home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cedera Meniskus

Cedera Meniskus

Jika Anda penggemar tayangan pertandingan sepak bola atau bahkan sering ikut bermain bola, barangkali tak asing dengan istilah cedera meniskus. Namun, seperti apa cedera ini terjadi dan bagaimana pengobatan yang diperlukan? Simak di bawah ini.

Apa itu cedera meniskus?

Cedera meniskus adalah salah satu cedera lutut yang paling umum yang terjadi saat meniskus robek sehingga menimbulkan rasa sakit, bengkak, dan kaku. Pada beberapa kasus, cedera ini bisa menghambat pergerakan lutut apabila tidak ditangani dengan baik.

Meniskus merupakan sepasang jaringan tulang rawan berbentuk huruf C pada lutut yang punya fungsi sebagai bantalan untuk menstabilkan persendian lutut. Setiap sendi lutut kaki memiliki dua meniskus, yaitu pada tepi bagian luar dan tepi bagian dalam.

Keberadaan meniskus membuat tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia) tidak saling bergesekan ketika terjadi pergerakan pada sendi lutut. Alhasil, jaringan tulang rawan ini juga mampu melindungi sendi lutut Anda dari keausan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Cedera ini juga sering disebut dengan istilah robekan meniskus atau cedera tulang rawan lutut. Robekan meniskus merupakan cedera yang cukup umum dan bisa dialami pria dan wanita dalam semua rentang usia.

Namun, cedera meniskus paling banyak dialami oleh atlet yang terlibat olahraga kontak, seperti sepak bola atau basket. Cedera ini juga sering terjadi bersamaan dengan cedera lutut lain, seperti cedera ACL (anterior cruciate ligament).

Selain itu, kondisi ini bisa terjadi akibat meniskus yang melemah seiring bertambahnya usia. Sekitar 40% orang berusia 65 tahun atau lebih pernah mengalami kondisi ini.

meniskus

Apa saja tanda dan gejala dari cedera meniskus?

Kebanyakan orang masih bisa berjalan dengan lutut yang mengalami cedera, bahkan seorang atlet bisa tetap meneruskan pertandingan sambil mengalami robekan meniskus. Namun, kondisi ini umumnya hanya bertahan 2-3 hari saja, sebelum lutut bengkak dan kaku.

Secara umum, ciri-ciri cedera meniskus terbagi dalam tiga tingkat keparahan, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

1. Cedera meniskus ringan

Apabila mengalami robekan meniskus ringan, Anda akan merasakan sedikit rasa nyeri dan pembengkakan sendi lutut yang biasanya akan sembuh dalam 2-3 minggu.

2. Cedera meniskus sedang

Pada robekan meniskus sedang, Anda akan merasakan nyeri yang lebih terlokalisir, misalnya pada sisi luar lutut atau sisi dalam lutut. Pembengkakan biasanya akan memburuk dalam 2-3 hari.

Sendi lutut akan menjadi kaku dan pergerakan terbatas. Gejala ini akan menghilang dalam 2-3 minggu, tetapi bisa muncul kembali apabila lutut Anda terpelintir atau digunakan terlalu sering. Jika tidak mendapatkan penanganan, nyeri bisa timbul-tenggelam selama bertahun-tahun.

3. Cedera meniskus berat

Sedangkan pada robekan meniskus berat, sebagian meniskus dapat terputus dan berpindah dari ruang sendi. Pada beberapa kondisi, hal ini bisa menyebabkan lutut Anda mengeluarkan suara “pop!” atau sendi Anda menjadi terkunci. Akibatnya, pergerakan menjadi terbatas hingga tidak dapat meluruskan sendi lutut.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Cedera ringan bisa sembuh dengan perawatan di rumah. Namun, untuk cedera sedang hingga berat mungkin Anda perlu pemeriksaan ke dokter jika timbul pembengkakan, nyeri, kesulitan meluruskan kaki, dan tidak bisa menggerakan lutut seperti biasanya.

Jika Anda memiliki tanda atau gejala robekan meniskus tersebut, sebaiknya konsultasikanlah ke dokter. Kondisi tubuh setiap orang berbeda satu sama lain, selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Apa saja penyebab cedera meniskus?

Cedera meniskus umumnya terjadi akibat gerakan memutar pada sendi lutut ketika kaki dalam kondisi menapak dan sendi lutut dalam posisi tertekuk. Trauma langsung pada lutut juga dapat menyebabkan robekan meniskus. Semakin bertambahnya usia, kondisi meniskus juga akan semakin lemah dan rentan terhadap cedera.

Apa yang meningkatkan risiko cedera meniskus?

Cedera meniskus merupakan kondisi yang bisa siapa saja alami, tidak memandang jenis kelamin atau usia seseorang. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya robekan meniskus, seperti berikut ini.

1. Aktivitas olahraga

Cedera saat olahraga dapat melibatkan gerakan memutar lutut secara agresif yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami robekan meniskus. Seorang atlet berisiko mengalami kondisi ini apabila terlibat dalam olahraga kontak, seperti sepak bola dan aktivitas yang melibatkan gerakan pivot yang membebani lutut, seperti tenis atau basket.

2. Kelemahan meniskus lutut

Kelemahan dan keausan pada tulang rawan lutut mungkin terjadi seiring bertambahnya usia, sehingga hal ini juga meningkatkan risiko robekan meniskus. Kondisi yang sama juga bisa terjadi pada orang obesitas atau kelebihan berat badan.

Bagaimana mendiagnosis cedera meniskus?

Setelah berdiskusi mengenai gejala dan riwayat kesehatan Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat ada tidaknya robekan pada meniskus, seperti tes McMurray.

Dokter akan menekuk lutut Anda, kemudian meluruskan dan memutarnya. Gerakan ini akan menempatkan ketegangan pada meniskus yang robek. Jika Anda mengalami robekan meniskus pada lutut, gerakan ini bisa menimbulkan rasa sakit atau sensasi klik dalam sendi.

American Academy of Orthopaedic Surgeons juga menyarankan dokter untuk melakukan tes pencitraan, seperti rontgen atau scan MRI untuk melihat gambaran sendi lutut Anda.

  • Sinar X (rontgen). Pemeriksaan ini akan memberikan gambaran pada struktur tulang. Meskipun rontgen tidak menunjukkan robekan meniskus, dokter juga mungkin mendiagnosis kondisi lain penyebab nyeri lutut, seperti osteoarthritis.
  • Scan MRI. Pemeriksaan dengan gelombang radio dan medan magnet kuat yang mampu menghasilkan gambaran jaringan padat dan lunak pada lutut Anda, seperti meniskus, tendon, ligamen, dan tulang rawan lainnya.

diagnosis cedera meniskus

Apa saja pilihan pengobatan untuk cedera meniskus?

Perawatan robekan meniskus tergantung sejumlah faktor, termasuk usia, gejala, dan tingkat aktivitas Anda. Hal ini juga tergantung dari jenis, ukuran, dan lokasi cedera yang Anda alami.

Sebagian besar cedera ringan hingga sedang tidak memerlukan prosedur operasi. Robekan pada sepertiga bagian luar meniskus umumnya bisa sembuh sendiri, karena bagian ini banyak mendapat suplai darah yang membantu proses regenerasi tulang rawan.

Sementara, dua pertiga bagian dalam meniskus yang kekurangan suplai darah tidak dapat sembuh sendiri, sehingga perlu penanganan lebih lanjut, termasuk melalui pembedahan.

Perawatan non-bedah

Sebagian besar robekan meniskus dalam tahapan ringan hingga sedang tidak memerlukan operasi. Jika gejala yang Anda alami tidak bertambah parah, misal mengalami pembengkakan atau penguncian sendi lutut, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan non-bedah.

Untuk mempercepat penyembuhan, Anda bisa melakukan pertolongan pertama dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dalam beberapa langkah berikut ini.

  • Istirahatkan lutut setelah mengalami cedera. Kurangi aktivitas yang mengharuskan Anda berjalan. Untuk membantu mengurangi beban pada lutut, Anda bisa juga menggunakan alat bantu, seperti kruk.
  • Berikan es untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Lakukan selama 15-20 menit setiap 3-4 jam selama 2-3 hari atau hingga nyeri dan bengkak hilang.
  • Kompres dengan menggunakan perban elastis untuk mengurangi bengkak.
  • Posisikan lutut lebih tinggi dengan menaruh bantal di bawah tumit Anda.

Dokter juga akan memberikan resep obat anti-inflamasi, seperti aspirin atau ibuprofen yang mampu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Suntikan obat kortikosteroid ke dalam sendi lutut juga bisa memberikan efek yang sama.

Perawatan non-bedah lain untuk menangani cedera meniskus, seperti suntikan platelet-rich plasma (PRP). Metode PRP dengan plasma darah pasien yang mengandung protein konsentrasi tinggi ini bisa membantu prose penyembuhan cedera, walaupun prosedur ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Perawatan bedah (operasi)

Apabila robekan meniskus cukup besar sehingga lutut tidak stabil dan terkunci maka kemungkinan besar Anda membutuhkan perawatan bedah. Prosedur artroskopi lutut dengan memasukkan kamera kecil melalui sayatan pada lutut berfungsi untuk memperbaiki struktur meniskus atau membuang pecahan meniskus yang mengganggu.

Prosedur operasi yang dokter lakukan untuk mengatasi cedera meniskus seperti berikut ini.

  • Perbaikan meniskus. Beberapa robekan meniskus dapat diperbaiki dengan menjahit bagian yang robek menjadi satu kembali. Prosedur untuk memperbaiki meniskus tergantung pada jenis dan kondisi robekan.
  • Menisektomi parsial. Prosedur ini akan mengangkat sepotong meniskus yang robek sehingga lutut dapat berfungsi secara normal kembali.
  • Menisektomi total. Dokter akan mengangkat seluruh meniskus dan menggantinya melalui prosedur transplantasi. Prosedur ini umumnya apabila kondisi meniskus sudah lemah yang diakibatkan arthritis degeneratif.

Setelah prosedur pembedahan, konsultasikan ke dokter untuk menjalani latihan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi lutut Anda. Waktu rehabilitasi untuk perbaikan meniskus biasanya berlangsung 3-6 bulan, sementara menisektomi pemulihan cukup sekitar 3-6 minggu saja.

perawatan cedera meniskus

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi cedera meniskus?

Setelah mengalami cedera meniskus lutut, Anda bisa mulai kembali latihan untuk meningkatkan jangkauan gerak kaki. Latihan kekuatan otot kaki secara bertahap bisa Anda tambahkan dalam rencana rehabilitasi setelah menjalani prosedur operasi.

Untuk mencegah cedera datang kembali, hindari aktivitas yang memperparah nyeri lutut Anda. Gunakan teknik yang tepat saat berolahraga dan selalu berhati-hati saat melakukan kegiatan sehari-hari, misalnya saat berlutut, jongkok, atau mengangkat beban berat.

Melakukan peregangan sebelum dan setelah berolahraga juga bisa membantu Anda menghindari kondisi ini. Tanyakanlah pada dokter atau fisioterapis mengenai jenis olahraga yang tepat sesuai kondisi Anda.

Bila ada pertanyaan atau keluhan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik masalah Anda.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Alaia, M., Wilkerson, R., & Fischer, S. (2021). Meniscus Tears – OrthoInfo. American Academy of Orthopaedic Surgeons. Retrieved 4 June 2021, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/meniscus-tears/

Wheeler, T. (2020). Meniscus Tear in Knee. WebMD. Retrieved 4 June 2021, from https://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/meniscus-tear-injury

Torn meniscus – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 4 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/torn-meniscus/symptoms-causes/syc-20354818

Torn meniscus – Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 4 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/torn-meniscus/diagnosis-treatment/drc-20354823

Meniscus Injuries Clinical Presentation: History, Physical. Medscape. (2018). Retrieved 4 June 2021, from https://emedicine.medscape.com/article/90661-clinical#b4

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Thendy Foraldy Diperbarui 21/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan