami cedera ACL jauh lebih tinggi.

4. Penggunaan sepatu yang tidak sesuai

Penggunaan sepatu olahraga yang tepat juga memengaruhi bagaimana kualitas olahraga Anda. Apabila Anda memilih sepatu yang salah, Anda lebih rentan mengalami cedera karena sepatu yang Anda kenakan tidak dapat mendukung pergerakan tubuh Anda dengan sempurna.

5. Perlengkapan olahraga yang tidak memadai

Perlengkapan olahraga yang kurang layak juga dapat memperbesar peluang seseorang mengalami cedera saat berolahraga. Contohnya, seorang pemain ski yang tidak menggunakan perlengkapan yang layak dan tidak dipasang dengan benar.

6. Ligamen yang lemah

Beberapa orang mungkin terlahir dengan kondisi ligamen yang lemah. Hal ini menyebabkan tubuhnya lebih rentan mengalami cedera, terutama pada lutut.

Diagnosis & pengobatan untuk cedera ACL

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis cedera ACL?

Untuk mendiagnosis cedera, dokter akan memeriksa lutut Anda untuk mengetahui pembengkakan dan rasa nyeri yang Anda rasakan.

Selain itu, ia juga akan menggerakkan lutut Anda dengan berbagai posisi. Tujuannya adalah untuk menilai berbagai gerakan dan fungsi keseluruhan sendi. Dokter juga akan membandingkan lutut yang mengalami cedera dengan lutut Anda yang masih sehat.

Bukan hanya itu saja, dokter mungkin merekomendasikan beberapa tes untuk mengetahui alasan dan juga untuk menentukan tingkat keparahan cedera, meliputi:

1. Tes Lachman

Tes Lachman dilakukan dengan cara memposisikan kaki pada sudut tertentu. Pertama, kaki Anda akan ditekuk sebanyak 20-30 derajat. Setelah itu, satu tangan memegang paha sedangkan tangan lainnya menggerakan lutut ke depan. Dengan pemeriksaan ini, dokter akan merasakan adanya robekan ACL.

2. Tes Drawer

Hampir sama dengan tes Lachman. Tes ini juga digunakan untuk memeriksa cedera ACL maupun posterior cruciatum ligamen (PCL). Caranya yaitu menekuk lutut hingga 90 derajat, kemudian dokter akan memeriksa keutuhan ACL dengan menarik ke depan dan PCL dengan mendorong ke belakang.

3. Tes USG

Tes ini dilakukan dengan cara menggunakan mesin bertenaga suara untuk menghasilkan gambaran lebih detail mengenai ligamen, sendi, jaringan lunak, dan tendon lutu.

4.Tes MRI

Tes MRI menggunakan gelombang radio dan magnetik kuat untuk menghasilkan gambar, baik gambar jaringan yang lunak maupun keras di dalam tubuh Anda.

Apa saja pilihan pengobatan cedera ACL?

Ketika Anda mengalami cedera, Anda harus segera meminta pertolongan tim medis. Menurut Harvard Health Publishing, Anda juga dapat melakukan pertolongan pertama dalam metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Berikut langkahnya:

  • Istirahat: istirahatkan tubuh Anda sehingga lutut tidak menahan beban tubuh.
  • Es: gunakan es batu untuk mengompres lutut Anda selama 20 menit setiap 2 jam.
  • Kompresi (tekanan): lilit bagian sekitar lutut Anda dengan perban.
  • Elevasi (pengangkatan), berbaring dan letakkan lutut Anda dengan ketinggian melebihi kepala Anda.

Ingat juga untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  • Jangan menggerakkan lutut Anda jika Anda mengalami cedera serius.
  • Gunakan belat untuk menjaga lutut Anda tetap lurus hingga Anda diperiksa dokter.
  • Jangan kembali bermain atau melakukan kegiatan lain hingga Anda diobati.

Penanganan untuk robeknya ACL terdiri dari tindakan nonbedah, bedah, dan rehabilitasi. Jenis tindakan yang dipilih tergantung pada kebutuhan individu pasien. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing tindakan:

1. Nonoperasi

Pada dasarnya, ligamen lutut yang robek tidak dapat sembuh tanpa operasi. Namun, tindakan nonbedah dapat diberikan pada pasien yang tua atau yang sangat jarang bergerak.

Apabila kestabilan lutut dan tubuh secara keseluruhan tidak mengalami perubahan yang signifikan, dokter akan merekomendasikan jenis perawatan ini.

  • Bracing

Dokter akan menyarankan Anda untuk mengenakan brace untuk menjaga kestabilan lutut Anda. Anda juga mungkin akan diberikan kruk agar Anda lebih mudah berjalan.

  • Terapi fisik

Apabila pembengkakan mereda, terapi fisik atau fisioterapi akan direkomendasikan. Olahraga dan latihan tubuh tertentu dapat mengembalikan fungsi lutut Anda, serta meluruskan otot kaki yang mendukung pergerakan lutut.

2. Operasi

Dokter Anda dapat merekomendasikan operasi jika Anda adalah seorang atlet dan ingin melanjutkan pekerjaan Anda yang berkaitan dengan olahraga tersebut, terutama olahraga berintensitas tinggi dengan gerakan melompat, memotong atau berputar.

Selain itu, operasi sangat disarankan apabila terdapat lebih dari satu ligamen atau tulang rawan di lutut Anda yang cedera. Operasi juga ditujukan untuk orang-orang yang masih muda dan aktif bergerak.

Operasi dilakukan dengan tujuan merekonstruksi ACL. Pertama-tama, dokter bedah akan mengangkat ligamen yang rusak dan menggantinya dengan tendon dari salah satu bagian tubuh Anda. Pergantian jaringan ini disebut dengan graft.

3. Rehabilitasi

Rehabilitasi penting untuk dilakukan, baik bagi Anda yang menjalani prosedur operasi maupun tidak. Terapi rehabilitasi berperan besar dalam mengembalikan fungsi tubuh, terutama lutut Anda.

Terapi fisik dapat membantu Anda mendapatkan kembali kekuatan dan pergerakan lutut seperti sedia kala. Rehabilitasi biasanya dilakukan selama 6 sampai 9 bulan setelah perawatan.

Umumnya, orang yang menderita kondisi ini dan menjalani operasi memiliki kesempatan yang besar untuk sembuh. Persentase untuk memiliki kaki yang kembali normal dan sehat adalah 92-95%.

Namun, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, sekitar 8% pasien mengalami ketidakstabilan lutut permanen akibat operasi yang gagal.

Pengobatan di rumah untuk cedera ACL

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi cedera ACL?

Untuk mencegah cedera ACL, Anda harus menggunakan teknik yang tepat saat berolahraga. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati saat melakukan kegiatan sehari-hari dan gunakan pelindung saat Anda harus melakukan pekerjaan keras.

Selain itu, pilihlah perlengkapan olahraga yang sesuai dengan kegiatan yang akan Anda lakukan. Anda dapat menghindari menggunakan training shoes biasa untuk bermain sepak bola atau basket.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pseudogout

Pseudogout adalah semacam arthritis yang ditandai dengan sakit tiba-tiba, pembengkakan pada sendi yang menimbulkan rasa sakit. Simak Info selengkapnya hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perawatan Luka dan Proses Penyembuhan Luka, Begini Penjelasannya

Luka harus dibersihkan dengan benar supaya tidak infeksi. Simak cara perawatan luka yang tepat serta proses penyembuhan luka berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Luka Infeksi: Ciri-Ciri, Penanganan, dan Pencegahannya

Luka yang tidak segera dibersihkan dapat menimbulkan infeksi. Lantas, apa saja tanda-tanda yang muncul jika luka telah infeksi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit OCD Obsessive Compulsive Disorder gangguan obsesif kompulsif

OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
darah beku di kuku

Hematoma Subungual (Kuku Hitam)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit